stevipark17

Just another WordPress.com site

Archive for July 2011

Gairah Nafsu Syahwat Olla Ramlan Tak Terkendali (2)

leave a comment »

Wanita cantik berambut panjang yang bersimpuh di depanku luar biasa menggoda imanku, dalam kondisi pakaian yang lengkap saja aku sudah ngaceng tak terkendali, apalagi kini bertelanjang bulat memamerkan seluruh bagiannya yang paling rahasia, dari kemulusan tubuhnya, besarnya buah dada yang membusung itu, kemudian turun ke bawah, aaaaah … memeknya itu .. ck ck ck ck .. aku benar benar tidak tahan, jembutnya sangat rapi walau basah, justru itu indahnya jembut yang memeknya sudah terangsang, mataku memandang ke selakangannya itu, sungguh rapat, aku bakalan tidak mudah mencobloskan kontolku dalam memek yang sempit itu, kubiarkan Olla Ramlan yang bermain main dengan mengelus elus, meremas remas kontolku dengan perlahan sambil tersenyum menggoda, kontolku menjadi bahan mainan dengan jari jarinya, terkadang telunjuk tangannya menekan nekan ke kepala kontolku sambil menggeleng geleng, tangan sendiri langsung membalas perlakuan Olla Ramlan dengan kutempelkan ke memeknya yang basah itu mengusap usap nakal, kurasakan kebasahan memeknya itu, Olla Ramlan memejamkan matanya merasakan elusan perlahan tanganku di memeknya itu, kuusap usap dengan tangan kiriku, sedang tangan kananku menuju ke buah dadanya sebelah kiri dan kupegang, ketika kupegang itu, janda berambut panjang itu mengibaskan kepalanya memutar yang bertujuan agar rambutnya berada di punggungnya, Olla Ramlan kemudian mendongak merasakan remasan lembut tanganku yang nakal itu, kurasakan puntingnya tertekan di telapak tanganku, kuremas dengan lembut perlahan lahan menikimati kesekalan dan kemontokan buah dada Olla Ramlan yang sangat ranum bagiku, tanganku kemudian berpindah ke buah dada sebelah kanan, sedang tangan kiri nakal membuka belahan memeknya yang basah itu, kutusukan perlahan, sontak tangan kiri Olla Ramlan langsung menahan tanganku itu.

“Oooooooooh .. sayang aaaaaaaaah … mmhhh … kamuuu aaaaaah .. teruus yang .. Tantee Olla nggak tahaaan nih .. aduh .. aduuuuuh .. teruus .. remees .. tusuuuuk .. sssssssssssssshhh sssssssssshh hhhhh “ lenguh dan desis Olla Ramlan tak karuan dengan mendongak ke atas merasakan remasan tanganku di buah dadanya serta colekan nakal jariku di lubang memek basahnya itu.

“Sungguh .. bidadari yang sangat cantik kau Tantee Olla .. aku juga nggak tahan ingin menyetubuhimu .. hmmmm .. oooh … buah dadamu Tantee .. sekal nan montok .. akan kugeluti kau … “ pujiku sambil bermain main dengan remasan ke buah dadanya, kadang tangan berputar merasakan kekenyalannya itu.

“Say … puaskan aku .. aku sudah nggak tahan … please .. setubuhi akuuu “ rengek Olla Ramlan yang sudah tidak tahan nafsu syahwatnya itu.

“Tidak secepat itu Tante Olla .. kita saling bercumbu dulu … uuuh .. kulitmu benar benar mulus, rambut panjangmu sungguh indah .. mimpi apa semalam, jika aku sekarang bisa bercinta dengan wanita idamanku ini .. Ooh .. Tante Olla .. akan kumasuki tubuhmu dengan kontolku .. “ dengusku sambil perlahan lahan mengusap usap lengannya, kemudian turun dan menggenggam jari jari tangannya itu. Olla Ramlan membalas genggamanku itu dengan meremas pelan

“Tolong aaaaah .. tante minta tolong ..please .. masukin kontolku cepaat .. nggak tahaan aaaaaaah … sudah lama memek Tante Olla nggak dicoblos sama kontol .. uuuuuuuuuuh .. sayaaaang aaaah .. apa yang harus tante perbuat … agar kau mau menyetubuhi Tante Olla “ rengek Olla Ramlan dengan memegang kontolku kuat.

“Kita bercumbu dulu tante .. marilah Tante .. naik ke pangkuanku, lepaskan kontolku “ bujukku dengan memandang ke memeknya sambil mengelus elus pahanya itu.

Olla Ramlan memandangku dengan sayu, tidak kuat menahan nafsunya, matanya kemudian turun memandang ke kontolku yang ngaceng mengeluarkan cairan kental, jarinya menutup lubang kontolku itu, perlahan lahan pegangan kuat di kontolku dikendorkan namun tidak dilepaskan, kemudian bibirnya menggigit.

“Aduuh .. sayaaang .. mana kuat tangan Tante Olla ngelepasin kontolmu ini .. katanya kau suruh jilati, emutin, dioral .. aduuh .. sayaaaang .. kamu nakaaaal aaaaaaaaah .. mana kuat .. “ rengek Olla Ramlan semakin tidak akan akan arah permainanku yang berubah cepat.

“Ikut caraku saja Tante Olla .. kujamin Tante Olla akan mendapatkan kepuasan tak terhingga .. akan kuisi malammu yang sepi ini dengan kontolku .. betapa indah tubuhmu Tante .. tidak hanya memekmu yang basah ini mendapatkan kepuasan .. namun seluruh tubuhmu akan kunikimat .. ayolah Tante .. naik donk .. “ bujukku yang dijawab dengan gigitan di bibirnya itu.

Perlahan Olla Ramlan kemudian berdiri, ketika berdiri itu, mataku tak berkedip memandang kesintalan tubuhnya, kupandang pada bagian dari kepala, kemudian leher, dadanya yang montok, perutnya yang rata, kemudian aaaaaaaaaaaah .. memek basahnya itu membuat tidak tahan, namun aku mencoba menghela nafas, mengendalikan nafsuku, kuelus elus pahanya yang mulus itu sampai membuat kakiku malah meriding merasakan kemulusan wanita beranak satu ini.

Olla Ramlan kemudian melangkahkan kaki ke atas sofa kemudian naik dan kedua tangannya kemudian menopang ke pundakku, kaki kirinya kemudian menyusul naik dan perlahan lahan pantatnya yang sekal itu aku pegang dengan tanganku dan kuremas keduanya

“Ooh sayaaang .. uuuh .. nakaal aaaaaah …. Reemeees lagi sayaaaaaaaang .. aduuuh .. mmmmmmmmhhhh .. tangan nakaaal .. Tante Olla suka tanganmu ngeremes bokong .. remees lagi yaaang .. yaaa .. uuuuuuuh … mmmmmmmhh … mmmmmmmmmmfff .. “ desis dan desah Olla Ramlan dengan menggoyang goyangkan pantatnya seiring remasan kedua tanganku di kedua bongkahan sekal pantatnya itu, perlahan lahan pantatnya kemudian berada di antara kedua pahaku, aku tetap meremas, tangan Olla Ramlan kemudian memegang bagiak belakang kepalaku, kepalaku dimajukan dan Olla Ramlan memandangku sambil menggigit merasakan nikmatnya aku tak henti hentinya bermain main di pantatnya itu.

Olla Ramlan kemudian memajukan kepalanya dan bibir kami berjarak sekitar 5 centi, kurasakan hembusan nafasnya itu, kurasakan ada ganjalan dalam diri Olla Ramlan yang sudah tidak tahan menahan libido dan nafsu syahwatnya itu. Olla Ramlan kemudian memiringkan kepalanya, bibirnya dibuka, kami berdua perlahan lahan menyatukan bibir kami, perlahan lahan kami akhirnya saling bertaut bibir.

“Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmh “ suara yang keluar dari kami bersahutan ketika bibir kami saling memagut pelan, kami merasakan kenikmatan saling beradu bibir itu, sambil tangan kananku kutarik, kuelus elus pahanya, sedang tangan kiriku tetap berada di pantatnya meremas remas dengan lembut. Kami semakin terbakar nafsu, belum lagi keringat sudah mengucur di sekujur tubuh kami, pagutan demi pagutan sampai aku tidak tahan, kulepaskan elusan tanganku di pahanya, kemudian langsung naik memegang buah dadanya dan kuremas remas, Olla Ramlan semakin tidak tahan.

Lengannya begitu kuat menopang ke pundakku dan tangannya menahan belakang kepalaku, bibir kami saling memagut, lidah kami saling bertubukan, sehingga air liur kami sampai ada yang keluar dari bibir kami, air liur itu kemudian merembes turun, perlahan air liur itu merembes ke dagu Olla Ramlan dan meluncur turun, lidah kami saling bertekan dan kami kemudian saling menghisap, menghangatkan badan kami yang diburu nafsu kawin tak terkendali itu. Belum lagi aku harus mengontrol nafsuku Olla Ramlan yang tak terkendali yang ingin cepat cepat memeknya digenjot itu, kurasakan tanganku yang berpindah ke depan kemudian mengelus elus dan mengusap usap memeknya, kurasakan Olla Ramlan benar benar terangsang akan ulah nakal tanganku itu. Kami terus saling bermain lidah, dengan nakal lidah Olla Ramlan menerobos dalam mulutku mengejar lidahku, kami saling berbelit lidah, sehingga cucuran air liur sampai tak karuan merembes sampai leher kami masing masing, Olla Ramlan menahan kepalaku, kemudian langsung menjilati leherku, dijilati air liurku, kemudian dengan cepat kepalanya kembali tegak dan mengajakku saling beradu bibir, kupagut lagi, kuhisap, kemudian aku langsung menarik kepalaku, kujilati bagian lehernya itu, menelan air liur yang merembes itu.

“Mmmmmmmmmmmmmhhh ….sssssssssssssshhh ssssssssssssshhh hhh “ desisku dengan memburu nafas, ditahannya kepalaku ketika hendak kembali saling menghisap

“Saaay …. Teruuskan .. nikmaaat .. lakukan …pagut aku lagi ..lumat bibirku .. sayaang .. uuuh .. aku tidak tahaan sayaang .. “ desah Olla Ramlan dengan merogoh ke bawah mencekal ke kontolku yang ngaceng itu. Dipegang dan dikocok kocok dengan pelan sambil kami saling kembali memagut, pagutan demi pagutan, lumatan demi lumatan, hisapan demi hisapan kami lakukan, Olla Ramlan semakin tidak tahan lagi, tubuhnya kemudian kupeluk, kuusap usap punggugnya, kemudian kembali aku ke belakang bagian pantatnya dan kuremas kuat membuat Olla Ramlan menahan lumatannya

“Uuuuuuuuuuuuh aaaaaaaaaah … sayaaang .. coblos Tante yaaa .. nggak kuaaaaaaat aaaaaaaaaah “ rengek Olla Ramlan dengan mata sayu bak pengantin baru yang tidak tahan ingin segera dicoblos itu, aku menatapnya dengan teduh, Olla Ramlan mengelus elus dadaku dengan tangan kanannya, tangan kirinya bermain main dengan buah zakarku sampai ditekan tekan, aku bak tak karuan merasakan jari jari nakal Olla Ramlan yang memegang dan meremas buah zakarku itu

“Memek Tante Olla sempit .. ndak mungkin kontolku bisa masuk .. “ ucapku yang dijawab dengan gelengan kepala wanita janda beranak satu nan berambut panjang itu

“Paksain donk, sayaaaaaaaaang … Tante yakin kontolmu pasti muat dalam memek Tante .. nanti tante lebarin mengangkang deh .. ini tante sudah gataaal .. lama nggak kawin .. ayolah sayaaang .. ooh .. sayangku … masukin tubuhku .. kawinin aaakuu .. entotin tante .. ewe Tante Olla cepat .. Tante Olla nggak tahaaaan lagi dicoblos coblos dengan kontol besarmu … “ rengek Olla Ramlan yang luar biasa tidak tahan, wanita bermuka haus kontol ini pun melepaskan pegangan pada tubuhku, kemudian menekan ke pundakku

“Tiduran sayaaang … Tante Olla yakin kamu pengin dioral ya .. sini Tante Olla oral kontolmu … Tante Olla layani .. Tante juga pengin merasakan kontol besarmu ini … “ perintah Olla Ramlan dengan turun dari pangkuanku kemudian bersimpuh kembali ke lantai, aku kemudian tiduran dan kontolku menjulang ke atas saking ngacengnya

“Iiiiiiiiiiiih …. Kontol kok besar bangeeet nih … pasti Tante Olla akan mengeraang eraaang tak karuan .. oooh .. Tante Olla sudah bayangi bakalan teriak teriaak .. nggak tahan kamu genjot .. “ ungkap Olla Ramlan dengan menggeleng geleng menatap ke kontolku itu.

Olla Ramlan kemudian mengibaskan kepalanya, rambut panjangnya kembali ke belakang, kepalanya miring dan kemudian menjilati kontolku dengan rakus ke atas

“Pelaaaaaaaaaaan Tanteee .. nikmati kontolku .. waktu masih panjaaang .. jangan terburu buru “ ucapku sambil tersenyum, tanganku nemplok di dadanya yang kumainkan punting susunya dengan kutekan tekan

“Aaaaaaaauh .. uuuh .. saaaay .. Tante nggak terkontrol nih .. otak Tante Olla hanya terisi kontolmu .. ndak bisa sabar sayaaaaaaaaaaang “ sahut Olla Ramlan dengan menjilati kontolku naik turun dengan cepat dan rakus, namun perlahan betina muka kontol ini memelankan jilatannya.

Kepalanya miring ke kanan, kali ini menjilati sisi kontolku dari bagian selakanganku, tangannya menekan ke dadaku, kemudian tangan itu naik sampai di depan bibirku, jarinya kemudian dicelupkan ke lubang mulutku, kuhisap jarinya itu, di dalam mulutku, jari jari itu bergerak gerak nakal bertempur dengan lidahku.

Kurasakan jilatan demi jilatan itu. Kontolku semakin basah oleh air liur yang dikeluarkan lewat lidah Olla Ramlan yang semakin tak terkendali, dilepaskan jilatan nakalnya itu kemudian mengocok ngocok kontolku, matanya tidak berkedip memandang aksinya bermain main dengan kontolku

“Uuuuuuuuuuuuh .. pelaaan .. ngocoknya .. saaaaaaaaakit aaaaaaaaaaah .. bisa cepat muncraaaaaaaat “ lenguhku merasakan agresifnya Olla Ramlan mengocok kontolku itu.

“Hmmm …. Maaf, sayaaang .. Tante Olla Ramlan bernafsu banget sama kontolmu .. sorry “ ucap Olla Ramlan dengan memelana kocokannya itu

“Ohh .. iyaaaaaaa aaaaaaaaah .. enaaak Taaante .. aduuh .. Tantee .. Tante Olla .. doyan kontol banget neh .. teruus Taan .. kocokin .. enaaak aaaaaaaaaaaaaauh sssssssssssssshhh ssssssssshh hhh .. oooh oooh .. oooh … huuuuuuuuuuuuuh .. aaaaaaaaaaaaauh .. Ooh Noo . Noo .. Tantee .. Tante Olla Ramlan maniak kontol … “ erangku merasakan kocokan nakal itu.

“Sudaaaaaaaaah aaaaaaaaaah .. celupin dalam mulut Tante Olla .. sepong kontolku “ pintaku yang dijawab dengan gelengan

“Gimana bisa nyepong .. kontol ini aja pasti sesak dalam mulut Tante .. baaaah … kontol kok sebesar kontol jaran nih .. hihihihi .. pasti Tante nanti nggak bisa bangun bangun kau kawini nih … “ goda Olla Ramlan dengan membuka mulutnya, kepalanya dinaikan kemudian kepala kontolku dimasukan, mulutnya membuka lebar namun kontolku sesak masuk dalam mulutnya

“Gilaaaaaaaaaaaaa .. gilaaaaaaa .. kontol gilaaaaaaaa .. kegedeaaaaaaan aaaaaaah “ rutuk Olla Ramlan dengan menarik kembali kepalanya, Olla Ramlan kemudian naik ke sofa dan jongkok di belahan kedua pahaku.

“Tenang, sayaaang .. Tante pengin merasakan kontolmu dulu .. uuuh .. betapa indahnya jika nanti malam berlanjut sampai pagi … habis ini kita ke rumah Tante atau hotel ya .. kita teruskan proyek kawin bikin anak .. Tante Olla Ramlan sedang subur sayaaang .. demi kenikmatan kontolmu .. Tante Olla Ramlan rela hamil .. aaah .. persetan dengan hamil aaah .. yang penting kau harus coblosin memek Tante .. semburkan spermamu dalam rahim Tante Olla Ramlan .. akan kukandung anak hasil kawin kita sayaaang .. maukah kau menghamili Tante Olla Ramlan ?” ujar Olla Ramlan dengan diakhir bertanya padaku. Aku tidak menjawab.

“Gimana sayaaang .. katanya kau sanggup menanggung tubuh Tante Olla di atasmu, namun kau tidak mau jawab “ goda Olla Ramlan dengan tersenyum sangat mesum padaku sambil menjilati bibirnya sendiri.

“Asal Tante Olla .. nggak buru buru aaaah .. setiap detik kita nikmati Tante .. sudah lama aku menginginkan tubuh montok Tante Olla Ramlan … “ sahutku dengan tersenyum sambil menarik bantal untuk mengganjal kepalaku

“Oh .. Tante Olla juga sayaang .. pertama bertemu denganmu .. yang terpikir hanya kontolmu .. “ ucap Olla Ramlan tanpa menatapku, membuka mulutnya lebar lebar kemudian memasukan kontolku itu, tangan dengan nakal menahan ke belakang kepalanya, memberikan tekanan, perlahan lahan gesekan gigi Olla Ramlan membuatku ngilu, kontolku sesak dalam mulutnya.

Akibat tekanan itu, tangan Olla Ramlan memberontak dengan mencengkeram ke pinggangku, sehingga aku menggelinjang, akibat gelinjangan itu kontolku amblas tertelan dalam mulutnya, kurasakan sesaknya mulut Olla Ramlan yang tersumpal kontolku itu, kulepaskan tekanan itu sehingga cepat cepat kepala Olla Ramlan naik lagi, perlahan melepaskan kuluman kontol itu

“Edaaaaaaaan … Tante bisa mati tak bernafas disumpal kontolmuu huuuuuuuuuuuuuuh “ dengus Olla Ramlan tidak tahan itu.

“Maaf Tante .. aku hanya ingin melihat raut Tante Olla yang cantik ini jika tersumpal kontolku “ godaku yang dijawab dengan cubitan di kontolku

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaoh “ erangku tak karuan.

“Huuuh .. kalo sakit dan lemes tanggung jawab kau Tanteee “ makiku dengan menggoda.

“Sialan kau sayaang .. Tante Olla mau nanggung ngemut kontolmu .. jawabnya ogah .. kalo sudah tersumpal kontol mulut Tante Olla ndak bisa jawab … hihihihi “ balas Olla Ramlan dengan tergelak padaku kemudian mengelap bibirnya yang air liurnya meluncur turun itu.

“Payaaaaaaah …. Tante Olla nggak tahaaaan aaaaaaaah ..kamu diam saja .. sini Tante Olla makin bernafsu ngemut kontolmu lagi “ ucap Olla Ramlan dengan membungkuk lagi, kemudian memperbaik posisinya itu, namun kemudian berubah arah

“Enam sembilan aaah .. biar adil .. kamu oral memek Tante Olla .. biar cepet kamu coblosin memek Tante .. nggak tahaaaaaaaaaan , sayaaaaaaaaaang .. Tante nggak kuat kalo Cuma mandangi kontolmu mulu .. ini kontol harus cepat cepat membuntingi Tante Olla Ramlan …. “ rengek Olla Ramlan dengan langsung mengangkangi aku, tubuhnya ditekuk dengan posisi dadanya di atas perutku, tangannya memegang kontolku, kemudian selakangannya turun dipaskan ke depan bibirku, aku langsung menjilati memeknya sebelum Olla Ramlan kembali memasukan kontolku dalam mulutnya itu.

Kujilati memeknya, Olla Ramlan kemudian menahan sebentar, mulutnya membuka lebar, kontolku perlahan lahan dimasukan dalam mulutnya, tanganku nakal memegang kedua pantatnya itu, kuremas remas dan kujilati memeknya dengan rakus, Olla Ramlan tak mau kalah, kontolku yang sudah menyumpal mulutnya itu dikulum sambil dikeluar masukan dengan pelan pelan, sesaknya kontolku itu tidak bebas membuat Olla Ramlan mengulumnya, belahan memeknya yang basah itu aku singkapkan dengan lidaku, sampai Olla Ramlan menahan sambil mengeram

“Mmmmmmmmmmmmmmmmmhhhhhhhh “ eram Olla Ramlan yang mulutnya penuh dengan kontolku itu, kusibakan lubang yang mulai memerah akibat usapan dan elusan serta jilatanku yang nakal itu.

Kurasakan kontolku dikulum lagi, kontolku dipakai bak sikat gigi, giginya sebelah dalam pipi kiri digosok gosok dengan kontolku. Aku menahan sensasi luar biasa saling merangsang dengan Olla Ramlan ini.

Kami saling merangsang, memek sempit itu aku lebarkan, aku semakin nakal dengan menarik tanganku, kutusuk memeknya dengan jariku untuk melebarkan sontak Olla Ramlan mengeluarkan kontolku menjerit

“Aaaaaaaaaaaaaaauh .. siaaaalaaan aaaaaaaaah .. ssssssssssshh sssssssshhh hhh .. jangan lagi aaaah .. ini Tante Olla sedang nikmati kontolmuuu .. jilati ajaa .. hisaap, sayaaaaaang “ sungut Olla Ramlan yang kembali menjilati kontolku dengan lebih cepat naik turun.

Memeknya aku kemudian hisap dengan kutempelan bibirku, Olla Ramlan sampai memejamkan matanya erat erat mendongak ke atas

“Sayaaaaaaaang aaaaaaaaaah .. kooooooontoooooooooool aaaaaaaaaah “ erang Olla Ramlan dengan tak karuan itu, tangannya menekan kuat ke pahaku

“Laaagii .. kontol … enaak banget tadi kontol .. mainin klitoris Tante Olla .. ooh .. itilku .. itilku aaaaaaaaaah .. aaaaaaauh …mmmmmmmmhh .. terus.. yaaang .. terus kontol .. aduuuh kontol .. aaaaaauh, memekku .. aaaaah, meemeekuu .. oooh .. kontol .. teruus kontol … aduuuuuuuuuh .. uuuh .. duuuuh ssssssssssssssshh ssssssssssshhh hhh “ desah dan desis Olla Ramlan yang tak karuan dengan mata merem melek merasakan keenakan lidahku menjilati klitorisnya berulang ulang itu

“Sudaaaaaaaah aaaaaaaaaaaah .. sudaaaaaah … Tante sudaaah nggak taaaaaaahaaan “ paksa Olla Ramlan dengan cepat cepat berubah posisi dan kemudian menduduki ke kedua pahaku, aku menahan nafasku pelan

“Dasar lelaki muka doyan memek .. awas yaaa … ayoo ..kamu pasti pengin muncraaat … Tante Olla Ramlan rela kamu hamili .. keluarkan manimu .. keluarkan bibitmu sayaaaang .. telur Tante Olla siap kau buahi … Tante Olla sedang subur .. aaaah .. demi kontolmu Tante Olla siap hamil … “ ucap Olla Ramlan dengan menaikan selakangannya kemudian mengarahkan lubang basah yang memerah akibat oralku itu ke kepala kontolku

Tangan kirinya kemudian menekan ke dadaku, sedang tangan kanannya memegang kontolku.

“Uuuuuuuuuuuuuuh .. sesaaaaaaknya aaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmmmmmmmhh .. ooooooooooh .. aaaaaaaaaaaarggg …. Nnng .. nggggggg … duuuh sakitnyaaaaa aaaaaaaaaaaaah aaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmhh ssssssssssssshh ssssssssshh .. duuuh susaaahnya .. kappaaan bisa kawin nih .. siaaal aaaaaaaaah “ lenguh Olla Ramlan yang terpejam erat berusaha mencobloskan kontolku ke dalam memeknya, aku tersenyum kecut akan nafsu syahwat janda gatel kontol ini.

“Pelaaan Tantee .. tekaaan .. dengan pelan tapi kuaaat .. kemudian tarik lagi … uuuuuh “ ucapku sambil memegang kedua buah dadanya yang montok di atasku itu.

“Remeeslah susu Tante Olla sepuasmu .. Tante Olla Ramlan pasrahkan seluruh tubuh Tante untukmu semata, sayaaaang .. puaskan Tante .. sayaang tahaaan yaaa .. nih Tante Olla tekaaaaan lagi “ ucap Olla Ramlan dengan menekan perlahan namun kuat, perlahan kontolku mili demi mili mulai masuk ke dalam lubang memeknya yang basah itu.

