stevipark17

Just another WordPress.com site

Archive for July 2011

Nikmatnya Cewek ABG SMA

leave a comment »

Kali ini adalah pengalaman sex saya dengan ABG yang masih SMU bernama Linda. Setelah saya mengirimkan cerita saya tersebut, saya mendapat email dari Linda yang katanya tertarik dengan pengalaman saya dan kebetulan dia sedang di Lombok dalam rangka liburan bersama keluarganya. Kami janjian lewat email bertemu pada bulan Oktober di sebuah rental internet di Mataram. Tentu saja pembaca, saya yang menentukan lokasinya di rental internet tersebut, karena hari itu saya masih harus membalas beberapa email yang ingin berkenalan denganku dan mencari tahu tentang pariwisata di Lombok.
Pada hari Kamis, saya sudah stand by di rental tersebut, berdebar-debar juga rasanya saya menunggu Linda, seperti apa rupanya ya.
“Selamat pagi, Om namanya Andi khan?”
“Ya, betul.. Ini Linda ya!” tanya saya kembali padanya.


Di hadapan saya sekarang adalah seorang ABG keturunan tionghoa yang cantik. Saya perkirakan umurnya baru 16 tahun, tinggi 160 cm, berat 47 kg dan berkulit putih mulus khas cina dengan rambut lurus sebahu, memakai baju hem ketat warna krem, celana jins hitam tiga perempat yang pas. Duduk di samping saya tampak mengintip CD-nya yang berwarna putih. Kontol saya langsung tegak bagaikan Monas melihat cewek cantik ini.
“Gimana khabarnya?” tanyaku membuka percakapan sambil mempersilakannya duduk.
“Baik Om, senang rasanya liburan ke Lombok”
“Oh ya? Udah kemana aja Linda?”
“Ke pantai Senggigi, terus Suranadi dan tempat gerabah itu”
“Terus Linda sekarang sama siapa?”
“Sama Papa, Mama dan sepupu, Linda tinggal di Senggigi Beach Hotel”
“Wah, asyik dong..”
“So pasti, tapi lebih asyik kalo diantar sama tour guide seperti Om”
“Itu sich gampang Lin, yang penting ada komisinya lho” canda saya.
“Tenang Om, dijamin nggak nyesel dech nganterin Linda”
Linda orangnya supel dengan senyumnya yang manis mirip artis mandarin dan aroma tubuhnya yang sangat wangi. ‘Adik’ saya sudah nggak bisa diam nich.
“Ceritanya Om Andi tuch asli khan?”
“Tentu saja asli lho, dari pengalaman pribadi”
“Enak dong”
“Enak apanya Lin?” pancing saya mulai memepetkan tempat duduk.
Ini baru kesempatan namanya. Asik khan pembaca, bisa berduaan sama abg yang tentu saja masih seger-segernya..
“Gituannya lho..” jawabnya tersipu malu.
“Emangnya Linda pernah gituan sama pacar?”
“Ya.. Hampir pernah”
“Hampir pernah gimana, nggak usah malu dech, ceritain dong”
“Siapa tahu Om bisa bantu” ujarku sambil tangan kiri saya merangkul pundaknya.
Wah, Linda tampaknya nggak marah nich saya pegang pundaknya, berarti ada lampu hijau dong.
“Janji ya Om, nggak bilang siapa-siapa”
“Janji dech” saya menunjukkan tanda victory padanya.
“Gini Om, Tony pacar saya itu kalo udah nafsu cepat keluarnya, padahal Linda belum apa-apa”
“Maksudnya..” tanyaku pura-pura blo’on padahal tahu maksudnya.
“Iya, pas kontolnya Tony nempel di anunya Linda, udah keluar duluan”
“Oh gitu, itu istilah kedokterannya ejakulasi dini”
“Terus ngatasinya gimana dong Om”
“Ya, Linda harus bisa foreplay dulu, maksudnya pemanasan gitu”
“Ya udah Om, tapi Tony maunya terburu-buru en lagian mainnya kasar sich”
“Linda mau Om bantuin?” tanya saya yang sudah tidak lagi melihat isi layar monitor sejak tadi.
“Maksud Om..?”
“Ya.. Gimana caranya foreplay”
“Hus.. Om ini ngaco, Linda khan pacarnya orang”
“Bukannya ngaco, Linda ya tetap pacarnya Tony, Om khan cuma memberikan petunjuk” jawab saya sungguh-sungguh membujuknya agar mau foreplay, habis potongan tubuhnya itu, alamak geboy abis, mungkin rajin fitnes ya atau aerobic.
“Tapi.. Ada orang lho di sini Om, Linda khan malu”
“Nggak ada orang di sini kok, sini Om pangku” rayuku sambil menarik pinggangnya untuk duduk di pangkuan saya menghadap monitor komputer.
“Om.. Jangan..” celetuknya ragu dan canggung.
“Udah.. Atasnya doang kok, gimana?” tanya saya sambil membuka dua kancing atas hemnya hingga kelihatan BH merahnya, tangan kanan saya langsung masuk meremas payudaranya.
“Ja.. Ngan.. Om.. Geli..”
“Gimana rasanya Lin..”
“En.. Ak.. Sst.. Mmh”
Linda kelihatannya sudah agak terangsang dengan permainan tangan saya, ditambah lagi ciuman saya yang mendarat secara tiba-tiba pada lehernya. Tangan kiri saya juga mulai aktif meremas payudaranya yang sebelah. Ciuman pada lehernya saya ubah jadi menjilat, jadi kedua tangan meremas dan kadang-kadang memelintir kedua putingnya itu yang makin lama makin mengeras.
“Mmh.. Mmh..” gumam Linda. Beberapa menit kemudian..
“Udah.. Om.. Sst.. Udah..” tahan Linda sambil melepaskan saya dan merapikan bajunya.
“Ada apa Lin, contoh foreplay belum abis lho” goda saya tersenyum.
“Mmh.. Iya sich Om, cuman nggak leluasa di sini”
“Maunya Linda dimana?”
“Tempat yang sepi orangnya gitu”
Saya lihat tempat rental internet itu sudah mulai ramai kedatangan pengunjung, mungkin Linda agak terganggu juga konsentrasinya.
“Gimana kalo di hotel aja Lin, di sana lebih tenang” usulku.
“Iya dech.. Tapi jangan di Senggigi ya Om”, jawabnya sambil tangannya mengandeng saya mesra.
“Oke, nanti OM cariin yang agak jauh dari Senggigi”
Dan kami pun check in di salah satu hotel yang agak jauh dari Senggigi, karena saya tahu Linda tidak mau ketahuan keluarganya, katanya dia bilang sama keluarganya mau ke rental internet selama 3 jam. Karena itu kami pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.
“Wah, di sini baru tenang nich” kata Linda sambil memperhatikan hotel yang lumayan tenang karena tempatnya agak jauh dari Senggigi dan kota.
“Nah, sekarang gimana? Mau nerusin caranya foreplay?”
“Mmh.. Gimana ya” Linda agak ragu kelihatannya.
Wah, anak ini harus dirangsang lagi supaya mau foreplay, soalnya si ‘buyung’ sudah tegak seperti pentungan pak satpam. Kemudian saya membuka kaos atas saya dan celana panjang jins hingga tinggal CD, sengaja saya membuka baju menghadap ke Linda.
“Wow.. Apaan tuch Om, kok kembung” kata Linda sambil menunjuk ke kontol saya.
“Linda mau lihat punya Om ya” Kutanggalkan semua celana dalam saya hingga saya bugil dan kelihatan kontol yang tegak itu.
“Wow.. Kontol Om bengkok dikit ya..” terheran-heran Linda melihat bentuk kontol saya.
“Ini baru asli lho Lin, tanpa pembesaran” ujarku sambil mendekatinya.
Tangan saya aktif membuka hem kremnya dan celana jins hitam tiga perempatnya. Sekarang tampak jelas BH merahnya dan CD putihnya yang cantik, pemandangan yang indah. Saya gendong Linda dan menaruhnya dengan lembut di sofa itu, kemudian saya mencium dan menjilat bibirnya serta tangan saya meremas payudara dan mencopot pengait BH-nya.
“Om.. isep.. sst.. susu.. nya.. Linda..” rengeknya meminta saya menghentikan ciuman dan beralih ke payudaranya, ciuman dan hisapan saya giatkan, kemudian puting itu saya gigit perlahan.
“Terr.. us.. Om.. sst.. sst..” rintihnya sambil memindahkan kepala saya pada payudaranya.
Tangan kiriku mengusap payudara sebelah kiri dan tangan kanan saya masuk dalam CD-nya dan mengusap-usap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus, kemudian saya masukkan jari keluar-masuk dengan lancar.
“Ouh.. Mmh.. Enak.. Om.. Nah.. Gitu..” Saya turun lagi mencium perutnya yang putih bersih, turun lagi mencium CD-nya yang mulai basah.
“Buka.. Aja.. Om.. Cepet.. Sst” celotehnya yang sudah bernafsu sekali sambil membuka CD-nya. Sekarang terlihat jelas sekali vaginanya yang masih kencang dan saya jilat dengan pelan dan semakin ke dalam lidah saya menari-nari.
“Sst.. Terr.. Us.. Om.. Mmh..” rintihnya tak karuan sambil menjepit kepala saya.
Beberapa menit saya permainkan vaginanya dan paha bagian dalam Linda yang sudah sangat basah sekali.
“Om.. Mmhmm.. Ganti.. Om.. Sstss”
“Gantian gimana Lin..” goda saya sambil telentang.
“Gantian Linda isep kontolnya Om, tapi jangan keluar dulu ya”
“Beres, nanti Om pakai kondom kok”
“Mmh..” Linda tidak menjawab, soalnya sudah mulai menghisap kontol saya, pertama-tama cuma masuk setengah tapi lama-kelamaan masuklah semua kontol saya.
“Terr.. Us.. Lin.. Jilat..” perintah saya sambil memegang kepalanya dan mendorong pelan supaya kontol saya masuk semua ke mulutnya.
Beberapa menit kami melakukan oral sex, Linda ternyata menikmati permainan itu.
“U.. Dah.. Lin.. Om.. Nggak tahan.. Nich”
“Iya Om, Linda juga pengin ngerasain senggama gaya kuda ama kontolnya Om yang bengkok itu hi.. hi..” celotehnya tertawa sambil mengambil posisi menungging.
“Sabar ya Lin, Om pasang kondom dulu”
Kemudian setelah saya pasang kondom, saya masukkan ke vaginanya, tenyata meleset.
“Aduh.. Om.. Pelan.. Dong” rintihnya kesakitan. Memang vagina Linda masih sempit kelihatannya dan posisi tersebut agak susah sich.
“Lin tolong bantuin pegangin kontol Om”
“Sini Linda bantuin masukin tapi pelan ya”
Linda kemudian memegang kontol saya dan mengarahkan ke vaginanya dan saya dorong pelan, pelan tapi pasti dan bless.. masuk seluruhnya dengan dorongan saya yang terakhir agak keras.
“Aduh Om sakit”
“Nggak apa-apa kok Lin, udah masuk kok”
“Sst.. Om.. Gini rasanya ya.. Sst..”
“Gi.. Mana.. Lin..”
“E.. Nak.. Sst.. Agak cepetan Om.. Sst”
“Nahh.. Sst.. Gitu..”
Genjotan demi genjotan saya giatkan sambil tangan kiri memegang perutnya dan tangan kanan memegang payudaranya. Plok.. Plok.. Plok.. Demikian kira-kira bunyinya. Kira-kira beberapa menit saya ngentot dengan Linda dengan posisi doggy style. Dan semakin lama semakin cepat.
“Ce.. Pat.. Sst.. Sst.. Om.. Aah.. Linda mau keluar nich” rintihnya tertahan.
“Sa.. ma.. an.. Lin.. keluarnya.. sst.. yess..” jawab saya sambil mempercepat sodokan kontol saya.
“Sst.. Lin.. Da.. Sst.. Kel.. Uar.. Om.. Argh..” jerit Linda.
Tiba-tiba tubuh Linda mengejang dan saya pun juga, akhirnya crot.. crot.. crot.. Keluar cairan putih dalam kondom saya, bersamaan dengan muncratnya cairan di vagina Linda. Tubuh kami pun lemas menikmati sensasi yang luar biasa itu.
“Trim’s ya Lin, rasanya gimana?” tanya saya sambil mengecup pipinya.
“Enak sekali Om, baru kali ini Linda puas”
“Gimana ML ama Om Andi Lin?” tanya saya sambil mencium pipinya.
“Puas rasanya ke Lombok, dapat plusnya lagi” katanya sambil ke kamar mandi dan beberapa menit sehabis mandi kemudian Linda sudah merapikan bajunya.
“Sampe besok ya, sehari lagi Linda pulang lho”
“Okey, kapan ketemu lagi?”
“Terserah Om dech, tapi jangan terlalu malam ya, nanti Papa curiga lho”
“Gimana kalo jam 19.20 Om jemput?”
“Okey dech, seperti biasa ya” Maksudnya seperti biasa adalah, Linda kujemput pakai mobil sewaan di Senggigi, tapi agak jauhan. Karena jika ketahuan bapaknya khan bisa berabe.
Pukul 19.30 Linda sudah berada dalam mobil bersama saya, dengan memakai rok jins span warna biru dipadu dengan kaos ketat warna putih selaras dengan warna kulitnya. Aduh mak, makin cantik aja nich ABG, pikirku.
“Kita kemana Om?”
“Bandara Selaparang”
“Ngapain ke sana?” tanyanya heran.
“Udah nggak usah banyak tanya, nanti juga tahu”
“Linda ama Papa cuma dikasih ijin satu jam lho Om”
“Maka itu, Om mau kasih hadiah buat Linda”
“Wah, terima kasih Om” jawabnya sambil mencium pipi saya mesra. Saya pilih bandara itu agar bisa romantis dan bisa lebih pribadi, tahu khan pembaca maksud saya, he.. he.. he…
Setelah sampai di bandara, saya parkir mobil di tempat yang agak sepi, kebetulan juga kacanya hitam pekat. Saya ajak Linda pindah ke tempat duduk belakang mobil Kijang itu agar lebih leluasa kalau mepet-mepetan.
“Mana hadiahnya Om?” tanya Linda tidak sabaran, karena tidak tahu apa hadiahnya.
“Om cuma mau kasih hadiah seperti kemaren” selidik saya menunggu tanggapannya.
“Maksud Om?”
“Iya, seperti yang Om ajarkan kemarin, nah itu hadiahnya, tapi Linda mau nggak?”
“Idih, si Om maunya..” jawab Linda sambil tersipu.
Bagi saya itu sudah cukup merupakan tanda setuju dari Linda hingga tanpa menunggu jawaban dari Linda, saya langsung mencium bibirnya dan tangan saya sudah mendarat pada pahanya. Saya elus-elus pahanya yang putih dan masih terbalut oleh jins biru yang sangat seksi hingga memperlihatkan lekuk-lekuk bodinya. Linda juga kelihatannya ingin menghabiskan malam terakhirnya bersama saya dengan tergesa-gesa membuka celana saya sampai separuh dan melahap kontol saya yang sudah kencang dari tadi.
“Teru.. Ss.. Lin..” perintah saya sambil membuka kaos dan BH putihnya yang berenda itu.
“Mmh.. Mmbmnb..” celotehnya tidak jelas karena mulutnya penuh dengan kontol saya yang maju mundur dihisapnya dengan irama yang cepat.
“Ud.. Ahh.. Lin.. Om.. Mau.. Kel.. Uar.. Arghh..”
Tiba-tiba Linda melepaskan kulumannya, dan berganti posisi dengan saya yang berjongkok dan Linda yang duduk sambil membuka rok spannya. Pemandangan yang sangat indah pembaca, Linda memakai CD kuning yang bergambar hati atau cinta.
“Ayo Om, jangan diliatin aja”
“Ya..” jawab saya sambil mencium vaginanya yang masih terbungkus CD kuningnya, jilatan demi jilatan membuatnya geli hingga pinggulnya ke kiri ke kanan tak beraturan.
“Uda.. Hh.. Om.. Buka aja.. Sst.. mmh..” katanya menyuruh saya membuka celana dalamnya.
Dengan dibantu Linda, saya membuka celana dalam beserta sok spannya hingga ia tinggal mengenakan BH saja. Vaginanya yang ditumbuhi bulu halus itu mengeluarkan aroma harum khas wanita, beberapa saat saya cium dan jilat pada bagian dalam vaginanya.
“Sst.. Arggh.. En.. Akk.. Om.. Nah gitu.. Sst”
“Jil.. At.. Om.. Bagian yang itu.. Ya.. Sst..” pintanya pada saya yang membuatnya sangat terangsang.
Sambil menjilat seluruh bagian vaginanya, tangan kanan saya masuk ke dalam BH-nya dan meremas payudaranya dengan lembut dan kadang-kadang memelintir putingnya yang sudah keras sekali.
“Ayo.. Om.. Sst.. Linda.. Nggak.. tahan.. Nih..” rintihnya memohon pada saya.
Saya sudah mengerti maksudnya, Linda sudah sangat terangsang sekali ingin melepaskan hasratnya dengan segera. Kemudian saya berganti posisi dengan Linda saya pangku berhadapan dengan saya sambil membuka penutup payudaranya itu. Maka kami berdua sudah bugil di dalam mobil itu, untung saja keadaan bandara waktu itu belum terlalu ramai karena kedatangan pesawat masih lama.
“Pel.. Lan ya Om” kata Linda sambil menggesek-gesekkan bibir vaginanya sebagai pemanasan dulu.
“Gimana Lin..?”
“Udah Om, sekarang aja” ajak Linda sambil memegang kontolku mengarahkannya pada lubang kemaluannya sambil saya juga menyodoknya pelan, kemudian pada akhirnya bless.. masuklah semua kontol saya.
“Arg.. Sst.. Mmh..” rintih Linda karena masuknya kontol saya yang kemudian maju mundur dengan lembut.
Kontol saya serasa diremas-remas dalam lubang kemaluan Linda yang masih sangat kencang sekali, denyut-denyut yang menimbulkan rasa nikmat bagi saya dan tentunya juga

Written by catatanpemula17

July 25, 2011 at 10:45 am

Posted in Uncategorized

Ngesex di Warnet bareng Rani dan Yuni

leave a comment »

Rani tidak mengenakan seragam SMP saat memasuki warnet. Aku yang di dekat pintu bisa melihat dengan jelas anak ini sudah besar sekarang. Tubuhnya bagus, ranum. Ia berjalan ke meja kasir, berbicara sebentar dengan Yuni pegawainya yang tomboy berkulit gelap, kemudian bertukar tempat dengannya. Rani menjaga warnet sekarang. Semenjak kapan ??

Warnet ini langgananku, membnatuku saat aku kehabisan quota pulsa internet di GSM modemku. Dari pada browsing lambat dengan laptopku, aku lebih suka berjalan sebentar ke warnet dekat rumah, sebelum mengisi ulang pulsa GSM ku.

Aku telah selesai upload file dan kirim email ke Kamila di Malang. Sekarang waktunya pulang tidur sebentar sebelum bangun sore tuk ke jakarta Selatan lagi.

Warnet ini sedang kosong, tinggal aku sendiri dengan Rani, dan Yuni yang sekarang telah duduk diseberangku, meghadap monitor dan serius menulis sesuatu di lembar facebooknya. Aku berjalan ke arah Rani sambil merogoh dompetku, menyiapkan uang ribuan tuk membayar sewanya yang cuma sebentar.
Rani di belakang meja, menghitung uang dan mencocokan dengan tagihan di monitor, lalu mengeluarkan recehan kembaliannya.

- Rani sekarang jadi petugas di sini ? – tanyaku perlahan
– Hiyo mas, aku ndak bisa nerusin ke SMU, bapak ngomong kalo aku kerja aja dulu sebentar bantuin keluarga
– Terus yang nawari kerja di sini siapa ?
– mbak Yuni mas, katanya biar bagi2 aja hasilnya, kan mbak yuni juga ingin nyantai main facebook di komputer.
– Yang di meja sini tidak bisa buka facebook ? – tanyaku
– Yo ndak mas, kan ndak boleh sama pak Dodo.
– Tapi kalo emang bisa buka, kamu mau ? – tanyaku sambil bergerak ke belakang meja

Rani duduk di kursi sambil mengangkat kakinya sedikit ke atas, bersandar dengan laci kecil di bawahnya.
Ia menggeser tubuh kecilnya ke kiri, tuk memberiku tempat di situ.
Kubuka explorer, kucoba browse ke facebook, tapi yang muncul kotak putih. disitu terlihat angka 127.0.0.1 di kotak atas. Ah, segera kubuka prompt window, memanggil file host dan mengubah sedikit barisan di dalamnya.