“Taaaaaaarik .. tekaaaaaaan lagi .. uuuuuuuh .. kontolku terasa kau peras Tanteeee .. aduuh Tanteee … memek Tante Olla hangaaat .. aku betah bersarang di memek tanteee .. aaaaaaaaoh .. Tante aaaaaaaaaaaaaah .. sesaaaaaaaaaak .. teruuuuuuuuuus aaaaaaaaaaah .. ayoo tekaaan lagi .. tarik .. pelaaan pelaaaaan .. kuaaaaaaaaaaaat .. teruuuuuuuuus “ sahutku dengan tak karuan merasakan pilinan nakal otot otot memeknya menjepit kepala kontolku itu, Olla Ramlan sampai menggeleng gelengkan kepalanya karena kesakitan memeknya dipaksa dimasuki kontol besarku itu.

Olla Ramlan menahan sebentar sambil melepaskan kontolku, dijilati telapak tangannya itu, Olla Ramlan menikmati jilatan itu kemudian telapak tangannya diludahi, ludah itu kemudian dibawah ke bawah dan memegang kontolku yang baru masuk setelah kepala kontolku

“Ndak tahaaan sayaang .. eeentaaah gimana rasanya kalo kontol kamu amblas dalam memek Tante Olla .. aaaaaaaaauh .. paaasti .. pastii aaaah nikmaaat .. tante bakaaalan ngerang erang tak karuan .. uuuh .. tahan ya sayaaang .. biar Tante Olla yang masukin kontolmu ..kamu remes aja susu Tante Olla .. mantap khan susu tante .. montok .. “ ucap Olla Ramlan dengan mengedipkan matanya menggodaku itu.

“Gilaaaaaaaaaaaaa .. wanita secantik Tante Olla .. hmm . doyan kontol bangeeet “

“Haiyaaah .. wanita normal doyan kontol, sayaaang … “ potong Olla Ramlan dengan tersenyum sambil menekan kembali dengan kuatnya

“Uuuuuuuuuuuuuuuh aaaaaaaaaaaah .. aaaaaaauh .. aduuh .. uuuh .. baru sepaaaro .. Tante nggg ngggg aaaaaah mmmmmhhhh .. nggak kuaaaaaaat … sssssssssssssh ssssssssssshhh hhh “ erang Olla Ramlan dengan mendesah dan mendesis tak terkendali, kontolku luar biasa sesak, kulihat belahan kedua daging memeknya melebar menjepit kontolku, belum lagi bagian atas memeknya itu menggelembung dimasukan kontolku, Olla Ramlan mengelus elus bagian itu merasakan nikmatnya

“Diaaaaaaaaaam .. Tante Olla .. nikmaaati sebeentaar kontolmuu .. ooooh sayaaaang .. enaaknya .. aduuh .. lebih enaaaaaak lebih dalaaaaaaaam .. aaaaaaaaaaouh .. mmmmmmmmmmhhh .. Tante Olla bakalan betah tiap hari diginiin … aduuh sayaaaang … rasanyaaa “ ucap Olla Ramlan merasakan nikmatnya kehangatan kontolku itu.

Olla Ramlan kemudian kembali menarik pelan dan menekan lagi dengan kuat, sehingga mili demi mili kontolku semakin terbenam dalam surga memek basahnya itu. Kami sampai menghela nafas berkali kali, Olla Ramlan sangat bernafsu memasukan kontolku, bibirnya tergigit kuat. Rambutnya sampai acak acakan karena kepala menggeleng merasakan sakit dan nikmatnya itu, aku pun sampai kakiku merinding tak karuan, aku gemetar, Olla Ramlan membuka matanya kemudian melihat ke bawah

“Ooh .. ooh .. ooh .. kamuu gemetaar yaaa ? Tante juga nih .. sakit daaaaan .. nikmat banget .. ayoo sayaaang .. yuk .. tuntaskan .. satukan tubuh kita .. Tante Olla yang genjot duluaan yaa .. tahaan yaa .. tante hujamkan sajaaaaaaaaa “ sahut Olla Ramlan tak perduli padaku, kontolku tinggal beberap mili, dengan ditarik Olla Ramlan langsung menghujamkan kontolku dalam dalam, kami saling mendongak kesakitan ketika kontolku terbentur jalan buntu

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuu” lenguhku

“KOOOOOOOONTOOOOOOOOOOOOOOOOOOOL “ teriak Olla Ramlan dengan keras mengucapkan kata vulgar itu, aku semakin kuat meremas remas buah dadanya, tanpa dikomando Olla Ramlan langsung naik turun di atasku

“Ooh .. ooh .. enaaknya kawin .. aduuh sayaaang .. memekku digaruk garuk sama kontolmu .. enaalk sayaaang .. aaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. uuuuuuuuuh … mmmmmmmmmh …. Ssssssssssssshh sssssssssshh hhhhhh “ desis Olla Ramlan yang naik turun dengan perlahan lahan itu melakukan genjotan, aku hanya diam saja merasakan nikmatnya memek hangat Olla Ramlan.

Menit demi menit berlalu, Olla Ramlan terus menggenjotku

“Sayaang aaaah .. aaayoo . imbangi Tante Olla donk “ ajak Olla Ramlan yang naik turun dengan tubuh penuh keringat syahwat itu, aku kemudian melakukan goyangan berlawanan dengan Olla Ramlan, kurasakan gesekan demi gesekan nikmat itu, perlahan kontolku semakin lancar keluar masuk memeknya itu, kudengar nada merdu gesekan dan tumbukan selakangan kami itu

“Cleeep .. cleeep .. cleeep .. cleeep .. cleeep .. cleeep “

“Aaaaauh .. huuh .. enaaaknya kontol kamuu .. Tante Ollaaaaa ketagihan .. ayo sayaaang .. tante ndak kuaaat .. aduuh sayaaang .. puas Tante .. kamuu aaaah .. akhirnya ngawinin Tante … sayaaang .. aaaah aaaaaaaaaaaaoh .. aaaaaaah .. ssssssssssssshh ssssssssshhh hhhh … oooh .. enaaak .. teruus yaaang .. yang lebih cepaaat .. ayoo .. kamu .. aaah .. gimana sayaaang “ lenguh dan erang serta desis Olla Ramlan yang naik turun tanpa perduli keadaan itu

“Saamaa . ndaak kuaaat .. mau muncraaat “ sahutku pendek dengan menaikan kepalaku kemudian menyusu ke puntingny itu, kuremas buah dadanya sambil aku ikut bergoyang seiring genjotan demi genjotan itu, kurasakan Olla Ramlan semakin cepat, kurasakan memeknya lebih hangat dan lebih ketat menjepitku

“Tantee … aaakuu nggak taaahaaan aaaaaaaaaah “ erangku

“Iyaaaaaa .. samaaa .. ayoo .. ayo sayaaang .. remes sajaaa .. sodok .. sodok kuaaat “ aba aba Olla Ramlan yang sudah tak karuan dengan tubuh penuh keringat itu, Olla Ramlan yang di atasku itu naik turun tak karuan, kontolku keluar masuk memeknya dengan gencar, Olla Ramlan semakin cepat, kurasakan tangannya mencengkeram ke dadaku mencakar, matanya hanya terlihat memutih merasakan enaknya disodok sodok memeknya itu, tak lama kemudian Olla Ramlan terpejam erat dengan keras menghujamkan selakangannya berkali kali, kurasakan memeknya menjepit lebih ketat, aku juga tidak tahan lagi, Olla Ramlan mencapai klimaks dengan mengcengkeram kuat sambil mendongak, kurasakan aku juga sudah sampai mencapai klimaks.

“Ooooooooooooooooooooooooooh .. KOOOOOOONTOOOOOOOL .. KOOOOONTOOOOOOOOOOOOOOL “ teriak Olla Ramlan dengan membusungkan dadanya ke depan, kuremas dengan kuat, kusodokan kontolku dalam dalam sejalan dengan Olla Ramlan membenamkan selakangannya menekan keras ke selakanganku.

Olla Ramlan tegang tak karuan kemudian kontolku terasa adda cairan hangat mengucurkan dan membasahi kontolku yang terbenam itu, kurasakan ketika aku terakhir melakukan sodokan ke atas dan kusemburkan isi kantongku dengan keras

“Craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaat “

Kurasakan kontolku menyemburkan dan menembak ke rahim Olla Ramlan, Olla Ramlan sampai lemas dan terdebam menindihku, kurasakan kontolku ngocor dan keluar melalui sela sela memek Olla Ramlan yang tersumpal kontolku, aku berkelonjotan tak karuan bersamaan dengan Olla Ramlan, tubuhku terasa ringan sekali, aku seolah terbang, kurasakan kenikmatan puncak orgasmeku, Olla Ramlan diam sejenak, matanya terpejam erat, kontolku masih ngocor perlahan lahan. Lepas itu, Olla Ramlan langsung mencubiti aku yang sudah lemas tanpa tulang.

“Kamu ngooocor .. teruus .. berhenti aaaaaaaaaaah “ sungut Olla Ramlan dengan suara parau nan serak itu.

“Aaaaah .. memek Tante Olla yang nyedot yendot “ balasku tak kalah pelan, Olla Ramlan hanya mencakar pelan ke pundakku, kami kembali diam dengan pikiran masing masing di atas sofa yang sudah menjadi satu tubuh. Kami diam tak begitu lama, Olla Ramlan bangun terlebih dahulu, kemudian menciumi kedua pipiku

“Trim sayaang .. puas rasanya .. puaaaaaaaas .. lama Tante Olla nggak kawin gini .. Tante Olla sudah jadi milikmu seutuhnya .. lakukan apapun untuk menyenangkan Tante Olla .. kau mau ngajak kawin di manapun Tante siap .. mau ?” tawar Olla Ramlan dengan mata berbinar itu, wajahnya kusut diusapnya.

“Ada syaratnya Tante “ jawabku pendek

“Ya aaaaaaaaaaampuuuuuuun, sayaaaaaang .. kawin aja make syarat .. khan tinggal coblos memek Tante Olla … payah aaaaaaaah “ sungut Olla Ramlan dengan nada setengah kesal.

“Aku pengin threesome sama Mbak Terry Putri .. jika perlu panggil si montok Farah Quinn teman Tante Olla .. aku sudah beberapa kali menggenjot memek Chef mesum itu .. “ kataku dengan tersenyum

“Sialan kau .. temanku kau embat duluan .. Tante Olla cuma dapat ampas .. huuuuuuuuuh “ sungut Olla Ramlan dengan nada tersenyum.

“Biar ampas tapi sudah membuat Tante Olla mengerang erang “ jawabku ngasal membuat Olla Ramlan memagutku penuh kemesraan

“Trim, kontol .. istirahat dulu .. ntar Tante Olla nungging ya .. itu gaya kesukaan Tante Olla .. genjotin ya .. gantian kamu yang genjot Tante Olla .. “ sahut Olla Ramlan dengan menyenderkan kepalanya di pundakku, diciumi pipiku dengan mesra, kupeluk dan kurasakan buah dadanya menekan ke dadaku, kurasakan kekenyalannya. Kubiarkan kontolku terbenam dalam kehangatan memek Olla Ramlan ini, kurasakan tubuh kami yang masih basah, namun gairah dan nafsu kami justru semakin menggebu ebu untuk mememekin dan mengontoli berlawanan

“Kontol kamu enaak sayaang “ ucap Olla Ramlan dengan pelan

“Memek Tante Olla Ramlan juga enak, sayaaaaang “ balasku dengan memeluknya erat sambil meremas pantatnya pelan pelan.

Written by catatanpemula17

July 25, 2011 at 10:25 am

Posted in ola

rika

leave a comment »