- coba saja sekarang – aku bergerak keluar meja, ke pintu, bergerak keluar warnet

Tapi, segera kuhentikan langkahku, kuputar tanda tutup yang menghadap ke arahku, yang sekarang berbalik menjadi tanda buks. Warnet kunyatakan tutup sekarang. Perlahan gerendel pintunya kugeser, pintu tidak terbuka sekarang.
Aku kembali ke meja Rani, sambil melirik ke yuni yang sekarang berjoget ria di tempat duduknya, mendengarkan musik dengan kencang di headphone di kepalanya. Yuni sedang asyik sendiri.

Kududuk lagi di sebelah Rani, sambil meraih tangannya di mouse.

- Kalo facebook Rani sudah jalan, berarti bisa download ringtone musik untuk Rani.
– Wah asyik mas, aku mau lagunya ungu ya.
– Yah nanti, gantian sekarang aku mau cari lagu yang slow rock. bentar ya

Kubuka lembaran home page mesin pencari. Kali ini sengaja kubuka situs yang menempel promosi gambar dan film porno di kiri kanan nya.
Rani terbelalak, terlihat jelas dari pantulan benda metal di speaker komputer di hadapanku. Terlihat ia melirikku sebentar, tapi lali melotot ke arah monitor tanpa berucap apa2.

Sengaja multi tab di browser sudah kubuka banyak situs gambar dan film porno yang lagsung ku klik tuk streamingnya. kupelankan volume speakernya, kali ini kucoba pura2 download lagunya Linkinpark.
Tapi windows yang bertebaran itu sudah menampilkan dengan jelas adegan yang Rani belum pernah lihat.
Tanganya masih di atas meja saat kusentuh perlahan.

- Tanganmu mungil Rani, bisiku. – tangannya masih di meja dengan otot yang tegang.
– Kulitmu juga putih, seperti gadis yang ini.

Kuangkat tangannya, kuarahkan ke gadis tanpa busana yang berpose sexy di sudut layar.
Sekarang kuaktifkan webcam di depanku.
Sambil mengaktifkan window di belakang yang terlihat pria wanita melakukan sex di taman, aku mulai melihat window baru muncul memperlihatkan wajah kami berdua di monitor.
Rani masih melongo melihat apa saja yang ada di depannya. sambil sesekali bergetar menggigil.
ah, kubiarkan ia menikmati pemandangan di depannya beberapa menit.
Kemudian kutampilkan gadis belasan tahun yang bugil tanpa busana, berpose macam2 di monitor.

- Rani, cewek ini kulit dan dadanya bagus.
– Punyamu seperti ini juga kan ya ?

Tanpa sadar ia melihat ke bawah memperhatikan bentuk miliknya.

- Punya dia mungkin segini – tanganku kedepan layar mencoba pura2 mengukur dengan telapak tanganku
– Kalau punya Rani …

Rani terkejut saat tanganku sudah menangkap salah satu buah di dadanya. Ditepisnya, tapi matanya tak pernah lepas dari monitor.

- Kalau punya Rani pasti bagus. – bisikku

Cerita Seks – Perlahan kurangkul tangan kiriku ke punggung Rani, sambil mencoba meraih bawah lengan kirinya.
Rani diam saja, matanya masih ke depan.
Kali ini tangan kananku mencoba lagi ke dada Rani. berlagak mencoba mengukur besar cup di dadanya, aku telah menyentuh buah di dadanya, dan perlahan kuremas.
Kali ini dengan kedua tangan aku telah meremas kedua buah dada Rani!
Sambil sedikit membungkuk merasa geli, Rani menggoyan bahunya menolak.

- Nanti kuajari cara2 memakai komputer, agar bisa bikin film sendiri Rani. kuperlihatkan sekarang streaming webcamnya menampilkan preview dirinya di sebelahku.

Rani berekspresi di muka webcam, mengerutkan kening dan macam2 raut muka ditampilkan.
Dengan perlahan tapi pasti tanganku mulai masuk ke balik baju Rani.
Kutegakkan dudukku, mulailah tanganku merayap ke mana-mana di bawah bajunya.

Kuremas terus perlahan buah dadanya yang masih ranum itu, perlahan kuangkat ke atas cup penutupnya.
Tanpa ada bahan pemlindung dan pemisah, tanganku mulai meremas-remas perlahan.
Beberapa saat kemudian, bahunya dinaikkan, ketiaknya terbuka, Rani memalingkan kepalanya, menatapku.
Matanya terlihat bertanya-tanya.
Tanpa pikir panjang, kali ini tambah kudekatkan tubuhku, kuturunkan tangan kiriku, meraba dan mengusap perutnya.
Rani berkedip kedip sebentar.
Kemudian tanganku turun lagi, kali ini menyentuh celana dalam di balik roknya yang sudah kusingkap.
Kuremas perlahan tubuhnya di dada dan bawah perutnya, pangkal pahanya.
Terasa Rani mulai bergerak gelisah.
nafasnya mulai turun naik.
Ah, masa boodoh tidak peduli akibatnya, tanganku mulai bergerak ke balik celana dalam Rani.
tangannya menggenggam erat papan penahan keyboard di depannya.
Kurasakan tanganku tidak menyentuh sehelai bulu satupun saat beraksi di bagian bawah Rani
Gerakan gelisahnya makin kentara.
Akhirnya tangannya melepas papan laci keyboard di depannya.
Berputar setengah duduknya, ia kini menghadapku. Bergerak merangkulku di leher, matanya terpejam. mulutnya terbuka. Kaki kirinya diangkat naik ke bangku.
Tangankupun kini bebas ke mana-mana di tubuhnya.
Kuraba semua bagian tubuh Rani yang masih hijau ini, kurasakan semua benjolan dan lekukan tubuhnya yang masih ranum. Belum ada yang memetiknya. Aku yang pertamax.

- HUAAHHH!! – mulutnya terbuka mengeluarkan suara dan udara hangat dari dalam tubuhnya.

Tubunhnya gemetar sesaat, mencengkeram lenganku, dan leherku. Rani menggigil …

Kuhentikan kegiatanku.
Kubiarkan ia bersandar kembali di kursi perlahan-lahan. matanya menerawang menatap sayu ke depan.
Rani terlihat bingung, tanpa berkata apa2 ditatapnya wajahku.
Kurapikan baju, bra, celana dan rok bawah Rani.
Kututup semua windows aktif yang menampilkan gambar2 panas tersbut. Kubersihkan bekas2nya.
Kubisikan perlahan

- Ya itulah yang dicari orang2 selama ini Rani. – sambil kucium belakang telinganya
– Kau harus pandai agar pacarmu bahagia nanti.
– Kalau kamu mau tau lebih banyak lagi, main2 aja ke kamarku. kau tahu kan kontrakanku ?

Setelah kukecup keningnya, aku perlahan ke luar warnet.
Kulihat Rani masih menatap punggungku, bengong, kulihat dari jendela kaca di depanku saat kuraih papan sinyal buka dan tutup itu. Saat kututup pintu warnet, kusempat melirik ke Rani yang sekarang menunduk memperhatikan pangkal pahanya dengan tangan satunya lagi memegang dadanya.

Written by catatanpemula17

July 25, 2011 at 10:39 am

Posted in Uncategorized

Cerita seks gadis perawan abg SMP dan SMA

leave a comment »

Cerita seks gadis perawan abg SMP dan SMA selalu bikin horny, apalagi cewek perawan abg SMP atau SMA yang hilang perawan. Tubuhnya yang baru memasuki usia kematangan seksual selalu membangkitkan birahi para laki-laki hidung belang. Seperti yang terjadi dalam cerita seks berikut ini..

Perkenalkan pembaca nama saya Andra. Umur 24 tahun dan sekarang lagi kuliah di sebuah PTS di Kediri. Aku termasuk cowok yang populer di kampus (sekeren namaku). Tapi aku punya kelemahan, saat ini aku udah nggak perjaka lagi (emang sekarang udah nggak jamannya keperjakaan diutamakan). Nah, hilangnya perjakaku ini yang pengin aku ceritakan.

Aku punya banyak cewek. Diantaranya banyak cewek itu yang paling aku sukai adalah Rere. Tapi dalam kisah ini bukan Rere tokoh utamanya. sebab hilangnya perjakaku nggak ada sangkut pautnya sama Rere. Malah waktu itu aku aku lagi marahan sama doski.


Waktu itu aku nganggap Rere nggak bener-bener sayang sama aku. Aku lagi jutek banget sama dia. Habisnya udah lima bulan pacaran, masak Rere hanya ngasih sun pipi doang. Ceritanya pas aku ngapel ke tempat kostnya, aku ngajakin dia ML. Habis aku pengin banget sih. (keseringan mantengin VCD parto kali yee…). Tapi si Rere menolak mentah-mentah. Malahan aku diceramahin, busyet dah!

Makanya malam minggu itu aku nggak ngapel (ceritanya ngambek). Aku cuman duduk-duduk sambil gitaran di teras kamar kostku. Semua teman kostku pada ngapel atau entah nglayap kemana. Rumah induk yang kebetulan bersebelahan dengan rumah kost agak sepi. Sebab sejak tadi sore ibu kost dan bapak pergi ke kondangan. Putri tertua mereka, Murni sudah dijemput pacarnya sejam yang lalu. Sedang Maidy, adiknya Murni entah nglayap kemana. Yang ada tinggal Maya, si bungsu dan Ersa, sepupunya yang kebetulan lagi berkunjung ke rumah oomnya. Terdengar irama lagu India dari dalam rumah induk, pasti mereka lagi asyik menonton Gala Bollywood.

Nggak tahu, entah karena suaraku merdu atau mungkin karena suaraku fals plus berisik, Maya datang menghampiriku.
“Lagi nggak ngapel nih, Mas Andra?” sapanya ramah (perlu diketahui kalau Maya memang orangnya ramah banget)
“Ngapel sama siapa, May?” jawabku sambil terus memainkan Sialannya Cokelat.
“Ah… Mas Andra ini pura-pura lupa sama pacarnya.”
Gadis itu duduk di sampingku (ketika dia duduk sebagian paha mulusnya terlihat sebab Maya cuman pakai kulot sebatas lutut). Aku cuman tersenyum kecut.
“Udah putus aku sama dia.” jawabku kemudian.
Nggak tahu deh, tapi aku menangkap ada yang aneh dari gelagat Maya. Gadis 14 tahun itu nampaknya senang mendengar aku putus. Tapi dia berusaha menutup-nutupinya.
“Yah, kacian deh… habis putus sama pacar ya?” godanya. “Kayaknya bete banget lagunya.”
Aku menghentikan petikan gitarku.
“Yah, gimana ya… kayaknya aku lebih suka sama Maya deh ketimbang sama dia.”

Nah lo! Kentara benar perubahan wajahnya. Gadis berkulit langsep agak gelap itu merah mukanya. aku segera berpikir, apa bener ya gosip yang beredar di tempat kost ini kalo si Maya ada mau sama aku.
“May, kok diam aja? Malu yah…”

Maya melirik ke arahku dengan manja. Tiba-tiba saja batinku ngrasani, gadis yang duduk di sampingku ini manis juga yah. Masih duduk di kelas dua smp tapi kok perawakannya udah kayak anak sma aja. Tinggi langsing semampai, bodinya bibit-bibit peragawati, payudaranya… waduh kok besar juga ya. Tiba-tiba saja jantungku berdebar memandangi tubuh Maya yang cuman pakai kaos ketat tanpa lengan itu. Belahan dadanya sedikit tampak diantara kancing-kancing manisnya. Ih, ereksiku naik waktu melirik pahanya yang makin kelihatan. Kulit paha itu ditumbuhi bulu-bulu halus tapi cukup lebat seukuran cewek.

“Mas, daripada nganggur gimana kalo Mas Andra bantu aku ngerjain peer bahasa inggris?”
“Yah Maya, malam minggu kok ngerjain peer? Mendingan pacaran sama Mas Andra, iya nggak?” pancingku.
“Ah, Mas Andra ini bisa aja godain Maya..”
Maya mencubit pahaku sekilas. Siir.. Wuih, kok rasanya begini. Gimana nih, aku kok kayak-kayak nafsu sama ini bocah. Waduh, penisku kok bangun yah?
“Mau nggak Mas, tolongin Maya?”
“Ada upahnya nggak?”
“Iiih, dimintai tolong kok minta upah sih…”
Cubitan kecil Maya kembali memburu di pahaku. Siiiir… kok malah tambah merinding begini ya?
“Kalau diupah sun sih Mas Andra mau loh.” pancingku sekali lagi.
“Aah… Mas Andra nakal deh…”

Sekali lagi Maya mencubit pahaku. Kali ini aku menahan tangan Maya biar tetap di pahaku. Busyet, gadis itu nggak nolak loh. Dia cuman diam sambil menahan malu.
“Ya udah, Maya ambil bukunya trus ngerjain peernya di kamar Mas Andra aja. Nanti tak bantu ngerjain peer, tak kasih bonus pelajaran pacaran mau?”

Cerita Panas – Gadis itu cuman senyum saja kemudian masuk rumah induk. Asyik… pasti deh dia mau. Benar saja, nggak sampai dua menit aku sudah bisa menggiringnya ke kamar kostku.

Kami terpaksa duduk di ranjang yang cuman satu-satunya di kamar itu. Pintu sudah aku tutup, tapi nggak aku kunci. Aku sengaja nggak segera membantunya ngerjain peer, aku ajak aja dia ngobrol.
“Sudah bilang sama Ersa kalo kamu kemari?”
“Iya sudah, aku bilang ke tempat Mas Andra.”
“Trus si Ersa gimana? Nggak marah?”
“Ya enggak, ngapain marah.”
“Sendirian dong dia?”
“Mas Andra kok nanyain Ersa mulu sih? Sukanya sama Ersa ya?” ujar Maya merajuk.
“Yee… Maya marah. Cemburu ya?”
Maya merengut, tapi sebentar sudah tidak lagi. Dibuka-bukanya buku yang dia bawa dari rumah induk.

“Maya udah punya pacar belum?”tanyaku memancing.
“Belum tuh.”
“Pacaran juga belum pernah?”
“Katanya Mas Andra mau ngajarin Maya pacaran.” balas Maya.
“Maya bener mau?” Gayung bersambut nih, pikirku.
“Pacaran itu dasarnya harus ada suka.” lanjutku ketika kulihar Maya tertunduk malu. “Maya suka sama mas Andra?”

Maya memandangku penuh arti. Matanya seakan ingin bersorak mengiyakan pertanyaanku. tapi aku butuh jawaban yang bisa didengar. Aku duduk merapat pada Maya.
“Maya suka sama Mas Andra?” ulangku.
“Iya.” gumamnya lirih.
Bener!! Dia suka sama aku. Kalau gitu aku boleh…
“Mas Andra mau ngesun Maya, Maya nurut aja yah…” bisikku ke telinga Maya

Tanganku mengusap rambutnya dan wajah kami makin dekat. Maya menutup matanya lalu membasahi bibirnya (aku bener-bener bersorak sorai). Kemudian bibirku menyentuh bibirnya yang seksi itu, lembut banget. Kulumat bibir bawahnya perlahan tapi penuh dengan hasrat, nafasnya mulai berat. Lumatanku semakin cepat sambil sekali-sekali kugigit bibirnya.
Mmm..muah… kuhisap bibir ranum itu.

“Engh.. emmh..” Maya mulai melenguh.
Nafasnya mulai tak beraturan. Matanya terpejam rapat seakan diantara hitam terbayang lidah-lidah kami yang saling bertarung, dan saling menggigit. Tanganku tanpa harus diperintah sudah menyusup masuk ke balik kaos ketatnya. Kuperas-peras payudara Maya penuh perasaan. ereksiku semakin menyala ketika gundukan hangat itu terasa kenyal di ujung jari-jariku.

Bibirku merayap menyapu leher jenjang Maya. Aku cumbui leher wangi itu. Kupagut sambil kusedot perlahan sambil kutahan beberapa saat. Gigitan kecilku merajang-rajang birahi Maya.
“Engh.. Masss… jangan… aku uuuh…”
Ketika kulepaskan maka nampaklah bekasnya memerah menghias di leher Maya.

“May… kaosnya dilepas ya sayang…”
Gadis itu hanya menggangguk. Matanya masih terpejam rapat tapi bibirnya menyunggingkan senyum. Nafasnya memburu. Sambil menahan birahi, kubuka keempat kancing kaos Maya satu persatu dengan tangan kananku. Sedang tangan kiriku masih terus meremas payudara Maya bergantian dari balik kaos. Tak tega rasanya membiarkan Maya kehilangan kenikmatannya. Jemari Maya menggelitik di dada dan perutku, membuka paksa hem lusuh yang aku kenakan. Aku menggeliat-geliat menahan amukan asmara yang Maya ciptakan.

Kaos pink Maya terjatuh di ranjang. Mataku melebar memandangi dua gundukan manis tertutup kain pink tipis. Kupeluk tubuh Maya dan kembali kuciumi leher jenjang gadis manis itu, aroma wangi dan keringatnya berbaur membuatku semakin bergairah untuk membuat hiasan-hiasan merah di lehernya.Perlahan-lahan kutarik pengait BH-nya, hingga sekali tarik saja BH itupun telah gugur ke ranjang. Dua gundukan daging itupun menghangat di ulu hatiku.

Kubaringkan perlahan-lahan tubuh semampai itu di ranjang. Wow… payudara Maya (yang kira-kira ukuran 34) membengkak. Ujungnya yang merah kecoklatan menggairahkan banget. Beberapa kali aku menelan ludah memandangi payudara Maya. Ketika merasakan tak ada yang kuperbuat, Maya memicingkan mata.

“May… adekmu udah gede banget May…”
“Udah waktunya dipetik ya mass…”
“Ehem, biar aku yang metik ya May…”
Aku berada di atas Maya. Tanganku segera bekerja menciptakan kenikmatan demi kenikmatan di dada Maya.
Putar… putar.. kuusap memutar pentel bengkak itu.
“Auh…Mass.. Aku nggak tahan Mass… kayak kebelet pipis mas..” rintih Maya.

Cerita Sex – Tak aku hiraukan rintihan itu. Aku segera menyomot payudara Maya dengan mulutku.
“Mmmm… suuup… mmm…” kukenyot-kenyot lalu aku sedot putingnya.
“Mass… sakiit…” rintih Maya sambil memegangi vaginanya.
Sekali lagi tak aku hiraukan rintihan itu. Bagiku menggilir payudara Maya sangat menyenangkan. Justru rintihan-rintihan itu menambah rasa nikmat yang tercipta.

Tapi lama kelamaan aku tak tega juga membuat Maya menahan kencing. Jadi aku lorot saja celananya. Dan ternyata CD pink yang dikenakan Maya telah basah.
“Maya kencing di celana ya Mass?”
“Bukan sayang, ini bukan kencing. Cuman lendir vaginamu yang cantik ini.”
Maya tertawa mengikik ketika telapak tanganku kugosok-gogokkan di permukaan vaginanya yang telah basah. Karena geli selakangnya membuka lebar. Vaginanya ditumbuhi bulu lebat yang terawat. Lubang kawin itu mengkilap oleh lendir-lendir kenikmatan Maya. Merah merona, vagina yang masih perawan.

Tak tahan aku melihat ayunya lubang kawin itu. Segera aku keluarkan penisku dari sangkarnya. Kemudian aku jejalkan ke pangkal selakangan yang membuka itu.
“Tahan ya sayang…engh..”
“Aduh… sakiiit mass…”
“Egh… rileks aja….”
“Mas… aah!!!” Maya menjambak rambutku dengan liar.
Slup… batang penisku yang perkasa menembus goa perawan Maya yang masih sempit. Untung saja vagina itu berair jadi nggak terlalu sulit memasukkannya. Perlahan-lahan, dua centi lima centi masih sempit sekali.
“Aduuuh Masss… sakiiit…” rintih Maya.

Aku hentakkan batang penisku sekuat tenaga.
“Jruub…”
Langsung amblas seketika sampai ujungnya menyentuh dinding rahim Maya. Batang penisku berdenyut-denyut sedikit sakit bagai digencet dua tembok tebal. Ujungnya tersentuh sesuatu cairan yang hangat. Aku tarik kembali penisku. Lalu masukkan lagi, keluar lagi begitu berkali-kali. Rasa sakitnya berangsur-angsur hilang.

Aku tuntun penisku bergoyang-goyang.
“Sakit sayang…” kataku.
“Enakkk…eungh…” Maya menyukainya.
Ia pun ikut mengggoyang-goyangkan pantatnya. Makin lama makin keras sampai-sampai ranjang itu berdecit-decit. Sampai-sampai tubuh Maya berayun-ayun. Sampai-sampai kedua gunung kembar Maya melonjak-lonjak. Segera aku tangkap kedua gunung itu dengan tanganku.

“Enggh.. ahhh..” desis Maya ketika tanganku mulai meremas-remasnya.
“Mass aku mau pipis…”
“Pipis aja May… nggak papa kok.”
“Aaach…!!!”
“Hegh…engh…”
“Suuur… crot.. crot.. ”
Lendir kawin Maya keluar, spermaku juga ikut-ikutan muncrat. Kami telah sama-sama mencapai orgasme.

“Ah…” lega. Kutarik kembali penisku nan perkasa. Darah perawan Maya menempel di ujungnya berbaur dengan maniku dan cairan kawinnya. Kupeluk dan kuciumi gadis yang baru memberiku kepuasan itu. Mayapun terlelap kecapaian.

Kreek… Pintu kamarku dibuka. Aku segera menengok ke arah pintu dengan blingsatan. Ersa terpaku di depan pintu memandangi tubuh Maya yang tergeletak bugil di ranjang kemudian ganti memandangi penisku yang sudah mulai melemas. Tapi aku juga ikut terpaku kala melihat Ersa yang sudah bugil abis. Aku tidak tahu tahu kalau sejak Maya masuk tadi Ersa mengintip di depan kamar.

“Ersa? Ng… anu..” antara takut dan nafsu aku pandangi Ersa.
Gadis ini lebih tua dua tahun diatas Maya. Pantas saja kalau dia lebih matang dari maya. Walau wajahnya tak bisa menandingi keayuan Maya, tapi tubuhnya tak kalah menarik dibanding Maya, apalagi dalam keadaan full naked kayak gitu.

“Aku nggak akan bilang ke oom dan tante asal…”
“Asal apaan?”
Mata Ersa sayu memandang ke arah Maya dan penisku bergantian. Lalu dia membelai-belai payudara dan vaginanya sendiri. Tangan kirinya bermain-main di belahan vaginanya yang telah basah. Ersa sengaja memancing birahiku. Melihat adegan itu, gairahku bangkit kembali, penisku ereksi lagi. Tapi aku masih ingin Ersa membarakan gairahku lebih jauh.

Ersa duduk di atas meja belajarku. Posisi kakinya mekangkang sehingga vaginanya membuka merekah merah. Tangannya masih terus meremas-remas susunya sendiri. Mengangkatnya tinggi seakan menawarkan segumpal daging itu kepadaku.
“Mas Andra.. sini.. ay…”
Aku tak peduli dia mengikik bagai perek. Aku berdiri di depan gadis itu.
“Ayo.. mas mainin aku lebih hot lagi..” pintanya penuh hasrat.

Aku gantiin Ersa meremas-remas payudaranya yang ukuran 36 itu. Puting diujungnya sudah bengkak dan keras, tanda Ersa sudah nafsu banget.
“Eahh.. mmhh…” rintihannya sexy sekali membuatku semakin memperkencang remasanku.
“Eahhh.. mas.. sakit.. enak….”

Ersa memainkan jarinya di penisku. Mempermainkan buah jakarku membuatku melenguh keasyikan. “Ers… tanganmu nakal banget…”
Gadis itu cuman tertawa mengikik tapi terus mempermainkan senjataku itu. Karena gemas aku caplok susu-susu Ersa bergantian. Kukenyot sambil aku tiup-tiup.
“Auh…”
Ersa menekan batang penisku.
“Ers… sakit sayang” keluhku diantara payudara Ersa.
“Habis dingin kan mas…” balasnya.

Setelah puas aku pandangi wajah Ersa.
“Ersa, mau jurus baru Mas Andra?”
Gadis itu mengangguk penuh semangat.
“Kalau gitu Ersa tiduran di lantai gih!”
Ersa menurut saja ketika aku baringkan di lantai. Ketika aku hendak berbalik, Ersa mencekal lenganku. Gadis yang sudah gugur rasa malunya itu segera merengkuhku untuk melumat bibirnya. Serangan lidahnya menggila di ronga mulutku sehingga aku harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengimbanginya. Tanganku dituntunnya mengusap-usap lubang kelaminnya. Tentu saja aku langsung tanggap. Jari-jariku bermain diantara belantara hitam nan lebat diatas bukit berkawah itu. “Mmmm… enghh…”
Kami saling melenguh merasakan sejuta nikmat yang tercipta.

Cerita Dewasa – Aku ikut-ikutan merebah di lantai. Aku arahkan Ersa untuk mengambil posisi 69, tapi kali ini aku yang berada di bawah. Setelah siap, tanpa harus diperintah Ersa segera membenamkan penisku ke dalam mulutnya (aku jadi berpikiran kalau bocah ini sudah berpengalaman).
Ersa bersemangat sekali melumat penisku yang sejak tadi berdenyut-denyut nikmat. Demikian juga aku, begitu nikmatnya menjilati lendir-lendir di setiap jengkal vagina Ersa, sedang jariku bermain-main di kedua payudaranya. Srup srup, demikian bunyinya ketika kusedot lendir itu dari lubang vagina Ersa. Ukuran vagina Ersa sedikit lebih besar dibanding milik Maya, bulu-bulunya juga lebih lebat milik Ersa. Dan klitorisnya… mmm… mungil merah kenyal dan mengasyikkan. Jadi jangan ngiri kalo aku bener-bener melumatnya dengan lahap.

“Ngngehhh…uuuhh..” lenguh Ersa sambil terus melumat senjataku.
Sedang lendir kawinnya keluar terus.
“Erss… isep sayang, iseppp…” kataku ketika aku merasa mau keluar.
Ersa menghisap kuat-kuat penisku dan crooott… cairan putih kental sudah penuh di lubang mulut Ersa. Ersa berhenti melumat penisku, kemudian dia terlentang dilantai (tidak lagi menunggangiku). Aku heran dan memandangnya.
“Aha…” ternyata dia menikmati rasa spermaku yang juga belepotan di wajahnya, dasar bocah gemblung.

Beberapa saat kemudian dia kembali menyerang penisku. Mendapat serangan seperti itu, aku malah ganti menyerangnya. Aku tumbruk dia, kulumat bibirnya dengan buas. Tapi tak lama Ersa berbisik, “Mas.. aku udah nggak tahan…”
Sambil berbisik Ersa memegangi penisku dengan maksud menusukannya ke dalam vaginanya.

Aku minta Ersa menungging, dan aku siap menusukkan penisku yang perkasa. penisku itu makin tegang ketika menyentuh bibir vagina. Kutusuk masuk senjataku melewati liang sempit itu.
“Sakit Mas…”
Sulitnya masuk liang kawin Ersa, untung saja dindingnya sudah basah sejak tadi jadi aku tak terlalu ngoyo.

“Nggeh… dikit lagi Ers…”
“Eeehhh… waaa!!”
“Jlub…” 15 centi batang penisku amblas sudah dikenyot liang kawin Ersa. Aku diamkan sebentar lalu aku kocok-kocok seirama desah nafas.
“Eeehh… terus mass… uhh…”
Gadis itu menggeliat-geliat nikmat. Darah merembes di selakangnya. Entah sadar atau tidak tangan Ersa meremas-remas payudaranya sendiri.

Lima belas menit penisku bermain petak umpet di vagina Ersa. Rupaya gadis itu enggan melepaskan penisku. Berulang-ulang kali spermaku muncrat di liang rahimnya. Merulang-ulang kali Ersa menjerit menandakan bahwa ia berada dipucuk-pucuk kepuasan tertinggi. Hingga akhirnya Ersa kelelahan dan memilih tidur terlentang di samping Maya.

Capek sekali rasanya menggarap dua daun muda ini. Aku tak tahu apa mereka menyesal dengan kejadian malam ini. Yang pasti aku tak menyesal perjakaku hilang di vagina-vagina mereka. Habisnya puas banget. Setidaknya aku bisa mengobati kekecewaanku kepada Rere.

Malam makin sepi. Sebelum yang lain pada pulang, aku segera memindahkan tubuh Maya ke kamarnya lengkap dengan pakaiannya. Begitu juga dengan Ersa. Dan malam ini aku sibuk bergaya berpura-pura tak tahu-menahu dengan kejadian barusan. Lagipula tak ada bukti, bekas cipokan di leher Maya sudah memudar.
He.. he.. he.. mereka akan mengira ini hanya mimpi.

Written by catatanpemula17

July 25, 2011 at 10:37 am

Posted in Uncategorized

Gairah Nafsu Syahwat Olla Ramlan Tak Terkendali (2)

leave a comment »

Wanita cantik berambut panjang yang bersimpuh di depanku luar biasa menggoda imanku, dalam kondisi pakaian yang lengkap saja aku sudah ngaceng tak terkendali, apalagi kini bertelanjang bulat memamerkan seluruh bagiannya yang paling rahasia, dari kemulusan tubuhnya, besarnya buah dada yang membusung itu, kemudian turun ke bawah, aaaaah … memeknya itu .. ck ck ck ck .. aku benar benar tidak tahan, jembutnya sangat rapi walau basah, justru itu indahnya jembut yang memeknya sudah terangsang, mataku memandang ke selakangannya itu, sungguh rapat, aku bakalan tidak mudah mencobloskan kontolku dalam memek yang sempit itu, kubiarkan Olla Ramlan yang bermain main dengan mengelus elus, meremas remas kontolku dengan perlahan sambil tersenyum menggoda, kontolku menjadi bahan mainan dengan jari jarinya, terkadang telunjuk tangannya menekan nekan ke kepala kontolku sambil menggeleng geleng, tangan sendiri langsung membalas perlakuan Olla Ramlan dengan kutempelkan ke memeknya yang basah itu mengusap usap nakal, kurasakan kebasahan memeknya itu, Olla Ramlan memejamkan matanya merasakan elusan perlahan tanganku di memeknya itu, kuusap usap dengan tangan kiriku, sedang tangan kananku menuju ke buah dadanya sebelah kiri dan kupegang, ketika kupegang itu, janda berambut panjang itu mengibaskan kepalanya memutar yang bertujuan agar rambutnya berada di punggungnya, Olla Ramlan kemudian mendongak merasakan remasan lembut tanganku yang nakal itu, kurasakan puntingnya tertekan di telapak tanganku, kuremas dengan lembut perlahan lahan menikimati kesekalan dan kemontokan buah dada Olla Ramlan yang sangat ranum bagiku, tanganku kemudian berpindah ke buah dada sebelah kanan, sedang tangan kiri nakal membuka belahan memeknya yang basah itu, kutusukan perlahan, sontak tangan kiri Olla Ramlan langsung menahan tanganku itu.

“Oooooooooh .. sayang aaaaaaaaah … mmhhh … kamuuu aaaaaah .. teruus yang .. Tantee Olla nggak tahaaan nih .. aduh .. aduuuuuh .. teruus .. remees .. tusuuuuk .. sssssssssssssshhh sssssssssshh hhhhh “ lenguh dan desis Olla Ramlan tak karuan dengan mendongak ke atas merasakan remasan tanganku di buah dadanya serta colekan nakal jariku di lubang memek basahnya itu.

“Sungguh .. bidadari yang sangat cantik kau Tantee Olla .. aku juga nggak tahan ingin menyetubuhimu .. hmmmm .. oooh … buah dadamu Tantee .. sekal nan montok .. akan kugeluti kau … “ pujiku sambil bermain main dengan remasan ke buah dadanya, kadang tangan berputar merasakan kekenyalannya itu.

“Say … puaskan aku .. aku sudah nggak tahan … please .. setubuhi akuuu “ rengek Olla Ramlan yang sudah tidak tahan nafsu syahwatnya itu.

“Tidak secepat itu Tante Olla .. kita saling bercumbu dulu … uuuh .. kulitmu benar benar mulus, rambut panjangmu sungguh indah .. mimpi apa semalam, jika aku sekarang bisa bercinta dengan wanita idamanku ini .. Ooh .. Tante Olla .. akan kumasuki tubuhmu dengan kontolku .. “ dengusku sambil perlahan lahan mengusap usap lengannya, kemudian turun dan menggenggam jari jari tangannya itu. Olla Ramlan membalas genggamanku itu dengan meremas pelan

“Tolong aaaaah .. tante minta tolong ..please .. masukin kontolku cepaat .. nggak tahaan aaaaaaah … sudah lama memek Tante Olla nggak dicoblos sama kontol .. uuuuuuuuuuh .. sayaaaang aaaah .. apa yang harus tante perbuat … agar kau mau menyetubuhi Tante Olla “ rengek Olla Ramlan dengan memegang kontolku kuat.

“Kita bercumbu dulu tante .. marilah Tante .. naik ke pangkuanku, lepaskan kontolku “ bujukku dengan memandang ke memeknya sambil mengelus elus pahanya itu.

Olla Ramlan memandangku dengan sayu, tidak kuat menahan nafsunya, matanya kemudian turun memandang ke kontolku yang ngaceng mengeluarkan cairan kental, jarinya menutup lubang kontolku itu, perlahan lahan pegangan kuat di kontolku dikendorkan namun tidak dilepaskan, kemudian bibirnya menggigit.

“Aduuh .. sayaaang .. mana kuat tangan Tante Olla ngelepasin kontolmu ini .. katanya kau suruh jilati, emutin, dioral .. aduuh .. sayaaaang .. kamu nakaaaal aaaaaaaaah .. mana kuat .. “ rengek Olla Ramlan semakin tidak akan akan arah permainanku yang berubah cepat.

“Ikut caraku saja Tante Olla .. kujamin Tante Olla akan mendapatkan kepuasan tak terhingga .. akan kuisi malammu yang sepi ini dengan kontolku .. betapa indah tubuhmu Tante .. tidak hanya memekmu yang basah ini mendapatkan kepuasan .. namun seluruh tubuhmu akan kunikimat .. ayolah Tante .. naik donk .. “ bujukku yang dijawab dengan gigitan di bibirnya itu.

Perlahan Olla Ramlan kemudian berdiri, ketika berdiri itu, mataku tak berkedip memandang kesintalan tubuhnya, kupandang pada bagian dari kepala, kemudian leher, dadanya yang montok, perutnya yang rata, kemudian aaaaaaaaaaaah .. memek basahnya itu membuat tidak tahan, namun aku mencoba menghela nafas, mengendalikan nafsuku, kuelus elus pahanya yang mulus itu sampai membuat kakiku malah meriding merasakan kemulusan wanita beranak satu ini.

Olla Ramlan kemudian melangkahkan kaki ke atas sofa kemudian naik dan kedua tangannya kemudian menopang ke pundakku, kaki kirinya kemudian menyusul naik dan perlahan lahan pantatnya yang sekal itu aku pegang dengan tanganku dan kuremas keduanya

“Ooh sayaaang .. uuuh .. nakaal aaaaaah …. Reemeees lagi sayaaaaaaaang .. aduuuh .. mmmmmmmmhhhh .. tangan nakaaal .. Tante Olla suka tanganmu ngeremes bokong .. remees lagi yaaang .. yaaa .. uuuuuuuh … mmmmmmmhh … mmmmmmmmmmfff .. “ desis dan desah Olla Ramlan dengan menggoyang goyangkan pantatnya seiring remasan kedua tanganku di kedua bongkahan sekal pantatnya itu, perlahan lahan pantatnya kemudian berada di antara kedua pahaku, aku tetap meremas, tangan Olla Ramlan kemudian memegang bagiak belakang kepalaku, kepalaku dimajukan dan Olla Ramlan memandangku sambil menggigit merasakan nikmatnya aku tak henti hentinya bermain main di pantatnya itu.

Olla Ramlan kemudian memajukan kepalanya dan bibir kami berjarak sekitar 5 centi, kurasakan hembusan nafasnya itu, kurasakan ada ganjalan dalam diri Olla Ramlan yang sudah tidak tahan menahan libido dan nafsu syahwatnya itu. Olla Ramlan kemudian memiringkan kepalanya, bibirnya dibuka, kami berdua perlahan lahan menyatukan bibir kami, perlahan lahan kami akhirnya saling bertaut bibir.

“Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmh “ suara yang keluar dari kami bersahutan ketika bibir kami saling memagut pelan, kami merasakan kenikmatan saling beradu bibir itu, sambil tangan kananku kutarik, kuelus elus pahanya, sedang tangan kiriku tetap berada di pantatnya meremas remas dengan lembut. Kami semakin terbakar nafsu, belum lagi keringat sudah mengucur di sekujur tubuh kami, pagutan demi pagutan sampai aku tidak tahan, kulepaskan elusan tanganku di pahanya, kemudian langsung naik memegang buah dadanya dan kuremas remas, Olla Ramlan semakin tidak tahan.

Lengannya begitu kuat menopang ke pundakku dan tangannya menahan belakang kepalaku, bibir kami saling memagut, lidah kami saling bertubukan, sehingga air liur kami sampai ada yang keluar dari bibir kami, air liur itu kemudian merembes turun, perlahan air liur itu merembes ke dagu Olla Ramlan dan meluncur turun, lidah kami saling bertekan dan kami kemudian saling menghisap, menghangatkan badan kami yang diburu nafsu kawin tak terkendali itu. Belum lagi aku harus mengontrol nafsuku Olla Ramlan yang tak terkendali yang ingin cepat cepat memeknya digenjot itu, kurasakan tanganku yang berpindah ke depan kemudian mengelus elus dan mengusap usap memeknya, kurasakan Olla Ramlan benar benar terangsang akan ulah nakal tanganku itu. Kami terus saling bermain lidah, dengan nakal lidah Olla Ramlan menerobos dalam mulutku mengejar lidahku, kami saling berbelit lidah, sehingga cucuran air liur sampai tak karuan merembes sampai leher kami masing masing, Olla Ramlan menahan kepalaku, kemudian langsung menjilati leherku, dijilati air liurku, kemudian dengan cepat kepalanya kembali tegak dan mengajakku saling beradu bibir, kupagut lagi, kuhisap, kemudian aku langsung menarik kepalaku, kujilati bagian lehernya itu, menelan air liur yang merembes itu.

“Mmmmmmmmmmmmmhhh ….sssssssssssssshhh ssssssssssssshhh hhh “ desisku dengan memburu nafas, ditahannya kepalaku ketika hendak kembali saling menghisap

“Saaay …. Teruuskan .. nikmaaat .. lakukan …pagut aku lagi ..lumat bibirku .. sayaang .. uuuh .. aku tidak tahaan sayaang .. “ desah Olla Ramlan dengan merogoh ke bawah mencekal ke kontolku yang ngaceng itu. Dipegang dan dikocok kocok dengan pelan sambil kami saling kembali memagut, pagutan demi pagutan, lumatan demi lumatan, hisapan demi hisapan kami lakukan, Olla Ramlan semakin tidak tahan lagi, tubuhnya kemudian kupeluk, kuusap usap punggugnya, kemudian kembali aku ke belakang bagian pantatnya dan kuremas kuat membuat Olla Ramlan menahan lumatannya

“Uuuuuuuuuuuuh aaaaaaaaaah … sayaaang .. coblos Tante yaaa .. nggak kuaaaaaaat aaaaaaaaaah “ rengek Olla Ramlan dengan mata sayu bak pengantin baru yang tidak tahan ingin segera dicoblos itu, aku menatapnya dengan teduh, Olla Ramlan mengelus elus dadaku dengan tangan kanannya, tangan kirinya bermain main dengan buah zakarku sampai ditekan tekan, aku bak tak karuan merasakan jari jari nakal Olla Ramlan yang memegang dan meremas buah zakarku itu

“Memek Tante Olla sempit .. ndak mungkin kontolku bisa masuk .. “ ucapku yang dijawab dengan gelengan kepala wanita janda beranak satu nan berambut panjang itu

“Paksain donk, sayaaaaaaaaang … Tante yakin kontolmu pasti muat dalam memek Tante .. nanti tante lebarin mengangkang deh .. ini tante sudah gataaal .. lama nggak kawin .. ayolah sayaaang .. ooh .. sayangku … masukin tubuhku .. kawinin aaakuu .. entotin tante .. ewe Tante Olla cepat .. Tante Olla nggak tahaaaan lagi dicoblos coblos dengan kontol besarmu … “ rengek Olla Ramlan yang luar biasa tidak tahan, wanita bermuka haus kontol ini pun melepaskan pegangan pada tubuhku, kemudian menekan ke pundakku

“Tiduran sayaaang … Tante Olla yakin kamu pengin dioral ya .. sini Tante Olla oral kontolmu … Tante Olla layani .. Tante juga pengin merasakan kontol besarmu ini … “ perintah Olla Ramlan dengan turun dari pangkuanku kemudian bersimpuh kembali ke lantai, aku kemudian tiduran dan kontolku menjulang ke atas saking ngacengnya

“Iiiiiiiiiiiih …. Kontol kok besar bangeeet nih … pasti Tante Olla akan mengeraang eraaang tak karuan .. oooh .. Tante Olla sudah bayangi bakalan teriak teriaak .. nggak tahan kamu genjot .. “ ungkap Olla Ramlan dengan menggeleng geleng menatap ke kontolku itu.