Hari itu hawa terasa sangat panas dikampus islam itu . matahari yang bersinar terik membuat semua orang ebrusaha menghindari panasnya. Kebanyakan berteduh dikantin, ada yang tinggal didalam gedung dan beberapa b erusaha menutupi diri mereka dengan jaket dan sapu tangan. Dari sebuah gedung fakultas ekonomi islam, keluar seorang wanita cantik. Jilbab lebar berwarna coklat muda, kemeja longgar putih dan rok yang juga berwarna coklat muda tidak dapat menutupi kecantikan wajahnya. Bibirnya yang tipis dan lesung pipit yang kentara menimbulkan hasrat semua lelaki untuk menikmatinya. Namun Rika, nama gadis itu berusaha untuk menjaga dirinya, dengan tidak terlalu menjalin hubungan dekat dengan lelaki. Ketika langkahnya sampai di parkiran motor, tiba-tiba HP nokia miliknya berdering. Ia ambil dari dalam tasnya dan ia lihat. Nomor asing. Segera ia memencet tombol ANSWER. “Halo, Assalamu alaikum?” kata gadis cantik berjilbab itu. “waalaikum salam. Rika ya?” kata sebuah suara laki2 yang sepertinya sudah bapak2. “iya. Siapa yah?” tanya Rika. “ini pakdhe Mitro.” Kata suara itu. Jantung Rika seakan berhenti untuk beberapa detik. Sebuah pengalaman yang menakutkan namun juga nikmat yang dulu pernah pakdhe Mitro ajarkan pada gadis alim itu bertahun2 yang lalu kembali terbersit. “aa…ada apa nggih Pakdhe?” tanya Rika, berusaha untuk tenang. “Pakdhe mau ke kota. Mungkin pakdhe akan mampir ke kostmu sebentar, diminta bapakmu. Ada titipan. Cuma mau ngabari itu.” Kata pakdhe Mitro. “oh.. nggih pakdhe.” Kata Rika. Suaranya masih terdengar sedikit bergetar. “Si otong juga rindu sama remesanmu.” Kata pakdhe, datar saja seolah tidak bermaksud apa-apa, namun hati Rika kembali terasa berhenti. Perasaan bingung menderanya. Sebagian marah oleh perbuatan pakdhenya yang telah menghancurkan kegadisannya bertahun2 yang lalu, namun hasrat biologisnya bereaksi mendengar kata rangsangan dari pakdhenya tadi. Rika terdiam, tak mampu berkata apa2. “ya sudah, besok kalau pakdhe sampai di terminal, tolong dijemput nggih. Assalamu alaikum.” Ujar pakdhe menyudahi pembicaraan. Rika pun menutup teleponnya tanpa berkata apa2. Segera ia naik ke motornya, pulang dengan hati yang bimang dan bingung. Dalam perjalanan, ingatannya kembali kemasa saat ia masih SMA, ketika ia masih menjadi seorang gadis alim yang sangat lugu, saat ia berlibur ke rumah Pakdhenya. **************************pada suatu hari ketika liburan, Rika yang saat itu masih kelas 2 SMA berlibur selama dua pekan dirumah pakdhe Mitro di desa. Pakdhe Mitro adalah kakak dari bapaknya yang sudah menduda 0setelah ditinggal mati istrinya, budhe Murni setahun yang lalu. Sekarang ia tinggal bersama anaknya, Rika memanggilnya Mbak Santi, seorang gadis cantik yang berjilbab dan punya senyum manis, lulusan SMEA berumur 20 tahun yang bekerja di kelurahan. Rika memandang mbak Santi sebagai seorang yang cantik, berjilbab dan solehah, aktif di remaja masjid di desanya. Dia juga supel dan manis juga berkulit putih, membuat banyak lelaki di desa tersebut jatuh hati padanya. Namun dengan lembut mbak Santi menolaknya. Mbak Santi tidak mau pacaran yang tidak jelas, begitu alasannya. Kejadian mengejutkan Rika adalah ketika suatu malam ketika Rika masih liburan dirumah pakdhe Mitro, Rika terbangun dan tidak menjumpai Mbak Santi disampingnya. Dengan pelan Rika bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Sebenarnya bukan untuk mencari mbak Santi, namun untuk mencari air minum karena haus. Rika mengira mbak Santi hanya ke kamar mandi. Rika kaget saat mendengar suara mencurigakan terdengar dari kamar Pakdhe Mitro yang setengah terbuka. Rika dengar suara Mbak Santi mengerang-ngerang disertai suara seperti berkecipak. Dengan langkah mengendap-endap Rika dekati pintu kamarnya dan mengintip melalui pintu yang setengah terbuka. Astaga!! Rika benar-benar kaget!! Ternyata di kamar Rika ada Mbak Santi dan Pakdhe. Yang lebih mengejutkan, pakaian keduanya sudah berantakan.Saat itu pakaian bagian atas Mbak Santi sudah terbuka sama sekali, begitu pula dengan Pakdhe Mitro. Keduanya sedang bergumul di atas tempat tidur. Pakdhe hanya mengenakan sarung dan kain yang menutupi tubuh Mbak Santi hanyalah celana dalam dan jilbab coklat saja. Kacamata mbak santi masih bertengger diwajahnya. Apa yang Rika lihat benar-benar membuat hati Rika tercekat. Rika lihat Pakdhe dengan rakus meneteki payudara Mbak Santi kanan dan kiri berganti-ganti, sementara tangan Mbak Santi, wanita berjilbab yang Rika anggap alim itu meremas-remas rambut Pakdhe yang sudah mulai memutih. Kepala Mbak Santi yang tertutup jilbab coklat bergoyang-goyang sambil terus mengerang. Begitu pula dengan Pakdhe yang dengan lahap terus menetek kedua payudara Mbak Santi secara bergantian. jilbab Mbak Santi yang menutupi disibak keatas. Rika yang mengintip perbuatan mereka menjadi panas dingin dibuatnya. Tubuh Rika gemetar dan lututnya lemas. Hampir saja kepala Rika terbentur daun pintu saat Rika berusaha melihat apa yang mereka perbuat lebih jelas. Tak lama kemudian Rika lihat Pakdhe menarik celana dalam yang melekat di tubuh Mbak Santi dan melemparkannya ke lantai. Kini hanya jilbab satu2nya kain yang masih melekat ditubuh Mbak Santi di bawah dekapan tubuh bapaknya sendiri yang kelihatan masih berotot walau usianya sudah kepala lima.Erangan Mbak Santi semakin keras saat Rika lihat wajah Pakdhe menyuruk ke selangkangan Mbak Santi yang terbuka. Tangan Mbak Santi yang memegang kepala Bapaknya sendiri lihat semakin kuat menekan ke arah kemaluannya yang sedang diciumi Pakdhe. Rika yang baru kali ini melihat pemandangan seperti itu menjadi terangsang. Rika membayangkan seolah-olah tubuhnya yang sedang digumuli Pakdhe.Kedua kaki Mbak Santi melingkar di leher Pakdhe. Suara napas Pakdhe terdengar sangat keras seperti kerbau. Mbak Santi semakin keras mengerang dan tubuh sintalnya Rika lihat melonjak-lonjak saat Rika lihat wajah Pakdhe menggesek-gesek bagian selangkangan Mbak Santi. Beberapa saat kemudian tubuh Mbak Santi, aktifis mesjid berjilbab itu mulai melemas dan terdiam.Kemudian Rika lihat Pakdhe melepas sarungnya. Dan astaga! Rika lihat batang kemaluan Pakdhe yang sangat besar dan berwarna coklat kehitaman mengacung tegak menantang langit. Pakdhe langsung mengangkangi wajah Mbak Santi dan mengosek-ngosekan batang kemaluannya yang dipeganginya ke wajah Mbak Santi, yang terlihat sangat cantik dengan jilbab yang masih ia pakai.Mbak Santi yang masih lemas Rika lihat mulai memegang batang kemaluan Pakdhe dan menjulurkan lidahnya menjilati batang kemaluan itu. Pakdhe pun kembali menyurukkan wajahnya ke arah selangkangan Mbak Santi. Kini posisi mereka saling menjilati selangkangan lawan dengan posisi terbalik.Pakdhe yang mengangkangi wajah Mbak Santi menjilati selangkangan Mbak Santi yang telentang dengan lutut tertekuk dan paha terbuka. Tubuh Rika mulai meriang. Vagina dan buah dadanya terasa gatal seolah-olah membayangkan kalau vaginanya sedang diciumi Pakdhe. Tanpa sadar tangan Rika bergerak ke arah vaginanya sendiri yang tertutup rok panjang dan mulai menggaruk-garuk. tangan Rika yang lain menyusup ke balik jilbab putih dan kaosnya, meremas2 buah dadanya sendiri, mendesah2 sambil terus mengintip perbuatan zina mbak santi, aktifis pengajian di masjid yang berjilbab yang sedang dirangsang oleh ayahnya sendiri. Kejadian yang Rika lihat berikutnya membuat hatinya semakin mencelos. Setelah puas saling menciumi selangkangan masing-masing lawan, tubuh Pakdhe berbalik lagi sejajar dengan Mbak Santi. Mereka saling berhadap-hadapan dengan tubuh Pakdhe menindih Mbak Santi. mbak santi masih terus medesah seperti kepedasan. Kemudian Rika lihat Pakdhe menempatkan diri di antara kedua paha Mbak Santi yang mengangkang. Lalu dengan memegang batang kemaluannya Pakdhe menggosok-gosokkan ujung batang kemaluannya ke selangkangan Mbak Santi. Rika lihat kepala Mbak Santi yang nasih terlilit jilbab mendongak-dongak ke atas dengan kedua tangan meremas-remas payudaranya sendiri saat Pakdhe mendorong pantatnya dan menekan ke arah selangkangan Mbak Santi. Mereka terdiam beberapa saat ketika tubuh mereka pada bagian kemaluan saling lengket satu sama lain.Mbak Santi mulai merintih dan mengerang saat Pakdhe mulai memompa pantatnya maju-mundur dengan mantap. Rika lihat pantat Mbak Santi bergerak mengayun menyambut setiap dorongan pantat Pakdhe. Dan setiap kali tulang kemaluan Mbak Santi dan Pakdhe beradu selalu terdengar seperti suara tepukan. Suara deritan dipan tidur Rika pun semakin nyaring terdengar mengiringi irama gerakan mereka.Tubuh Mbak Santi menggelepar-gelepar semakin liar. Kepalanya yamh terbungkus jilbab yang sudah mulai basah oleh keringatpun semakin liar bergerak ke kanan dan kekiri, mulutnya tak henti-hentinya mengerang. Akhirya Rika dengar Mbak Santi merintih panjang disertai tubuhnya yang tersentak-sentak, pantatnya terangkat menyambut dorongan pantat Pakdhe. Lalu beberapa detik kemudian tubuh Mbak Santi mulai melemas, tangannya terlempar melebar ke samping kanan-kiri tubuhnya dan matanya terpejam.Pakdhe lalu menarik pantatnya dan Rika lihat dari arah Rika yang persis di samping kirinya, batang kemaluan Pakdhe yang hitam kecoklatan masih kencang. Kemudian Pakdhe menarik tubuh Mbak Santi agar merangkak di kasur. Dengan bertumpu pada lututnya, Pakdhe menempatkan diri di belakang pantat Mbak Santi yang menungging. Pakdhe memegang batang kemaluannya dan mengarahkannya ke belahan pantat Mbak Santi.Rika lihat kepala Mbak Santi terangkat saat Pakdhe mulai mendorong pantatnya. Kembali Rika lihat pantat Pakdhe mengayun dari depan ke belakang dengan posisi Mbak Santi merangkak dan Pakdhe berlutut di belakang pantat Mbak Santi. Batang kemaluan Pakdhe kelihatan dari tempat Rika berdiri saat Pakdhe menarik pantatnya dan hilang dari penglihatan Rika saat ia mendorong pantatnya. Rika yang mengintip menjadi tidak tahan lagi. Tangan Rika secara refleks mulai menyusup kedalam celana dalam memegang vaginanya dan meremas-remasnya. Vagina Rika mulai basah oleh cairan. Jari tangahnya Rika tekankan pada daerah sensitifnya dan Rika gerakkan memutar.Rika dengar Pakdhe mulai menggeram. Tangan pakdhe meremas payudara anaknya sendiri yang berayun-ayun seirama dengan dorongan pantat Pakdhe yang menyodok-nyodok. Gerakan Pakdhe semakin cepat dan geramannya semakin keras. Mbak Santi pun mengimbangi gerakan ayunan pantat Pakdhe dengan memutar-mutar pantatnya. Gerakan mereka semakin liar. Derit dipan kayu pun Rika dengar semakin keras. Lalu keduanya merintih panjang.Tubuh keduanya yang menyatu mengejat-ngejat. Kepala keduanya seolah-olah terhantam sesuatu hingga mendongak ke atas. Lalu tubuh Pakdhe ambruk dan menindih Mbak Santi yang ambruk tengkurap di kasur. Rika pun merasa ada sesuatu yang meledakdi bawah perutnya. Tubuhnya seperti melayang dan akhirnya Rika merasa lemas.Rika yang takut ketahuan melihat perbuatan keduanya segera berjingkat-jingkat dan kembali kekamarnya, berpura-pura tidur. Paginya Rika pura-pura bersikap seperti biasa. Rika bersikap seolah-olah tidak mengetahui perbuatan Mbak Santi dan bapaknya tadi malam. Selama beberapa hari itu pikiran Rika selalu terganggu dengan bayangan apa yang dilakukan Mbak Santi dengan Bapaknya sendiri di kamar itu.
Tepat satu pekan setelah kejadian itu, Rika harus berada sendirian di rumah dengan Pakdhe. Mbak Ningsih mengikuti acara kenaikan tingkat di tempatnya bekerja. Rika yang sedang liburan dirumah pakdhenya diminta menggantikan Mbak Ningsih. Rika sedang menyapu halaman ketika pakdhe memanggilnya. Ternyata pakdhe sudah membuatkan the untuknya dan untuk akdhe sendiri.  Rika menyempatkan diri meminum tehnya sebelum pergi ke kamar mandi. Teh yang Rika minum rasanya agak lain, tapi Ia tidak begitu curiga. Saat mandi itulah Rika merasa ada yang agak aneh dengan tubuhnya. Tubuh Rika terasa panas dan jantungnya berdebar-debar. Rasa aneh menyergapnya. Memek Gadis alim itu terasa berdenyut-denyut dan ada rasa aneh menyerbu dirinya. Tubuhnya terasa gerah sekali. Rika menyiram seluruh tubuhnya dengan air dingin agar rasa gerahnya hilang. Apa yang Rika lakukan ternyata cukup menolong. Tubuh Rika merasa segar sekali. Lalu Rika menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun. Rasa aneh itu kembali menyerang dirinya, apalagi saat Rika menyabuni daerah selangkangannya yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Rika merasa ada dorongan birahi yang begitu kencang. Rika tidak tahu mengapa ini terjadi. Tiba-tiba angan Rika melayang pada apa yang Ia lihat beberapa hari yang lalu saat Mbak Ningsih dan Pakdhe Marto bergumul di kamarnya.Cepat-cepat Rika membuang pikiran itu jauh-jauh dan segera menyelesaikan acara mandi paginya. Hanya dengan tubuh terbalut handuk, Rika lari masuk kamarnya. Rika selalu berganti pakaian di kamarnya sambil mematut-matut dirinya di depan cermin. Kali ini jilbab biru muda dengan baju terusan berwarna senada dengan bordir bunga2 kuning dan putih ia kenakan. Dada Rika yang mulai tumbuh dengan puting yang sebesar kacang kedelai dengan warna merah muda mulai terlihat bentuknya walaupun ia menggunakan jilbab lebar dan jubah terusan. Pinggulnya mulai tumbuh membesar. Banyak teman2nya yang mulai suka melirik Rika, namun karena ia takut jatuh pada zina, Rika mengabaikan pandangan mereka. Baru saja Rika selesai berpakaian, Rika dikejutkan dengan pelukan tangan yang kokoh menyergapnya. Rika tidak sempat menjerit karena tiba-tiba sosok yang memeluknya langsung membekap mulutnya dengan tangannya yang kokoh. Belum hilang terkejutnya, jilbab biru muda lebar yang dipakai Rika disingkap orang itu, bagian depannya dililitkan ke leher Rika sehingga dada Rika yang tertutup bra dan jubah terbuka. Rika benar-benar kaget sehingga bingung mau berbuat apa.Kembali rasa aneh yang menyerang Rika semakin menggelora. Ada dorongan hasrat yang menggebu-gebu dalam dirinya. Rika tak mampu meronta dan menjerit! Tangan yang kokoh dan berbulu tetap membekap mulutnya sementara tangan satu lagi memeluk tubuh ranumnya. Mata Rika semakin nanar menerima perlakuan seperti itu. Apalagi Rika rasakan sentuhan tubuh kekar menempel hangat di punggungnya. Pantat sekal Rika yang terbalut jubah dan celana dalam pink terasa menekan suatu benda panjang melingkar dan keras di balik kain tipis. Rika semakin tak mampu menahan gejolak liar yang mulai bangkit dalam dirinya saat terasa tangan kasar menyingkap bagian belakang jilbabnya, lalu dengan perlahan menurunkan retsleting hubah Rika sampai mentog. Sesaat kemudian jubah yang Rika kenakan teronggok dilantai dibawah kaki Rika tanpa ada perlawanan berarti darti Rika, membuat sang gadis abg alim itu tinggal memakai jilbab lebar biru muda yang telah tersingkap, bra, dan celana dalam. Mulailah sapuan-sapuan lidah panas menyerbu tengkuk Rika yang terbuka. Rika menggelinjang kegelian dan melenguh. Lidah itu semakin liar bergerak menyusuri lehernya.. pundaknya.. Lalu turun ke bawah ke sepanjang tulang punggung Rika, jilatan itu berhenti hanya untuk memberi waktu orang itu membuka kancing bra Rika, melepasnya, lalu melemparkannya kesudut kamar. Rika semakin menggelinjang, merasa payudara ranumnya tidak tertutup apa2 lagi. Lidah itu lalu meneruskan petualangannya ditubuh ranum Rika, merayap ke bawah dan pinggang Rika mulai dijilati, sembari sepasang tangan memelorotkan celana dalam pinknya. Kaki Rika serasa lemah tak bertenaga. Kini hanya jilbab biru muda yang sudah tersingkap yang masih melekat ditubuh ranumnya. Rika hanya pasrah saat tubuhnya didorong ke tempat tidurnya dan dijatuhkan hingga Rika tengkurap di tempat tidurnya. Tubuh Rika lalu ditindih oleh sesosok tubuh yang sangat berat.Kaki Rika mulai memberontak liar karena geli. Apalagi lidah itu dengan rakus mulai menjilati pinggulnya. Pantat sekal Rika terangkat saat mulut berkumis itu mulai menggigiti buah pantatnya dengan gemas. Pantat sekal gadis manis yang selalu berjilbab itu terangkat-angkat liar saat lidah panas itu mulai menyusup ke dalam celah-celah bongkahan pantatnya dan mulai menjilati lubang anusnya. Rika benar-benar seperti terbang mengawang. Rika belum tahu siapa yang memeluknya dari belakang dan menggerayangi seluruh tubuhnya. Rika hanya bisa merasakan dengusan napas panas yang menghembus di bongkahan pantatnya saat lidah itu mulai menjilati lubang anusnya. Rika tercekik kaget saat tubuhnya dibalik hingga telentang telanjang bulat di kasurnya. Ternyata orang yang sedari tadi menggumuli Rika adalah Pakdhe Mitro. Rika tak tak mampu berteriak karena mulutnya langsung dibekap dengan bibir Pakdhe. Lidah Rika didorong dorong dan digelitik. Gadis alim yng cantik itu terangsang hebat. Apalagi sejak minum teh tadi tubuh Rika terasa agak aneh. Seolah-olah ada dorongan menghentak-hentak yang menuntut pemenuhan.Tubuh Rika menggelinjang saat tangan kekar dan agak kasar mulai meraba dan meremas kedua payudara Rika yang baru mulai tumbuh. Lalu kedua kaki Rika dipentangkan oleh Pakdhe Mitro lebar-lebar, lalu Pakdhe menindih tubuh ranum Rika yang sudah telanjang bulat di antara kedua paha Rika yang terkangkang. Gadis belia berjilbab iitu merasa ada benda keras seperti tongkat yang menekan ketat ke bukit kemaluan Rika di balik kain sarung yang dikenakan Pakdhe.Mulut dan lidah Pakdhe tak henti-hentinya menjilat dan melumat setiap jengkal bagian tubuhnya. Dari mulut Rika, bibir Pakdhe bergeser turun ke dua belah payudaranya. Tubuh Gadis alim itu semakin menggerinjal saat lidah dan mulut Pakdhe dengan rakusnya melumat kedua puting payudara Rika yang baru sebesar kacang kedelai. Disedotnya payudara Rika hingga hampir seluruhnya masuk ke dalam mulut Pakdhe Mitro. Rika sangat terangsang dan sudah tidak mampu berpikir jernih. Ada sesuatu yang mulai menggelora dan mendesak-desak di perut bagian bawah Gadis manis lugu berjilbab iitu.Lidah Pakdhe terus merayap semakin ke bawah. Perut Rika menjadi sasaran jilatan lidah Pakdhe. Tubuh Gadis belia berjilbab iitu semakin menggelinjang hebat. Akal sehat Rika sudah benar-benar hilang. Kobaran napsu sudah menjerat Gadis alim itu. Pantat sekal Rika terangkat tanpa dapat Rika cegah saat lidah Pakdhe terus merayap dan menjliati gundukan bukit kemaluan di selangkangan Gadis manis lugu berjilbab iitu yang mulai ditumbuhi rambut-rambut halus. Rika merasa kegelian yang amat sangat menggelitik selangkangannya.Tubuh Rika serasa mengawang di antara tempat kosong saat lidah Pakdhe mulai menyelusup ke dalam bukit kemaluan Rika dan menggelitik kelentit Gadis alim yng cantik itu. Lubang memek Rika semakin berdenyut-denyut tergesek gesek lidah Pakdhe yang panas. Rika hanya mampu menggigit bibir Rika sendiri menahan rasa geli yang menggelitik selangkangan Gadis belia berjilbab iitu. Tubuh Rika semakin melayang dan seperti terkena aliran listrik yang maha dahsyat. Rika tak mampu lagi menahan gelora napsu yang semakin mendesak di dalam perutnya. Pantat sekal gadis alim itu terangkat seperti menyongsong wajah Pakdhe yang menekan bukit kemaluannya. Lalu tubuh Gadis alim itu seperti terhempas ke tempat kosong. Rika merasakan ada sesuatu yang meledak di dalam perut bagian bawahnya. Tubuh Rika menggelepar dan tanpa sadar Gadis belia berjilbab iitu mejepit kepala Pakdhe dengan kedua kaki Rika untuk menekannya lebih ketat menempel selangkangannya.Belum sempat Rika mengatur napas tiba-tiba mulut Gadis manis lugu berjilbab iitu sudah disodori batang kontol Pakdhe Mitro yang tanpa Rika tahu sejak kapan sudah melepas sarungnya dan sudah telanjang bulat mengangkangi wajahnya. Batang kontol Pakdhe yang besar, hitam panjang dan tampak mengkilat mengacung di depan wajah Rika seperti hendak menggebuk Rika kalau Gadis alim itu menolak menciuminya.Dengan rasa jijik Rika terpaksa menjulurkan lidah Rika dan mulai menjilati ujung topi baja Pakdhe yang mengkilat. Rika hampir muntah saat lidah Rika menyentuh cairan lendir yang sedikit keluar dari lubang memek Pakdhe. Namun jepitan kedua paha Pakdhe di sisi wajah Rika tidak memberi Gadis alim itu kesempatan lain. Rika hanya mampu pasrah dengan tetap menjilati batang kontol Pakdhe. Lalu dengan paksa Pakdhe membuka mulut Rika dan menjejalkan batang kontolnya ke dalam mulutnya. Rika menjadi gelagapan karena susah bernapas. Batang kontol Pakdhe yang besar memenuhi mulut Gadis alim yng cantik itu yang masih kecil. Rika dengar Pakdhe menggumam tanpa jelas apa yang diucapkannya. Pantat Pakdhe digerak-gerakannya hingga batang kontol Pakdhe yang masuk ke dalam mulut Gadis alim itu mulai bergerak keluar masuk di dalam mulutnya. Rika hampir tersedak saat ujung kemaluan Pakdhe menyentuh-nyentuh kerongkongannya. Rika hanya mampu melotot karena hampir tersedak. Tanpa sadar kedua tangan Gadis belia berjilbab iitu mencengkeram pantat Pakdhe Mitro.Setelah puas “mengerjai” mulut Rika dengan batang kontolnya, Pakdhe menggeser tubuhnya dan menindih Rika lagi dengan posisi sejajar. Kedua paha Gadis manis lugu berjilbab iitu dikuak Pakdhe dan dengan tangannya, dicucukannya batang kontolnya ke arah bukit kemaluannya. Gadis alim itu merasa geli saat ujung kemaluan Pakdhe mulai menggesek-gesek pintu lubang memek Rika yang sudah basah.Dari rasa geli dan nikmat, tiba-tiba Rika merasa perih di selangkangan Rika saat Pakdhe mulai menurunkan pantatnya sehingga batang kontol Pakdhe mulai menerobos ke dalam lubang memek Gadis alim itu yang masih perawan. Rika merintih kesakitan dan air mata Gadis alim itu mulai mengalir. Rika tersadar akan bahaya! Namun terlambat. Pakdhe yang sudah sangat bernafsu sudah tidak mungkin mau berhenti. Ia hanya sejenak menghentikan gerakannya. Ia merayu Rika dan mengatakan kalau sakit Rika hanya sebentar dan berganti rasa nikmat yang tidak terkira.Pakdhe menarik pantatnya ke atas hingga batang kontolnya yang terjepit di dalam lubang memek Rika tertarik keluar. Gesekan batang kontol Pakdhe yang besar di dalam dinding lubang memek Gadis alim yng cantik itu menimbulkan rasa nikmat seperti apa yang dikatakannya. Rika mulai dapat menikmati rasa nikmat itu. Ini mungkin karena pengaruh teh yang Rika minum sehingga Rika benar-benar belum sadar akan bahaya yang Rika hadapi. Yang Rika inginkan hanya satu yaitu menuntaskan gejolak yang meledak-ledak dalam dirinya. Rika kembali merintih kesakitan saat Pakdhe mulai menekan pantatnya lagi yang membuat batang kontolnya menerobos lebih dalam ke dalam lubang memeknya. Lagi-lagi Pakdhe membisiki Rika kalau rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Ia menarik lagi pantatnya. Benar.. Rasa sakit itu berganti nikmat saat batang kontol Pakdhe ditarik keluar hingga hanya ujung kepalanya saja yang masih terjepit dalam lubang memeknya.Lubang memek Rika yang sudah sangat licin sangat membantu pergerakan batang kontol Pakdhe dalam jepitan lubang memeknya. Detik-detik berlalu dan sedikit-demi sedikit batang kontol Pakdhe menerobos semakin dalam ke dalam lubang memeknya. Pakdhe terus menarik dan mendorong pantatnya dengan pelan dan teratur. Hingga suatu saat Rika menggigit bibir Rika keras-keras saat selangkangan Rika terasa perih sekali. Selangkangan Rika terasa robek saat Pakdhe menekan pantatnya hingga batang kontol Pakdhe hampir masuk separuh ke dalam lubang memeknya. Rika sempat menjerit menahan sakit yang amat sangat di selangkangannya. Pakdhe segera menghentikan gerakannya dan memberi Gadis alim yng cantik itu kesempatan untuk bernapas. Rika merasa lega saat Pakdhe menghentikan gerakannya. Kini Rika dapat merasakan lubang memek Rika seperti terganjal benda keras dan hangat. Benda itu berdenyut-denyut dalam jepitan lubang memeknya.Kembali rasa sakit yang tadi menyentak Rika berangsur mulai hilang tergantikan rasa nikmat saat batang kontol Pakdhe yang semakin lancar mulai bergerak lagi keluar masuk dalam jepitan lubang memeknya. Rasa nikmat terus meningkat sehingga tanpa sadar Rika menggoyangkan pantat sekal Rika untuk segera meraih kenikmatan yang lebih banyak lagi. Rika seperti gila. Rasa sakit itu sudah benar-benar hilang tergantikan rasa nikmat yang benar-benar memabukkan. Pakdhe semakin bersemangat mengayunkan pantatnya menghunjamkan batang kontolnya. Empat kali mendorong lalu didiamkan dan diputar kemudian ditarik lagi. Tanpa sadar pantat Gadis alim itu terangkat saat Pakdhe menarik pantatnya.Berkali-kali Pakdhe mengulang gerakannya hingga perut Rika terasa kejang. Tubuh Gadis alim itu mulai melayang. Tangan Rika semakin kuat mencengkeram punggung Pakdhe untuk mencoba menahan kenikmatan yang mulai menerjangnya. Pakdhe semakin kuat mengayunkan pantatnya diiringi geramannya yang Rika dengar bergemuruh di telinganya.Mata Rika semakin membeliak menahan desakan yang kian dahsyat di perut bagian bawahnya. Gadis belia berjilbab iitu hampir menjerit saat ada sesuatu yang Rika rasa pecah di dalam sana. Namun bibir Pakdhe yang tiba-tiba melumat bibir Rika menghentikan teriakannya. Pakdhe melumat dengan rakus kedua belah bibirnya. Rika merasa tubuh ranum Rika seolah-olah terhempas di awan. Tubuh ranum Rika mengejat-ngejat saat Gadis alim itu mencapai puncak pendakian yang melelahkan. Pakdhe yang bibirnya masih melumat bibir Rika pun mulai berkelojotan di atas perutnya. Lalu ia menggeram dengan dahsyat..Dan akhirnya Rika rasakan ada semburan cairan hangat yang memancar dari batang kontol Pakdhe yang terjepit dalam lubang memeknya. Batang kontol Pakdhe berkedut-kedut dalam jepitan lubang memeknya. Tubuh Pakdhe masih bergerak dengan liar selama beberapa saat lalu ambruk menindihnya. Napas Rika hanya tinggal satu-satu. Napas Pakdhe pun Rika dengar menggemuruh di telinganya.Air mata Rika mengalir saat Gadis alim itu sadari segalanya telah terlambat baginya. Kegadisan Rika telah terenggut oleh Pakdhe.peristiwa itu terulang malam harinya. bahkan Rika digagahi berkali2 oleh pakdhe mitro sejak malam sampai pagi. setelah liburan itu, Rika tidak lagi mau berlibur dirumah pakdhe Mitro, meski terkadang ia merindukan batang kontol besar pakdhe Mitro menyodok2 lubang memeknya.