Olla Ramlan kemudian mengibaskan kepalanya, rambut panjangnya kembali ke belakang, kepalanya miring dan kemudian menjilati kontolku dengan rakus ke atas

“Pelaaaaaaaaaaan Tanteee .. nikmati kontolku .. waktu masih panjaaang .. jangan terburu buru “ ucapku sambil tersenyum, tanganku nemplok di dadanya yang kumainkan punting susunya dengan kutekan tekan

“Aaaaaaaauh .. uuuh .. saaaay .. Tante nggak terkontrol nih .. otak Tante Olla hanya terisi kontolmu .. ndak bisa sabar sayaaaaaaaaaaang “ sahut Olla Ramlan dengan menjilati kontolku naik turun dengan cepat dan rakus, namun perlahan betina muka kontol ini memelankan jilatannya.

Kepalanya miring ke kanan, kali ini menjilati sisi kontolku dari bagian selakanganku, tangannya menekan ke dadaku, kemudian tangan itu naik sampai di depan bibirku, jarinya kemudian dicelupkan ke lubang mulutku, kuhisap jarinya itu, di dalam mulutku, jari jari itu bergerak gerak nakal bertempur dengan lidahku.

Kurasakan jilatan demi jilatan itu. Kontolku semakin basah oleh air liur yang dikeluarkan lewat lidah Olla Ramlan yang semakin tak terkendali, dilepaskan jilatan nakalnya itu kemudian mengocok ngocok kontolku, matanya tidak berkedip memandang aksinya bermain main dengan kontolku

“Uuuuuuuuuuuuh .. pelaaan .. ngocoknya .. saaaaaaaaakit aaaaaaaaaaah .. bisa cepat muncraaaaaaaat “ lenguhku merasakan agresifnya Olla Ramlan mengocok kontolku itu.

“Hmmm …. Maaf, sayaaang .. Tante Olla Ramlan bernafsu banget sama kontolmu .. sorry “ ucap Olla Ramlan dengan memelana kocokannya itu

“Ohh .. iyaaaaaaa aaaaaaaaah .. enaaak Taaante .. aduuh .. Tantee .. Tante Olla .. doyan kontol banget neh .. teruus Taan .. kocokin .. enaaak aaaaaaaaaaaaaauh sssssssssssssshhh ssssssssshh hhh .. oooh oooh .. oooh … huuuuuuuuuuuuuh .. aaaaaaaaaaaaauh .. Ooh Noo . Noo .. Tantee .. Tante Olla Ramlan maniak kontol … “ erangku merasakan kocokan nakal itu.

“Sudaaaaaaaaah aaaaaaaaaah .. celupin dalam mulut Tante Olla .. sepong kontolku “ pintaku yang dijawab dengan gelengan

“Gimana bisa nyepong .. kontol ini aja pasti sesak dalam mulut Tante .. baaaah … kontol kok sebesar kontol jaran nih .. hihihihi .. pasti Tante nanti nggak bisa bangun bangun kau kawini nih … “ goda Olla Ramlan dengan membuka mulutnya, kepalanya dinaikan kemudian kepala kontolku dimasukan, mulutnya membuka lebar namun kontolku sesak masuk dalam mulutnya

“Gilaaaaaaaaaaaaa .. gilaaaaaaa .. kontol gilaaaaaaaa .. kegedeaaaaaaan aaaaaaah “ rutuk Olla Ramlan dengan menarik kembali kepalanya, Olla Ramlan kemudian naik ke sofa dan jongkok di belahan kedua pahaku.

“Tenang, sayaaang .. Tante pengin merasakan kontolmu dulu .. uuuh .. betapa indahnya jika nanti malam berlanjut sampai pagi … habis ini kita ke rumah Tante atau hotel ya .. kita teruskan proyek kawin bikin anak .. Tante Olla Ramlan sedang subur sayaaang .. demi kenikmatan kontolmu .. Tante Olla Ramlan rela hamil .. aaah .. persetan dengan hamil aaah .. yang penting kau harus coblosin memek Tante .. semburkan spermamu dalam rahim Tante Olla Ramlan .. akan kukandung anak hasil kawin kita sayaaang .. maukah kau menghamili Tante Olla Ramlan ?” ujar Olla Ramlan dengan diakhir bertanya padaku. Aku tidak menjawab.

“Gimana sayaaang .. katanya kau sanggup menanggung tubuh Tante Olla di atasmu, namun kau tidak mau jawab “ goda Olla Ramlan dengan tersenyum sangat mesum padaku sambil menjilati bibirnya sendiri.

“Asal Tante Olla .. nggak buru buru aaaah .. setiap detik kita nikmati Tante .. sudah lama aku menginginkan tubuh montok Tante Olla Ramlan … “ sahutku dengan tersenyum sambil menarik bantal untuk mengganjal kepalaku

“Oh .. Tante Olla juga sayaang .. pertama bertemu denganmu .. yang terpikir hanya kontolmu .. “ ucap Olla Ramlan tanpa menatapku, membuka mulutnya lebar lebar kemudian memasukan kontolku itu, tangan dengan nakal menahan ke belakang kepalanya, memberikan tekanan, perlahan lahan gesekan gigi Olla Ramlan membuatku ngilu, kontolku sesak dalam mulutnya.

Akibat tekanan itu, tangan Olla Ramlan memberontak dengan mencengkeram ke pinggangku, sehingga aku menggelinjang, akibat gelinjangan itu kontolku amblas tertelan dalam mulutnya, kurasakan sesaknya mulut Olla Ramlan yang tersumpal kontolku itu, kulepaskan tekanan itu sehingga cepat cepat kepala Olla Ramlan naik lagi, perlahan melepaskan kuluman kontol itu

“Edaaaaaaaan … Tante bisa mati tak bernafas disumpal kontolmuu huuuuuuuuuuuuuuh “ dengus Olla Ramlan tidak tahan itu.

“Maaf Tante .. aku hanya ingin melihat raut Tante Olla yang cantik ini jika tersumpal kontolku “ godaku yang dijawab dengan cubitan di kontolku

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaoh “ erangku tak karuan.

“Huuuh .. kalo sakit dan lemes tanggung jawab kau Tanteee “ makiku dengan menggoda.

“Sialan kau sayaang .. Tante Olla mau nanggung ngemut kontolmu .. jawabnya ogah .. kalo sudah tersumpal kontol mulut Tante Olla ndak bisa jawab … hihihihi “ balas Olla Ramlan dengan tergelak padaku kemudian mengelap bibirnya yang air liurnya meluncur turun itu.

“Payaaaaaaah …. Tante Olla nggak tahaaaan aaaaaaaah ..kamu diam saja .. sini Tante Olla makin bernafsu ngemut kontolmu lagi “ ucap Olla Ramlan dengan membungkuk lagi, kemudian memperbaik posisinya itu, namun kemudian berubah arah

“Enam sembilan aaah .. biar adil .. kamu oral memek Tante Olla .. biar cepet kamu coblosin memek Tante .. nggak tahaaaaaaaaaan , sayaaaaaaaaaang .. Tante nggak kuat kalo Cuma mandangi kontolmu mulu .. ini kontol harus cepat cepat membuntingi Tante Olla Ramlan …. “ rengek Olla Ramlan dengan langsung mengangkangi aku, tubuhnya ditekuk dengan posisi dadanya di atas perutku, tangannya memegang kontolku, kemudian selakangannya turun dipaskan ke depan bibirku, aku langsung menjilati memeknya sebelum Olla Ramlan kembali memasukan kontolku dalam mulutnya itu.

Kujilati memeknya, Olla Ramlan kemudian menahan sebentar, mulutnya membuka lebar, kontolku perlahan lahan dimasukan dalam mulutnya, tanganku nakal memegang kedua pantatnya itu, kuremas remas dan kujilati memeknya dengan rakus, Olla Ramlan tak mau kalah, kontolku yang sudah menyumpal mulutnya itu dikulum sambil dikeluar masukan dengan pelan pelan, sesaknya kontolku itu tidak bebas membuat Olla Ramlan mengulumnya, belahan memeknya yang basah itu aku singkapkan dengan lidaku, sampai Olla Ramlan menahan sambil mengeram

“Mmmmmmmmmmmmmmmmmhhhhhhhh “ eram Olla Ramlan yang mulutnya penuh dengan kontolku itu, kusibakan lubang yang mulai memerah akibat usapan dan elusan serta jilatanku yang nakal itu.

Kurasakan kontolku dikulum lagi, kontolku dipakai bak sikat gigi, giginya sebelah dalam pipi kiri digosok gosok dengan kontolku. Aku menahan sensasi luar biasa saling merangsang dengan Olla Ramlan ini.

Kami saling merangsang, memek sempit itu aku lebarkan, aku semakin nakal dengan menarik tanganku, kutusuk memeknya dengan jariku untuk melebarkan sontak Olla Ramlan mengeluarkan kontolku menjerit

“Aaaaaaaaaaaaaaauh .. siaaaalaaan aaaaaaaaah .. ssssssssssshh sssssssshhh hhh .. jangan lagi aaaah .. ini Tante Olla sedang nikmati kontolmuuu .. jilati ajaa .. hisaap, sayaaaaaang “ sungut Olla Ramlan yang kembali menjilati kontolku dengan lebih cepat naik turun.

Memeknya aku kemudian hisap dengan kutempelan bibirku, Olla Ramlan sampai memejamkan matanya erat erat mendongak ke atas

“Sayaaaaaaaang aaaaaaaaaah .. kooooooontoooooooooool aaaaaaaaaah “ erang Olla Ramlan dengan tak karuan itu, tangannya menekan kuat ke pahaku

“Laaagii .. kontol … enaak banget tadi kontol .. mainin klitoris Tante Olla .. ooh .. itilku .. itilku aaaaaaaaaah .. aaaaaaauh …mmmmmmmmhh .. terus.. yaaang .. terus kontol .. aduuuh kontol .. aaaaaauh, memekku .. aaaaah, meemeekuu .. oooh .. kontol .. teruus kontol … aduuuuuuuuuh .. uuuh .. duuuuh ssssssssssssssshh ssssssssssshhh hhh “ desah dan desis Olla Ramlan yang tak karuan dengan mata merem melek merasakan keenakan lidahku menjilati klitorisnya berulang ulang itu

“Sudaaaaaaaah aaaaaaaaaaaah .. sudaaaaaah … Tante sudaaah nggak taaaaaaahaaan “ paksa Olla Ramlan dengan cepat cepat berubah posisi dan kemudian menduduki ke kedua pahaku, aku menahan nafasku pelan

“Dasar lelaki muka doyan memek .. awas yaaa … ayoo ..kamu pasti pengin muncraaat … Tante Olla Ramlan rela kamu hamili .. keluarkan manimu .. keluarkan bibitmu sayaaaang .. telur Tante Olla siap kau buahi … Tante Olla sedang subur .. aaaah .. demi kontolmu Tante Olla siap hamil … “ ucap Olla Ramlan dengan menaikan selakangannya kemudian mengarahkan lubang basah yang memerah akibat oralku itu ke kepala kontolku

Tangan kirinya kemudian menekan ke dadaku, sedang tangan kanannya memegang kontolku.

“Uuuuuuuuuuuuuuh .. sesaaaaaaknya aaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmmmmmmmhh .. ooooooooooh .. aaaaaaaaaaaarggg …. Nnng .. nggggggg … duuuh sakitnyaaaaa aaaaaaaaaaaaah aaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmhh ssssssssssssshh ssssssssshh .. duuuh susaaahnya .. kappaaan bisa kawin nih .. siaaal aaaaaaaaah “ lenguh Olla Ramlan yang terpejam erat berusaha mencobloskan kontolku ke dalam memeknya, aku tersenyum kecut akan nafsu syahwat janda gatel kontol ini.

“Pelaaan Tantee .. tekaaan .. dengan pelan tapi kuaaat .. kemudian tarik lagi … uuuuuh “ ucapku sambil memegang kedua buah dadanya yang montok di atasku itu.

“Remeeslah susu Tante Olla sepuasmu .. Tante Olla Ramlan pasrahkan seluruh tubuh Tante untukmu semata, sayaaaang .. puaskan Tante .. sayaang tahaaan yaaa .. nih Tante Olla tekaaaaan lagi “ ucap Olla Ramlan dengan menekan perlahan namun kuat, perlahan kontolku mili demi mili mulai masuk ke dalam lubang memeknya yang basah itu.

“Taaaaaaarik .. tekaaaaaaan lagi .. uuuuuuuh .. kontolku terasa kau peras Tanteeee .. aduuh Tanteee … memek Tante Olla hangaaat .. aku betah bersarang di memek tanteee .. aaaaaaaaoh .. Tante aaaaaaaaaaaaaah .. sesaaaaaaaaaak .. teruuuuuuuuuus aaaaaaaaaaah .. ayoo tekaaan lagi .. tarik .. pelaaan pelaaaaan .. kuaaaaaaaaaaaat .. teruuuuuuuuus “ sahutku dengan tak karuan merasakan pilinan nakal otot otot memeknya menjepit kepala kontolku itu, Olla Ramlan sampai menggeleng gelengkan kepalanya karena kesakitan memeknya dipaksa dimasuki kontol besarku itu.

Olla Ramlan menahan sebentar sambil melepaskan kontolku, dijilati telapak tangannya itu, Olla Ramlan menikmati jilatan itu kemudian telapak tangannya diludahi, ludah itu kemudian dibawah ke bawah dan memegang kontolku yang baru masuk setelah kepala kontolku

“Ndak tahaaan sayaang .. eeentaaah gimana rasanya kalo kontol kamu amblas dalam memek Tante Olla .. aaaaaaaaauh .. paaasti .. pastii aaaah nikmaaat .. tante bakaaalan ngerang erang tak karuan .. uuuh .. tahan ya sayaaang .. biar Tante Olla yang masukin kontolmu ..kamu remes aja susu Tante Olla .. mantap khan susu tante .. montok .. “ ucap Olla Ramlan dengan mengedipkan matanya menggodaku itu.

“Gilaaaaaaaaaaaaa .. wanita secantik Tante Olla .. hmm . doyan kontol bangeeet “

“Haiyaaah .. wanita normal doyan kontol, sayaaang … “ potong Olla Ramlan dengan tersenyum sambil menekan kembali dengan kuatnya

“Uuuuuuuuuuuuuuuh aaaaaaaaaaaah .. aaaaaaauh .. aduuh .. uuuh .. baru sepaaaro .. Tante nggg ngggg aaaaaah mmmmmhhhh .. nggak kuaaaaaaat … sssssssssssssh ssssssssssshhh hhh “ erang Olla Ramlan dengan mendesah dan mendesis tak terkendali, kontolku luar biasa sesak, kulihat belahan kedua daging memeknya melebar menjepit kontolku, belum lagi bagian atas memeknya itu menggelembung dimasukan kontolku, Olla Ramlan mengelus elus bagian itu merasakan nikmatnya

“Diaaaaaaaaaam .. Tante Olla .. nikmaaati sebeentaar kontolmuu .. ooooh sayaaaang .. enaaknya .. aduuh .. lebih enaaaaaak lebih dalaaaaaaaam .. aaaaaaaaaaouh .. mmmmmmmmmmhhh .. Tante Olla bakalan betah tiap hari diginiin … aduuh sayaaaang … rasanyaaa “ ucap Olla Ramlan merasakan nikmatnya kehangatan kontolku itu.

Olla Ramlan kemudian kembali menarik pelan dan menekan lagi dengan kuat, sehingga mili demi mili kontolku semakin terbenam dalam surga memek basahnya itu. Kami sampai menghela nafas berkali kali, Olla Ramlan sangat bernafsu memasukan kontolku, bibirnya tergigit kuat. Rambutnya sampai acak acakan karena kepala menggeleng merasakan sakit dan nikmatnya itu, aku pun sampai kakiku merinding tak karuan, aku gemetar, Olla Ramlan membuka matanya kemudian melihat ke bawah

“Ooh .. ooh .. ooh .. kamuu gemetaar yaaa ? Tante juga nih .. sakit daaaaan .. nikmat banget .. ayoo sayaaang .. yuk .. tuntaskan .. satukan tubuh kita .. Tante Olla yang genjot duluaan yaa .. tahaan yaa .. tante hujamkan sajaaaaaaaaa “ sahut Olla Ramlan tak perduli padaku, kontolku tinggal beberap mili, dengan ditarik Olla Ramlan langsung menghujamkan kontolku dalam dalam, kami saling mendongak kesakitan ketika kontolku terbentur jalan buntu

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuu” lenguhku

“KOOOOOOOONTOOOOOOOOOOOOOOOOOOOL “ teriak Olla Ramlan dengan keras mengucapkan kata vulgar itu, aku semakin kuat meremas remas buah dadanya, tanpa dikomando Olla Ramlan langsung naik turun di atasku

“Ooh .. ooh .. enaaknya kawin .. aduuh sayaaang .. memekku digaruk garuk sama kontolmu .. enaalk sayaaang .. aaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. uuuuuuuuuh … mmmmmmmmmh …. Ssssssssssssshh sssssssssshh hhhhhh “ desis Olla Ramlan yang naik turun dengan perlahan lahan itu melakukan genjotan, aku hanya diam saja merasakan nikmatnya memek hangat Olla Ramlan.

Menit demi menit berlalu, Olla Ramlan terus menggenjotku

“Sayaang aaaah .. aaayoo . imbangi Tante Olla donk “ ajak Olla Ramlan yang naik turun dengan tubuh penuh keringat syahwat itu, aku kemudian melakukan goyangan berlawanan dengan Olla Ramlan, kurasakan gesekan demi gesekan nikmat itu, perlahan kontolku semakin lancar keluar masuk memeknya itu, kudengar nada merdu gesekan dan tumbukan selakangan kami itu

“Cleeep .. cleeep .. cleeep .. cleeep .. cleeep .. cleeep “

“Aaaaauh .. huuh .. enaaaknya kontol kamuu .. Tante Ollaaaaa ketagihan .. ayo sayaaang .. tante ndak kuaaat .. aduuh sayaaang .. puas Tante .. kamuu aaaah .. akhirnya ngawinin Tante … sayaaang .. aaaah aaaaaaaaaaaaoh .. aaaaaaah .. ssssssssssssshh ssssssssshhh hhhh … oooh .. enaaak .. teruus yaaang .. yang lebih cepaaat .. ayoo .. kamu .. aaah .. gimana sayaaang “ lenguh dan erang serta desis Olla Ramlan yang naik turun tanpa perduli keadaan itu

“Saamaa . ndaak kuaaat .. mau muncraaat “ sahutku pendek dengan menaikan kepalaku kemudian menyusu ke puntingny itu, kuremas buah dadanya sambil aku ikut bergoyang seiring genjotan demi genjotan itu, kurasakan Olla Ramlan semakin cepat, kurasakan memeknya lebih hangat dan lebih ketat menjepitku

“Tantee … aaakuu nggak taaahaaan aaaaaaaaaah “ erangku

“Iyaaaaaa .. samaaa .. ayoo .. ayo sayaaang .. remes sajaaa .. sodok .. sodok kuaaat “ aba aba Olla Ramlan yang sudah tak karuan dengan tubuh penuh keringat itu, Olla Ramlan yang di atasku itu naik turun tak karuan, kontolku keluar masuk memeknya dengan gencar, Olla Ramlan semakin cepat, kurasakan tangannya mencengkeram ke dadaku mencakar, matanya hanya terlihat memutih merasakan enaknya disodok sodok memeknya itu, tak lama kemudian Olla Ramlan terpejam erat dengan keras menghujamkan selakangannya berkali kali, kurasakan memeknya menjepit lebih ketat, aku juga tidak tahan lagi, Olla Ramlan mencapai klimaks dengan mengcengkeram kuat sambil mendongak, kurasakan aku juga sudah sampai mencapai klimaks.

“Ooooooooooooooooooooooooooh .. KOOOOOOONTOOOOOOOL .. KOOOOONTOOOOOOOOOOOOOOL “ teriak Olla Ramlan dengan membusungkan dadanya ke depan, kuremas dengan kuat, kusodokan kontolku dalam dalam sejalan dengan Olla Ramlan membenamkan selakangannya menekan keras ke selakanganku.

Olla Ramlan tegang tak karuan kemudian kontolku terasa adda cairan hangat mengucurkan dan membasahi kontolku yang terbenam itu, kurasakan ketika aku terakhir melakukan sodokan ke atas dan kusemburkan isi kantongku dengan keras

“Craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaat “

Kurasakan kontolku menyemburkan dan menembak ke rahim Olla Ramlan, Olla Ramlan sampai lemas dan terdebam menindihku, kurasakan kontolku ngocor dan keluar melalui sela sela memek Olla Ramlan yang tersumpal kontolku, aku berkelonjotan tak karuan bersamaan dengan Olla Ramlan, tubuhku terasa ringan sekali, aku seolah terbang, kurasakan kenikmatan puncak orgasmeku, Olla Ramlan diam sejenak, matanya terpejam erat, kontolku masih ngocor perlahan lahan. Lepas itu, Olla Ramlan langsung mencubiti aku yang sudah lemas tanpa tulang.

“Kamu ngooocor .. teruus .. berhenti aaaaaaaaaaah “ sungut Olla Ramlan dengan suara parau nan serak itu.

“Aaaaah .. memek Tante Olla yang nyedot yendot “ balasku tak kalah pelan, Olla Ramlan hanya mencakar pelan ke pundakku, kami kembali diam dengan pikiran masing masing di atas sofa yang sudah menjadi satu tubuh. Kami diam tak begitu lama, Olla Ramlan bangun terlebih dahulu, kemudian menciumi kedua pipiku

“Trim sayaang .. puas rasanya .. puaaaaaaaas .. lama Tante Olla nggak kawin gini .. Tante Olla sudah jadi milikmu seutuhnya .. lakukan apapun untuk menyenangkan Tante Olla .. kau mau ngajak kawin di manapun Tante siap .. mau ?” tawar Olla Ramlan dengan mata berbinar itu, wajahnya kusut diusapnya.

“Ada syaratnya Tante “ jawabku pendek

“Ya aaaaaaaaaaampuuuuuuun, sayaaaaaang .. kawin aja make syarat .. khan tinggal coblos memek Tante Olla … payah aaaaaaaah “ sungut Olla Ramlan dengan nada setengah kesal.

“Aku pengin threesome sama Mbak Terry Putri .. jika perlu panggil si montok Farah Quinn teman Tante Olla .. aku sudah beberapa kali menggenjot memek Chef mesum itu .. “ kataku dengan tersenyum

“Sialan kau .. temanku kau embat duluan .. Tante Olla cuma dapat ampas .. huuuuuuuuuh “ sungut Olla Ramlan dengan nada tersenyum.

“Biar ampas tapi sudah membuat Tante Olla mengerang erang “ jawabku ngasal membuat Olla Ramlan memagutku penuh kemesraan

“Trim, kontol .. istirahat dulu .. ntar Tante Olla nungging ya .. itu gaya kesukaan Tante Olla .. genjotin ya .. gantian kamu yang genjot Tante Olla .. “ sahut Olla Ramlan dengan menyenderkan kepalanya di pundakku, diciumi pipiku dengan mesra, kupeluk dan kurasakan buah dadanya menekan ke dadaku, kurasakan kekenyalannya. Kubiarkan kontolku terbenam dalam kehangatan memek Olla Ramlan ini, kurasakan tubuh kami yang masih basah, namun gairah dan nafsu kami justru semakin menggebu ebu untuk mememekin dan mengontoli berlawanan

“Kontol kamu enaak sayaang “ ucap Olla Ramlan dengan pelan

“Memek Tante Olla Ramlan juga enak, sayaaaaang “ balasku dengan memeluknya erat sambil meremas pantatnya pelan pelan.

Written by catatanpemula17

July 25, 2011 at 10:25 am

Posted in ola

rika

leave a comment »