-Akhirnya hari itu tiba. Rika terlihat menunggu dengan resah di terminal. Sudah satu jam ia menunggu, namun bus yang ditumpangi pakdhe belum terlihat. Akhirnya, setelah lima belas menit ia menunggu, gadis alim berjilbab yang manis itu melihat bus yang membawa pakdhenya maemasuki terminal. ” pakdhe.” Kata Rika menyambut sang bapak yang ada dihadapannya. Rasa canggung berusaha ia tutupi, namun pandangannya secara refleks melihat selangkangan pakdhe, dimana terdapat benda yang dulu pernah membuatnya mabuk kepayang. Ia berusaha menghilangkan pikiran itu namun tidak sanggup. Segera gadis alim itu mencium tangan pakdhenya, dan memimpinnya ke parkiran. Hujan rintik mulai turun. Sesampainya di parkiran, hujan turun semakin deras. Rika yang tidak mau basah kuyub segera membuka mantel hujannya dan mengenakannya. Segera dia memboncengkan pakdhe pergi dari terminal itu. Sebersit terlintas senyum samar pakdhe yang penuh arti, namun sang gadis manis berjilbab itu tidak mampu menerkanya. Tiba-tiba ditengah perjalanan, Rika tersentak merasakan sentuhan pada buahdadanya yang tertutup baju biru langit longgar, jilbab putih dan jaket. Ternyata pakdhe nekat merangsang dirinya ditengah hujan itu, tertutup oleh mantel hujan yang tebal. Terus tangan pakdhe menelusup masuk kedalam jaket dan jilbab lebarnya, lalu sekali sentil terbukalah satu kancing bagian dadanya. Gadis manis berjilbab itu mendesah tertahan saat ia merasakan tangan kekar dan kasar pakdhe menyentuh buahdadanya, lalu meremas-remasnya lembut. Ternyata pakdhe Mitro sudah tidak tahan dengan kemolekan tersembunyi dari keponakannya yang cantik namun alim ini, dan merangsangnya agar nanti lebih mudah mendapatkan tubuh sekal sang mahasiswi berjilbab lebar itu. Rika memekik pelan ketika ia merasa tangan pakdhe yang satunya turun lalu meremas memeknya. Ia menggigit bibirnya, agar pekikan dan rintihannya tidak terdengar. Perasaan malu, marah, takut namun juga terangsang membuatnya bingung dan tak mampu berbuat apa-apa, sampai mereka tiba di kontrakan. Didepan kontrakan, ternyata Rika melihat salah satu teman dari Mbak Laras sedang menunggu di teras. Memang Laras sedang pergi kuliah, sementara Tata belum kembali dari kampung, jadi Rika sekarang dikontrakan sendiri bersama dua orang pria. Yang satu adalah pakdhenya, yang satu adalah William, teman Laras. Tanpa diketahui Rika, sebenarnya William sudah tahu kalau Laras sedang kuliah, William sengaja datang ketika Rika sendirian di kontrakan, untuk menikmati tubuhnya. Lelaki ambon itu kecewa melihat Rika pulang bersama seorang lelaki, namun di atidak bisa berbuat apa-apa, begitu pula ketika Gadis manis berjilbab lebar itu, yang dengan wajah masih merah padam karena birahi, mengenalkan sang pakdhe, lalu mempersilahkan William masuk ke ruang depan, sementara ia dan pakdhenya masuk ke ruang dalam. Rika mempersilahkan pakdhe duduk diruang tengah, didepan televisi dimana dulu tanpa sepengetahuan Rika, pernah digunakan William untuk menyetubuhi Laras yang montok. Rika yang masih agak syok dengan perlakuan pakdhe segera pergi tanpa permisi menuju kamar mandi. Namun tanpa Rika ketahui, pelan-pelan pakdhe yang sudah tidak tahan oleh kecantikan dan kesekalan tubuh keponakannya yang alim dan berjilbab lebar itu mengikutinya ke kamar mandi dari belakang. Baru saja mau menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba tangan pakdhe mengganjal pintu kamar mandi dan menyerobot masuk. Rika tidak sempat berteriak karena tiba-tiba pakdhe sudah memeluk Rika. Tubuh pakdhe yang kekar berpakaian lengkap sudah basah penuh keringat nafsu, memeluk Rika erat-erat. Gadis manis berjilbab lebar itu tidak berani berteriak karena malu terhadap William. Dengan air mata yang Rika tahan Gadis manis berjilbab lebar itu pasrah akan apa yang dilakukan pakdhe pada Rika.Tanpa membuang waktu pakdhe segera melepas seluruh bajunya dan telanjang bulat. Batang kemaluan pakdhe yang berwarna hitam kecoklatan masih mengkerut dan menggantung lunglai, namun tetap membuat Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu berdebar-debar. Kemudian pakdhe duduk di tepi bak mandi keramik dengan kaki yang terbuka. Ditariknya tubuh Rika yang masih berpakaian lengkap ke dalam pelukannya dan dilumatnya bibir Gadis alim yang manis itu dengan rakusnya.Mulut Rika masih tertutup saat lidah pakdhe mulai mencoba menerobos masuk ke dalam mulut Rika. Karena tidak tahan dengan sapuan-sapuan lidah pakdhe yang mendesak-desak bibir Rika, akhirnya bibir Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu pun terbuka. pakdhe segera menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Rika dan mendorong-dorong lidah Rika. Mula-mula Rika diam saja, namun lama-kelamaan Gadis mahasiswi santun berjilbab itu jadi terangsang juga. Apalagi batang kemaluan pakdhe yang tadinya mengkerut perlahan-lahan mulai mengembang dan mengganjal perut Rika yang nasih tertutup baju dan jilbab. Rika mulai bereaksi. Lidah Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu tanpa sadar membalas dorongan lidah pakdhe.Tubuh Rika mulai menggerinjal dalam pelukan pakdhe saat tangan pakdhe mulai menggerayangi buah pantat Gadis manis alim itu dari luar rok panjangnya. Tangan pakdhe dengan gemas meremas dan memijat buah pantat Rika lalu ditariknya tubuh Gadis alim yang manis itu hingga semakin ketat lengket dalam pelukannya.Setelah puas memainkan lidahnya dalam mulut Rika, tangan pakdhe menekan kepala Rika hingga Gadis mahasiswi santun berjilbab itu disuruhnya berlutut di depan selangkangannya. Batang kemaluan pakdhe yang sudah keras nampak mengacung tegak di depan wajah Rika yang putih dan halus itu. Ditariknya wajah Rika ke selangkangannya dan disuruhnya mulut Rika menciumi batang kemaluannya itu. Awalnya Rika berusaha menolak, namun karena cengkeraman tangan pakdhe begitu kua, Gadis lugu yang berjilbab lebar itu tak bisa menghindar. Apalagi akdhe terus menepuk-nepukkan batang kontolnya yang besar dan coklat juga keras itu kewajah Rika sehingga membuat Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu semakin terangsang. Dengan pelan Rika membuka mulutnya dan mulai menciumi batang kemaluan pakdhe yang sudah mengeluarkan sedikit cairan.Kepala Rika didorong maju mundur oleh tangan pakdhe yang mencengkeram kepala Akhwat manis alim itu yang masih terbungkus jilbab hingga batang kemaluannya mulai bergeser keluar masuk dalam mulut Rika. Kerongkongan Rika tersodok-sodok ujung kepala kemaluan pakdhe yang keluar masuk dalam mulut Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Rika dengar napas pakdhe mulai menggebu. Batang kemaluan pakdhe semakin mengeras dalam kuluman mulut Gadis alim yang manis itu.Mungkin karena tak tahan, pakdhe segera menarik tubuh Rika agar berdiri lalu mendudukan Gadis manis alim itu di sisi bak mandi. Tangan pakdhe dengan kasar menyampirkan jilbab lebar Rika kesamping, membuka baju longgar Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu, dan memelorotkan bra Rika kebawah, membuat payudara putih bersih kenyal milik Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu terpampang jelas. pakdhe langsung membuka Mulutnya dan segera mencecar payudara Rika kanan dan kiri silih berganti. Rika menggelinjang hebat manakala mulut pakdhe dengan rakusnya mempermainkan kedua puting payudara Gadis mahasiswi santun berjilbab itu. Tangan pakdhe pun tak tinggal diam. Tangan pakdhe mulai merayap ke selangkangan Rika yang masih tertutup rok hitam dan mulai meremas gundukan bukit kemaluan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Lalu dengan kasar pakdhe menyingkap rok Rika ke pinggang dan merenggut lepas celana dalam Gadis alim yang manis itu, dan kembali meremas gundukan bukit kemaluan Rika. Rika sampai megap-megap mendapat rangsangan seperti itu. Gadis manis alim itu semakin tersiksa oleh gejolak nafsu. Mulut pakdhe lalu merayap menyusuri perut Rika dan mulai menjilati gundukan bukit kemaluan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu. Dikuakkanya kedua bibir kemaluan Rika dengan jari-jarinya lalu disusupkannya lidahnya ke dalam lubang kemaluan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu.Tubuh Akhwat manis alim itu yang duduk di sisi bak mandi hampir saja terjatuh karena menggelinjang saat lidah pakdhe mulai menggesek-gesek dinding lubang kemaluan Rika. Tanpa sadar tangan Rika mencengkeram rambut pakdhe dan menekankan kepala pakdhe agar lebih ketat menekan bukit kemaluan Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu.Rika semakin blingsatan menahan rangsangan yang dibeRikan pakdhe di selangkangan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu. Tanpa sadar mulut Rika mendesis-desis dan duduk Gadis alim yang manis itu bergeser tak karuan. Perut Rika mulai mengejang menahan desakan gejolak yang meledak-ledak. Tubuh Rika terasa mulai mengawang dan pandangan mata Gadis mahasiswi santun berjilbab itu nanar. Akhirnya dengan diiringi rintihan panjang Rika mencapai orgasme Rika.Belum sempat Rika mengatur napas tiba-tiba pakdhe sudah berdiri di hadapan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Batang kemaluan pakdhe yang keras dicocokkan ke bibir kemaluan Rika dan digesek-gesekkannya ujung kepala kemaluannya ke bibir kemaluan Gadis manis alim itu yang sudah basah dan licin. Rika menggelinjang lagi saat benda hangat itu mulai menerobos masuk ke dalam bibir kemaluan Rika. Bibir pakdhe Mitro dengan rakusnya mulai melumat bibir Rika sambil mendorong pantatnya hingga batang kemaluannya semakin melesak ke dalam jepitan bibir kemaluan Rika.Rika masih duduk di bibir bak mandi sementara pakdhe Mitro menggenjot lubang kemaluan Rika sambil berdiri. Mungkin karena kesulitan bergerak, dicabutnya batang kemaluannya dari jepitan bibir kemaluan Rika. Tubuh Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu lalu diturunkan dari bibir bak mandi. Dengan kasar pakdhe melepas semua baju Rika, tanpa ada perlawanan yang berarti dari Rika yang sudah sangat terangsang. Akhirnya terlepas semualah baju longgar Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu, kecuali jilbab yang memang dibiarkan pakdhe tetap dipakai Rika. Segera pakdhe membalik tubuh Rika hingga Gadis manis alim itu berdiri dengan tangan bertumpu bak mandi. Lalu pakdhe menempatkan diri di belakang Rika dan mulai mencoba memasukan batang kemaluannya ke dalam bibir kemaluan Rika dari celah bongkahan pantat Gadis manis alim itu.Punggung Rika didorong pakdhe agar sedikit membungkuk hingga setengah menungging. Dipentangkanya kedua kaki Gadis alim yang manis itu lebar-lebar lalu dicucukannya batang kemaluannya ke gundukan bukit kemaluan Rika. Setelah arahnya tepat, pakdhe mulai mendorong pantatnya hingga kembali batang kemaluannya menerobos masuk dalam jepitan bibir kemaluan Rika.Kembali Rika mulai merasa ada suatu benda hangat menyeruak ke dalam lubang kemaluan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu. Dinding-dinding lubang kemaluannya serasa dikilik-kilik. Batang kemaluan pakdhe yang terjepit ketat dalam lubang kemaluan Rika berdenyut-denyut. pakdhe yang napasnya mulai memburu semakin kuat mengayunkan pantatnya maju mundur hingga gesekan batang kemaluan pakdhe pada dinding lubang kemaluan Akhwat manis alim itu semakin cepat.Pinggul Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu yang dipegang pakdhe terasa agak sakit karena jari-jari pakdhe mulai mencengkeram. Pinggul Rika ditarik dan didorong oleh tangan kuat pakdhe seiring dengan ayunan pantatnya. Tubuh Rika mulai terhentak dan Rika mulai limbung. Kembali Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu merasa melayang karena desakan gejolak yang meledak-ledak. pakdhe semakin kuat mengayunkan pantatnya dan napas pakdhe semakin menderu.Pantat Rika yang ditarik dan didorong pakdhe maju mundur semakin cepat bergerak. Cengkeraman jari-jari pakdhe semakin terasa di pinggul Rika. Gerakan ayunan pantat pakdhe semakin tak terkendali. Tak lama kemudian Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu kembali mencapai orgasme Rika. pakdhe pun Rika kira mencapai puncak kenikmatannya karena Rika merasa ada semburan cairan hangat yang menyemprot dari batang kemaluan pakdhe ke dalam lubang kemaluan Rika dengan diiringi geraman yang keluar dari mulut pakdhe. pakdhe tetap membiarkan batang kemaluannya terjepit dalam lubang kemaluan Rika selama beberapa saat. Napas pakdhe yang mulai teratur terasa hangat menerpa kulit pipi Gadis mahasiswi santun berjilbab itu. Tulang kemaluan pakdhe menekan kuat di bukit buah pantat Rika. Rika merasa sedikit geli karena rambut kemaluan pakdhe menempel ketat dan menggesek buah pantat Rika. Batang kemaluan pakdhe yang masih keras terasa berdenyut-denyut dalam jepitan lubang kemaluan Rika. Setelah menyemprotkan sisa-sisa air maninya batang itu mulai mengendur dan terlepas dengan sendirinya.Tubuh Gadis alim yang manis itu sudah terasa lemas tak bertenaga. Rika hanya memejamkan mata karena lemas dan malu karena untuk kedua kalinya Gadis manis alim itu berhasil digagahi pakdhe Rika sendiri. Rika membiarkan saja saat pakdhe memandikan Rika seperti bayi. Tangan pakdhe yang kokoh menyibak lepas jilbab Rika, membuat rambut lurus sebahu Rika tergerai lepas terlihat indah. segera pakdhe menyabuni seluruh lekuk tubuh Gadis manis alim itu. Tubuh Rika kembali menggerinjal saat tangan pakdhe yang kokoh mulai menyabuni payudara Rika yang baru mulai tumbuh. Puting Gadis manis alim itu yang mencuat dipermainkan pakdhe dengan gemas.Tubuh Rika semakin menggelinjang saat tangan pakdhe mulai menyentuh perut Rika lalu meluncur turun dan mulai menyabuni gundukan bukit kemaluan Rika yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Jari-jari pakdhe menyisir celah sempit di tengah gundukan bukit kemaluan Rika dan berlama-lama menyabuni daerah itu.Rika tak berani memandang pakdhe saat ia mengangsurkan sabun ke tangan Rika dan menyuruh Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu menyabuninya. Dengan agak kaku tangan Rika mulai menyabuni punggung pakdhe yang kekar. Tangan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu bergerak hingga seluruh punggung pakdhe Rika gosok merata dengan sabun. Lalu pakdhe membalikkan tubuhnya menghadap Rika. Tangan pakdhe mengelus-elus kedua payudara Rika sementara Rika disuruhnya menyabuni tubuh bagian depannya.Tangan Rika bergerak dari dada terus turun ke arah perut. Napas pakdhe mulai memburu saat tangan Rika yang dilumuri busa sabun mulai menggosok bagian bawah perutnya. Batang kemaluan pakdhe yang tadi kendur sudah mulai mengembang. Tangan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu yang agak ragu dipegang pakdhe dan diarahkan untuk menyabuni daerah kemaluan pakdhe. Rambut kemaluan pakdhe sangat lebat tumbuh di pangkal batang kemaluannya yang mulai berdiri setengah tegak dan mengeras.  pakdhe yang sudah mulai terangsang segera menyuruh Rika menyelesaikan acara saling memandikan. Hanya dengan berbalut handuk, tubuh Rika yang masih agak basah ditarik pakdhe dari kamar mandi dan diseret masuk ke kamar Rika. pakdhe pun hanya mengenakan kolornya yang tadi dipakainya hingga batang kemaluan pakdhe yang sudah setengah keras tampak membusung di balik kolornya.Baru saja pintu ditutup, tubuh Akhwat manis alim itu sudah langsung disergap pakdhe. Diloloskannya handuk yang melilit tubuh Rika hingga Gadis alim yang manis itu telanjang bulat. pakdhe segera melepas kolornya dan bugil dihadapan Rika. Mulut pakdhe segera menyergap bibir Rika dan melumatnya dengan rakus. Kedua payudara Rika segera menjadi bulan-bulanan remasan tangan pakdhe hingga tubuh Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu menggelinjang dalam dekapannya.Tangan Rika segera dibimbing pakdhe dan dipegangkannya ke batang kemaluan pakdhe yang sudah semakin mengembang. Bibir pakdhe yang rakus meulai bergeser turun dari bibir Rika ke dagu, lidahnya menjilat-jilat dagu Rika terus turun ke leher Rika hingga Gadis mahasiswi santun berjilbab itu semakin menggelinjang karena kumis pakdhe yang pendek dan kasar menggaruk-garuk batang leher Rika.Rika semakin mendesis karena kini bibir pakdhe sudah mulai melumat kedua puting payudara Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu kanan dan kiri secara bergantian. Tangan Rika secara tak sadar bergerak mengurut dan meremas batang kontol pakdhe. Napas pakdhe pun semakin menderu dan semakin keras menghembus di kedua payudara Rika. Jilatan pakdhe semakin liar di seluruh bukit payudara Gadis manis alim itu tanpa terlewatkan sejengkalpun.Batang kemaluan pakdhe yang semakin keras mulai berdenyut-denyut dalam genggaman tangan Rika. Sementara tangan pakdhe mulai bergerak liar menyusuri penggung Rika dan turun ke bawah lalu berhenti di kedua pantat Rika dan meremas-remas kedua buah pantat Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu dengan gemasnya. Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu sangat terangsang. Ya.. Mungkin daerah kelemahan Rika adalah pada buah pantat Rika dan pada kedua puting payudara Rika. Tubuh Gadis manis alim itu sudah mulai mengawang dan sudah pasrah bersandar dalam pelukan pakdhe.Mengetahui kalau tubuh Rika sudah tersandar sepenuhnya dalam pelukan pakdhe, pakdhe segera mendorong tubuh Rika ke kasurnya hingga Gadis alim yang manis itu berbaring telentang. Ditindihnya tubuh telanjang Rika oleh tubuh kekar pakdhe. Dibentangkannya kedua kaki Rika lebar-lebar dan Rika kembali digumuli pakdhe Rika. Lidah pakdhe kembali menyerbu bibir Rika lalu bergeser ke leher Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu.batang kontol pakdhe yang sudah sangat keras mengganjal di perut bagian bawah Rika. Rambut kemaluan pakdhe yang gombyok sangat terasa menggesek-gesek perut Rika menimbulkan rasa geli.Lidah pakdhe menjilat-jilat seluruh batang leher Rika hingga Gadis manis alim itu mendesis-desis kegelian. Tubuh Rika semakin menggelinjang menahan geli saat lidah pakdhe mulai bergeser turun dan menyapu-nyapu sekeliling bukit payudara Rika di sekitar puting Rika. Tubuh Rika semakin menggerinjal saat lidah pakdhe yang panas mulai menyapu-nyapu puting payudara Rika. Tubuh Gadis lugu yang berjilbab lebar itu serasa semakin melayang.Lidah pakdhe terus bergeser ke bawah. Pusar Rika dijilatnya dengan rakus lalu lidah pakdhe mulai bergerak turun ke perut bagian bawah Rika. Otot-otot perut Rika terasa seperti ditarik-tarik saat bibir pakdhe menyedot-nyedot daerah sekitar perut bagian bawah Rika di atas pangkal paha Rika. Geli sekali rasanya, apalagi kumis pakdhe yang pendek dan kasar menyeruduk-nyeruduk kulit perut Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu yang halus. pakdhe lalu membalik tubuhnya. Wajah pakdhe menghadap selangkangan Rika sementara batang kontol pakdhe dihadapkan ke wajah Rika. Diturunkannya pantat pakdhe hingga batang kemaluannya menempel bibir Gadis alim yang manis itu. Dibimbingnya batang kontolnya ke mulut Rika. Rika tahu Rika harus membuka mulut Rika menyambut batang kontol pakdhe yang dijejalkan ke dalam mulut Rika. Dengan terpaksa Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu mulai mengulum batang kontol pakdhe dan menjilati seluruh ujung topi bajanya yang mengkilat.Tubuh Rika terhentak saat mulut pakdhe mulai melumat bibir kemaluan Rika. Kedua tangan pakdhe menarik kedua bibir lubang kemaluan Rika dan membukanya lebar-lebar lalu lidah pakdhe yang panas didorong keluar masuk kedalam lubang kemaluan Rika. Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu semakin mendesis-desis menahan nikmat. Napas pakdhe yang semakin menggebu sangat terasa meniup-niup lubang kemaluan Rika yang terbuka lebar.Tanpa sadar pantat Rika terangkat ke atas seolah menyambut dorongan lidah pakdhe yang menggesek-gesek kelentit Rika. Gerakan lidah pakdhe yang liar seolah membuat Rika semakin gila. Tanpa dapat Rika cegah lagi, mulut Gadis mahasiswi santun berjilbab itu merintih dan mendesis menahan gejolak kenikmatan yang meledak-ledak. Batang kemaluan pakdhe yang menyumpal mulut Rika tak mampu menahan desisan yang keluar dari mulut Akhwat manis alim itu.Mata Gadis lugu yang berjilbab lebar itu kembali nanar. Perut Rika terasa kejang.. Dorongan gejolak liar yang mendesak di perut bagian bawah Rika sudah hampir tak dapat Rika tahan lagi. Lalu dengan diiringi rintihan panjang tubuh Rika menggelepar dan berkelojotan seperti ayam disembelih. Tubuh Gadis manis alim itu lalu melayang dan terhempas di tempat kosong. Akhirnya tubuh Rika terdiam beberapa saat. Rika telah mencapai orgasme yang ke sekian di pagi itu.Tubuh Rika terasa lemas tak bertenaga. Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu hanya pasrah saat pakdhe yang telah mencabut batang kemaluannya dari kuluman mulut Rika bangkit dan duduk di sisi pembaringan mengangkat tubuh Rika dan mendudukan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu di pangkuannya. Tubuh Rika dihadapkan pakdhe ke dirinya dan kaki Rika dipentangkannya hingga Gadis alim yang manis itu terduduk mengangkang dipangkuan pakdhe dengan saling berhadapan. Kemudian tangan pakdhe mengarahkan batang kemaluannya ke celah bukit kemaluan di selangkangan Rika.Bless!! Rika terhenyak saat pantat Rika diturunkan dan ada suatu benda keras dan hangat mengganjal di lubang kemaluan Rika. Nikmat sekali rasanya. Seluruh dinding lubang kemaluan Gadis mahasiswi santun berjilbab itu terasa berdenyut-denyut. Kelentiti Rika yang sudah membengkak tergesek nikmat pada pangkal batang kemaluan pakdhe. Lain sekali rasanya bersetubuh dengan posisi begini. Rika merasa sangat terangsang! Kelentit Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu serasa tergesek penuh pada batang kemaluan pakdhe.Dengan dibantu kedua tangan pakdhe yang menyangga kedua buah pantat Rika tubuh Rika bergerak naik turun di pangkuan pakdhe. Payudara Rika yang baru tumbuh bergetar bergoyang-goyang seiring dengan naik turunnya tubuh Gadis manis alim itu di pangkuan pakdhe. Batang kemaluan pakdhe yang menancap ketat dalam jepitan lubang kemaluan Rika terasa menggesek nikmat seluruh dinding lubang kemaluan Rika yang terus berdenyut-denyut meremas apa saja yang menyumpalnya.Tubuh Rika terasa menggigil bergetar saat mulut pakdhe tak tinggal diam. Mulut pakdhe dengan rakusnya melumat kedua puting payudara Rika bergantian. Mulut pakdhe menyedot buah dada Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu sepenuhnya. Gerakan Rika menjadi kian liar. Desakan gejolak birahi semakin mendesak. Rika mempercepat gerakan Rika naik turun dengan diselingi sedikit memutar saat seluruh batang kemaluan pakdhe masuk hingga ke pangkalnya ke dalam jepitan lubang kemaluan Rika.Karena tak tahan lagi tanpa sadar Rika dorong tubuh pakdhe hingga terbaring telentang di kasur dengan kedua kaki menjuntai ke lantai. Tubuh Rika yang tadi di pangku pakdhe menjadi duduk seperti seorang joki yang sedang naik kuda balap berpacu dalam birahi dengan menduduki pakdhe yang berbaring telentang. Gerakan Rika kian bebas. Dengan tangan bertumpu pada dada pakdhe yang bidang Rika terus menggerakan pantat Rika memutar dan maju mundur. Kelentiti Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu kian ketat tergesek batang kemaluan pakdhe. Gadis yang biasanya alim dan santun itu berubah liar dan binal, disetubuhi pakdhe.Tangan pakdhe yang memegang kedua pantat Rika semakin ketat mencengkeram dan membantu mempercepat gerakan Rika. Rika merasa tubuh Rika kembali mulai mengawang. Gerakan Gadis mahasiswi santun berjilbab itu kian tak terkendali. Mata Rika mulai membeliak dan mulut Rika menceracau tak karuan. Puncak pendakian kian dekat.. Dan akhirnya dengan merintih panjang tubuh Gadis alim yang manis itu berkejat-kejat seperti sedang terkena aliran listrik. Lubang kemaluan Rika berdenyut-denyut saat ada sesuatu yang pecah di dalam sana.. Tubuh Rika berkejat-kejat beberapa saat lalu ambruk di atas perut pakdhe. Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu benar-benar tak bertenaga. Ya akibat batang kontol pakdhe Rika mencapai orgasme yang kesekian kalinya. Luar biasa pakdhe Rika ini. Walaupun sudah tua namun mampu membuat Rika yang masih muda bertekuk lutut. pakdhe yang rupanya belum mencapai orgasme segera membalikkan tubuh Rika dengan tanpa melepaskan batang kemaluannya yang masih menancap dalam jepitan lubang kemaluan Rika. Sekarang tubuh Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu yang telentang gantian digenjot pakdhe. Rika yang sudah tak bertenaga hanya pasrah. pakdhe dengan semangat juang terus menggenjot selangkangan Rika dengan tusukan-tusukan batang kemaluan pakdhe. Batang kontol pakdhe tanpa ampun menghajar lubang kemaluan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu.Perlahan-lahan napsu Rika mulai bangkit lagi menerima tusukan-tusukan batang kontol pakdhe. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada Rika berusaha menyambut setiap tusukan batang kontol dengan menggoyangkan pantat Rika ke kanan dan kiri.Napas pakdhe semakin memburu dan terdengar menggemuruh menghembus ke payudara Rika yang dilumat bibir rakus pakdhe. Genjotan pakdhe semakin kuat dan bertubi-tubi. Desakan gejolak yang mendesak dalam tubuh Gadis manis alim itu semakin menguat. Rika sudah hampir tak kuat lagi menahan desakan itu. Tubuh Akhwat manis alim itu kembali mengejang. Pantat Rika terangkat dan dengan merintih panjang Rika mencapai puncak pendakian yang sangat melelahkan.Tubuh Rika terhempas di tempat kosong dan pandangan mata Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu makin nanar. Rika merasa betapa di saat-saat itu tubuh pakdhe yang menindih perut Rika mulai bergetar. Mulut pakdhe menggeram dahsyat dan pantatnya menekan kuat-kuat menghunjamkan batang kontolnya ke dalam jepitan lubang kemaluan Rika. Tubuh pakdhe berkejat-kejat lalu Rika merasa ada semprotan cairan hangat menyiram di dalam lubang kemaluan Rika. Ada rasa berdesir menyergap Rika saat semprotan itu menyembur ke liang rahim Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu. Tubuh pakdhe tersentak-sentak lalu ambruk di atas perut Rika.Sungguh melelahkan pergumulan di hari itu. Akhirnya pakdhe tertidur karena terlalu lelah, sementara Rika segera berpakaian dan memakai jilbabnya lalu keluar kamar dan masuk ke kamar mandi, membersihkan lubang memeknya yang berlepotan sperma pakdhe. sementara itu William sudah pulang dengan perasaan menang karena mendapat mangsa baru, sembari menimang2 handphone berkameranya yang tadi ia gunakan untuk merekam adegan ranjang Rika dan pakdhenya.

Written by catatanpemula17

July 23, 2011 at 8:32 am

Posted in Uncategorized

olla

leave a comment »

Catatan Administrator : Cerita kali ini tidak menggunakan nama, hanya disebut dengan nama “aku”, tujuan artikel ini seolah olah kita sebagai pelaku sendiri, jadi dalam artikel ini tidak ada nama lelaki namun hanya nama artis saja. Jika pembaca tidak berkenan silakan copy pastekan ke program Microsoft Office anda, dan ganti kata “aku” dengan nama terserah anda sebutkan, baru kemudian dibaca. Tidak semua keinginan pembaca bisa diakomodasi, ini menyangkut selera penulis, menulis tidak bisa dipaksakan, jika dipaksakan tulisan menjadi kacau dan alur cerita menjadi melenceng. Beberapa administrator pada undur diri karena “dipaksa” mengikuti skenario, padahal mereka tidak dibayar sama sekali, tidak ada iklan di blog ini. Kami hanya mengikuti kemauan para penulis, masukan dari pembaca menjadi pertimbangan para administrator, tapi keputusan tetap pada penulis bersangkutan. Jadi harap maklum jika ada pembaca yang tidak puas, jika tidak puas silakan menulis cerita seks sendiri, atau mencari blog lain yang mungkin lebih menarik, setiap blog punya kekhasan sendiri. Terima kasih Kusadari malam ini sungguh malam yang tak mengenakan bagiku, sejak pagi sampai malam aku luar biasa capeknya, baru menginjak jam 9 malam aku menyelesaikan pekerjaanku, namun Jakarta jam sembilan pun masih ada macet di mana. Mataku tertumbuk pada seorang wanita yang selama ini selalu bertemu denganku di gedung kantorku, di mana kantorku menyewa gedung itu selama sepuluh tahun, pesona artis satu ini selalu membuatku melayang ingin menikmati kesintalan tubuhnya. Janda satu ini selalu membuatku terpana dengan kecantikannya, tatapannya selalu membuatku teduh, belum lagi, aku merasakan ada tatapan yang beda ketika aku bertemu kesekian kalinya, seperti biasa Olla Ramlan menunggu taksi yang malam ini antrinya panjang, entah kenapa malam itu, kuberanikan diri mendekati Olla Ramlan yang menyambutku dengan tersenyum, duduk sendirian setelah ada casting dengan sebuah produksi film, yang kantornya tepat berada satu lantai dengan kantorku, tiga kali aku bertemu dengannya, dan Olla Ramlan selalu menyapaku terlebih dahulu, benih benih ketertarikan menjadi hal yang lumrah. “Malam Tante Olla “ sapaku sambil duduk, kuberikan minuman hangat yang kubeli dari sebuah mesin kopi di pojok lantai bawah itu. Petir dan hujan sudah menggelegar ketika aku turun lewat lift menuju lantai bawah itu, aku pun tertahan ndak bisa pulang jika hujan deras begini, jalanan ke rumahku pasti tergenang, aku menjadi terbiasa menginap di kantor jika ada kabar jalan pulang tidak bisa dilewati, sebenarnya sih bisa namun aku sering malas, lagian aku membawa mobil sedan, jadi agak riskan jika mobilku terendam air. “Malam juga, kawan .. gimana pekerjaanmu hari ini “ balas Olla Ramlan dengan ramah dan senyumnya yang indah itu, aku selalu terkesima dengan kecantikan satu janda ini, bagian dadanya yang menonjol itu membuatku ingin meremasnya, namun aku selalu bersikap sopan, namun otakku sendiri menjadi piktor jika bertemu dengan Olla Ramlan ini “Kapan aku kawini memekmu, Tante Olla Ramlan .. kontolku tak sabar mencoblosmu “. Dan aku sendiri tidak tahu, bahwa sebenarnya Olla Ramlan juga mengincarku. “Busyet … mulus banget pahanya, kontolku ngaceng nih .. pengin malam ini aku geluti .. “ batinku dengan menatap sejenak ke paha sangat mulus itu. Kemudian aku tersenyum padanya, Olla Ramlan pun tersenyum padaku. “Mau ke kantorku sejenak .. kita bisa bebas ngobrol .. hujan makin deras dan di sini angin bertiup basah, saya kasihan kalo Tante Olla masuk angin .. “ tawarku “Kalo aku masuk angin kamu yang harus kerokin aku ya “ goda Olla Ramlan dengan tergelak “Oh yaa .. aku mau deh aku ngerokin Tante Olla … “ kataku dengan berdiri, namun aku tak menyangka Olla Ramlan memegang lenganku untuk berdiri, sehingga bebanku berdiri menjadi berat, sontak aku ikut tergoyang ke belakang, secepat kilat aku reflek memegang pinggang Olla Ramlan agar tidak berdebam ke kursi itu, Olla Ramlan bergelanyut di pundakku, lenganku sampai menyenggol buah dadanya yang kenyal itu, kontolku makin tak karuan ngacengnya. Kurasakan keempukan dan kekenyalan buah dadanya sejenak sampai tubuh Olla Ramlan bergerak, namun justru Olla Ramlan malah menekan dadanya ke lenganku sambil tersenyum padaku, toh akihirnya kami berjalan bersama, walau tidak bergandengan tangan, aku kembali ke kantorku, untung hari ini aku ketiba jadwal piket sehingga kunci kantor yang membawa aku, kami berdua naik ke lift lagi sambil, kami saling obrol di lift itu, dari masalah pribadi sampai kantor, aku sampai bingung ketika ditanya “Kamu sudah punya pacar belum ?” tanya Olla Ramlan dengan menggigit bibirnya, aku hanya tersenyum saja sambil menggeleng. “Belum punya ?” tanya Olla Ramlan lagi. “Belum Tante .. “ sahutku pendek sambil membuka pintu kantor dengan kunci yang kubawa, kami berdua masuk dan ketika kututup itu, Olla Ramlan berbalik arahku, aku bersender pada pintu yang habis kututup itu, dan aku nekad mengatakan padanya “Aku tertarik sama Tante Olla .. “ kataku dengan nada datar tanpa ekspresi, Olla Ramlan hanya tergelak saja karena menganggap aku masih dianggap bercanda, aku pun kemudian menuju ke ruang tamu kantor yang bersofa mewah itu, kubuka lemari kecil di mana menyimpan minuman hangat, wine yang kutawarkan membuat Olla Ramlan menjadi tersenyum “Nah itu .. yang kusuka .. thank .. “ sahut Olla Ramlan dengan tersenyum padaku, aku menatapnya penuh arti, namun aku selalu menangkap basah mata jalang Olla Ramlan yang mencuri curi pandang ke selakanganku. Namun aku ragu memulai, aku akan membuat situasi agar Olla Ramlan yang memulai. Dua tenggak gelas kecil itu membuatku agak rileks, aku kemudian berpura pura pusing sambil memijit mijit bagian dekat alis mataku “Kamu pusing ?” tanya Olla Ramlan dengan memijati pundakku. “Iyaaa “ kataku bohong yang beralasan agar tubuh wangi itu mendekat dan aku bisa kembali merasakan kemulusan kulitnya itu, perlahan lahan wanita janda itu mendekat, memijati aku pelan pelan, aku kemudian menjadi rileks, tanganku secara tak sengaja tertopang di pahanya, namun Olla Ramlan tidak bereaksi, kuberanikan diri mengelusnya pelan membuat Olla Ramlan langsung bereaksi menahan tanganku “Jangan lakukan itu “ bisik Olla Ramlan dengan berbisik ke telingaku, aku menjadi berhenti, namun tangan Olla Ramlan perlahan berpindah ke dadaku mengelus elus, kurasakan hembusan dari hidung Olla Ramlan yang seolah tidak menahan nafsu syahwatnya karena menjanda itu, sontak aku pun langsung ditekan ke sandaran sofa dan Olla Ramlan langsung menduduki aku, tangannya langsung merogoh ke selakanganku, aku menjadi terkejut kalau Olla Ramlan sangat angresif, matanya menatapku dengan penuh kerinduan ingin bercinta “Aku suka padamu .. kau ganteng .. kau punya ini yang besar “ bisik Olla Ramlan dengan pelan sambil meremas kontolku pelan, aku menjadi tak karuan, walau aku sudah meniduri banyak wanita, namun kali ini aku merasakan hal yang berbeda, perlahan lahan tangan Olla Ramlan berpindah ke bagian depan bajunya, membuka kancing bajunya sendiri sambil tersenyum, aku kemudian rileks sejenak, mataku sampai melotot tak sabaran bagian dada Olla Ramlan terbuka. “Aku tertarik padamu Tante .. “ sahutku yang yang dijawab dengan senyum mesum Olla Ramlan “Aku juga sayaaang…. “ sahut Olla Ramlan dengan agresif memundurkan tubuhnya sehingga tangannya yang sudah membuka bagian dadanya sampai di perutnya itu, mataku tak berkedip memandang ke belahan buah dadanya yang ranum itu, kulitnya sangat mulus. Tak kusangka artis ini ngebet minta disetubuhi olehku, aku berusaha sabar. “Aku tahu kamu menginginkan aku lebih khan ?” sudut Olla Ramlan dengan menaikan daguku yang memandang kesintalan di dadanya itu, namun aku tidak seagresif Olla Ramlan, sikap inilah yang membuat Olla Ramlan menjadi tak karuan, sikapnya menjadi manja dan berani melakukan serangan lebih agresif “Keluarkan penismu, sayaaaaaaang “ bisik Olla Ramlan dengan gemas dan tersenyum nakal padaku. “Aku sudah nggak kuat menahan libidoku, sayaaang . puaskan aku malam ini .. aku sudah tidak kuat menahan ini .. aku hanya tertarik padamu .. kau ganteng, sayaaang .. “ rayu Olla Ramlan dengan tersenyum padaku, kemudian mengecup bibirku, aku membalas kecupan itu, kutahan kepala Olla Ramlan yang hendak melumat bibirku itu, Olla Ramlan menjadi mendelik “Kau membuatku penasaran, sayaaaaang “ sahut Olla Ramlan dengan semakin agresif memaksakan kaitan celanaku lepas, habis itu menarik reslutingku kemudian tangannya masuk dan merogoh kontolku “Woooooow .. gedhe banget, saaaayaaaaang .. aku sengaja menunggumu tadi di bawah .. “ ucap Olla Ramlan dengan menjilati bibirnya sendiri. Kontolku sampai diremas dengan nakal oleh tangan lentik janda satu ini. Tubuh kami perlahan lahan berkeringat, keringat dingin muncul dari dahiku dan tangan Olla Ramlan menyapunya. “Jangan tegang, sayaaang .. sayaaang .. maukaah kaaaau .. “ tanya Olla Ramlan dengan suara mendesah tidak kuat menahan nafsunya itu. “Menyetubuhi Tante Olla Ramlan ?” tanyaku dengan mencoba vulgar “Kau tahu juga sayaaang .. aku yakin kamu kuat .. apakah kau tertarik padaku karena tubuhku atau yang lain “ sahut Olla Ramlan sambil bertanya menggodaku Aku kemudian memegang pundak Olla Ramlan dan aku langsung memeluk kemudian kutekan ke samping sehingga Olla Ramlan langsung berebah ke sofa itu, aku kemudian menindihnya dan kulumat bibirnya, kurasakan manisnya bibir janda itu “Oooooooooooow .. sayaaaaaaang aaaaaaaaaah .. mmmmmmmmmmhhhh “ desis Olla Ramlan ketika lumatan pertama itu mendapatkan jeda karena kami menghirup nafas, lumatan demi lumatan itu kami lakukan,sampai tanganku nakal meraba selakangannya yang sudah basah itu “Kau basah ya Tante Olla ?” tanyaku dengan tersenyum “Sialan kau .. sejak awal aku sudah bilang nggak tahaaaaaaaan .. kau dingin .. “ sudut Olla Ramlan.dengan tersenyum, tangannya berusaha merogoh ke selakanganku namun terhalang pada Olla Ramlan, pahanya yang mulus itu aku elus elus sampai membuat Olla Ramlan terpejam, kuelus lebih naik dan tanganku masuk ke dalam belahan celana dalam warna coklat krem itu, kuelus elus dengan jembutnya yang tidak begitu lebat. “Teeeruuuuuuuus, sayaaaaaaang .. oooooouh .. nikmaaatnya aaaah .. aaayoo nakaaaalin .. nakaaaaalin aaaaku, sayaaang .. setubuhi aku .. aaaku tidak tahaaaaaaaan .. please aaaaaaaaaaah “ desah Olla Ramlan dalam tindihan itu. Kami berdua kemudian saling berpagutan, Olla Ramlan menekan ke dadaku, kemudian aku menarik badanku, Olla Ramlan kemudian berusaha mendesak ke depan, sambil kami saling memagut dan melumat, bibir kami semakin penuh dengan air liur, nafas kami saling memburu untuk mendapatkan kepuasan birahi di malam yang hujan semakin deras. Olla Ramlan kemudian kembali menduduki pahaku, kemudian tangannya merangkul ke pundakku, bagian dadanya yang terbuka lebar itu membuatku semakin tidak tahan, aku kemudian memasukan tanganku lewat bagian bawah bajunya, kemudian mencari kaitan bra, tangannya kemudian menahan lenganku “Mau apa kau, sayaaaaaaaaang “ goda Olla Ramlan “Aku tidak tahan ingin melihat susumu, sayaaaaaang “ucapku menggunakan kata sayang, Olla Ramlan menjadi tersenyum. Perlahan lahan tanganku mengelus punggungnya, kemudian menemukan kaitan bra itu, perlahan aku lepaskan sambil mataku menatap ke dadanya, dan ketika kulepas itu, bongkahan daging kenyal itu turun seiring cup branya lepas, Olla Ramlan sampai menatap ke aksi nakalku itu di dadanya karena aku langsung refleks memegang buah dadanya yang kenyal “Remees sayaaaaaaaaaaaang “ sahut Olla Ramlan dengan meta terpejam menikmati remasan pelan pelan tanganku, namun tak lama, Olla Ramlan kemudian menahan tanganku “Aku ingin melihat punyamu, sayaaaaaaaaaang “ pinta Olla Ramlan dengan tidak tahan menatap ke tonjolan kontolku, kepala kontolku sudah menyembul keluar. “Ucapkan dengan nama kontol deh Tante ., agar lebih vulgar “ kataku membuat Olla Ramlan mencubiti aku “Iiiiiiiiih . kamu jorok aaaaaaaaaaah, belum pernah aku menyebut dengan kontol .. iih .. jorok banget .. nggak mau “ maki Olla Ramlan dengan tergelak, padahal Olla Ramlan sebenarnya senang menyebut kontol, walau baru kali ini mendapati lelaki yang vulgar sepertiku “Kontolmu besar sayaaaaaaang “ ucap Olla Ramlan sambil agresif menarik celana dalamku ke bawah sehingga bagian tengah ke atas menjadi santapan empuk mata nakal Olla Ramlan itu, Olla Ramlan kemudian turun dari pangkuanku dan berdiri, Olla Ramlan kemudian melepaskan bajunya dengan tersenyum padaku, aku pun tak mau kalah melepaskan pakaianku, aku telanjang terlebih dahulu, aku sampai tegang menunggu celana dalam Olla Ramlan lepas, namun dengan setengah menggoda Olla Ramlan tidak menurunkan celana dalamnya, ketika maju aku langsung menarik celana dalamnya itu, sontak Olla Ramlan menjjadi tergelak “iih .. kamu nakal banget yaaa .. awas yaaa .. ampuuuuuuuuuun .. kontolmu besar banget .. duuh .punyaku bisa sesak , sayaaaaaaaang .. aduuuh .. duuh .. besar banget .. “ ucap Olla Ramlan dengan mata berbinar kemudian bersimpuh di depanku memegang kontolku sambil diremas remas dengan pelan, kurasakan aku merasakan nikmat kontolku dibelai belai tangan Olla Ramlan itu. Kurasakan aku semakin bernafsu pada wanita ini, padahal aku sebelumnya ingin main bertiga dengan Terry Putri besok pagi namun justru malam aku mendapatkan Olla Ramlan duluan. Kami berdua saling menatap penuh nafsu. Aku tidak tahu, tiba tiba Olla Ramlan menarik tas nya kemudian membuka, mengeluarkan bungkusan kecil “Pakai kondom ya “ sahut Olla Ramlan Aku menggeleng pelan “Ndak mau ?” tanya Olla Ramlan dengan menggigit bibirnya “Aku lebih senang menyemburkan isi kontolku dalam memek Tante Olla Ramlan “ sahutku enteng yang dijawab dengan tatapan yang tertahan di hatinya karena kemungkinan takut hamil, namun karena sudah ngebet Olla Ramlan pun akhirnya membuang bungkusan kondom itu “Baiklaaaaaah .. kalo aku hamil kamu tanggung jawab “ sahut Olla Ramlan dengan tersenyum “Nanggung tubuhmu diatas aku yang mau, jawabnya ogah “ jawabku yang dijawab dengan tergelak Olla Ramlan yang sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun di depanku sambil bersimpuh, tangannya memegang kontolku yang ereksi dengan keras, Olla Ramlan sampai menggeleng geleng karena kontol besarku itu “Tunggu apalagi Tante ? masukin donk .. lakukan, jilatan kuluman, sepongan, oral .. Tante suka ngoral kontol khan ?” tanyaku yang disambut dengan senyum nakal Olla Ramlan itu. Sungguh menggoda janda satu ini, agresif sekali untuk urusan syahwat, bahkan memancingku untuk mengajaknya kawin di kantorku itu.

Written by catatanpemula17

July 23, 2011 at 8:09 am

Posted in ola

3

leave a comment »

Jam berjalan dengan cepatnya, tak terasa menunjukan angka 01 lebih tepat ketika kami masih satu tubuh di atas meja, hawa dingin AC di rumah Terry Putri membuat kami terbangun, hembusan udara dingin itu cepat sekali membuat kami kering, namun gairah kami tidak kering, terbukti ketika aku dengan menarik kontolku keluar itu, kami membuka mata saling berpandangan penuh arti, Terry Putri kemudian melihat ke selakangannya yang penuh lendir kental itu dengan tersenyum. Matanya kembali menatapku dengan tersenyum lagi, kemudian mengelus elus lenganku, naik dan menarik kepalaku, kemudian dipagutnya bibirku dengan mesra, kubalas pagutan itu tak kalah dengan lembutnya, kurasakan manisnya bibir artis ini, habis kami berpagutan Terry Putri menunduk, kuangkat dagunya agar kembali bertatapan padaku, kami bertatapan lagi, senyum kami saling berbalas sambil kami saling berpegangan tangan.

“Trims sayang .. jika malam ini mau bersama Mbak Terry “ sahut Terry Putri dengan menarik kembali badannya untuk turun dari meja, Terry Putri sampai memandang ke arah tengah meja yang juga penuh lendir kental di atas meja itu, kemudian wanita nakal ini tersenyum lalu menarik tanganku.

“Masih pengin kawin lagi Mbak ?” tanyaku dengan penuh arti, Terry Putri tidak menjawab namun kemudian menarik tanganku untuk turun, kami berdua kemudian duduk berdampingan di sofa, Terry Putri menarik celana dalamnya yang di lantai kemudian mengelap memeknya sendiri, celana dalam itu kemudian dipakai untuk mengelap kontolku

“Kalo ngaceng lagi tanggung jawab ya ? “ candaku yang dijawab dengan cubitan di lenganku, usapan demi usapan itu memang membuat kontolku perlahan naik mengacung, Terry Putri sampai terlonjak dengan mata menatapku nakal, karena tidak tahan Terry Putri kemudian langsung menduduki aku, celana dalamnya dilempar sembarangan.

“Nakaaaal yaaa .. Mbak Terry tanggung jawab nih .. masukin ya “ canda Terry Putri dengan mengangkang di atasku yang duduk bersandar di sofa itu, kontolku di pegangnya kemudian bagian memeknya yang memerah itu kemudian ditusuk dengan kontolku secara paksa, Terry Putri langsung menjerit kecil

“Aaaaaaaaaaaaaaaaauh .. saaaaaaakitnyaaaaaaaaa “ erang Terry Putri dengan mata terpejam merasakan kontolku menembus memeknya lagi secara paksa, aku pun sampai meremang tak karuan, kupejamkan mataku ketika kami berdua ingin menjadi satu tubuh lagi.

Kami perlahan lahan kembali mengeluarkan keringat karena kami kembali berjuang menjadi satu tubuh, kuremas buah dadanya di depanku itu sampai membuat Terry Putri menggeliat menggoyang nakal di dadanya itu

“Hmmm .. benar benaar kenyal banget susumu Mbak .. aku suka bentuk buah dadamu ini .. terbayang sejak sore ingin menggeluti dirimu .. buah dadamu ini lho .. uuuuuuuuh ….hhmmmm .. kenyalnya sayaaang … montok bangeet “ pujiku yang disambut dengan senyum nakal Terry Putri

“Remeeeeeees ajaaaa sesukamu sayaaang .. tubuhku milikmu .. terserah mau diapain .. Mbak Terry pasraah .. habis .. enak banget kawin sama kamu .. senang aku dientotin sama kamu … rasanya tak bisa diukur kalo Mbak Terry diewe sama kamuuu .. uuuh .. aaaaah .. tuuh .. sudah ludes kontolmu dalam memek Mbak Terry .. genjot apa diam dulu, say “ sahut Terry Putri dengan memegang ke pundakku dengan kuat setengah mencakar itu.

“Diam dulu Mbak .. aku suka memandang kemolekan tubuhmu .. andai kau mau menari bugil untukku” godaku yang disambut dengan cubitan tangan Terry Putri di dadaku

“Iih .. kamu jorok aaaah .. ndak mau Mbak Terry menari bugil untukmuu “ tolak Terry Putri dengan gemas mencubiti aku

“Ayoo deeh .. aku ingin menikmati tarian bugil Mbak Terry Putri .. katanya dah pasrah padaku .. kok masih menolak .. ntar ndak aku ewein lagi lho .. “ ancamku yang disambut dengan membeliaknya mata lentik presenter mesum ini, Terry Putri kemudian menatapku dengan mata yang seolah olah menolak, kepalanya menggeleng geleng perlahan.

“Betapa indahnya pacarku ini menarik bugil .. ayo deh, sayaaang .. menarik bugilah untukku .. aku suka goyangan Mbak Terry .. terutama pantat nakalnya ini “ sahutku sambil meremas bokong Terry Putri yang seksi itu.

“Tapi .. tapi .. Mbak Terry nggak sanggup .. Mbak Terry pasrah padamu .. tapi bukan untuk itu .. Mbak Terry ndak bisa menari bugil .. “ tolak Terry Putri, aku kemudian mengangkat pinggang Terry Putri, Terry Putri keberatan aku menarik namun dengan paksa aku keluarkan kontolku keluar dari memek basahnya itu. Terry Putri kemudian terduduk di sampingku dengan kesal, aku kemudian duduk di kursi sebelahnya

“Ayolah .. Terry Putri pasti sanggup menari bugil … mau dikontoli lagi ndak ? kalo mau dikontoli lagi sampai pagi .. menari bugil dulu yaa, sayaaang .. please .. aku pulang saja aaah “ ancamku dengan nada yang kubuat serius sambil menatap ke memek Terry Putri yang mengangkang ke arahku itu, kulihat jembutnya tipis nan indah.

Terry Putri sampai terkejut

“Jangaaaaaan aaaaaaaaah .. Mbak Terry mohon kamu jangan pergi sayaaang . sungguh .. Mbak Terry nggak sanggup menari bugil untukmu .. maafkan aku, sayaaang “ iba Terry Putri yang memang keberatan untuk menari bugil itu.

“Tidak, satu kata : menarilah “ sahut tegas dengan memandang penuh nafsu pada tubuh telanjang Terry Putri itu. Terry Putri terlihat kecewa padaku yang memaksa itu, Terry Putri kemudian memelukku dengan erat

“Sayang .. jangan gitu aaah .. kamu jahaaat .. “

“Menarilah sana .. kutunggu tarian bugilmu .. “ tarikku pada kepala Terry Putri yang berambut panjang itu, bibir Terry Putri sampai gemetar, aku tersenyum, kukecup bibir itu

“Taa .. ta .. pi “ sahut Terry Putri dengan terbata bata

“Jadi presenter ngomongnya ceplas ceplos .. disuruh menari bugil gemetaran .. ayo deeh .. aku pulang saja aaaaaaaah “ ancamku dengan setengah bercanda, Terry Putri langsung menarik badannya dan memandangku

“Baiklah .. baiklaaaaaaaaaah .. Mbak Terry akan menari bugil di hadapanmu .. jangan diketawain ya kalo tarian bugilku jelek “ sahut Terry Putri dengan mengalah walau hatinya berat melakukan apa yang kuminta itu.

Terry Putri kemudian berdiri setelah keluar dari sofa itu, kemudian mundur dengan menggoyang goyangkan dadanya, sehingga buah dadanya yang montok itu ikut bergoyang dengan sangat indahnya, aku sampai memandangnya penuh nafsu sambil memegang kontolku mengelus elus, kontolku yang basah itu aku kemudian pegang, kupandang tubuh sintal nan molek Terry Putri yang mundur perlahan lahan sambil buah dadanya ikut tergoncang goncang

“Wooooooooow .. pacarku luar biasa .. indah sekali kau sayaang .. terus Mbaaak .. kontolku ikut menonton tarian bugilmu yang indaaah .. uuuh ..” komentarku melihat goyangan nakal Terry Putri di dadanya itu.

“Aaaaaaaaaah .. ndaaak aaaaaah “ Terry Putri berhenti sejenak, aku menjadi kesal.

“huuh “ dengusku dengan kesal.

“Baik .. baaaik .. tapi janji ya .. setelah Mbak Terry menari bugil kamu langsung genjotin memek Mbak Terry .. genjotin tanpa ampun .. jangan sisakan untukku .. sampai aku benar benar tak kuat … Mbak Terry akan bilang : sayangku, stoping your action … tanpa kata ini jangan pernah berhenti menggenjot Mbak Terry .. baiklah .. Mbak Terry akan menari bugil sepenuh hati untukmu, sayaaang “ sahut Terry Putri dengan mundur selangkah kemudian membelakangi aku

Dengan nakal, presenter Terry Putri menggoyang pantatnya berulang ulang sampai membuatku sampai meneteskan air liur, kuseka air liurku sampai tak berkedip menatap tarian bugil Terry Putri yang bergoyang di pantatnya itu.

“saksikan sayaaaaaaaang “ ucap Terry Putri dengan berputar memamerkan buah dadanya kemudian diremasnya pelan sambil kepala mendongak, kemudian bergoyang lagi di pantatnya, lekuk lekuk tubuhnya sangat indah, goyangan itu naik sampai ke pinggang kemudian di dadanya ikut bergoyang.

Lidahnya menjilati bibir seksinya, Terry Putri kemudian menyamping sambil memandangku penuh nafsu, matanya selalu menatap ke kontolku sambil berjalan dan bergoyang. Luar biasa indahnya presenter ini menari bugil.

Tangan Terry Putri mengelus elus buah dadanya kemudian turun sampai di selakangannya tanpa berhenti menggoyang pantatnya kemudian ke kanan dan ke kiri, Terry Putri kemudian berbalik arah padaku, memeknya dimajukan sambil dadanya di tekuk ke depannya, betapa indahnya tubuh itu

“Woow .. ck ck ck ck .. terus Mbaaak .. aku jadi bernafsu nih .. ingin menggeluti dirimu lagi .. aku ndak tahaaan aaaaaaaah .. Mbaaak Terry .. kemari .. aku coblos memekmu “ pintaku yang disambut dengan menutup bibir dengan jari telunjuknya agar aku diam

“Ssssssssssssssssssttt .. diaaaaaaaaam kaaaaaaau “ sahut Terry Putri dengan menggoyang nakal di selakangannya memutar, memek yang basah memerah itu membuat aku tidak tahan, jari Terry Putri kemudian dimasukan ke dalam mulutnya, disedot dan ditarik tarik, jari itu kemudian diturunkan lewat leher menyusuri buah dadanya, tarian lembut nan gemulai sambil jarinya menggaris garis tipis sampai buah dadanya kemudian memutar

Aku menggeleng geleng sambil memegangi kontolku, aku sampai tidak mau sandaran dan hendak bangun ingin menerkam Terry Putri ini, namun Terry Putri tetap melarangku untuk berdiri, jarinya menggaris ke bawah sampai selakangannya, matanya dipejamkan sebentar sambil menusuk memeknya dengan jari telunjuk itu, lalu naik lagi menggaris ke atas .. sambil dadanya.. habis itu Terry Putri mencelupkan jarinya ke dalam mulutnya dan di keluar masukan ibarat mengulum kontolku.

Terry Putri kemudian menaikan kaki kirinya ke meja di depanku sambil menggoyang pantat kemudian melekuk lekuk sangat indahnya, aku sampai terbengong memandang indahnya Terry Putri menari bugil itu, Terry Putri kemudian membuat gerakan seperti aku menggenjot maju mundur, pantat Terry Putri sampai maju mundur, selakangannya terlihat jelas di depanku, yang jaraknya hanya 1 meter di depanku, mata Terry Putri menatap tajam padaku agar jangan bergerak sama sekali

“Diaaam kaaau .. rasaaain .. kamu yang minta “ ledek Terry Putri dengan menggenjot maju mundur di depanku itu.

“Mbaaak aaah .. ndak taaaahaan .. memekmu ingin aku coblos lagi .. ini kontolku ngaceng ndak karuan ‘ rutukku dengan tak karuan merasakan erotisnya Terry Putri menari bugil itu.