Hari itu hawa terasa sangat panas dikampus islam itu . matahari yang bersinar terik membuat semua orang ebrusaha menghindari panasnya. Kebanyakan berteduh dikantin, ada yang tinggal didalam gedung dan beberapa b erusaha menutupi diri mereka dengan jaket dan sapu tangan. Dari sebuah gedung fakultas ekonomi islam, keluar seorang wanita cantik. Jilbab lebar berwarna coklat muda, kemeja longgar putih dan rok yang juga berwarna coklat muda tidak dapat menutupi kecantikan wajahnya. Bibirnya yang tipis dan lesung pipit yang kentara menimbulkan hasrat semua lelaki untuk menikmatinya. Namun Rika, nama gadis itu berusaha untuk menjaga dirinya, dengan tidak terlalu menjalin hubungan dekat dengan lelaki. Ketika langkahnya sampai di parkiran motor, tiba-tiba HP nokia miliknya berdering. Ia ambil dari dalam tasnya dan ia lihat. Nomor asing. Segera ia memencet tombol ANSWER. “Halo, Assalamu alaikum?” kata gadis cantik berjilbab itu. “waalaikum salam. Rika ya?” kata sebuah suara laki2 yang sepertinya sudah bapak2. “iya. Siapa yah?” tanya Rika. “ini pakdhe Mitro.” Kata suara itu. Jantung Rika seakan berhenti untuk beberapa detik. Sebuah pengalaman yang menakutkan namun juga nikmat yang dulu pernah pakdhe Mitro ajarkan pada gadis alim itu bertahun2 yang lalu kembali terbersit. “aa…ada apa nggih Pakdhe?” tanya Rika, berusaha untuk tenang. “Pakdhe mau ke kota. Mungkin pakdhe akan mampir ke kostmu sebentar, diminta bapakmu. Ada titipan. Cuma mau ngabari itu.” Kata pakdhe Mitro. “oh.. nggih pakdhe.” Kata Rika. Suaranya masih terdengar sedikit bergetar. “Si otong juga rindu sama remesanmu.” Kata pakdhe, datar saja seolah tidak bermaksud apa-apa, namun hati Rika kembali terasa berhenti. Perasaan bingung menderanya. Sebagian marah oleh perbuatan pakdhenya yang telah menghancurkan kegadisannya bertahun2 yang lalu, namun hasrat biologisnya bereaksi mendengar kata rangsangan dari pakdhenya tadi. Rika terdiam, tak mampu berkata apa2. “ya sudah, besok kalau pakdhe sampai di terminal, tolong dijemput nggih. Assalamu alaikum.” Ujar pakdhe menyudahi pembicaraan. Rika pun menutup teleponnya tanpa berkata apa2. Segera ia naik ke motornya, pulang dengan hati yang bimang dan bingung. Dalam perjalanan, ingatannya kembali kemasa saat ia masih SMA, ketika ia masih menjadi seorang gadis alim yang sangat lugu, saat ia berlibur ke rumah Pakdhenya. **************************pada suatu hari ketika liburan, Rika yang saat itu masih kelas 2 SMA berlibur selama dua pekan dirumah pakdhe Mitro di desa. Pakdhe Mitro adalah kakak dari bapaknya yang sudah menduda 0setelah ditinggal mati istrinya, budhe Murni setahun yang lalu. Sekarang ia tinggal bersama anaknya, Rika memanggilnya Mbak Santi, seorang gadis cantik yang berjilbab dan punya senyum manis, lulusan SMEA berumur 20 tahun yang bekerja di kelurahan. Rika memandang mbak Santi sebagai seorang yang cantik, berjilbab dan solehah, aktif di remaja masjid di desanya. Dia juga supel dan manis juga berkulit putih, membuat banyak lelaki di desa tersebut jatuh hati padanya. Namun dengan lembut mbak Santi menolaknya. Mbak Santi tidak mau pacaran yang tidak jelas, begitu alasannya. Kejadian mengejutkan Rika adalah ketika suatu malam ketika Rika masih liburan dirumah pakdhe Mitro, Rika terbangun dan tidak menjumpai Mbak Santi disampingnya. Dengan pelan Rika bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Sebenarnya bukan untuk mencari mbak Santi, namun untuk mencari air minum karena haus. Rika mengira mbak Santi hanya ke kamar mandi. Rika kaget saat mendengar suara mencurigakan terdengar dari kamar Pakdhe Mitro yang setengah terbuka. Rika dengar suara Mbak Santi mengerang-ngerang disertai suara seperti berkecipak. Dengan langkah mengendap-endap Rika dekati pintu kamarnya dan mengintip melalui pintu yang setengah terbuka. Astaga!! Rika benar-benar kaget!! Ternyata di kamar Rika ada Mbak Santi dan Pakdhe. Yang lebih mengejutkan, pakaian keduanya sudah berantakan.Saat itu pakaian bagian atas Mbak Santi sudah terbuka sama sekali, begitu pula dengan Pakdhe Mitro. Keduanya sedang bergumul di atas tempat tidur. Pakdhe hanya mengenakan sarung dan kain yang menutupi tubuh Mbak Santi hanyalah celana dalam dan jilbab coklat saja. Kacamata mbak santi masih bertengger diwajahnya. Apa yang Rika lihat benar-benar membuat hati Rika tercekat. Rika lihat Pakdhe dengan rakus meneteki payudara Mbak Santi kanan dan kiri berganti-ganti, sementara tangan Mbak Santi, wanita berjilbab yang Rika anggap alim itu meremas-remas rambut Pakdhe yang sudah mulai memutih. Kepala Mbak Santi yang tertutup jilbab coklat bergoyang-goyang sambil terus mengerang. Begitu pula dengan Pakdhe yang dengan lahap terus menetek kedua payudara Mbak Santi secara bergantian. jilbab Mbak Santi yang menutupi disibak keatas. Rika yang mengintip perbuatan mereka menjadi panas dingin dibuatnya. Tubuh Rika gemetar dan lututnya lemas. Hampir saja kepala Rika terbentur daun pintu saat Rika berusaha melihat apa yang mereka perbuat lebih jelas. Tak lama kemudian Rika lihat Pakdhe menarik celana dalam yang melekat di tubuh Mbak Santi dan melemparkannya ke lantai. Kini hanya jilbab satu2nya kain yang masih melekat ditubuh Mbak Santi di bawah dekapan tubuh bapaknya sendiri yang kelihatan masih berotot walau usianya sudah kepala lima.Erangan Mbak Santi semakin keras saat Rika lihat wajah Pakdhe menyuruk ke selangkangan Mbak Santi yang terbuka. Tangan Mbak Santi yang memegang kepala Bapaknya sendiri lihat semakin kuat menekan ke arah kemaluannya yang sedang diciumi Pakdhe. Rika yang baru kali ini melihat pemandangan seperti itu menjadi terangsang. Rika membayangkan seolah-olah tubuhnya yang sedang digumuli Pakdhe.Kedua kaki Mbak Santi melingkar di leher Pakdhe. Suara napas Pakdhe terdengar sangat keras seperti kerbau. Mbak Santi semakin keras mengerang dan tubuh sintalnya Rika lihat melonjak-lonjak saat Rika lihat wajah Pakdhe menggesek-gesek bagian selangkangan Mbak Santi. Beberapa saat kemudian tubuh Mbak Santi, aktifis mesjid berjilbab itu mulai melemas dan terdiam.Kemudian Rika lihat Pakdhe melepas sarungnya. Dan astaga! Rika lihat batang kemaluan Pakdhe yang sangat besar dan berwarna coklat kehitaman mengacung tegak menantang langit. Pakdhe langsung mengangkangi wajah Mbak Santi dan mengosek-ngosekan batang kemaluannya yang dipeganginya ke wajah Mbak Santi, yang terlihat sangat cantik dengan jilbab yang masih ia pakai.Mbak Santi yang masih lemas Rika lihat mulai memegang batang kemaluan Pakdhe dan menjulurkan lidahnya menjilati batang kemaluan itu. Pakdhe pun kembali menyurukkan wajahnya ke arah selangkangan Mbak Santi. Kini posisi mereka saling menjilati selangkangan lawan dengan posisi terbalik.Pakdhe yang mengangkangi wajah Mbak Santi menjilati selangkangan Mbak Santi yang telentang dengan lutut tertekuk dan paha terbuka. Tubuh Rika mulai meriang. Vagina dan buah dadanya terasa gatal seolah-olah membayangkan kalau vaginanya sedang diciumi Pakdhe. Tanpa sadar tangan Rika bergerak ke arah vaginanya sendiri yang tertutup rok panjang dan mulai menggaruk-garuk. tangan Rika yang lain menyusup ke balik jilbab putih dan kaosnya, meremas2 buah dadanya sendiri, mendesah2 sambil terus mengintip perbuatan zina mbak santi, aktifis pengajian di masjid yang berjilbab yang sedang dirangsang oleh ayahnya sendiri. Kejadian yang Rika lihat berikutnya membuat hatinya semakin mencelos. Setelah puas saling menciumi selangkangan masing-masing lawan, tubuh Pakdhe berbalik lagi sejajar dengan Mbak Santi. Mereka saling berhadap-hadapan dengan tubuh Pakdhe menindih Mbak Santi. mbak santi masih terus medesah seperti kepedasan. Kemudian Rika lihat Pakdhe menempatkan diri di antara kedua paha Mbak Santi yang mengangkang. Lalu dengan memegang batang kemaluannya Pakdhe menggosok-gosokkan ujung batang kemaluannya ke selangkangan Mbak Santi. Rika lihat kepala Mbak Santi yang nasih terlilit jilbab mendongak-dongak ke atas dengan kedua tangan meremas-remas payudaranya sendiri saat Pakdhe mendorong pantatnya dan menekan ke arah selangkangan Mbak Santi. Mereka terdiam beberapa saat ketika tubuh mereka pada bagian kemaluan saling lengket satu sama lain.Mbak Santi mulai merintih dan mengerang saat Pakdhe mulai memompa pantatnya maju-mundur dengan mantap. Rika lihat pantat Mbak Santi bergerak mengayun menyambut setiap dorongan pantat Pakdhe. Dan setiap kali tulang kemaluan Mbak Santi dan Pakdhe beradu selalu terdengar seperti suara tepukan. Suara deritan dipan tidur Rika pun semakin nyaring terdengar mengiringi irama gerakan mereka.Tubuh Mbak Santi menggelepar-gelepar semakin liar. Kepalanya yamh terbungkus jilbab yang sudah mulai basah oleh keringatpun semakin liar bergerak ke kanan dan kekiri, mulutnya tak henti-hentinya mengerang. Akhirya Rika dengar Mbak Santi merintih panjang disertai tubuhnya yang tersentak-sentak, pantatnya terangkat menyambut dorongan pantat Pakdhe. Lalu beberapa detik kemudian tubuh Mbak Santi mulai melemas, tangannya terlempar melebar ke samping kanan-kiri tubuhnya dan matanya terpejam.Pakdhe lalu menarik pantatnya dan Rika lihat dari arah Rika yang persis di samping kirinya, batang kemaluan Pakdhe yang hitam kecoklatan masih kencang. Kemudian Pakdhe menarik tubuh Mbak Santi agar merangkak di kasur. Dengan bertumpu pada lututnya, Pakdhe menempatkan diri di belakang pantat Mbak Santi yang menungging. Pakdhe memegang batang kemaluannya dan mengarahkannya ke belahan pantat Mbak Santi.Rika lihat kepala Mbak Santi terangkat saat Pakdhe mulai mendorong pantatnya. Kembali Rika lihat pantat Pakdhe mengayun dari depan ke belakang dengan posisi Mbak Santi merangkak dan Pakdhe berlutut di belakang pantat Mbak Santi. Batang kemaluan Pakdhe kelihatan dari tempat Rika berdiri saat Pakdhe menarik pantatnya dan hilang dari penglihatan Rika saat ia mendorong pantatnya. Rika yang mengintip menjadi tidak tahan lagi. Tangan Rika secara refleks mulai menyusup kedalam celana dalam memegang vaginanya dan meremas-remasnya. Vagina Rika mulai basah oleh cairan. Jari tangahnya Rika tekankan pada daerah sensitifnya dan Rika gerakkan memutar.Rika dengar Pakdhe mulai menggeram. Tangan pakdhe meremas payudara anaknya sendiri yang berayun-ayun seirama dengan dorongan pantat Pakdhe yang menyodok-nyodok. Gerakan Pakdhe semakin cepat dan geramannya semakin keras. Mbak Santi pun mengimbangi gerakan ayunan pantat Pakdhe dengan memutar-mutar pantatnya. Gerakan mereka semakin liar. Derit dipan kayu pun Rika dengar semakin keras. Lalu keduanya merintih panjang.Tubuh keduanya yang menyatu mengejat-ngejat. Kepala keduanya seolah-olah terhantam sesuatu hingga mendongak ke atas. Lalu tubuh Pakdhe ambruk dan menindih Mbak Santi yang ambruk tengkurap di kasur. Rika pun merasa ada sesuatu yang meledakdi bawah perutnya. Tubuhnya seperti melayang dan akhirnya Rika merasa lemas.Rika yang takut ketahuan melihat perbuatan keduanya segera berjingkat-jingkat dan kembali kekamarnya, berpura-pura tidur. Paginya Rika pura-pura bersikap seperti biasa. Rika bersikap seolah-olah tidak mengetahui perbuatan Mbak Santi dan bapaknya tadi malam. Selama beberapa hari itu pikiran Rika selalu terganggu dengan bayangan apa yang dilakukan Mbak Santi dengan Bapaknya sendiri di kamar itu.
Tepat satu pekan setelah kejadian itu, Rika harus berada sendirian di rumah dengan Pakdhe. Mbak Ningsih mengikuti acara kenaikan tingkat di tempatnya bekerja. Rika yang sedang liburan dirumah pakdhenya diminta menggantikan Mbak Ningsih. Rika sedang menyapu halaman ketika pakdhe memanggilnya. Ternyata pakdhe sudah membuatkan the untuknya dan untuk akdhe sendiri.  Rika menyempatkan diri meminum tehnya sebelum pergi ke kamar mandi. Teh yang Rika minum rasanya agak lain, tapi Ia tidak begitu curiga. Saat mandi itulah Rika merasa ada yang agak aneh dengan tubuhnya. Tubuh Rika terasa panas dan jantungnya berdebar-debar. Rasa aneh menyergapnya. Memek Gadis alim itu terasa berdenyut-denyut dan ada rasa aneh menyerbu dirinya. Tubuhnya terasa gerah sekali. Rika menyiram seluruh tubuhnya dengan air dingin agar rasa gerahnya hilang. Apa yang Rika lakukan ternyata cukup menolong. Tubuh Rika merasa segar sekali. Lalu Rika menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun. Rasa aneh itu kembali menyerang dirinya, apalagi saat Rika menyabuni daerah selangkangannya yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Rika merasa ada dorongan birahi yang begitu kencang. Rika tidak tahu mengapa ini terjadi. Tiba-tiba angan Rika melayang pada apa yang Ia lihat beberapa hari yang lalu saat Mbak Ningsih dan Pakdhe Marto bergumul di kamarnya.Cepat-cepat Rika membuang pikiran itu jauh-jauh dan segera menyelesaikan acara mandi paginya. Hanya dengan tubuh terbalut handuk, Rika lari masuk kamarnya. Rika selalu berganti pakaian di kamarnya sambil mematut-matut dirinya di depan cermin. Kali ini jilbab biru muda dengan baju terusan berwarna senada dengan bordir bunga2 kuning dan putih ia kenakan. Dada Rika yang mulai tumbuh dengan puting yang sebesar kacang kedelai dengan warna merah muda mulai terlihat bentuknya walaupun ia menggunakan jilbab lebar dan jubah terusan. Pinggulnya mulai tumbuh membesar. Banyak teman2nya yang mulai suka melirik Rika, namun karena ia takut jatuh pada zina, Rika mengabaikan pandangan mereka. Baru saja Rika selesai berpakaian, Rika dikejutkan dengan pelukan tangan yang kokoh menyergapnya. Rika tidak sempat menjerit karena tiba-tiba sosok yang memeluknya langsung membekap mulutnya dengan tangannya yang kokoh. Belum hilang terkejutnya, jilbab biru muda lebar yang dipakai Rika disingkap orang itu, bagian depannya dililitkan ke leher Rika sehingga dada Rika yang tertutup bra dan jubah terbuka. Rika benar-benar kaget sehingga bingung mau berbuat apa.Kembali rasa aneh yang menyerang Rika semakin menggelora. Ada dorongan hasrat yang menggebu-gebu dalam dirinya. Rika tak mampu meronta dan menjerit! Tangan yang kokoh dan berbulu tetap membekap mulutnya sementara tangan satu lagi memeluk tubuh ranumnya. Mata Rika semakin nanar menerima perlakuan seperti itu. Apalagi Rika rasakan sentuhan tubuh kekar menempel hangat di punggungnya. Pantat sekal Rika yang terbalut jubah dan celana dalam pink terasa menekan suatu benda panjang melingkar dan keras di balik kain tipis. Rika semakin tak mampu menahan gejolak liar yang mulai bangkit dalam dirinya saat terasa tangan kasar menyingkap bagian belakang jilbabnya, lalu dengan perlahan menurunkan retsleting hubah Rika sampai mentog. Sesaat kemudian jubah yang Rika kenakan teronggok dilantai dibawah kaki Rika tanpa ada perlawanan berarti darti Rika, membuat sang gadis abg alim itu tinggal memakai jilbab lebar biru muda yang telah tersingkap, bra, dan celana dalam. Mulailah sapuan-sapuan lidah panas menyerbu tengkuk Rika yang terbuka. Rika menggelinjang kegelian dan melenguh. Lidah itu semakin liar bergerak menyusuri lehernya.. pundaknya.. Lalu turun ke bawah ke sepanjang tulang punggung Rika, jilatan itu berhenti hanya untuk memberi waktu orang itu membuka kancing bra Rika, melepasnya, lalu melemparkannya kesudut kamar. Rika semakin menggelinjang, merasa payudara ranumnya tidak tertutup apa2 lagi. Lidah itu lalu meneruskan petualangannya ditubuh ranum Rika, merayap ke bawah dan pinggang Rika mulai dijilati, sembari sepasang tangan memelorotkan celana dalam pinknya. Kaki Rika serasa lemah tak bertenaga. Kini hanya jilbab biru muda yang sudah tersingkap yang masih melekat ditubuh ranumnya. Rika hanya pasrah saat tubuhnya didorong ke tempat tidurnya dan dijatuhkan hingga Rika tengkurap di tempat tidurnya. Tubuh Rika lalu ditindih oleh sesosok tubuh yang sangat berat.Kaki Rika mulai memberontak liar karena geli. Apalagi lidah itu dengan rakus mulai menjilati pinggulnya. Pantat sekal Rika terangkat saat mulut berkumis itu mulai menggigiti buah pantatnya dengan gemas. Pantat sekal gadis manis yang selalu berjilbab itu terangkat-angkat liar saat lidah panas itu mulai menyusup ke dalam celah-celah bongkahan pantatnya dan mulai menjilati lubang anusnya. Rika benar-benar seperti terbang mengawang. Rika belum tahu siapa yang memeluknya dari belakang dan menggerayangi seluruh tubuhnya. Rika hanya bisa merasakan dengusan napas panas yang menghembus di bongkahan pantatnya saat lidah itu mulai menjilati lubang anusnya. Rika tercekik kaget saat tubuhnya dibalik hingga telentang telanjang bulat di kasurnya. Ternyata orang yang sedari tadi menggumuli Rika adalah Pakdhe Mitro. Rika tak tak mampu berteriak karena mulutnya langsung dibekap dengan bibir Pakdhe. Lidah Rika didorong dorong dan digelitik. Gadis alim yng cantik itu terangsang hebat. Apalagi sejak minum teh tadi tubuh Rika terasa agak aneh. Seolah-olah ada dorongan menghentak-hentak yang menuntut pemenuhan.Tubuh Rika menggelinjang saat tangan kekar dan agak kasar mulai meraba dan meremas kedua payudara Rika yang baru mulai tumbuh. Lalu kedua kaki Rika dipentangkan oleh Pakdhe Mitro lebar-lebar, lalu Pakdhe menindih tubuh ranum Rika yang sudah telanjang bulat di antara kedua paha Rika yang terkangkang. Gadis belia berjilbab iitu merasa ada benda keras seperti tongkat yang menekan ketat ke bukit kemaluan Rika di balik kain sarung yang dikenakan Pakdhe.Mulut dan lidah Pakdhe tak henti-hentinya menjilat dan melumat setiap jengkal bagian tubuhnya. Dari mulut Rika, bibir Pakdhe bergeser turun ke dua belah payudaranya. Tubuh Gadis alim itu semakin menggerinjal saat lidah dan mulut Pakdhe dengan rakusnya melumat kedua puting payudara Rika yang baru sebesar kacang kedelai. Disedotnya payudara Rika hingga hampir seluruhnya masuk ke dalam mulut Pakdhe Mitro. Rika sangat terangsang dan sudah tidak mampu berpikir jernih. Ada sesuatu yang mulai menggelora dan mendesak-desak di perut bagian bawah Gadis manis lugu berjilbab iitu.Lidah Pakdhe terus merayap semakin ke bawah. Perut Rika menjadi sasaran jilatan lidah Pakdhe. Tubuh Gadis belia berjilbab iitu semakin menggelinjang hebat. Akal sehat Rika sudah benar-benar hilang. Kobaran napsu sudah menjerat Gadis alim itu. Pantat sekal Rika terangkat tanpa dapat Rika cegah saat lidah Pakdhe terus merayap dan menjliati gundukan bukit kemaluan di selangkangan Gadis manis lugu berjilbab iitu yang mulai ditumbuhi rambut-rambut halus. Rika merasa kegelian yang amat sangat menggelitik selangkangannya.Tubuh Rika serasa mengawang di antara tempat kosong saat lidah Pakdhe mulai menyelusup ke dalam bukit kemaluan Rika dan menggelitik kelentit Gadis alim yng cantik itu. Lubang memek Rika semakin berdenyut-denyut tergesek gesek lidah Pakdhe yang panas. Rika hanya mampu menggigit bibir Rika sendiri menahan rasa geli yang menggelitik selangkangan Gadis belia berjilbab iitu. Tubuh Rika semakin melayang dan seperti terkena aliran listrik yang maha dahsyat. Rika tak mampu lagi menahan gelora napsu yang semakin mendesak di dalam perutnya. Pantat sekal gadis alim itu terangkat seperti menyongsong wajah Pakdhe yang menekan bukit kemaluannya. Lalu tubuh Gadis alim itu seperti terhempas ke tempat kosong. Rika merasakan ada sesuatu yang meledak di dalam perut bagian bawahnya. Tubuh Rika menggelepar dan tanpa sadar Gadis belia berjilbab iitu mejepit kepala Pakdhe dengan kedua kaki Rika untuk menekannya lebih ketat menempel selangkangannya.Belum sempat Rika mengatur napas tiba-tiba mulut Gadis manis lugu berjilbab iitu sudah disodori batang kontol Pakdhe Mitro yang tanpa Rika tahu sejak kapan sudah melepas sarungnya dan sudah telanjang bulat mengangkangi wajahnya. Batang kontol Pakdhe yang besar, hitam panjang dan tampak mengkilat mengacung di depan wajah Rika seperti hendak menggebuk Rika kalau Gadis alim itu menolak menciuminya.Dengan rasa jijik Rika terpaksa menjulurkan lidah Rika dan mulai menjilati ujung topi baja Pakdhe yang mengkilat. Rika hampir muntah saat lidah Rika menyentuh cairan lendir yang sedikit keluar dari lubang memek Pakdhe. Namun jepitan kedua paha Pakdhe di sisi wajah Rika tidak memberi Gadis alim itu kesempatan lain. Rika hanya mampu pasrah dengan tetap menjilati batang kontol Pakdhe. Lalu dengan paksa Pakdhe membuka mulut Rika dan menjejalkan batang kontolnya ke dalam mulutnya. Rika menjadi gelagapan karena susah bernapas. Batang kontol Pakdhe yang besar memenuhi mulut Gadis alim yng cantik itu yang masih kecil. Rika dengar Pakdhe menggumam tanpa jelas apa yang diucapkannya. Pantat Pakdhe digerak-gerakannya hingga batang kontol Pakdhe yang masuk ke dalam mulut Gadis alim itu mulai bergerak keluar masuk di dalam mulutnya. Rika hampir tersedak saat ujung kemaluan Pakdhe menyentuh-nyentuh kerongkongannya. Rika hanya mampu melotot karena hampir tersedak. Tanpa sadar kedua tangan Gadis belia berjilbab iitu mencengkeram pantat Pakdhe Mitro.Setelah puas “mengerjai” mulut Rika dengan batang kontolnya, Pakdhe menggeser tubuhnya dan menindih Rika lagi dengan posisi sejajar. Kedua paha Gadis manis lugu berjilbab iitu dikuak Pakdhe dan dengan tangannya, dicucukannya batang kontolnya ke arah bukit kemaluannya. Gadis alim itu merasa geli saat ujung kemaluan Pakdhe mulai menggesek-gesek pintu lubang memek Rika yang sudah basah.Dari rasa geli dan nikmat, tiba-tiba Rika merasa perih di selangkangan Rika saat Pakdhe mulai menurunkan pantatnya sehingga batang kontol Pakdhe mulai menerobos ke dalam lubang memek Gadis alim itu yang masih perawan. Rika merintih kesakitan dan air mata Gadis alim itu mulai mengalir. Rika tersadar akan bahaya! Namun terlambat. Pakdhe yang sudah sangat bernafsu sudah tidak mungkin mau berhenti. Ia hanya sejenak menghentikan gerakannya. Ia merayu Rika dan mengatakan kalau sakit Rika hanya sebentar dan berganti rasa nikmat yang tidak terkira.Pakdhe menarik pantatnya ke atas hingga batang kontolnya yang terjepit di dalam lubang memek Rika tertarik keluar. Gesekan batang kontol Pakdhe yang besar di dalam dinding lubang memek Gadis alim yng cantik itu menimbulkan rasa nikmat seperti apa yang dikatakannya. Rika mulai dapat menikmati rasa nikmat itu. Ini mungkin karena pengaruh teh yang Rika minum sehingga Rika benar-benar belum sadar akan bahaya yang Rika hadapi. Yang Rika inginkan hanya satu yaitu menuntaskan gejolak yang meledak-ledak dalam dirinya. Rika kembali merintih kesakitan saat Pakdhe mulai menekan pantatnya lagi yang membuat batang kontolnya menerobos lebih dalam ke dalam lubang memeknya. Lagi-lagi Pakdhe membisiki Rika kalau rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Ia menarik lagi pantatnya. Benar.. Rasa sakit itu berganti nikmat saat batang kontol Pakdhe ditarik keluar hingga hanya ujung kepalanya saja yang masih terjepit dalam lubang memeknya.Lubang memek Rika yang sudah sangat licin sangat membantu pergerakan batang kontol Pakdhe dalam jepitan lubang memeknya. Detik-detik berlalu dan sedikit-demi sedikit batang kontol Pakdhe menerobos semakin dalam ke dalam lubang memeknya. Pakdhe terus menarik dan mendorong pantatnya dengan pelan dan teratur. Hingga suatu saat Rika menggigit bibir Rika keras-keras saat selangkangan Rika terasa perih sekali. Selangkangan Rika terasa robek saat Pakdhe menekan pantatnya hingga batang kontol Pakdhe hampir masuk separuh ke dalam lubang memeknya. Rika sempat menjerit menahan sakit yang amat sangat di selangkangannya. Pakdhe segera menghentikan gerakannya dan memberi Gadis alim yng cantik itu kesempatan untuk bernapas. Rika merasa lega saat Pakdhe menghentikan gerakannya. Kini Rika dapat merasakan lubang memek Rika seperti terganjal benda keras dan hangat. Benda itu berdenyut-denyut dalam jepitan lubang memeknya.Kembali rasa sakit yang tadi menyentak Rika berangsur mulai hilang tergantikan rasa nikmat saat batang kontol Pakdhe yang semakin lancar mulai bergerak lagi keluar masuk dalam jepitan lubang memeknya. Rasa nikmat terus meningkat sehingga tanpa sadar Rika menggoyangkan pantat sekal Rika untuk segera meraih kenikmatan yang lebih banyak lagi. Rika seperti gila. Rasa sakit itu sudah benar-benar hilang tergantikan rasa nikmat yang benar-benar memabukkan. Pakdhe semakin bersemangat mengayunkan pantatnya menghunjamkan batang kontolnya. Empat kali mendorong lalu didiamkan dan diputar kemudian ditarik lagi. Tanpa sadar pantat Gadis alim itu terangkat saat Pakdhe menarik pantatnya.Berkali-kali Pakdhe mengulang gerakannya hingga perut Rika terasa kejang. Tubuh Gadis alim itu mulai melayang. Tangan Rika semakin kuat mencengkeram punggung Pakdhe untuk mencoba menahan kenikmatan yang mulai menerjangnya. Pakdhe semakin kuat mengayunkan pantatnya diiringi geramannya yang Rika dengar bergemuruh di telinganya.Mata Rika semakin membeliak menahan desakan yang kian dahsyat di perut bagian bawahnya. Gadis belia berjilbab iitu hampir menjerit saat ada sesuatu yang Rika rasa pecah di dalam sana. Namun bibir Pakdhe yang tiba-tiba melumat bibir Rika menghentikan teriakannya. Pakdhe melumat dengan rakus kedua belah bibirnya. Rika merasa tubuh ranum Rika seolah-olah terhempas di awan. Tubuh ranum Rika mengejat-ngejat saat Gadis alim itu mencapai puncak pendakian yang melelahkan. Pakdhe yang bibirnya masih melumat bibir Rika pun mulai berkelojotan di atas perutnya. Lalu ia menggeram dengan dahsyat..Dan akhirnya Rika rasakan ada semburan cairan hangat yang memancar dari batang kontol Pakdhe yang terjepit dalam lubang memeknya. Batang kontol Pakdhe berkedut-kedut dalam jepitan lubang memeknya. Tubuh Pakdhe masih bergerak dengan liar selama beberapa saat lalu ambruk menindihnya. Napas Rika hanya tinggal satu-satu. Napas Pakdhe pun Rika dengar menggemuruh di telinganya.Air mata Rika mengalir saat Gadis alim itu sadari segalanya telah terlambat baginya. Kegadisan Rika telah terenggut oleh Pakdhe.peristiwa itu terulang malam harinya. bahkan Rika digagahi berkali2 oleh pakdhe mitro sejak malam sampai pagi. setelah liburan itu, Rika tidak lagi mau berlibur dirumah pakdhe Mitro, meski terkadang ia merindukan batang kontol besar pakdhe Mitro menyodok2 lubang memeknya.