Terry Putri kemudian mundur menjauh sambil bergoyang goyang nakal di pantat sampai meliuk liuk memutar menampilkan tarian bugil yang membuat aku sampai meneteskan air liur lagi, lidahku sampai menjilati bibirku, Terry Putri berusaha sekuat mungkin tidak tertawa.

Diremasnya buah dadanya yang montok itu di hadapanku, kedua buah dadanya dirapatkan.

“Hmmm “ dehemku sambil mengocok kontolku perlahan lahan, akibatnya Terry Putri justru terhenti sebentar aku mengocok kontolku, Terry Putri memang paling tidak tahan jika aku mengocok kontolku sendiri, bibirnya sampai tergigit melihat kontolku, namun Terry Putri kemudian maju ke depan, menarik tanganku dengan kuat

“Berdiri .. berdiiiri “ ajak Terry Putri dengan mengoyang nakal.

“Yaaa “ sahut pelan

“Kau tunggu apalagi ? geluti pacarmu ini .. geluti Mbak Terry “ sahut Terry Putri cepat, aku langsung menarik tubuhnya kurengkuh dan kuhujani dengan lumatan ganas, Terry Putri menyambut lumatan ganas itu, kudorong tubuhnya dan aku langsung menindihnya di sofa

“Sayaaaaang aaaaaaaah .. liaarnya kaamuu aaaaaaaaauuh “ erang Terry Putri merasakan lumatanku, tanganku dengan kuat meremas remas buah dadanya, kutindih dengan kuat sambil bermain main menggesek gesek memeknya dengan kontolku, kulumat habis bibirnya, kuremas buah dadanya, Terry Putri sampai menggeliat bak cacing kepanasa di sofa itu, tangannya dengan kuat mencengkeram ke sofa, kedua kakinya melebar menjepit pinggangku

“Masukin kontolmu .. masukin kontolmu .. genjot aku dengan keras ..aaaaaah .. mmmmmmmmhh .. ayo sayang .. masukin donk kontolmuu .. pengin dientotin lagi sama kamuu .. please aaaaaaaaah .. kawinin aku lagi .. kawinin .. please .. sayaaaaaang .. masukin kontolmu cepaaaaaat “ rengek Terry Putri yang disambut dengan tersenyum

“Ndak tahan ya “ godaku

“Aduuh .. kamuu aaaaaaaaaaah “ tepuk Terry Putri di punggungku ketika memelukku erat, aku memegang buah dadanya sebelah kiri dan kuremas remas

“Baik .. sayaaang … pacarku ndak tahan kalo tidak diewe .. siap ya ?” tanyaku yang disambut anggukan Terry Putri dengan tersenyum, nafasnya tersengal sengal habis aku geluti di sofa itu

Kurogoh kontolku dan kuarahkan ke memeknya, tangan Terry Putri pun itu memegang kontolku

“Masukin pelan tapi kuaat yaa .. I love you “ bisik Terry Putri.

Kudekan kontolku sampai membuat Terry Putri merem melek keenakan, kulihat Terry Putri mendongak sambil mencakar pelan ke punggung, kurasakan kontolku seperti dibetot dari dalam, memeknya seolah jadi magnet menarik kontolku lebih dalam, mili demi mili kontolku masuk walau agak seret, namun Terry Putri ikut menaikan selakangannya, sehingga kontolku mau tak mau masuk dengan perlahan sampai kontolku diremas remas dan diurut urut dalam memek basahnya itu, Terry Putri menggeliat tak karuan seiring tusukan kontolku, dadanya membusung ke atas sehingga remasan tanganku semakin kuat, Terry Putri sampai menggapai gapai pegangan di meja, kusodokan dengan kuat membuat Terry Putri menjerit keras

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ jerit Terry Putri ketika kontolku mentok dalam memeknya membentur dinding buntu itu.

0 komentar

Written by catatanpemula17

July 15, 2011 at 10:48 am

Posted in terput

avy

leave a comment »

Macet luar biasa selalu menghantui Jakarta, dari sejak pagi sampai malam Jakarta tidak pernah kenal namanya jalan lenggang, Jakarta tidak diubahnya sebuah kolam penuh dengan mobil. Namun tidak membuat orang kapok melawan macet tersebut. Polisi pada sibuk mengatur jalan di persimpangan, bunyi klakson bersahutan tidak menggubris telinga orang, pokoknya jalan terus. Namun vulome jalan tidak seimbang dengan jumlah mobilnya. Sementara teve teve menyiarkan arus lalu lintas yang pada merapa, parahnya Jalan Gatot Subroto Senayan dan Jalan Sudirman terhenti total, mobil tidak bisa berjalan, ternyata terjadi kecelakaan di daerah Semanggi. Salah satu teve menyiarkan laporan lalu lintas, dari layar kaca itu nongon makhluk luar biasa cantiknya dan berprofesi bukan sebagai presenter televisi namun merupakan seorang polwan bernama Briptu Eka Frestya. Banyak lelaki merasa terkagum kagum mengapa orang secantik Briptu Eka Frestya hanya sebagai seorang polwan kenapa tidak menjadi seorang artis, namun panggilan dharma bakti pada negaranya merupakan sikap yang dijalani oleh Briptu Eka Frestya sendiri. Namun siapa kira kalo Briptu Eka Frestya ternyata memang suka melakukan hubungan seksual, walau belum menikah selebritis polwan itu ternyata doyan kontol juga. Demikian pula dengan Brigadir Avvy Olivia dan Brigadir Astri Rachmadani. Namun cerita ini dimulai dari Brigadir Astri Rachmadani dan Brigadir Avvy Olivia terlebih dahulu. Dramaku ini terjadi, justru aku sendiri melakukan hubungan gelap dengan kedua atasan Briptu Eka Frestya, pertama aku justru melakukan affair dengan Brigadir Avvy Olivia dan kemudian berlanjut berselingkuh dengan Brigadir Astri Rachmadani. Aku sebenarnya lebih mengagumi Brigadir Avvy Olivia, walau sudah beranak satu namun aku suka dengan gaya mainnya diranjang. Brigadir Avvy Olivia dalam bercinta denganku lebih lembut, lebih menyukai gaya halus, namun gaya liar terkadang kami lakukan. Perkenalanku dengan Brigadir Avvy Olivia ketika tidak sengaja aku bertemu ketika dalam sebuah seminar tentang teknologi informasi. Aku sering membantu Brigadir Avvy Olivia dalam masalah informasi, hubungan itu berlanjut terus, aku sering dikontak lewat email, sms dan calling, terkadang kami sering bercanda walau tidak bertemu secara fisik, karena kesibukan masing masing, aku sibuk mengewe artis yang doyan kontolku, sedang Brigadir Avvy Olivia sibuk dengan urusan kepolisian. Namun siapa sangka, aku lama lama bertaut rasa birahi dengan wanita beranak satu itu. Sebuah kasus besar ditimpakan pada Brigadir Avvy Olivia dan kebetulan aku sendiri yang mempunyai banyak informasi karena kasus itu menyangkut temannya sendiri, demi sebuah prestasi Brigadir Avvy Olivia mengejar informasi dariku. “Gimana nih Haaan .. bantu donk .. bantu kepolisian donk .. kamu khan punya informasi itu “ teter Brigadir Avvy Olivia ketika aku memberikan informasi padanya yang hanya secuil. Namun aku sebagai seorang teman tetap saja menutup diri karena kasus teman maka aku berusaha menutupinya. Aku berniat ingin menikmati kemulusan dan keseksian satu polwan ini. Tubuhnya benar benar mengundang air liurku, tak segan segan polwan satu ini berani bertemu denganku walau di tempat tersembunyi sekalipun hanya demi sebuah fakta dan bukti bukti yang bisa menjerat temanku itu. Jadi itu kesempatan bagiku untuk menjebaknya agar mau kawin denganku, bahkan tanpa kondom sekalipun. Kami sering bertemu di tempat terbuka, di mall paling sering ketika kami ngopi bareng berdua, kami sering bercanda, aku suka menatap wajahnya yang cantik. Brigadir Avvy Olivia suka menunduk jika aku memujinya, bahkan aku merasa kagum akan kecantikannya itu. Rasa demi rasa itu terpupuk, Brigadir Avvy Olivia semakin sering mengajakku untuk bertemu ketika ada masalah penting terkait kasus temannku. Brigadir Avvy Olivia mendesakku untuk mendapatkan informasi lebih, aku menolak namun Brigadir Avvy Olivia terus berusaha menekanku “Ayo dong .. pleasee .. aku tahu kamu tidak ada hubungannya, kamu khan hacker jadi mudah dong mendapatkan informasi itu .. “ desak Brigadir Avvy Olivia dengan nada yang sedikit menaikan tempo menekanku, polwan cantik yang bertemu denganku dicafé Sarinah ini menggunakan baju biasa, menambah cantiknya, aku semakin kedanan engannya. “Tidak mudah Bu .. aku juga merasa tidak enak jadi pengkhianat temanku . lagian aku tidak ada hubungannya dengan kasus yang Bu Avvy tangani .. aku tidak bekerja dalam tekanan otoritas .. “ sahutku dengan menghembuskan asap rokokku. Wanita ini memang jago merayu dalam urusan mencari bukti bukti kejahatan, namun aku juga tak mau kalah, akan kuberikan semua informasi temanku tapi aku minta bayaran ranjang. Aku ingin menggeluti satu polwan ini, aku ingin kawin dengannya. “Hmmm .. begitu .. ada imbalan setimpal yang akan aku berikan .. “ sahut Brigadir Avvy Olivia agar aku lebih terbuka lagi Aku menganggap imbalan setimpal itu adalah kesediaan untuk bercinta, namun aku tidak menanggapi, pastilah bukan itu. “Apa saja kemudahan akan aku berikan padamu .. jika kamu mau membantuku .. aku tahu kamu sering membantuku dalam kasus kasus yang aku tangani .. tapi sekali lagi .. aku minta bantuanmu .. sebagai informan polisi, aku respek padamu .. tapi tolong .. aku sedang buntu .. butuh bukti yang lebih akurat .. aku jamin kamu aman tidak akan kami bocorkan .. percayalah “ Brigadir Avvy Olivia menyakinkan aku, bahkan aku pun sampai dibawakan rokok kesukaanku. “Aku belum memutuskan sekarang, Avvy .. “ balasku tanpa menyebutnya dengan “bu” karena ditempat umum nanti dikira aku sedang beraffair dengan istri orang lain. “Baiklah .. aku tunggu .. aku yakin kamu bisa mengambil rekaman CCTV itu .. itu sangat penting, pihak perusahaan itu seperti menutupi kasus pembunuhan itu .. rekaman CCTV itulah yang paling urgen .. kamu khan konsultan IT perusahaan temanmu itu .. “ “Kalo aku tidak membantu apakah akan kena pasal ditahan .. aku mau ditahan kalo tidak membantu, asal dirimu yang memborgolku, aku merasa bangga bisa ditangkap polwan cantik “ candaku yang dibalas dengan lemparan bungkus rokok. “Sialan kau Haan .. “ balas Brigadir Avvy Olivia dengan tergelak. “Kamu cantik, Avvy .. aku bisa semalam ndak tidur memikirkan dirimu “ rayuku “Ini urusan pekerjaan .. jangan dicampur urusan pribadi “ serobot Brigadir Avvy Olivia dengan cepat. Memang aku mempunyai rekaman cctv itu karena server perusahaan itu aku masih punya hak akses walau hak akses itu aku buat sendiri ketika masih menanganinya, sekarang posisiku hanya sebagai supporting saja. Jadi hak akses ke server itu merupakan hak akses tidak resmi. Namun aku sudah melihat semua rekaman CCTV itu, terlihat temanku menghabisi seseorang dibantu dengan bawahannya itu. Belum lagi seorang satpam ada yang kena sogok ketika membawa mayat itu ke mobil box. Mereka menyadari bahwa CCTV yang menyorot mereka sudah dimatikan, namun mereka tidak menyadari bahwa di belakang CCTV itu masih ada kamera tersembunyi berbeda kabel, dan resolusinya lebih tajam. Video itu sebenarnya sudah ada dalam laptopku namun aku sengaja tidak membukanya. “Giman Han .. ?” tanya Brigadir Avvy Olivia ketika aku hening sejenak. “Besok saja aku kabari, perlu waktu mengambil di server “ sahutku “Hack sajalah .. kamu khan pakarnya “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan cepat “Ada etikanya Boss .. hacking tetap ada peraturan nya, ndak langsung main terobos, apalagi meninggalkan jejak .. bisa ketahuan bego “ sahut dengan nada agak kesal karena polwan satu ini seperti sudah kehabisan akal. “Oke oke .. trim kalo mau membantuku .. aku butuh bantuanmu .. “ sahut Brigadir Avvy Olivia hendak mohon diri. Aku pun tersenyum padanya, ketika polwan ini meninggalkan aku, aku terkesima dengan bentuk pantatnya itu, membuat kontolku ngaceng tak karuan “Akan kugali memekmu dengan kontolku, Avvy .. lihat saja besok, kau akan mengerang erang dalam tindihanku dan kau akan merengek rengek minta kawin “ yakinku dalam hati. Rambutnya yang pendek itu membuat nafsuku naik, aku menjadi tidak tahan. Sore hari aku sengaja keluar kota untuk melaksanakan niatku. Niatku ingin memperdaya polwan satu itu, aku yakin wanita itu akan mau kuajak kawin, selepas aku bubaran kantor, aku langsung menuju villa di pinggiran Tol Jakarta Merak. Sengaja aku mengundang Brigadir Avvy Olivia tidak memakai seragam dinas aku mengatakan terpaksa bertemu di itu karena masih dalam rangka audit kantor cabang. Sontak Brigadir Avvy Olivia pun sumringah menanggapi “Yang betul .. awas kalo kamu bohong .. ada ya bukti video temanmu itu “ “Ada .. kujamin .. juga file file bukti yang mengarah ke kasus itu .. tapi .. “ “What ?” tanya Brigadir Avvy Olivia “Datang sendiri .. sekali bawa orang, bawa mata mata aku tidak mau .. “ “Baik .. setuju .. aku juga tidak bawa senjata, kamu sendiri yang bawa senjata.. hihihihiihi “ ledek Brigadir Avvy Olivia dengan tergelak, awalnya aku tidak paham, namun istilah senjata itu justru menembak ke kontolku sendiri, Aku baru sadar ketika menutup telepon. “Ngeres juga satu polwan ini.. pasti doyan kontol .. biasanya mainin pistol .. coba mainin kontolku, Avvy sayaaang “racauku tidak tahan akan kemulusan tubuhnya. Lebih dua jam aku menunggu polwan cantik ini dengan deg degan, aku harus mendapatkan satu polwan ini. Masak artis artis bisa aku geluti dan perdaya, mosok satu polwan yang ngebet minta tolong masak tidak mau diajak kawin. Kedatangan Brigadir Avvy Olivia sore itu membuatku gugup, luar biasa cantiknya dengan pakaian dinas namun bukan seragam kepolisian, tapi seragam piket normal. Aku menerimanya di dalam ruangan tengah yang ada sofanya, di meja terhampar banyak makanan dan aku sengaja membawa lcd proyektor. “Trim Han . kalo mau bantu .. entah dengan apa aku harus membalas kebaikanmu “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan menerima sekaleng coca cola dingin sambil duduk, pakaian itu menggunakan rok pendek sehingga kelihatan pahanya yang mulus membuat kontolku semakin ngaceng tak karuan. LCD sudah menyala sejak aku memasangnya, jadi aku langsung saja menyalakan rekaman cctv yang tersembunyi. Brigadir Avvy Olivia sampai terkesima melihat adegan pembunuhan itu, matanya memandang ke layar lcd namun aku justru memandang kecantikannya yang membuatku tidak tahan, apalagi kami duduk berdampingan agak merapat. Brigadir Avvy Olivia hanya diam mendengar paparanku soal data data perusahaan itu, kuterangkan dengan senyum sambil sesekali memuji kecantikannya itu. Brigadir Avvy Olivia sampai tergelak dan memukul mukul punggungku. “Sudah kamu bakar dalam keping dvd semua itu, Han ?” tanya Brigadir Avvy Olivia “Belum, sayaang “ sahutku dengan kata sayang membuat Brigadir Avvy Olivia sampai terkejut. “Ih .. kamu .. “ balas Brigadir Avvy Olivia dengan nada terkejut “Sudah lama aku mengagumi dirimu, Avvy … “ sahutku dengan memandangnya lekat, avvy sampai terkejut dan hendak mundur, namun aku sudah mencekal tangannya “Apa apaan ini Han ? lepaskan .. lepaskan .. “ Brigadir Avvy Olivia mencoba berontak “Otakmu kotor .. kamu melawan petugas ..,. bisa berat hukumanmu “ hardik Brigadir Avvy Olivia dengan nada tegas. Namun aku sudah tidak mau diajak kompromi. “Informasi itu tidak gratis, Avvy .. kamu cantik, seksi .. “ ujarku dengan mencium pipinya, sontak Brigadir Avvy Olivia kaget dan berusaha melepaskan pegangan tanganku, polwan ini terlatih namun aku juga sudah memikirkan semua itu. “Aku sekali aku menekan enter akan lenyap semua data itu, Avvy .. mau ?” kataku dengan melepaskan pegangan tangannya. “Apa maumu brengsek “ maki Brigadir Avvy Olivia “Aku ingin bercinta denganmu, Avvy .. sayaang “ “Baaaaaaaaaah … aku bukan wanita murahaaaaaan “ semprot Brigadir Avvy Olivia dengan nada tersinggung dan kemudian berdiri dengan berkack pinggang. “Enskripsi 128 bit .. sekali tekan enter …. Lenyaaaaaaaaaap “ kataku, Brigadir Avvy Olivia sampai kembali duduk terpaku, bibirnya bergetar. “Aku sudah menikah, Han .. aku tidak mau selingkuh “ tolak Brigadir Avvy Olivia dengan nada keberatan, namun aku sendiri mengelus elus kontolku membuat Brigadir Avvy Olivia tidak berani menatapku. “Ayolah, Avvy sayaaang .. demi sebuah informasi .. ini kasus besar .. kau bisa naik pangkat .. kasus itu akan membuatmu gagal .. “ rayuku dengan sejuta akal. “Han .. tolong .. aku bekerja tidak demi untuk seks, itu di luar sistem “ tolak Brigadir Avvy Olivia lagi. Aku kemudian serta merta memeluknya sontak Brigadir Avvy Olivia menjadi berontak “Jangan sentuh aku, Haaan ..bangsat kau “ maki Brigadir Avvy Olivia, namun akusudah terlanjur memeluknya, kupagut bibirnya namun Brigadir Avvy Olivia menolak dengan menahan kepalaku bahkan hendak mencakarku. “Tolong .. tolong .. jangan perkosa aaaku .. tolong Haaan .. tolong “ iba Brigadir Avvy Olivia “Berteriaklah .. tak akan kedengaran dari luaaaaaaar “ ujarku dengan cuek. Tanganku merogoh masuk ke dalam selakangannya membuat Brigadir Avvy Olivia menjadi melotot. Berusaha menghindar namun tetap tidak bisa karena dalam tindihanku Aku sudah merasa di atas angin, aku tidak mau memaksa lebih jauh, aku lebih suka kesedian Brigadir Avvy Olivia bercinta denganku “kemaren kau ngomong padaku : Apa saja kemudahan akan aku berikan padamu, sekarang aku minta kemudahan padamu … marilah bercinta denganku, Avvy sayaaang “ rayuku dengan duduk di sampingnya sambil melingkarkan tanganku mengelus elus paha sebelah kanannya itu, Brigadir Avvy Olivia sampai merinding ketakutan. “Bu .. buu .. bukaaan kaaan ituu “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan suara terbata bata. Aku perlahan merangsangnya, namun Brigadir Avvy Olivia menahan tanganku namun aku sudah lebih dahulu menaikan rok pendek itu, kemulusan pahanya yang hampir sampai pangkal pantatnya itu sudah terbuka lebar, sedang tangan kiriku semakin nakal membuka kancing pakaian depannya, namun Brigadir Avvy Olivia menahan tanganku “Ini dosa Haaan .. please .. jangan lakukan .. tolong dong aaaaah … “ tolak Brigadir Avvy Olivia dengan menahan tanganku “Aku yakin kau tidak sungguh sungguh menolak khan, Avvy sayaaang .. “ bisikku dengan mesra membuat Brigadir Avvy Olivia kini menjadi diam, aku berubah dengan nada lembut tidak sekasar tadi. Brigadir Avvy Olivia menggigit bibirnya namun tidak berani menatapku dan hanya menunduk, tangannya dikatupkan agar aku tidak bisa membuka belahan dadanya itu, walau buah dadanya tidak besar, namun keseksian tubuhnya tidak bisa memungkiri kemolekan satu polwan ini. “Marilah, Avvy sayaaang … “ ucapku sambil memagut bibirnya, Brigadir Avvy Olivia menolak pagutanku, tangannya mencekal kepalaku. “Jangaaaan .. tolong .. jaaaangaaaaan .. “ tolak Brigadir Avvy Olivia lagi, namun kesempatan itu kugunakan untuk membuka belahan dadanya “Breeeeeeeeet “ “Haaaaaaaaaan “ bentak Brigadir Avvy Olivia lagi, namun belahan dadaku terbuka. Bra terlihat dengan jelas, membuatku semakin terangsang, aku terus melancarkan rayuan mautku, aku terus mengelus elus pahanya dan sampai masuk selakangannya yang mulai membasah. “Ayolah, sayaaaang .. Avvy sayaaaang … “ rayuku lagi dengan mencium pipinya itu sambil melepaskan elusan tanganku, kupegang kepalanya namun Brigadir Avvy Olivia menunduk. Kemudian aku langsung menyelinapkan tangan kananku ke belakang punggungnya. Kemudian tangan kiri menyelinap di bawah pahanya dan langsung kuangkat, sontak Brigadir Avvy Olivia menjadi terkejut “Kita ke kamar, sayaaang “ ajakku “Jangan Haan .. jangan aaaah .. jangan lakukan perbuatan hina ini .. aku tidak sanggup Haaan .. tolong deh Haan .. lepaskan aku .. biarkan aku pergi “ tollak Brigadir Avvy Olivia lagi, namun aku yakin wanita ini tidak menolak, terbukti tidak berontak lagi, kubisikan kata kata vulgar “Kontolku gedhe, Avvy sayaang .. kau akan puas “ Brigadir Avvy Olivia sampai melotot “Ampuuun Haaan .. jangaaan aaaaaaah .. aku tidak maaau .. tolong please .. “ rengek Brigadir Avvy Olivia lagi dengan nada memelas namun tubuhnya tidak berontak, malah terkesan gemulai setengah manja. Aku kemudian membopongnya menuju ke kamar yang terbuka itu, kali ini Brigadir Avvy Olivia mencoba menggeliat namun sudah terlambat, namun kakinya menahan ke dinding dekat pintu “Tolong please .. aku sudah bersuami .. tolong ya Haaan “ “Kau boleh pergi dari sini tanpa semua video dan data data, Avvy sayaaang “ sahutku dengan nada lembut. Brigadir Avvy Olivia sampai menggeleng pelan Kuserongkan tubuhnya sehingga aku bisa memasukan tubuhnya lewat pintu, kemudian aku menutup pintu itu dengan kakiku, kulemparkan polwan itu ke ranjang, Brigadir Avvy Olivia sepertinya pasrah dengan menutup mukanya, kesempatan itu kugunakan untuk membuka pakaianku dengan telanjang secepatnya, kutarik tangan Brigadir Avvy Oliviayang tertutup dan kududukan, ketika tangannya terbuka itu, Brigadir Avvy Olivia menjerit kaget, Brigadir Avvy Olivia langsung ke tengah ranjang dan tidak berani menatap ke selakanganku yang ngaceng besar itu. Mata Brigadir Avvy Olivia dipejamkan erat erat. Aku kini gantian yang membuka pakian Brigadir Avvy Olivia, kali ini Brigadir Avvy Olivia tidak berontak lagi, namun tetap berusaha menahan tanganku “Ayolah sayaaang .. demi tugas .. demi prestasimu, Avvy sayaaaaaaang “rayuku, perlahan pakaian itu aku tanggalkan. Mata Brigadir Avvy Olivia terbuka dan perlahan lahan menunduk menatap ke kontolku itu, perlahan lahan aku melepaskan pakaian polwan cantik ini, mata Brigadir Avvy Olivia kini tidak berkedip memandang ke kontolku yang ngaceng besar itu. Kulepaskan pakaian itu dan kulihat buah dadanya tidak besar namun benar benar nikmat dipandang dan diremas, namun aku tidak buru buru meremas buah dadanya, itulah yang membuat Brigadir Avvy Olivia menjadi berpikir, biasanya lelaki akan buru buru meremas buah dadanya, namun aku tidak. “Han .. tolong ya Han .. kupinta kamu jangan lakukan perbuatan maksiat ini “ tahan Brigadir Avvy Olivia ketika aku hendak melepaskan branya itu. “Kau yakin, Avvy .. tidak ingin bukti bukti semua itu “ balasku dengan tetap melepaskan bra milik polwan nan cantik beranak satu ini. Kulepaskan bra itu, dan tersembulah buah dada polwan ini benar benar indah, mulus walau tidak besar, Brigadir Avvy Olivia langsung menutup dadanya karena malu, namun matanya melirik ke kontolku yang ngaceng itu. Kutarik tangannya namun Brigadir Avvy Olivia menahan namun aku tetap menariknya, Brigadir Avvy Olivia mengalah sehingga aku bisa melepaskan bra itu, kubuang bra itu ke lantai, Brigadir Avvy Olivia kembali menutup dadanya. Kuelus punggungnya kemudian aku ke pinggangnya, kutarik resluting rok di belakang tubuhnya itu, sekali lagi Brigadir Avvy Olivia menolak “Tolong Haaan “ iba Brigadir Avvy Olivia dengan memandangku dengan mata sayu, namun tetap tidak menolak ketika aku menurukan roknya itu “Angkat bokongmu, sayaaang “ perintahku, Brigadir Avvy Olivia pun mengangkat pantatnya, sehingga aku kini bisa melihat kemulusan bagian rahasianya, celana dalamnya sudah basah. “Ih .. kamu sudah basah ya, Avvy sayaaang .. “ ledekku yang hanya dijawab dengan menggigit bibirnya itu. Rok pendek itu pun meluncur lewat kakinya aku kemudian langsung menarik celana dalamnya, namun tangan Brigadir Avvy Olivia menahan lagi “Please .. kau akan puas, polwan cantikku sayaaaang “ rayuku, perlahan tangan Brigadir Avvy Olivia melepaskan kutarik perlahan tangan Brigadir Avvy Olivia hendak menutup selakangannya, kulihat jembutnya tipis nan rapi. Kutarik celana dalam itu keluar, kubuang celana dalamnya itu, kini kami berdua sudah telanjang bulat. Aku langsung memeluk dan mengajaknya saling memagut, awalnya Brigadir Avvy Olivia menolak pagutanku, namun aku terus mendorongnya, ku elus elus pahanya yang mulus itu, Brigadir Avvy Olivia kudorong dan rebahan, kupagut pelan pelan, tidak ada tanggapan, namun akibat elusanku itu perlahan gairah seksnya naik “Mmmmmmmmmmhh .. Haaan .. jangan Haaan .. eeeeeeeeeeh .. mmmhhh .. aaaaaaaarggg “ racau Brigadir Avvy Olivia tak karuan. Aku merangsangnya di bagian paha dan selakangannya yang basah itu, perlahan pagutan itu pun terjawab, sekali Brigadir Avvy Olivia melayani pagutanku namun kemudian berhenti, kutarik bibirku “Marilah sayaang .. polwanku sayaaaang .. apapun kau minta bukti kejahatan seseorang akan kubantu “ janjiku. “Kau mau bukti kasusmu yang mandeg itu sebulan yang lalu .. aku punya “ “Yang benar aaah ?” tanya Brigadir Avvy Olivia dengan terkejut “Ayolah, Avvy sayaaaang .. jangan biarkan kontolku menganggur .. “ sahutku dengan mesra nan jorok “Ih .. kamu jorok aaaah “ sungut Brigadir Avvy Olivia dengan menahan kepalaku namun aku kemudian melumat, kali ini Brigadir Avvy Olivia menjawab lumatanku, kuelus elus pahanya kemudian naik ke pinggang dan kuremas buah dadanya “Ooh Haaan aaaaaaaaaah .. auuuh .. Haaan .. please aaaaaaaah … ssssssssssssssssshhh ssssssshh hhhh .. mmmmmmmmmmhhhh “ Brigadir Avvy Olivia mendesis setelah menahan kepalaku “Punyamu gedhe Haaan “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan nafas ngos ngosan “Kontolkulah yang akan memuaskan dirimu, Avvy sayaaaaang “ rayuku “Tak kusangka Haan .. kau sangat lancang ingin meniduri diriku .. “ sahut Brigadir Avvy Olivia “Tapi tolong .. jangan kasari aku ya Haan .. aku sebenarnya kagum padamu … namun aku tidak menyangka.. ternyata kamu doyan seks juga .. aku anggap kamu orang alim .. tapi nyatanya sangat doyan cewek “ ledek Brigadir Avvy Olivia dengan tidak tersenyum. “Maukah Avvy bermalam denganku di sini ?” tanyaku Brigadir Avvy Olivia diam sejenak “Asal kita lakukan dengan rasa suka sama suka .. aku tidak suka dengan cara kasar dalam bercinta .. puaskan aku Haaan .. aku sudah pasraaah .. tapi berjanjilah selalu membantuku ..” pinta Brigadir Avvy Olivia yang kini mulai tersenyum “Apapun akan kubantu .. “ kataku dengan bangun dan menarik tangannya, Brigadir Avvy Olivia pun duduk. “Trim Haaan “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan tersenyum. Habis berkata demikian Brigadir Avvy Olivia langsung menghujani bibirku dengan lumatan lumatan, aku tanggapi lumatan Brigadir Avvy Olivia itu, tangan Brigadir Avvy Olivia kini agresif memegang kontolku, lumatan demi lumatan, hisapan demi hisapan kami lakukan, Brigadir Avvy Olivia memegang kontolku, dipegangnya dengan naik turun dielusnya. Kami semakin tenggelam dalam lautan birahi itu, polwan cantik itu sudah menjadi milikku, siap mengerang erang aku kawini.

café Sarinah ini menggunakan baju biasa, menambah cantiknya, aku semakin kedanan engannya. “Tidak mudah Bu .. aku juga merasa tidak enak jadi pengkhianat temanku . lagian aku tidak ada hubungannya dengan kasus yang Bu Avvy tangani .. aku tidak bekerja dalam tekanan otoritas .. “ sahutku dengan menghembuskan asap rokokku. Wanita ini memang jago merayu dalam urusan mencari bukti bukti kejahatan, namun aku juga tak mau kalah, akan kuberikan semua informasi temanku tapi aku minta bayaran ranjang. Aku ingin menggeluti satu polwan ini, aku ingin kawin dengannya. “Hmmm .. begitu .. ada imbalan setimpal yang akan aku berikan .. “ sahut Brigadir Avvy Olivia agar aku lebih terbuka lagi Aku menganggap imbalan setimpal itu adalah kesediaan untuk bercinta, namun aku tidak menanggapi, pastilah bukan itu. “Apa saja kemudahan akan aku berikan padamu .. jika kamu mau membantuku .. aku tahu kamu sering membantuku dalam kasus kasus yang aku tangani .. tapi sekali lagi .. aku minta bantuanmu .. sebagai informan polisi, aku respek padamu .. tapi tolong .. aku sedang buntu .. butuh bukti yang lebih akurat .. aku jamin kamu aman tidak akan kami bocorkan .. percayalah “ Brigadir Avvy Olivia menyakinkan aku, bahkan aku pun sampai dibawakan rokok kesukaanku. “Aku belum memutuskan sekarang, Avvy .. “ balasku tanpa menyebutnya dengan “bu” karena ditempat umum nanti dikira aku sedang beraffair dengan istri orang lain. “Baiklah .. aku tunggu .. aku yakin kamu bisa mengambil rekaman CCTV itu .. itu sangat penting, pihak perusahaan itu seperti menutupi kasus pembunuhan itu .. rekaman CCTV itulah yang paling urgen .. kamu khan konsultan IT perusahaan temanmu itu .. “ “Kalo aku tidak membantu apakah akan kena pasal ditahan .. aku mau ditahan kalo tidak membantu, asal dirimu yang memborgolku, aku merasa bangga bisa ditangkap polwan cantik “ candaku yang dibalas dengan lemparan bungkus rokok. “Sialan kau Haan .. “ balas Brigadir Avvy Olivia dengan tergelak. “Kamu cantik, Avvy .. aku bisa semalam ndak tidur memikirkan dirimu “ rayuku “Ini urusan pekerjaan .. jangan dicampur urusan pribadi “ serobot Brigadir Avvy Olivia dengan cepat. Memang aku mempunyai rekaman cctv itu karena server perusahaan itu aku masih punya hak akses walau hak akses itu aku buat sendiri ketika masih menanganinya, sekarang posisiku hanya sebagai supporting saja. Jadi hak akses ke server itu merupakan hak akses tidak resmi. Namun aku sudah melihat semua rekaman CCTV itu, terlihat temanku menghabisi seseorang dibantu dengan bawahannya itu. Belum lagi seorang satpam ada yang kena sogok ketika membawa mayat itu ke mobil box. Mereka menyadari bahwa CCTV yang menyorot mereka sudah dimatikan, namun mereka tidak menyadari bahwa di belakang CCTV itu masih ada kamera tersembunyi berbeda kabel, dan resolusinya lebih tajam. Video itu sebenarnya sudah ada dalam laptopku namun aku sengaja tidak membukanya. “Giman Han .. ?” tanya Brigadir Avvy Olivia ketika aku hening sejenak. “Besok saja aku kabari, perlu waktu mengambil di server “ sahutku “Hack sajalah .. kamu khan pakarnya “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan cepat “Ada etikanya Boss .. hacking tetap ada peraturan nya, ndak langsung main terobos, apalagi meninggalkan jejak .. bisa ketahuan bego “ sahut dengan nada agak kesal karena polwan satu ini seperti sudah kehabisan akal. “Oke oke .. trim kalo mau membantuku .. aku butuh bantuanmu .. “ sahut Brigadir Avvy Olivia hendak mohon diri. Aku pun tersenyum padanya, ketika polwan ini meninggalkan aku, aku terkesima dengan bentuk pantatnya itu, membuat kontolku ngaceng tak karuan “Akan kugali memekmu dengan kontolku, Avvy .. lihat saja besok, kau akan mengerang erang dalam tindihanku dan kau akan merengek rengek minta kawin “ yakinku dalam hati. Rambutnya yang pendek itu membuat nafsuku naik, aku menjadi tidak tahan. Sore hari aku sengaja keluar kota untuk melaksanakan niatku. Niatku ingin memperdaya polwan satu itu, aku yakin wanita itu akan mau kuajak kawin, selepas aku bubaran kantor, aku langsung menuju villa di pinggiran Tol Jakarta Merak. Sengaja aku mengundang Brigadir Avvy Olivia tidak memakai seragam dinas aku mengatakan terpaksa bertemu di

Written by catatanpemula17

July 15, 2011 at 10:48 am

Posted in avvy

222

leave a comment »

erlahan lahan aku menggeliat sambil menggerakan tanganku meremas buah dada Terry Putri yang ranum nan sekal itu, kurasakan kelembutan kulit buah dadanya itu, Terry Putri ikut menggeliat dengan membuka matanya perlahan lahan, tangannya kemudian memegang punggung telapak tanganku. Luar biasa nikmatnya bersetubuh dengan artis presenter yang sangat haus kontol ini. Tubuhnya penuh dengan keringat, kontolku terjepit dalam kehangatan memeknya yang basah itu, deru nafas kami saling bersahutan, kaki kanan Terry Putri masih menopang di pundakku, kedua kakiku masih menjejak lantai, sedang bagian atas tubuhku menindih tubuh seksi Terry Putri. Kurasakan kontolku benar benar hangat dalam belaian otot otot memek Terry Putri yang tersumpal kontolku itu. Ingin kukucurkan isi kontolku dalam rahim betina nakal ini. Aku benar benar tidak tahan membayangkan lekuk lekuk tubuh seksinya setelah sore tadi aku menggenjot memek Terry Putri di parkiran basement Mangga Dua, lalu kami lanjutkan di rumah Terry Putri ketika suaminya tidak ada, kini kubersamaanku bersama Terry Putri untuk mengarungi indahnya birahi bersama sama sampai pagi. Kutarik tubuhku kemudian aku berdiri dan menarik kontolku, kurasakan gesekan yang sangat nikmat ketika kontolku hendak lepas memek hangat milik Terry Putri.

“Saaaay ..aaaaaaaaaaaah ..hhhmmm … sud daaaaah .. aaaaaaaah .. pelaaaan ..jangan keras keraas nariknya .. aduuh .. sayaaang .. kalo lepas ndak enak .. masukin lagi donk “ rengek Terry Putri merasakan kontolku lepas dari memeknya. Namun kontolku keburu lepas sehingga Terry Putri langsung bangun dan cepat cepat menarik kontolku yang basah itu untuk dimasukan kembali dalam sarangnya itu.

“Duuuh .. kenapa mau masukin lagi ?” tanyaku dengan heran

“Pleasee .. masukin lagi donk .. enak di dalam kok .. rasanya … rasanya selangit, sayang .. ayolah sayang .. masukin lagi kontol besarmu itu “ goda Terry Putri dengan suara mendesah basah membuatku sampai menatap ke memeknya yang merah karena aku genjotin itu.

“Emut aja deh … khan pengin Mbak Terry mulutnya tersumpal kontolku “ ajakku yang disambut dengan gelengan kepala Terry Putri.

Aku langsung menarik celanaku yang di lantai untuk memancing Terry Putri

“Ya aaaaaampuun … jangan deeh ….jangan tutup kontolmu dengan celana aaaah .. kita sampai pagi tanpa pakaian, sayaaaaaaang .. please aaaah .. oh my baby .. ayolah sayaaang .. sini aku emut kontolmu .. “ ajak Terry Putri dengan menarik tanganku tanpa beranjak dari duduknya itu, aku pun maju Terry Putri kemudian memegang kontolku

“Hmmmm ..kontolmu benar benar hangat, sayaaang .. Mbak Terry suka sama kontolmu .. naik ke meja donk .. nanti Mbak Terry kasih layanan mengulum kontolmu … hihihihihihhihi “ goda Terry Putri dengan menarikku agar naik ke meja, aku pun naik ke atas meja panjang nan lebar itu, aku kemudian tiduran di meja, kontolku ngaceng mengarah ke muka Terry Putri yang terlihat sangat kehausan birahi itu.

Terry Putri tersenyum memandang ke kontolku itu, perlahan lahan kepalanya mendekat ke kepala kontolku kemudian menciumi kontolku.

“Mmmmmmmmmmhhh .. mmhhh …. Rasanya .. nikmaaat ..kontolmu aaaah .. ngaaceeeeng .. aku sukaaa … trims sayang .. kalo kamu malam ini mau ngeloni Mbak Terry .. sudah kusiapkan ranjang kita untuk ronde selanjutnya .. genjotin aku di sana nanti … “ ujar Terry Putri dengan menciumi kontolku itu dengan gemas dan nakal.

Kepalanya kemudian miring ke kiri dan menjilati kontolku dengan rakus bak es krim, lidahnya menjulur julur, aku merasakan kontolku terasa geli merasakan sentuhan lidahnya itu, kurasakan berulang ulang lidah itu menjilati dari bawah ke atas bak es krim

“Ooh Mbaaak .. aaaaaaaah .. kau nakaal Mbaak .. Mbak Terry .. nakal sekali .. uuh .. doyan banget sama kontol ya Mbaaak .. teruus Mbaaaaaaak .. uuuh .. Mbaaak .. jilatannya jangan cuma naik turun .. kalo bisa jilat memutaaar “ lenguhku merasakan jilatan lidah Terry Putri itu, Terry Putri kemudian menjilati kontolku memutar ke setengah batangku, kemudian memutar lagi sebaliknya.

“Iyaaa aaaaaaaah .. Mbaaaak .. oooh .. lidaahmu nakaaal .. presenter mesumku sayaaaang .. teruus mmmmmmmmmmmhhhhh … “ desisku merasakan lidah Terry Putri dengan gemas menjilati batang kontolku itu dengan memutar ke kanan dan ke kiri, rambutnya yang panjang itu sampai tergerai menutupi wajahnya, namun kemudian disekanya dengan tangan kiri.

Terry Putri kemudian menatap kontolku, sambil menatap itu lidahnya menjulur menjilati bibir, kemudian tersenyum padaku, tanpa ampun Terry Putri kemudian membuka mulutnya, bagian kepala kontolku dimasukan perlahan lahan, kemudian mulutnya membuka lebar dan menurunkan kepalanya, aku sampai berdegup kencang, tanganku langsung memegang kepalanya menekan sehingga Terry Putri menjadi kelimpungan, tangannya kuat menahan tanganku yang menekan

“Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmhhhhhh “ terdengar suara eraman dari mulutnya yang tersumpal kontolku itu, Terry Putri ingin berontak sampai mencubit lenganku kuat sekali, namun aku bertahan sekuatku sampai tangan kanan Terry Putri memukul mukul meja, kulepas tekanan sehingga Terry Putri langsung mengeluarkan kontolku, kurasakan gesekan itu sakit sekali di batang kontolku yang tergesek giginya

“Sssssssssssshhh ssssssshhh … hhhh .. siaaaal aaaaah .. nggak bisa bernafas tadi .. kamu nakaaal aaaaaaaah .. jangan gitu lagi .. aaaah .. biarkan Mbak Terry nikmati emut kontolmu, sayaaang .. “ ucap Terry Putri dengan mengelap bibirnya yang penuh dengan air liur

“Mbak Terry tadi makin seksi kalo mulut kesumpal kontolku .. “ rajukku dengan memandang ke buah dada Terry Putri yang menggelantung indah itu, Terry Putri kemudian meremas buah dadanya sendiri

“Mbak Terry pengin dispermain, sayaaang … ampun sayaaang .. buatin anak yaa .. hamili aku ya .. please” rengek Terry Putri dengan memandangku tak tahan lagi

“Rasa sayang mbak Terry padaku hanyalah sementara, nanti juga akan luntur ndak ndak mau kuajak begini lagi “ ucapku yang dijawab dengan sikap terheran heran Terry Putri

“Please .. Mbak Terry sumpah .. akan selalu menurut padamu .. kita buktikan, sayaaang .. sekarang hamili aku segera .. please .. bikin Mbak Terry bunting mengandung anak kita … tuh kontolmu ngaceng tak karuan ingin masuk lagi, yaa “ ucap Terry Putri dengan membuka mulutnya kemudian memasukan kontolku lagi dengan perlahan sambil memegang tanganku agar tidak memegangi kepalanya, kurasakan gesekan giginya kembali, dengan rakus Terry Putri langsung naik turun mengoral kontolku

“Ooh Mbaaaak .. mmmmmmmhhh .. aduuh Mbaaaaak .. aaaaaaaaauh .. aaah .. uuh .. nakaaaal .. haus kontol ..kauu .. ooh .. sayaaang . teruus . rasanyaa Mbaaak .. disepong donk aaaaaaaaaah “ erangku sambil menggeleng geleng merasakan kepala Terry Putri naik turun, tangannya kemudian memegangi kontolku dengan kuat.

Kami berdua di atas meja penuh dengan semangat birahi mengarungi adegan kawin itu dengan panas, tubuh kami penuh dengan keringat, kurasakan Terry Putri dengan kuat menyepong kontolku berkali kali, sangat rakus sekali Terry Putri bermain main dengan kontolku itu.

“Creeeeeeeeeeeeeeeeep “ terdengar suara kerasan sepongan di kontolku itu, kontolku penuh dengan air liur Terry Putri. Terry Putri kemudian menarik kepalanya dan menyampirkan rambut panjangnya itu

“Mbak Terry nunging di meja yaaa .. sini di sampingku “ ajakku dengan menarik tangan Terry Putri, aku kemudian bangun dan duduk, memutar tubuhku, Terry Putri kemudian berada di tengah, dengan cepat Terry Putri langsung menungging, kedua tangannya bertumpu dengan lengannya ditekuk ke meja. Aku kemudian melebarkan paha Terry Putri yang masih agak merapat

“Lebarin paha Mbak Terry .. plooooooooook “ ucapku sambil menepuk pantat Terry Putri dan meremasnya gemas

“Aaaaaaaaaaaauh .. huuuuh .. nakaaal . ooh sayaaang .. ngeremes bokong Mbak Terry jangan keras itu aaaaaaaaaah “ sungut Terry Putri dengan menahan tanganku

“Kau nakal nyepong kontolku semaumu .. aku juga bebas ngeremes bokongmu .. daaaaaaan ini .. rasakan remasanku “ ucapku sambil merogoh ke depan dan meremas kuat kuat buah dadanya, Terry Putri sampai menggeliat tak karuan

“Oooooooh .. saaaay .. jangaaaaaan ..aaaaaaaaaaaaaauh . pleaseee .. aaaaah ..mmmmmmmmhh … sayaaaang .. suuuudaaaaah aaaaaaaaaaaaah .. mmmmmmmmhh .. ooh .. sayaaang .. “ rintih Terry Putri merasakan tanganku nakal meremas kuat kuat kedua bukit kembarnya yang menggelantung sangat indahnya, buah dadanya benar benar kenyal dan montok. Terry Putri sampai terpejam erat merasakan remasan tanganku itu, buah dadanya aku remasi semau mauku

“Aaaaaaaampuun aaaaaaampuun .. sayaaang .. aaampuun .. suuuudaaaaaaaaaaah .. sudaaaaaah .. ooh noo … tidaaaaaaaaaaaaak “ teriak Terry Putri merasakan aku semakin agresif bermain main dengan buah dadanya itu. Kupelan pelan remasanku membuat Terry Putri membuka matanya

“Sayaang .. aaaaah .. kamu kok kasaar sih .. ?” sungut Terry Putri.

“Plooooooooooooooooooooook “ kembali aku menepok pantatnya

“Mau protes ? aku pergi “ ancamku lagi. Terry Putri langsung luruh.

“Sudaah .. nungging yang lebaaar . aku pengin masukin kontolku ..aku pengin muncrat nih .. nggak tahan lihat kemolekan tubuhmu ini .. uuuh .. luar biasa seksi dan montoknya dirimu Mbak Terry .. siap ya Mbaaak .. kontolku mau masuk sarang lagi .. “ kataku sambil memegangi kontolku kemudian mencobloskan ke memek Terry Putri yang basah itu, Terry Putri sampai melihat dari bawah dadanya itu, perlahan lahan kontolku mulai masuk disertai desisan dan rintihan Terry Putri yang membuatku semakin bersemangat kawin di atas meja itu, pemandangan yang sangat vulgar sekali di malam penuh birahi itu. Terry Putri memang benar benar gila seks, maniak kontol. Matanya tak berkedip memandang ke kontolku yang melesak masuk mili demi mili, namun tatapa mata Terry Putri itu kemudian berganti dengan pejaman

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. pelaaaaaan .. aaaaaaauh …mmmmmmhh ..sssssssshhh sssssssshhh hhh .. say .. saaaaay .. aduuh ..saaaaakit … sesaaaaaaak .. kontolmu .. ooh kontol .. kontol .. kontol .. kenapa kontolmu enaaak banget .. lebih enak dari …aaaaaaaah .. auuuh … “ rintih Terry Putri yang nungging di atas meja sambil memukul mukul meja merasakan kontolku masuk lebih separo itu

“Uuuuh .. aaakuu tarik … hujamin yaa “ sahutku sambil mendongak ke atas, kutarik selakanganku dan kuhujamkan sampe mentok membuat kami menjrit bersamaaan

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. ooooooooooooooooooh “ jerit kami bersahutan.

“Sayaaang aaaaaaaah .. capeek nian dikawini sama kamuu .. huuuuuuuuuuuh .. uuh . kayak dibor tadi .. kontolmuu benaaar benaaaaaar .. aaaah .. hangaat bangeeet .. diam dulu sayaaaang .. Mbak Terry ingin rasakan kehangata kontolmu .. buat nyaman sayaaaang .. jangan gerak dulu .. kontolmuu aaaaaaaaah .. benar benar memekku enaaak bangeeeeet .. oooooooooooooh .. luaaar biasaaaaaaaaa … ck ck ck ck ck .. kontool kok enaaak begini .. sayaaaang .. jangan geraaak yaaa …. Biaaarkan Mbaak Terry nikmaaaati .. hmmmm …. Huuuuuh .. “ ucap Terry Putri dengan penuh kemesuman dan kata kata jorok itu.

Aku terdiam dengan kontolku terasa dipijat dan dipilin pilin dalam memek basah Terry Putri ini, kurasakan kedutan perlahan lahan sampai membuatku sampai ingin bergerak menggenjotnya, namun Terry Putri masih belum memberikan lampu hijau untuk bergerak

“Boleh geraaaaaaak ?” tanyaku

“Boleeh .. tapi dikit aaajaaa “ jawab Terry Putri dengan masih terpejam menikmati kontolku yang tersumpal dalam memeknya dari belakang itu

“Begini .. “ kataku dengan menarik pelan dan mendorong pelan

“Oooh .. itu teeerlaluu pelaaaaan , sayaaaaaaang “ jawab Terry Putri dengan tanpa membuka matanya, kutarik dan kuhujamkan keras keras membuat Terry Putri menjerit

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaoooooooooh .. itu kasaaaaaaaaaaar “ protes Terry Putri dengan mata membesar dan menggeleng geleng kesakitan, aku sampai tergelak dan menepuk panta Terry Putri di depan perutku itu

“Dasar betina banyak maunya .. “ makiku yang dijawab dengan cibiran Terry Putri itu.

Tanpa di minta aku langsung menarik dan menggenjot memeknya dari belakang dengan cepat membuat Terry Putri menggeliat tak karuan, kepalanya sampai menggeleng geleng, rambutnya sampai acakan acakan, kurasakan sodokan batangku keluar masuk memek Terry Putri dengan lancar

“Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. Srep ..Srep .. Srep .. “

Terdengar suara gesekan penuh nikmat di alat kelamin kami yang sudah bersatu memadu birahi itu.