-Akhirnya hari itu tiba. Rika terlihat menunggu dengan resah di terminal. Sudah satu jam ia menunggu, namun bus yang ditumpangi pakdhe belum terlihat. Akhirnya, setelah lima belas menit ia menunggu, gadis alim berjilbab yang manis itu melihat bus yang membawa pakdhenya maemasuki terminal. ” pakdhe.” Kata Rika menyambut sang bapak yang ada dihadapannya. Rasa canggung berusaha ia tutupi, namun pandangannya secara refleks melihat selangkangan pakdhe, dimana terdapat benda yang dulu pernah membuatnya mabuk kepayang. Ia berusaha menghilangkan pikiran itu namun tidak sanggup. Segera gadis alim itu mencium tangan pakdhenya, dan memimpinnya ke parkiran. Hujan rintik mulai turun. Sesampainya di parkiran, hujan turun semakin deras. Rika yang tidak mau basah kuyub segera membuka mantel hujannya dan mengenakannya. Segera dia memboncengkan pakdhe pergi dari terminal itu. Sebersit terlintas senyum samar pakdhe yang penuh arti, namun sang gadis manis berjilbab itu tidak mampu menerkanya. Tiba-tiba ditengah perjalanan, Rika tersentak merasakan sentuhan pada buahdadanya yang tertutup baju biru langit longgar, jilbab putih dan jaket. Ternyata pakdhe nekat merangsang dirinya ditengah hujan itu, tertutup oleh mantel hujan yang tebal. Terus tangan pakdhe menelusup masuk kedalam jaket dan jilbab lebarnya, lalu sekali sentil terbukalah satu kancing bagian dadanya. Gadis manis berjilbab itu mendesah tertahan saat ia merasakan tangan kekar dan kasar pakdhe menyentuh buahdadanya, lalu meremas-remasnya lembut. Ternyata pakdhe Mitro sudah tidak tahan dengan kemolekan tersembunyi dari keponakannya yang cantik namun alim ini, dan merangsangnya agar nanti lebih mudah mendapatkan tubuh sekal sang mahasiswi berjilbab lebar itu. Rika memekik pelan ketika ia merasa tangan pakdhe yang satunya turun lalu meremas memeknya. Ia menggigit bibirnya, agar pekikan dan rintihannya tidak terdengar. Perasaan malu, marah, takut namun juga terangsang membuatnya bingung dan tak mampu berbuat apa-apa, sampai mereka tiba di kontrakan. Didepan kontrakan, ternyata Rika melihat salah satu teman dari Mbak Laras sedang menunggu di teras. Memang Laras sedang pergi kuliah, sementara Tata belum kembali dari kampung, jadi Rika sekarang dikontrakan sendiri bersama dua orang pria. Yang satu adalah pakdhenya, yang satu adalah William, teman Laras. Tanpa diketahui Rika, sebenarnya William sudah tahu kalau Laras sedang kuliah, William sengaja datang ketika Rika sendirian di kontrakan, untuk menikmati tubuhnya. Lelaki ambon itu kecewa melihat Rika pulang bersama seorang lelaki, namun di atidak bisa berbuat apa-apa, begitu pula ketika Gadis manis berjilbab lebar itu, yang dengan wajah masih merah padam karena birahi, mengenalkan sang pakdhe, lalu mempersilahkan William masuk ke ruang depan, sementara ia dan pakdhenya masuk ke ruang dalam. Rika mempersilahkan pakdhe duduk diruang tengah, didepan televisi dimana dulu tanpa sepengetahuan Rika, pernah digunakan William untuk menyetubuhi Laras yang montok. Rika yang masih agak syok dengan perlakuan pakdhe segera pergi tanpa permisi menuju kamar mandi. Namun tanpa Rika ketahui, pelan-pelan pakdhe yang sudah tidak tahan oleh kecantikan dan kesekalan tubuh keponakannya yang alim dan berjilbab lebar itu mengikutinya ke kamar mandi dari belakang. Baru saja mau menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba tangan pakdhe mengganjal pintu kamar mandi dan menyerobot masuk. Rika tidak sempat berteriak karena tiba-tiba pakdhe sudah memeluk Rika. Tubuh pakdhe yang kekar berpakaian lengkap sudah basah penuh keringat nafsu, memeluk Rika erat-erat. Gadis manis berjilbab lebar itu tidak berani berteriak karena malu terhadap William. Dengan air mata yang Rika tahan Gadis manis berjilbab lebar itu pasrah akan apa yang dilakukan pakdhe pada Rika.Tanpa membuang waktu pakdhe segera melepas seluruh bajunya dan telanjang bulat. Batang kemaluan pakdhe yang berwarna hitam kecoklatan masih mengkerut dan menggantung lunglai, namun tetap membuat Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu berdebar-debar. Kemudian pakdhe duduk di tepi bak mandi keramik dengan kaki yang terbuka. Ditariknya tubuh Rika yang masih berpakaian lengkap ke dalam pelukannya dan dilumatnya bibir Gadis alim yang manis itu dengan rakusnya.Mulut Rika masih tertutup saat lidah pakdhe mulai mencoba menerobos masuk ke dalam mulut Rika. Karena tidak tahan dengan sapuan-sapuan lidah pakdhe yang mendesak-desak bibir Rika, akhirnya bibir Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu pun terbuka. pakdhe segera menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Rika dan mendorong-dorong lidah Rika. Mula-mula Rika diam saja, namun lama-kelamaan Gadis mahasiswi santun berjilbab itu jadi terangsang juga. Apalagi batang kemaluan pakdhe yang tadinya mengkerut perlahan-lahan mulai mengembang dan mengganjal perut Rika yang nasih tertutup baju dan jilbab. Rika mulai bereaksi. Lidah Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu tanpa sadar membalas dorongan lidah pakdhe.Tubuh Rika mulai menggerinjal dalam pelukan pakdhe saat tangan pakdhe mulai menggerayangi buah pantat Gadis manis alim itu dari luar rok panjangnya. Tangan pakdhe dengan gemas meremas dan memijat buah pantat Rika lalu ditariknya tubuh Gadis alim yang manis itu hingga semakin ketat lengket dalam pelukannya.Setelah puas memainkan lidahnya dalam mulut Rika, tangan pakdhe menekan kepala Rika hingga Gadis mahasiswi santun berjilbab itu disuruhnya berlutut di depan selangkangannya. Batang kemaluan pakdhe yang sudah keras nampak mengacung tegak di depan wajah Rika yang putih dan halus itu. Ditariknya wajah Rika ke selangkangannya dan disuruhnya mulut Rika menciumi batang kemaluannya itu. Awalnya Rika berusaha menolak, namun karena cengkeraman tangan pakdhe begitu kua, Gadis lugu yang berjilbab lebar itu tak bisa menghindar. Apalagi akdhe terus menepuk-nepukkan batang kontolnya yang besar dan coklat juga keras itu kewajah Rika sehingga membuat Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu semakin terangsang. Dengan pelan Rika membuka mulutnya dan mulai menciumi batang kemaluan pakdhe yang sudah mengeluarkan sedikit cairan.Kepala Rika didorong maju mundur oleh tangan pakdhe yang mencengkeram kepala Akhwat manis alim itu yang masih terbungkus jilbab hingga batang kemaluannya mulai bergeser keluar masuk dalam mulut Rika. Kerongkongan Rika tersodok-sodok ujung kepala kemaluan pakdhe yang keluar masuk dalam mulut Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Rika dengar napas pakdhe mulai menggebu. Batang kemaluan pakdhe semakin mengeras dalam kuluman mulut Gadis alim yang manis itu.Mungkin karena tak tahan, pakdhe segera menarik tubuh Rika agar berdiri lalu mendudukan Gadis manis alim itu di sisi bak mandi. Tangan pakdhe dengan kasar menyampirkan jilbab lebar Rika kesamping, membuka baju longgar Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu, dan memelorotkan bra Rika kebawah, membuat payudara putih bersih kenyal milik Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu terpampang jelas. pakdhe langsung membuka Mulutnya dan segera mencecar payudara Rika kanan dan kiri silih berganti. Rika menggelinjang hebat manakala mulut pakdhe dengan rakusnya mempermainkan kedua puting payudara Gadis mahasiswi santun berjilbab itu. Tangan pakdhe pun tak tinggal diam. Tangan pakdhe mulai merayap ke selangkangan Rika yang masih tertutup rok hitam dan mulai meremas gundukan bukit kemaluan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Lalu dengan kasar pakdhe menyingkap rok Rika ke pinggang dan merenggut lepas celana dalam Gadis alim yang manis itu, dan kembali meremas gundukan bukit kemaluan Rika. Rika sampai megap-megap mendapat rangsangan seperti itu. Gadis manis alim itu semakin tersiksa oleh gejolak nafsu. Mulut pakdhe lalu merayap menyusuri perut Rika dan mulai menjilati gundukan bukit kemaluan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu. Dikuakkanya kedua bibir kemaluan Rika dengan jari-jarinya lalu disusupkannya lidahnya ke dalam lubang kemaluan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu.Tubuh Akhwat manis alim itu yang duduk di sisi bak mandi hampir saja terjatuh karena menggelinjang saat lidah pakdhe mulai menggesek-gesek dinding lubang kemaluan Rika. Tanpa sadar tangan Rika mencengkeram rambut pakdhe dan menekankan kepala pakdhe agar lebih ketat menekan bukit kemaluan Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu.Rika semakin blingsatan menahan rangsangan yang dibeRikan pakdhe di selangkangan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu. Tanpa sadar mulut Rika mendesis-desis dan duduk Gadis alim yang manis itu bergeser tak karuan. Perut Rika mulai mengejang menahan desakan gejolak yang meledak-ledak. Tubuh Rika terasa mulai mengawang dan pandangan mata Gadis mahasiswi santun berjilbab itu nanar. Akhirnya dengan diiringi rintihan panjang Rika mencapai orgasme Rika.Belum sempat Rika mengatur napas tiba-tiba pakdhe sudah berdiri di hadapan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Batang kemaluan pakdhe yang keras dicocokkan ke bibir kemaluan Rika dan digesek-gesekkannya ujung kepala kemaluannya ke bibir kemaluan Gadis manis alim itu yang sudah basah dan licin. Rika menggelinjang lagi saat benda hangat itu mulai menerobos masuk ke dalam bibir kemaluan Rika. Bibir pakdhe Mitro dengan rakusnya mulai melumat bibir Rika sambil mendorong pantatnya hingga batang kemaluannya semakin melesak ke dalam jepitan bibir kemaluan Rika.Rika masih duduk di bibir bak mandi sementara pakdhe Mitro menggenjot lubang kemaluan Rika sambil berdiri. Mungkin karena kesulitan bergerak, dicabutnya batang kemaluannya dari jepitan bibir kemaluan Rika. Tubuh Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu lalu diturunkan dari bibir bak mandi. Dengan kasar pakdhe melepas semua baju Rika, tanpa ada perlawanan yang berarti dari Rika yang sudah sangat terangsang. Akhirnya terlepas semualah baju longgar Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu, kecuali jilbab yang memang dibiarkan pakdhe tetap dipakai Rika. Segera pakdhe membalik tubuh Rika hingga Gadis manis alim itu berdiri dengan tangan bertumpu bak mandi. Lalu pakdhe menempatkan diri di belakang Rika dan mulai mencoba memasukan batang kemaluannya ke dalam bibir kemaluan Rika dari celah bongkahan pantat Gadis manis alim itu.Punggung Rika didorong pakdhe agar sedikit membungkuk hingga setengah menungging. Dipentangkanya kedua kaki Gadis alim yang manis itu lebar-lebar lalu dicucukannya batang kemaluannya ke gundukan bukit kemaluan Rika. Setelah arahnya tepat, pakdhe mulai mendorong pantatnya hingga kembali batang kemaluannya menerobos masuk dalam jepitan bibir kemaluan Rika.Kembali Rika mulai merasa ada suatu benda hangat menyeruak ke dalam lubang kemaluan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu. Dinding-dinding lubang kemaluannya serasa dikilik-kilik. Batang kemaluan pakdhe yang terjepit ketat dalam lubang kemaluan Rika berdenyut-denyut. pakdhe yang napasnya mulai memburu semakin kuat mengayunkan pantatnya maju mundur hingga gesekan batang kemaluan pakdhe pada dinding lubang kemaluan Akhwat manis alim itu semakin cepat.Pinggul Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu yang dipegang pakdhe terasa agak sakit karena jari-jari pakdhe mulai mencengkeram. Pinggul Rika ditarik dan didorong oleh tangan kuat pakdhe seiring dengan ayunan pantatnya. Tubuh Rika mulai terhentak dan Rika mulai limbung. Kembali Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu merasa melayang karena desakan gejolak yang meledak-ledak. pakdhe semakin kuat mengayunkan pantatnya dan napas pakdhe semakin menderu.Pantat Rika yang ditarik dan didorong pakdhe maju mundur semakin cepat bergerak. Cengkeraman jari-jari pakdhe semakin terasa di pinggul Rika. Gerakan ayunan pantat pakdhe semakin tak terkendali. Tak lama kemudian Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu kembali mencapai orgasme Rika. pakdhe pun Rika kira mencapai puncak kenikmatannya karena Rika merasa ada semburan cairan hangat yang menyemprot dari batang kemaluan pakdhe ke dalam lubang kemaluan Rika dengan diiringi geraman yang keluar dari mulut pakdhe. pakdhe tetap membiarkan batang kemaluannya terjepit dalam lubang kemaluan Rika selama beberapa saat. Napas pakdhe yang mulai teratur terasa hangat menerpa kulit pipi Gadis mahasiswi santun berjilbab itu. Tulang kemaluan pakdhe menekan kuat di bukit buah pantat Rika. Rika merasa sedikit geli karena rambut kemaluan pakdhe menempel ketat dan menggesek buah pantat Rika. Batang kemaluan pakdhe yang masih keras terasa berdenyut-denyut dalam jepitan lubang kemaluan Rika. Setelah menyemprotkan sisa-sisa air maninya batang itu mulai mengendur dan terlepas dengan sendirinya.Tubuh Gadis alim yang manis itu sudah terasa lemas tak bertenaga. Rika hanya memejamkan mata karena lemas dan malu karena untuk kedua kalinya Gadis manis alim itu berhasil digagahi pakdhe Rika sendiri. Rika membiarkan saja saat pakdhe memandikan Rika seperti bayi. Tangan pakdhe yang kokoh menyibak lepas jilbab Rika, membuat rambut lurus sebahu Rika tergerai lepas terlihat indah. segera pakdhe menyabuni seluruh lekuk tubuh Gadis manis alim itu. Tubuh Rika kembali menggerinjal saat tangan pakdhe yang kokoh mulai menyabuni payudara Rika yang baru mulai tumbuh. Puting Gadis manis alim itu yang mencuat dipermainkan pakdhe dengan gemas.Tubuh Rika semakin menggelinjang saat tangan pakdhe mulai menyentuh perut Rika lalu meluncur turun dan mulai menyabuni gundukan bukit kemaluan Rika yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Jari-jari pakdhe menyisir celah sempit di tengah gundukan bukit kemaluan Rika dan berlama-lama menyabuni daerah itu.Rika tak berani memandang pakdhe saat ia mengangsurkan sabun ke tangan Rika dan menyuruh Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu menyabuninya. Dengan agak kaku tangan Rika mulai menyabuni punggung pakdhe yang kekar. Tangan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu bergerak hingga seluruh punggung pakdhe Rika gosok merata dengan sabun. Lalu pakdhe membalikkan tubuhnya menghadap Rika. Tangan pakdhe mengelus-elus kedua payudara Rika sementara Rika disuruhnya menyabuni tubuh bagian depannya.Tangan Rika bergerak dari dada terus turun ke arah perut. Napas pakdhe mulai memburu saat tangan Rika yang dilumuri busa sabun mulai menggosok bagian bawah perutnya. Batang kemaluan pakdhe yang tadi kendur sudah mulai mengembang. Tangan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu yang agak ragu dipegang pakdhe dan diarahkan untuk menyabuni daerah kemaluan pakdhe. Rambut kemaluan pakdhe sangat lebat tumbuh di pangkal batang kemaluannya yang mulai berdiri setengah tegak dan mengeras.  pakdhe yang sudah mulai terangsang segera menyuruh Rika menyelesaikan acara saling memandikan. Hanya dengan berbalut handuk, tubuh Rika yang masih agak basah ditarik pakdhe dari kamar mandi dan diseret masuk ke kamar Rika. pakdhe pun hanya mengenakan kolornya yang tadi dipakainya hingga batang kemaluan pakdhe yang sudah setengah keras tampak membusung di balik kolornya.Baru saja pintu ditutup, tubuh Akhwat manis alim itu sudah langsung disergap pakdhe. Diloloskannya handuk yang melilit tubuh Rika hingga Gadis alim yang manis itu telanjang bulat. pakdhe segera melepas kolornya dan bugil dihadapan Rika. Mulut pakdhe segera menyergap bibir Rika dan melumatnya dengan rakus. Kedua payudara Rika segera menjadi bulan-bulanan remasan tangan pakdhe hingga tubuh Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu menggelinjang dalam dekapannya.Tangan Rika segera dibimbing pakdhe dan dipegangkannya ke batang kemaluan pakdhe yang sudah semakin mengembang. Bibir pakdhe yang rakus meulai bergeser turun dari bibir Rika ke dagu, lidahnya menjilat-jilat dagu Rika terus turun ke leher Rika hingga Gadis mahasiswi santun berjilbab itu semakin menggelinjang karena kumis pakdhe yang pendek dan kasar menggaruk-garuk batang leher Rika.Rika semakin mendesis karena kini bibir pakdhe sudah mulai melumat kedua puting payudara Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu kanan dan kiri secara bergantian. Tangan Rika secara tak sadar bergerak mengurut dan meremas batang kontol pakdhe. Napas pakdhe pun semakin menderu dan semakin keras menghembus di kedua payudara Rika. Jilatan pakdhe semakin liar di seluruh bukit payudara Gadis manis alim itu tanpa terlewatkan sejengkalpun.Batang kemaluan pakdhe yang semakin keras mulai berdenyut-denyut dalam genggaman tangan Rika. Sementara tangan pakdhe mulai bergerak liar menyusuri penggung Rika dan turun ke bawah lalu berhenti di kedua pantat Rika dan meremas-remas kedua buah pantat Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu dengan gemasnya. Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu sangat terangsang. Ya.. Mungkin daerah kelemahan Rika adalah pada buah pantat Rika dan pada kedua puting payudara Rika. Tubuh Gadis manis alim itu sudah mulai mengawang dan sudah pasrah bersandar dalam pelukan pakdhe.Mengetahui kalau tubuh Rika sudah tersandar sepenuhnya dalam pelukan pakdhe, pakdhe segera mendorong tubuh Rika ke kasurnya hingga Gadis alim yang manis itu berbaring telentang. Ditindihnya tubuh telanjang Rika oleh tubuh kekar pakdhe. Dibentangkannya kedua kaki Rika lebar-lebar dan Rika kembali digumuli pakdhe Rika. Lidah pakdhe kembali menyerbu bibir Rika lalu bergeser ke leher Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu.batang kontol pakdhe yang sudah sangat keras mengganjal di perut bagian bawah Rika. Rambut kemaluan pakdhe yang gombyok sangat terasa menggesek-gesek perut Rika menimbulkan rasa geli.Lidah pakdhe menjilat-jilat seluruh batang leher Rika hingga Gadis manis alim itu mendesis-desis kegelian. Tubuh Rika semakin menggelinjang menahan geli saat lidah pakdhe mulai bergeser turun dan menyapu-nyapu sekeliling bukit payudara Rika di sekitar puting Rika. Tubuh Rika semakin menggerinjal saat lidah pakdhe yang panas mulai menyapu-nyapu puting payudara Rika. Tubuh Gadis lugu yang berjilbab lebar itu serasa semakin melayang.Lidah pakdhe terus bergeser ke bawah. Pusar Rika dijilatnya dengan rakus lalu lidah pakdhe mulai bergerak turun ke perut bagian bawah Rika. Otot-otot perut Rika terasa seperti ditarik-tarik saat bibir pakdhe menyedot-nyedot daerah sekitar perut bagian bawah Rika di atas pangkal paha Rika. Geli sekali rasanya, apalagi kumis pakdhe yang pendek dan kasar menyeruduk-nyeruduk kulit perut Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu yang halus. pakdhe lalu membalik tubuhnya. Wajah pakdhe menghadap selangkangan Rika sementara batang kontol pakdhe dihadapkan ke wajah Rika. Diturunkannya pantat pakdhe hingga batang kemaluannya menempel bibir Gadis alim yang manis itu. Dibimbingnya batang kontolnya ke mulut Rika. Rika tahu Rika harus membuka mulut Rika menyambut batang kontol pakdhe yang dijejalkan ke dalam mulut Rika. Dengan terpaksa Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu mulai mengulum batang kontol pakdhe dan menjilati seluruh ujung topi bajanya yang mengkilat.Tubuh Rika terhentak saat mulut pakdhe mulai melumat bibir kemaluan Rika. Kedua tangan pakdhe menarik kedua bibir lubang kemaluan Rika dan membukanya lebar-lebar lalu lidah pakdhe yang panas didorong keluar masuk kedalam lubang kemaluan Rika. Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu semakin mendesis-desis menahan nikmat. Napas pakdhe yang semakin menggebu sangat terasa meniup-niup lubang kemaluan Rika yang terbuka lebar.Tanpa sadar pantat Rika terangkat ke atas seolah menyambut dorongan lidah pakdhe yang menggesek-gesek kelentit Rika. Gerakan lidah pakdhe yang liar seolah membuat Rika semakin gila. Tanpa dapat Rika cegah lagi, mulut Gadis mahasiswi santun berjilbab itu merintih dan mendesis menahan gejolak kenikmatan yang meledak-ledak. Batang kemaluan pakdhe yang menyumpal mulut Rika tak mampu menahan desisan yang keluar dari mulut Akhwat manis alim itu.Mata Gadis lugu yang berjilbab lebar itu kembali nanar. Perut Rika terasa kejang.. Dorongan gejolak liar yang mendesak di perut bagian bawah Rika sudah hampir tak dapat Rika tahan lagi. Lalu dengan diiringi rintihan panjang tubuh Rika menggelepar dan berkelojotan seperti ayam disembelih. Tubuh Gadis manis alim itu lalu melayang dan terhempas di tempat kosong. Akhirnya tubuh Rika terdiam beberapa saat. Rika telah mencapai orgasme yang ke sekian di pagi itu.Tubuh Rika terasa lemas tak bertenaga. Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu hanya pasrah saat pakdhe yang telah mencabut batang kemaluannya dari kuluman mulut Rika bangkit dan duduk di sisi pembaringan mengangkat tubuh Rika dan mendudukan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu di pangkuannya. Tubuh Rika dihadapkan pakdhe ke dirinya dan kaki Rika dipentangkannya hingga Gadis alim yang manis itu terduduk mengangkang dipangkuan pakdhe dengan saling berhadapan. Kemudian tangan pakdhe mengarahkan batang kemaluannya ke celah bukit kemaluan di selangkangan Rika.Bless!! Rika terhenyak saat pantat Rika diturunkan dan ada suatu benda keras dan hangat mengganjal di lubang kemaluan Rika. Nikmat sekali rasanya. Seluruh dinding lubang kemaluan Gadis mahasiswi santun berjilbab itu terasa berdenyut-denyut. Kelentiti Rika yang sudah membengkak tergesek nikmat pada pangkal batang kemaluan pakdhe. Lain sekali rasanya bersetubuh dengan posisi begini. Rika merasa sangat terangsang! Kelentit Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu serasa tergesek penuh pada batang kemaluan pakdhe.Dengan dibantu kedua tangan pakdhe yang menyangga kedua buah pantat Rika tubuh Rika bergerak naik turun di pangkuan pakdhe. Payudara Rika yang baru tumbuh bergetar bergoyang-goyang seiring dengan naik turunnya tubuh Gadis manis alim itu di pangkuan pakdhe. Batang kemaluan pakdhe yang menancap ketat dalam jepitan lubang kemaluan Rika terasa menggesek nikmat seluruh dinding lubang kemaluan Rika yang terus berdenyut-denyut meremas apa saja yang menyumpalnya.Tubuh Rika terasa menggigil bergetar saat mulut pakdhe tak tinggal diam. Mulut pakdhe dengan rakusnya melumat kedua puting payudara Rika bergantian. Mulut pakdhe menyedot buah dada Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu sepenuhnya. Gerakan Rika menjadi kian liar. Desakan gejolak birahi semakin mendesak. Rika mempercepat gerakan Rika naik turun dengan diselingi sedikit memutar saat seluruh batang kemaluan pakdhe masuk hingga ke pangkalnya ke dalam jepitan lubang kemaluan Rika.Karena tak tahan lagi tanpa sadar Rika dorong tubuh pakdhe hingga terbaring telentang di kasur dengan kedua kaki menjuntai ke lantai. Tubuh Rika yang tadi di pangku pakdhe menjadi duduk seperti seorang joki yang sedang naik kuda balap berpacu dalam birahi dengan menduduki pakdhe yang berbaring telentang. Gerakan Rika kian bebas. Dengan tangan bertumpu pada dada pakdhe yang bidang Rika terus menggerakan pantat Rika memutar dan maju mundur. Kelentiti Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu kian ketat tergesek batang kemaluan pakdhe. Gadis yang biasanya alim dan santun itu berubah liar dan binal, disetubuhi pakdhe.Tangan pakdhe yang memegang kedua pantat Rika semakin ketat mencengkeram dan membantu mempercepat gerakan Rika. Rika merasa tubuh Rika kembali mulai mengawang. Gerakan Gadis mahasiswi santun berjilbab itu kian tak terkendali. Mata Rika mulai membeliak dan mulut Rika menceracau tak karuan. Puncak pendakian kian dekat.. Dan akhirnya dengan merintih panjang tubuh Gadis alim yang manis itu berkejat-kejat seperti sedang terkena aliran listrik. Lubang kemaluan Rika berdenyut-denyut saat ada sesuatu yang pecah di dalam sana.. Tubuh Rika berkejat-kejat beberapa saat lalu ambruk di atas perut pakdhe. Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu benar-benar tak bertenaga. Ya akibat batang kontol pakdhe Rika mencapai orgasme yang kesekian kalinya. Luar biasa pakdhe Rika ini. Walaupun sudah tua namun mampu membuat Rika yang masih muda bertekuk lutut. pakdhe yang rupanya belum mencapai orgasme segera membalikkan tubuh Rika dengan tanpa melepaskan batang kemaluannya yang masih menancap dalam jepitan lubang kemaluan Rika. Sekarang tubuh Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu yang telentang gantian digenjot pakdhe. Rika yang sudah tak bertenaga hanya pasrah. pakdhe dengan semangat juang terus menggenjot selangkangan Rika dengan tusukan-tusukan batang kemaluan pakdhe. Batang kontol pakdhe tanpa ampun menghajar lubang kemaluan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu.Perlahan-lahan napsu Rika mulai bangkit lagi menerima tusukan-tusukan batang kontol pakdhe. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada Rika berusaha menyambut setiap tusukan batang kontol dengan menggoyangkan pantat Rika ke kanan dan kiri.Napas pakdhe semakin memburu dan terdengar menggemuruh menghembus ke payudara Rika yang dilumat bibir rakus pakdhe. Genjotan pakdhe semakin kuat dan bertubi-tubi. Desakan gejolak yang mendesak dalam tubuh Gadis manis alim itu semakin menguat. Rika sudah hampir tak kuat lagi menahan desakan itu. Tubuh Akhwat manis alim itu kembali mengejang. Pantat Rika terangkat dan dengan merintih panjang Rika mencapai puncak pendakian yang sangat melelahkan.Tubuh Rika terhempas di tempat kosong dan pandangan mata Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu makin nanar. Rika merasa betapa di saat-saat itu tubuh pakdhe yang menindih perut Rika mulai bergetar. Mulut pakdhe menggeram dahsyat dan pantatnya menekan kuat-kuat menghunjamkan batang kontolnya ke dalam jepitan lubang kemaluan Rika. Tubuh pakdhe berkejat-kejat lalu Rika merasa ada semprotan cairan hangat menyiram di dalam lubang kemaluan Rika. Ada rasa berdesir menyergap Rika saat semprotan itu menyembur ke liang rahim Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu. Tubuh pakdhe tersentak-sentak lalu ambruk di atas perut Rika.Sungguh melelahkan pergumulan di hari itu. Akhirnya pakdhe tertidur karena terlalu lelah, sementara Rika segera berpakaian dan memakai jilbabnya lalu keluar kamar dan masuk ke kamar mandi, membersihkan lubang memeknya yang berlepotan sperma pakdhe. sementara itu William sudah pulang dengan perasaan menang karena mendapat mangsa baru, sembari menimang2 handphone berkameranya yang tadi ia gunakan untuk merekam adegan ranjang Rika dan pakdhenya.