“Oooh sayaaang .. teruus .. genjot aaaku .. genjot terus Mbak Terry .. hamili .. hamili .. buntingi .. buatin aku anaaak .. mmmmmmmmmmhh .. ooooh .. duuh ssssssssssssshh sssssssssshh hh .. teruus yaaang .. raasaaaanya aaaaaaaaaaaaaaah .. ooh .. indahnya kita kawin .. ooh sayaaaang … teruus .. kontolku … aaaku aaaaaaah .. oooh … mentokin terus .. rasanya nikmat bangeeeet .. oooooooh aaaaaaaaaauh aaah .. uuh ..aaah .. uuh .. aah .. uuh .. aah .. uuuuuuuuuuuh “ lenguh Terry Putri dengan tak karuan merasakan sodokan demi sodokan kontolku keluar masuk memeknya itu.

Kupegang buah dadanya dan kuremas remas keduanya sampai membuat Terry Putri kepalanya ditekankan ke meja itu, matanya sempat melihat sebentar bagaimana kontolku membentur bagian jalan buntu memeknya yang basah itu sampai membuat Terry Putri tergoncang goncang ke depan dan belakang.

“ooooh Mbaaaak .. uuuh .. enaaaak .. gimaaaana Mbaaaaaaak “ sahutku dengan nafas memburu ingin menggelontorkan spermaku dalam rahim Terry Putri itu.

“Enaaaaaaaaaaaaaak ‘ sahut Terry Putri dengan tubuh penuh keringat itu, aku kemudian merapatkan dadaku ke punggung Terry Putri dan menekannya, sehingga Terry Putri langsung merapatkan ke meja, buah dadanya aku pegang dengan kedua tanganku dan kuremas remas, Terry Putri sampai mencakar cakar ke meja dengan liar. Kedua kakinya melebar setelah kedua kakiku kutekuk di bawah paha Terry Putri, aku kemudian menggenjotnya dengan cara berjongkok itu.

“Saaaay aaaaaaaaaaaaaaah .. teruuus .. teruus .. ndaaaaaak kuaaat .. “ seru Terry Putri dengan suara serak.

Aku pun juga tak tahan merasakan jepitan lubang memek Terry Putri itu. Genjotan demi genjotan itu lakukan Terry Putri hanya pasrah dengan menggerakan pantatnya itu melawan kontolku yang keluar masuk dengan sangat cepat

“hhhhh hhhhh hhhh .. ooh .. aaaauh .. sayaaang .. ndaaak kuaaat aaaaaaaah .. oooh ..oooh …. “ rintih Terry Putri dengan penuh erangan dan desahan khasnya itu, kontolku keluar masuk dengan gencar, tubuhku serasa lebih panas, menyatu di dadaku

“Ooh .. maaau aaaaaaaaaaaaaah ‘ sahut Terry Putri yang kurasakan memeknya menjepit lebih ketat lagi, kurasakan Terry Putri hendak orgasme. Aku pun dengan semakin cepat menggenjot lagi.

“Oooh .. aaaku pengin keluaaaaaaaaaaaaar “ sahutku dengan mata terpejam erat

“Didaaaaaaaalaaaaaaam .. daaaaaaaalaaaaam .. hamili .. hamili .. “ sahut Terry Putri dengan tangan memegang kuat ke bibir meja itu.

“Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. Plok .. “

Terdengar suara benturan selakanganku dengan pantat Terry Putri itu, kurasakan Terry Putri dengan kuat berpegangan pada bibir meja, kurasakan memeknya sempit sekali menjepit kontolku, kubuka mataku terlihat Terry Putri kini mendongak ke atas

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang Terry Putri panjang mendapatkan orgasmenya, badannya menegang dengan kaku, aku pun juga tidak tahan, kontolku aku benamkan dalam dalam berkali kali dan kurasakan panas dadaku merayap dengan cepatnya, namun aku merasakan kontolku kembali disiram cairan panas dari dalam.

Kuhujamkan kontolku tiga kali dalam dalam di memeknya dan aku pun tegang menyemburkan isi kontolku

“Craaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaat .. craaaaaaaat “

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erangku panjang dengan rubuh ke depan, Terry Putri berkelojotan terlebih dahulu, aku kemudian rebah tersungkur menindih tubuh sekal Terry Putri yang ngos ngosan aku kawini itu.

Kurasakan ada lelehan kental keluar dari sela sela kontolku yang mengecil perlahan lahan, kurasakan di meja itu cairan kami bersatu merembes dan kurasakan selakanganku basah luar biasa, aku ngos ngosan kawin di atas meja rumahnya itu, kami berdua terdiam dengan pikiran masing masing setelah memadu birahi dengan penuh semangat. Kami kugulingkan tubuhku tanpa melepaskan kontolku yang tertanam dalam memek Terry Putri yang hangat. Kuelus elus kepala Terry Putri yang berambut panjang itu.

“Aku pengin menggenjotmu di kolam renangmu, sayaaang .. aku pengin kawin lagi di dalam kolam itu .. “ bisikku yang disambut dengan jawaban Terry Putri yang lemah

“Sabaar .. sabaar sayaaang .. apapun maumu .. Mbak Terry layani .. Mbak Terry milikmu ..kawini, entotin, ewein, spermain memek Mbak Terry sepuasmu … “ sahut Terry Putri dengan mengelap mukanya penuh keringat itu.

Written by catatanpemula17

July 15, 2011 at 10:45 am

Posted in terput

ttttt

leave a comment »

Malam hujan mengguyur dengan derasnya, guntur menggelegar memekakan telinga, kusandarkan kepalaku ke sandaran mobilku, banjir di mana mana membuatku terjebak, padahal malam sudah menginjak pukul 11 malam. Padahal malam ini aku ada janji kencan dan bercinta dengan Terry Putri yang tadi siang kami saling mereguk kenikmatan di parkiran mobil Mangga Dua Jakarta. Terry Putri sangat puas aku ajak bercinta dan bersetubuh. Terry Putri menjadi ketagihan akan nikmatnya selingkuh itu. Dari penolakan menjadi ketersediaan, dari ketersediaan menjadi ketagihan, itulah Terry Putri yang sehari hari merupakan presenter di tv, sial bagiku jelas malam ini akan sampai di rumah Terry Putri sudah larut. Pikiranku cuma membayangkan tubuh sintal Terry Putri itu yang kini sudah berkali kali mengirimkan sms jorok. Aku bahkan diejek tidak berani datang, aku menjadi tersenyum sendiri. Hampir setengah jam kemudian mobil baru bisa berjalan, lepas dari genangan itu, aku langsung menuju ke arah rumah Terry Putri yang masih sekitar 2 km. aku kemudian mencari perumahan yang dihuni artis itu, aku sudah pernah datang ke rumahnya, jadi situasi dan kemana aku nanti masuk rumahnya akan mudah bagiku, aku berharap suaminya tidak dirumah, kalaupun di rumah pasti sudah dibikin tepar oleh Terry Putri sesuai janjinya. Aku tergopoh gopoh dengan wajah kusut sampai di muka pintu, mengetok pelan pelan, kemudian menunggu dan tak ada jawaban, kuotak tik atik hapeku, pintu kemudian terbuka, aku langsung ditarik dengan paksa oleh Terry Putri yang muncul itu.

“Masuuuuuk “ perintah Terry Putri menarik tanganku, kemudian pintu ditutupnya dengan cepat, tangan Terry Putri langsung memegang kepalaku dan melumat bibirku dengan rakus, aku tak bisa berkata apa apa, Terry Putri kini semakin agresif memburuku.

Kubalas lumatan itu dengan tak kalah bernafsu, sampai aku mengangkat pinggangnya, sehingga kedua kaki Terry Putri langsung melilit pinggangku, kami saling menghisap dengan rakusnya, kami terus saling berpagutan, kedua tangan Terry Putri terangkul dipundakku, memegang kepalaku mengontrol pagutan dan lumatan itu. Perlahan lahan Terry Putri mengendurkan lumatannya, bibir kami penuh dengan air liur.

“Aku sudah nggak tahaan sayaaaang .. “ aku Terry Putri dengan wajah yang ingin sekali dipuasi, kami kembali saling berpagutan sedikit melumat, aku membawa Terry Putri yang terangkat menjepit pingganku, sambil kami berpagutan kami sampai di meja besar itu, kupagut dan kuhisap bibirnya itu, rambut panjangnya kuelus elus.

“Sssssssssssssssshh ssssssssssshhh hhhh .. “ desis Terry Putri yang bersahutan dengan hembusan nafasku tersengal setelah saling memagut dan menghisap

“Sayaaaang .. maukah kau malam ini bersamaku .. mengarungi nikmatnya kita kawin antara kontolmu dengan memekku .. ?” tanya Terry Putri yang sudah sangat ingin digauli itu.

“Tapi aku ingin Terry lebih liar dan binal aku mau .. aku suka wajahmu mesum Ter .. kau wanita yang sangat haus kontol .. aku tahu itu .. dari wajahmu yang cantik ini .. dari wajah mesummu ini kau memang mendambakan kontolku sejak lama .. iya khan ?” tanyaku dengan tersenyum, Terry Putri kemudian mengelus elus pipiku dengan mesra

“Iya, kontol .. sejak lama aku mengidamkan kontolmu mengobok obok memekku .. kau tadi sore sudah mengobok obok memekku .. sekarang kau boleh obok obok lagi .. genjotin aku dengan keras yaaa .. kita malam ini akan .. aaah .sayaaaang “ jawab Terry Putri.

Terry Putri memakai pakaian tank top, sehingga aku mudah menurunkan bagian lengannya itu, kemudian bagian dadanya aku tarik, Terry Putri memandangku dengan tersenyum

“Ndak tahan pengin lihat susuku, sayang ?” tanya Terry Putri dengan mengelus elus pipiku itu.

“Aku ingin menggenjotmu di meja ini, sayaaang .. lepas semua pakaian Ter .. aku ingin kita berdua tanpa pakaian .. “ ajakku dengan mengendurkan pelukan itu, aku pun langsung mundur dan melepas bajuku, kemudian tanpa basa basi melepaskan celanaku, celdamku pun kutarik, ketika Terry Putri hendak menaikan pakaiannya jadi terhenti, matanya menatap ke kontolku yang ngaceng itu.

“Iiih … ngacengnya .. bikin aku mabuk kepayang nih .. sini kontolmuu “ tarik Terry Putri pada tanganku

“Lepas aaaah .. nggak adil .. aku sudah polos .. tapi bidadariku masih lengkap mau upacara bendera… “ keluhku yang disambut dengan gelak tawa Terry Putri

Terry Putri pun menaikan tank topnya itu kemudian terlihat gudukan yang masih terbungkus bra warna coklat, tangan Terry Putri ke belakang menarik kaitan bra itu, aku tak berkedip memandang ke bongkahan dadanya itu, cup itu pun lepas setelah tali bra melorot dari lengannya, bra itu kemudian dilepaskannya, buah dadanya montok sekali, aku menjilati bibirku sendiri. Bra itu dilemparkan ke mukaku.

“Aku suka menyumpal bibirmu yang mesum itu dengan kontolku “ celetuk yang membuat Terry Putri menjadi tergelak

“Ngemut kontol ? halaaah .. aku ketagihan sama kontolmu .. sumpal aja mulutku dengan kontolmu .. aku malah senang .. kontol kamu itu enak sayaaang .. besar nan panjang .. ngaceng itu lho .. iiih .. pasti banyak wanita terpikat pada kontolmu itu “ sahut Terry Putri sambil menarik celana dalamnya.

“Woooow .. kau sudah bengkak begitu ?” tanyaku terkejut

“Nggak tahaaan .. kamu datangnya lamaa .. aku oral sendiri .. aku .. coblos dulu dengan kontol imitasi .. hihihihi.. mumpung belum rapat …segera deh masukin ya “ ajak Terry Putri

“Langsung kawin gitu ? aku ingin Mbak Terry tiduran menyamping .. aku genjot ya” tanyaku terheran heran

“Halaaaaaaaah, tumben make Mbak ..hihihihi .. masak Mbakmu sendiri kau kontoli .. nakaaal aaah .. sini kontolku, sayang .. “ ajak Terry Putri dengan menjangkau ke selakanganku, tangan kirinya meludah ke telapak tangannya, kemudian tangan kiri itu mengolesi kontolku, kurasakan ada rasa sensasi nikmat kontolku diperas oleh tangan lentik Terry Putri yang sudah kehausan kontol itu.

Kurasakan remasan tangan nakal Terry Putri di kontolku itu, Terry Putri kemudian Terry Putri tiduran menyamping, kulihat kontolku basah oleh air liur Terry Putri itu, kuangkat kaki kanannya ke atas, aku kemudian mendekatkan bibirku ke selakangan Terry Putri dan kujilati

“Aaaaaaaaaaaaauh .. sayaaaang .. kamu nakaaal aaaah .. katanya mau coblos Mbak Terry .. kok malah jilatin .. uuuh sayaaang .. nakaaal aaaaaaah .. aaaaaaaaaauh .. sssssssssshhh sssssshhh hhh .. mmmmmmmhhh .. enaaknya jilatan kamu, sayaaaaaang .. oooh “ erang Terry Putri dengan menggeleng geleng sehingga rambut panjangnya itu tergerai di wajahnya.

“Uuuh .. aku suka memekmu Mbak Terry .. Ooh .. Terry Putri memang menggairahkan .. aku bisa betah ngeloni dirimu sampai pagi .. “ ucapku sambil menelan cairan yang keluar dari lubang memeknya itu, belahan lubang itu aku jilati kemudian aku isap

“Aduuuh sayaaaaang .. kok enaaak begini .. teruus yaa .. buatin aku anak ya .. yang ganteng kayak kamu .. aduuuh .. uuuuh .. mmmmmmmmmhh .. rasanyaaa .. sudaaah sayaaang .. sudaaah .. Mbak Terry pengin dientot sama kontolmu .. pengin dikawinin dengan kontolmuu . ya ampun .. sayaaang .. oooh .. nikmatnya .. ayoo .. sayang .. pleasee aaaaaaah .. spermain aku yaa .. “ rengek Terry Putri dengan menyampirkan rambutnya itu, aku kemudian menarik kepalaku, kemudian kuremas susu montok Terry Putri itu membuat dirinya terpejam merasakan remasan tanganku

“Aku sering ndak tahan sama susumu, sayaaang .. aku cinta padamu Mbak Terry .. aku kawinin ya Mbaaak .. siap ya Mbak .. kontolku gedhe bakalan sesak … “ godaku dengan tergelak melihat gairah birahi Terry Putri yang membuncah ndak tahan itu.

“Remeees aja, sayaaaang .. Mbak Terry milikmu .. “ sahut Terry Putri dengan menekankan tangannya ke meja itu.

Aku kemudian memegang kontolku, kulihat jembutnya yang rapi, kemudian aku tekan kontolku dengan kuat sampai membuat Terry Putri terpejam sambil menggigit bibirnya, suara lenguhannya kembali keluar dari mulutnya

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. saaaaaaaaaakitnyaa aaaaaaaah .. uuuuuuh .. mmmmmmmmmmhh . teruuus aaaaaaah .. yaa ampuuun …. Mbak Terry kayak dibor niih … ampun .. ooh sayaaang .. teruus .. masukin .. masukin .. yang dalaaaaaaaaam “ erang dan lenguh Terry Putri dengan tangannya memegang kontolku, Terry Putri sudah tidak sabaran pengin dikawin itu, kontolku perlahan lahan masuk

“Tariik maaaaaaaaaang .. aaaaaaaaaaaaaaauh .. oooho .. huuuuuh .. fuuuuuuuuh … mulaaai enaaak .. teruus yaaang .. tarik dan doooooooooorong lagi .. amblasin kontolmu .. kawinin Mbak Terry sepuasmu .. “

“Dok ..dok ..dok .. dok .. dok .. dok .. “

Tangan Terry Putri memukul mukul meja merasakan penetrasi kontolku itu. Tubuhnya penuh keringat membanjir, matanya merem melek keenakan merasakan penetrasi kontolku yang pelan namun kuat menekan ke dalam lubang memeknya itu, kulihat dua daging yang selakangannya itu melebar menjepit kontolku dengan ketat, kurasakan memeknya menjepit kontolku dengan ketat.

“Uuuuh .. luaar biaaaasaaa, sayaaaaaang .. aduuh .. kontolku kau disedot Mbaaaak … rasanya aaaaaaah .. selangit .. bangga aku bisa ngawini Terry Putri .. “

“Aku yang bangga bisa dikawinin sama kamu .. kau idolaku sayaaaang … enaaknya sayaaang .. “ sahut Terry Putri dengan menjilati bibirnya sendiri, tanganku memegang buah dadanya dan kuremas sehingga Terry Putri menggeliat tak karuan.

“Oooh .. uuuuuuuuuuuh .. awaaas Mbaaak .. aku mau hujamkan yaa “

“Jangaaaaaaaaaaaaaaaaan .. aduuh kontol .. aaaaaaaaaah .. kamuu jangaaaaaan “ tolak Terry Putri dengan menahan ke perutku, aku mencekal tangannya kemudian aku mundurkan pantatku dan langsung kuhujamkan dengan keras sehingga kontolku mentok di bagian terdalam disertai lenguhan kami

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ lenguh kami bersama dengan nafas tersengal, Terry Putri sampai menggeleng geleng merasakan hujaman keras itu.

“Uuuuuuuuh .. Mbak Terry benar benar membuatku bernafsu nih .. besok kuajak kawin di pantai aja .. aku sudah sewa villa .. ada pantai pasir juga kolam renang .. aaakku aaaah .. aku pengin kencan denganmu di villa tanpa busanaa “ sahutku dengan menghela nafasku sebelum menggenjot memek Terry Putri itu.

“Wooow .. ya ampun .. betapa indahnya, sayaaang .. betapa nikmatnya jika kita berdua seperti itu .. sayaaang aaaah .. tapi .. suamiku mau ngajak pergi .. gimana ?”

“Kau pilih kontol siapa ?”

“Ya ampun sayaaaang .. tapi .. aduuh .. sayaaaaang .. baiklah .. besok aku atur saja .. sekarang genjot dulu .. “

“Pilih kontol siapa ?” tanyaku lagi membuat Terry Putri membeliak matanya

“Baik .. baik .. aku ikut kamu sayang . ikut permainanmu … aku mau diajak kencan tanpa busana sama kamu … “ jawab Terry Putri dengan tersenyum mesum padaku.

“Ajak si Olla Ramlan yaaa .. temanmu itu .. aku pengin kawin sama dia “

“Haaaaaaaaaaaaaaah ? “ tanya Terry Putri dengan terkejut.

“Mbak Terry mau kontolku ndak ?” tanyaku, pelan aku tarik kontolku dan kuhujamkan membuat Terry Putri menjerit

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh … maaau .. maaau .. Mbak Terry mau banget sama kontolmu .. baaaik .. baaaik .. nanti aku bawa diaaa … sumpah .. demi kontolmu .. apa saja aku lakukan .. “ jawab Terry Putri dengan terpejam erat merasakan hujaman kontolku itu.

“Dasar betina ndak mau terima kasih .. minta kontol saja banyak alasan . shit “ makiku dengan perlahan kembali menggenjot memek Terry Putri yang basah itu

“Ooh .. sayaaang uuh .. iyaa .. iyaaa .. maafin .. maafin … Mbak Terry ikut kamu untuk kencaaan .. “ jawab Terry Putri sambil mengerang dan merintih rintih

“Dasar cewek muka haus kontol .. “ makiku lagi

“Iyaa iyaa .. aku muka haus kontol, sayaaaang . hanya kontolmu sajaa … ooh .. aku tidak mau kontol lain .. Mbak Terry hanya mau kontolmu .. ayoo sayaang iya a.. uuuuuuuuh .. sssssssssssshh ssssssssshhh hhh .. terus yaaang .. genjotin .. agak cepet yaa .. aaaaaaaaaaaaaauh .. luaaar biaaasa aaaaaah .. enaak banget .. eeeeh .. aaauh mmmhhh . ooh . ya .. ampun .. tariik . dorong .. tarik dorong .. enaaak .. enaaak .. kontolmu enaaak .. gesekaanya .. gesekannya .. aduuuh .. aaakuu mabuk kepayaaaang .. ayo sayaaaaaang .. genjotin .. “ erang Terry Putri mengerang erang penuh kenikmatan itu, tubuhnya ikut tergoncang goncang seiring genjotan itu.

“Memekmu sesaaaaak .. aaaku bisa muncraaat .. “ godaku

“Haaaaaaaaaah .. jangaan aaaah .. masak kamu cepat keluaar “ Terry Putri sampai terlonjak, melihatku tertawa Terry Putri langsung menimpali dengan jorok

“Dasar kontol kau … “ maki Terry Putri dengan memejam namun membuka matanya hanya warna putih saja

“Uuuh .. memek enaaak .. gimana sayaang ?” tanyaku sambil menggenjotnya pelan pelan

“Enaaak .. “ Terry Putri singkat sambil menekankan tanganya ke meja

“Kamu lagi ngapain sih ?”

“Auuuh .. lagi kawin .. lagi kawin .. “ jawab Terry Putri dengan membuka matanya dan melihat selakangannya, kontolku keluar masuk dengan lancar

“Kawin itu apa sih ? uuuuuuuuuuuh ?” godaku lagi

“Kawin itu .. kawin itu .. kontolmu masuk memek .. “ jawab Terry Putri sambil menggeleng geleng merasakan nikmatnya gesekan kontolku di dinding memeknya itu.

“Woow … memek Mbak Terry .. ngapain sih ?” tanyaku lagi yang disambut dengan jilatan lidah Terry Putri di bibirnya

“Sedang memekin kontolmu sayaaang .. menyempuh kontolmu .. menyempuh untuk buat anak, sayaaang aaayooo tancaaaaaaaaap .. yang cepeet yaa “ sahut Terry Putri dengan merem melek

“Aaaaaaaaaaaaaaaaauh ……….mmmmmmmmmmmmmh .. enaaaaaaak .. enaaak .. ooh .. sesaknya .. sesaknya .. uuuh .. “ erangku dengan gencar menggenjot Terry Putri dengan lebih cepat, kuremas buah dadanya dengan keras membuat Terry Putri kepalanya montang manting

“Sayaaang aaaaah .. ndaak kuaaaaaaat aaaaaaaaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmmmmmhh .. uuh aah . uuh .. aah .. uuh .. aah .. uuh .. aah .uuh .. sssssssssssssssssshhh ssssssssssssh hhh .. mmmmmmmmhh .. aaaaaaaaaarggh .. aduuh .. memekku ndak kuaaat .. maaau sampaaaai .. ayo sayaaaang aduuh .. enaknya .. “ erang Terry Putri dengan tak karuan itu

Aku terus menggenjotnya lebih cepat, kurasakan kontolku terasa terpejit lebih ketat, Terry Putri sampai mendongak, kurasakan memang Terry Putri mau sampai

“Dikit .. dikit laaaaaagi .. auuuh .. mmmmmmmmmmhh ..aaaaaah .. ssssssssssh sssssshh hhhhh .. siaaaaaal .. duuh . kontol .. “ suara erangan demi erangan, rintihan demi rintihan bersahutan diantara kami.

Kurasakan memeknya lebih ketat, Terry Putri sampai menggeliat dan seperti meronta ronta merasakan kontolku keluar masuk, geliat tubuhnya terhalang tanganku, kugenjot dengan sangat cepat, tubuh Terry Putri sampai menegang kaku merasakan hujaman kontolku itu, Terry Putri mengcengkeram kuat sambil mencakar ke lenganku

“Oooooooooooooooooooooh ..aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ lenguh Terry Putri panjang mencapai puncak, tangannya lepas mencengkeram dan menggapai gapai apa saja yang bisa dipegang, kurasakan memeknya sudah mulai muncrat cairan hangat, kuhujamkan kontolku dalam dalam, sehingga cairan itu sampai muncrat tak karuan, kuhempaskan tubuhku menindihnya ketika Terry Putri menggelepar dengan berkelojotan, kurasakan dari dalam memeknya mengucur cairan panas terus menerus sampai membasahi lantai, pahaku terasa ada cairan hangat.

Tubuh Terry Putri menggelepar dengan nafas tersengal, dadanya naik turun tak karuan, tubuh kami penuh dengan keringat membanjir. Kudiamkan genjotanku, hanya deru nafas yang bersahutan di antara kami, kutindih Terry Putri dan kucium pipinya sambil memegang buah dadanya dan kuremasi dengan lembut sambil memainkan punting susunya, tak terasa dentingan jam 00.00 tepat terdengar. Namun kami masih satu tubuh bersama, masih ada waktu banyak untuk bersama Terry Putri yang liar ini. Kami diam dengan pikiran masing masing, Terry Putri masih terpejam erat merasakan sisa sisa orgasmenya yang dashyat itu. Aku tetap diam namun kontolku terasa sakit nan nikmat terjepit dalam memek Terry Putri yang sesak itu

Written by catatanpemula17

July 15, 2011 at 10:44 am

Posted in terput

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.