Written by catatanpemula17

July 23, 2011 at 8:32 am

Posted in Uncategorized

olla

leave a comment »

Catatan Administrator : Cerita kali ini tidak menggunakan nama, hanya disebut dengan nama “aku”, tujuan artikel ini seolah olah kita sebagai pelaku sendiri, jadi dalam artikel ini tidak ada nama lelaki namun hanya nama artis saja. Jika pembaca tidak berkenan silakan copy pastekan ke program Microsoft Office anda, dan ganti kata “aku” dengan nama terserah anda sebutkan, baru kemudian dibaca. Tidak semua keinginan pembaca bisa diakomodasi, ini menyangkut selera penulis, menulis tidak bisa dipaksakan, jika dipaksakan tulisan menjadi kacau dan alur cerita menjadi melenceng. Beberapa administrator pada undur diri karena “dipaksa” mengikuti skenario, padahal mereka tidak dibayar sama sekali, tidak ada iklan di blog ini. Kami hanya mengikuti kemauan para penulis, masukan dari pembaca menjadi pertimbangan para administrator, tapi keputusan tetap pada penulis bersangkutan. Jadi harap maklum jika ada pembaca yang tidak puas, jika tidak puas silakan menulis cerita seks sendiri, atau mencari blog lain yang mungkin lebih menarik, setiap blog punya kekhasan sendiri. Terima kasih Kusadari malam ini sungguh malam yang tak mengenakan bagiku, sejak pagi sampai malam aku luar biasa capeknya, baru menginjak jam 9 malam aku menyelesaikan pekerjaanku, namun Jakarta jam sembilan pun masih ada macet di mana. Mataku tertumbuk pada seorang wanita yang selama ini selalu bertemu denganku di gedung kantorku, di mana kantorku menyewa gedung itu selama sepuluh tahun, pesona artis satu ini selalu membuatku melayang ingin menikmati kesintalan tubuhnya. Janda satu ini selalu membuatku terpana dengan kecantikannya, tatapannya selalu membuatku teduh, belum lagi, aku merasakan ada tatapan yang beda ketika aku bertemu kesekian kalinya, seperti biasa Olla Ramlan menunggu taksi yang malam ini antrinya panjang, entah kenapa malam itu, kuberanikan diri mendekati Olla Ramlan yang menyambutku dengan tersenyum, duduk sendirian setelah ada casting dengan sebuah produksi film, yang kantornya tepat berada satu lantai dengan kantorku, tiga kali aku bertemu dengannya, dan Olla Ramlan selalu menyapaku terlebih dahulu, benih benih ketertarikan menjadi hal yang lumrah. “Malam Tante Olla “ sapaku sambil duduk, kuberikan minuman hangat yang kubeli dari sebuah mesin kopi di pojok lantai bawah itu. Petir dan hujan sudah menggelegar ketika aku turun lewat lift menuju lantai bawah itu, aku pun tertahan ndak bisa pulang jika hujan deras begini, jalanan ke rumahku pasti tergenang, aku menjadi terbiasa menginap di kantor jika ada kabar jalan pulang tidak bisa dilewati, sebenarnya sih bisa namun aku sering malas, lagian aku membawa mobil sedan, jadi agak riskan jika mobilku terendam air. “Malam juga, kawan .. gimana pekerjaanmu hari ini “ balas Olla Ramlan dengan ramah dan senyumnya yang indah itu, aku selalu terkesima dengan kecantikan satu janda ini, bagian dadanya yang menonjol itu membuatku ingin meremasnya, namun aku selalu bersikap sopan, namun otakku sendiri menjadi piktor jika bertemu dengan Olla Ramlan ini “Kapan aku kawini memekmu, Tante Olla Ramlan .. kontolku tak sabar mencoblosmu “. Dan aku sendiri tidak tahu, bahwa sebenarnya Olla Ramlan juga mengincarku. “Busyet … mulus banget pahanya, kontolku ngaceng nih .. pengin malam ini aku geluti .. “ batinku dengan menatap sejenak ke paha sangat mulus itu. Kemudian aku tersenyum padanya, Olla Ramlan pun tersenyum padaku. “Mau ke kantorku sejenak .. kita bisa bebas ngobrol .. hujan makin deras dan di sini angin bertiup basah, saya kasihan kalo Tante Olla masuk angin .. “ tawarku “Kalo aku masuk angin kamu yang harus kerokin aku ya “ goda Olla Ramlan dengan tergelak “Oh yaa .. aku mau deh aku ngerokin Tante Olla … “ kataku dengan berdiri, namun aku tak menyangka Olla Ramlan memegang lenganku untuk berdiri, sehingga bebanku berdiri menjadi berat, sontak aku ikut tergoyang ke belakang, secepat kilat aku reflek memegang pinggang Olla Ramlan agar tidak berdebam ke kursi itu, Olla Ramlan bergelanyut di pundakku, lenganku sampai menyenggol buah dadanya yang kenyal itu, kontolku makin tak karuan ngacengnya. Kurasakan keempukan dan kekenyalan buah dadanya sejenak sampai tubuh Olla Ramlan bergerak, namun justru Olla Ramlan malah menekan dadanya ke lenganku sambil tersenyum padaku, toh akihirnya kami berjalan bersama, walau tidak bergandengan tangan, aku kembali ke kantorku, untung hari ini aku ketiba jadwal piket sehingga kunci kantor yang membawa aku, kami berdua naik ke lift lagi sambil, kami saling obrol di lift itu, dari masalah pribadi sampai kantor, aku sampai bingung ketika ditanya “Kamu sudah punya pacar belum ?” tanya Olla Ramlan dengan menggigit bibirnya, aku hanya tersenyum saja sambil menggeleng. “Belum punya ?” tanya Olla Ramlan lagi. “Belum Tante .. “ sahutku pendek sambil membuka pintu kantor dengan kunci yang kubawa, kami berdua masuk dan ketika kututup itu, Olla Ramlan berbalik arahku, aku bersender pada pintu yang habis kututup itu, dan aku nekad mengatakan padanya “Aku tertarik sama Tante Olla .. “ kataku dengan nada datar tanpa ekspresi, Olla Ramlan hanya tergelak saja karena menganggap aku masih dianggap bercanda, aku pun kemudian menuju ke ruang tamu kantor yang bersofa mewah itu, kubuka lemari kecil di mana menyimpan minuman hangat, wine yang kutawarkan membuat Olla Ramlan menjadi tersenyum “Nah itu .. yang kusuka .. thank .. “ sahut Olla Ramlan dengan tersenyum padaku, aku menatapnya penuh arti, namun aku selalu menangkap basah mata jalang Olla Ramlan yang mencuri curi pandang ke selakanganku. Namun aku ragu memulai, aku akan membuat situasi agar Olla Ramlan yang memulai. Dua tenggak gelas kecil itu membuatku agak rileks, aku kemudian berpura pura pusing sambil memijit mijit bagian dekat alis mataku “Kamu pusing ?” tanya Olla Ramlan dengan memijati pundakku. “Iyaaa “ kataku bohong yang beralasan agar tubuh wangi itu mendekat dan aku bisa kembali merasakan kemulusan kulitnya itu, perlahan lahan wanita janda itu mendekat, memijati aku pelan pelan, aku kemudian menjadi rileks, tanganku secara tak sengaja tertopang di pahanya, namun Olla Ramlan tidak bereaksi, kuberanikan diri mengelusnya pelan membuat Olla Ramlan langsung bereaksi menahan tanganku “Jangan lakukan itu “ bisik Olla Ramlan dengan berbisik ke telingaku, aku menjadi berhenti, namun tangan Olla Ramlan perlahan berpindah ke dadaku mengelus elus, kurasakan hembusan dari hidung Olla Ramlan yang seolah tidak menahan nafsu syahwatnya karena menjanda itu, sontak aku pun langsung ditekan ke sandaran sofa dan Olla Ramlan langsung menduduki aku, tangannya langsung merogoh ke selakanganku, aku menjadi terkejut kalau Olla Ramlan sangat angresif, matanya menatapku dengan penuh kerinduan ingin bercinta “Aku suka padamu .. kau ganteng .. kau punya ini yang besar “ bisik Olla Ramlan dengan pelan sambil meremas kontolku pelan, aku menjadi tak karuan, walau aku sudah meniduri banyak wanita, namun kali ini aku merasakan hal yang berbeda, perlahan lahan tangan Olla Ramlan berpindah ke bagian depan bajunya, membuka kancing bajunya sendiri sambil tersenyum, aku kemudian rileks sejenak, mataku sampai melotot tak sabaran bagian dada Olla Ramlan terbuka. “Aku tertarik padamu Tante .. “ sahutku yang yang dijawab dengan senyum mesum Olla Ramlan “Aku juga sayaaang…. “ sahut Olla Ramlan dengan agresif memundurkan tubuhnya sehingga tangannya yang sudah membuka bagian dadanya sampai di perutnya itu, mataku tak berkedip memandang ke belahan buah dadanya yang ranum itu, kulitnya sangat mulus. Tak kusangka artis ini ngebet minta disetubuhi olehku, aku berusaha sabar. “Aku tahu kamu menginginkan aku lebih khan ?” sudut Olla Ramlan dengan menaikan daguku yang memandang kesintalan di dadanya itu, namun aku tidak seagresif Olla Ramlan, sikap inilah yang membuat Olla Ramlan menjadi tak karuan, sikapnya menjadi manja dan berani melakukan serangan lebih agresif “Keluarkan penismu, sayaaaaaaang “ bisik Olla Ramlan dengan gemas dan tersenyum nakal padaku. “Aku sudah nggak kuat menahan libidoku, sayaaang . puaskan aku malam ini .. aku sudah tidak kuat menahan ini .. aku hanya tertarik padamu .. kau ganteng, sayaaang .. “ rayu Olla Ramlan dengan tersenyum padaku, kemudian mengecup bibirku, aku membalas kecupan itu, kutahan kepala Olla Ramlan yang hendak melumat bibirku itu, Olla Ramlan menjadi mendelik “Kau membuatku penasaran, sayaaaaang “ sahut Olla Ramlan dengan semakin agresif memaksakan kaitan celanaku lepas, habis itu menarik reslutingku kemudian tangannya masuk dan merogoh kontolku “Woooooow .. gedhe banget, saaaayaaaaang .. aku sengaja menunggumu tadi di bawah .. “ ucap Olla Ramlan dengan menjilati bibirnya sendiri. Kontolku sampai diremas dengan nakal oleh tangan lentik janda satu ini. Tubuh kami perlahan lahan berkeringat, keringat dingin muncul dari dahiku dan tangan Olla Ramlan menyapunya. “Jangan tegang, sayaaang .. sayaaang .. maukaah kaaaau .. “ tanya Olla Ramlan dengan suara mendesah tidak kuat menahan nafsunya itu. “Menyetubuhi Tante Olla Ramlan ?” tanyaku dengan mencoba vulgar “Kau tahu juga sayaaang .. aku yakin kamu kuat .. apakah kau tertarik padaku karena tubuhku atau yang lain “ sahut Olla Ramlan sambil bertanya menggodaku Aku kemudian memegang pundak Olla Ramlan dan aku langsung memeluk kemudian kutekan ke samping sehingga Olla Ramlan langsung berebah ke sofa itu, aku kemudian menindihnya dan kulumat bibirnya, kurasakan manisnya bibir janda itu “Oooooooooooow .. sayaaaaaaang aaaaaaaaaah .. mmmmmmmmmmhhhh “ desis Olla Ramlan ketika lumatan pertama itu mendapatkan jeda karena kami menghirup nafas, lumatan demi lumatan itu kami lakukan,sampai tanganku nakal meraba selakangannya yang sudah basah itu “Kau basah ya Tante Olla ?” tanyaku dengan tersenyum “Sialan kau .. sejak awal aku sudah bilang nggak tahaaaaaaaan .. kau dingin .. “ sudut Olla Ramlan.dengan tersenyum, tangannya berusaha merogoh ke selakanganku namun terhalang pada Olla Ramlan, pahanya yang mulus itu aku elus elus sampai membuat Olla Ramlan terpejam, kuelus lebih naik dan tanganku masuk ke dalam belahan celana dalam warna coklat krem itu, kuelus elus dengan jembutnya yang tidak begitu lebat. “Teeeruuuuuuuus, sayaaaaaaang .. oooooouh .. nikmaaatnya aaaah .. aaayoo nakaaaalin .. nakaaaaalin aaaaku, sayaaang .. setubuhi aku .. aaaku tidak tahaaaaaaaan .. please aaaaaaaaaaah “ desah Olla Ramlan dalam tindihan itu. Kami berdua kemudian saling berpagutan, Olla Ramlan menekan ke dadaku, kemudian aku menarik badanku, Olla Ramlan kemudian berusaha mendesak ke depan, sambil kami saling memagut dan melumat, bibir kami semakin penuh dengan air liur, nafas kami saling memburu untuk mendapatkan kepuasan birahi di malam yang hujan semakin deras. Olla Ramlan kemudian kembali menduduki pahaku, kemudian tangannya merangkul ke pundakku, bagian dadanya yang terbuka lebar itu membuatku semakin tidak tahan, aku kemudian memasukan tanganku lewat bagian bawah bajunya, kemudian mencari kaitan bra, tangannya kemudian menahan lenganku “Mau apa kau, sayaaaaaaaaang “ goda Olla Ramlan “Aku tidak tahan ingin melihat susumu, sayaaaaaang “ucapku menggunakan kata sayang, Olla Ramlan menjadi tersenyum. Perlahan lahan tanganku mengelus punggungnya, kemudian menemukan kaitan bra itu, perlahan aku lepaskan sambil mataku menatap ke dadanya, dan ketika kulepas itu, bongkahan daging kenyal itu turun seiring cup branya lepas, Olla Ramlan sampai menatap ke aksi nakalku itu di dadanya karena aku langsung refleks memegang buah dadanya yang kenyal “Remees sayaaaaaaaaaaaang “ sahut Olla Ramlan dengan meta terpejam menikmati remasan pelan pelan tanganku, namun tak lama, Olla Ramlan kemudian menahan tanganku “Aku ingin melihat punyamu, sayaaaaaaaaaang “ pinta Olla Ramlan dengan tidak tahan menatap ke tonjolan kontolku, kepala kontolku sudah menyembul keluar. “Ucapkan dengan nama kontol deh Tante ., agar lebih vulgar “ kataku membuat Olla Ramlan mencubiti aku “Iiiiiiiiih . kamu jorok aaaaaaaaaaah, belum pernah aku menyebut dengan kontol .. iih .. jorok banget .. nggak mau “ maki Olla Ramlan dengan tergelak, padahal Olla Ramlan sebenarnya senang menyebut kontol, walau baru kali ini mendapati lelaki yang vulgar sepertiku “Kontolmu besar sayaaaaaaang “ ucap Olla Ramlan sambil agresif menarik celana dalamku ke bawah sehingga bagian tengah ke atas menjadi santapan empuk mata nakal Olla Ramlan itu, Olla Ramlan kemudian turun dari pangkuanku dan berdiri, Olla Ramlan kemudian melepaskan bajunya dengan tersenyum padaku, aku pun tak mau kalah melepaskan pakaianku, aku telanjang terlebih dahulu, aku sampai tegang menunggu celana dalam Olla Ramlan lepas, namun dengan setengah menggoda Olla Ramlan tidak menurunkan celana dalamnya, ketika maju aku langsung menarik celana dalamnya itu, sontak Olla Ramlan menjjadi tergelak “iih .. kamu nakal banget yaaa .. awas yaaa .. ampuuuuuuuuuun .. kontolmu besar banget .. duuh .punyaku bisa sesak , sayaaaaaaaang .. aduuuh .. duuh .. besar banget .. “ ucap Olla Ramlan dengan mata berbinar kemudian bersimpuh di depanku memegang kontolku sambil diremas remas dengan pelan, kurasakan aku merasakan nikmat kontolku dibelai belai tangan Olla Ramlan itu. Kurasakan aku semakin bernafsu pada wanita ini, padahal aku sebelumnya ingin main bertiga dengan Terry Putri besok pagi namun justru malam aku mendapatkan Olla Ramlan duluan. Kami berdua saling menatap penuh nafsu. Aku tidak tahu, tiba tiba Olla Ramlan menarik tas nya kemudian membuka, mengeluarkan bungkusan kecil “Pakai kondom ya “ sahut Olla Ramlan Aku menggeleng pelan “Ndak mau ?” tanya Olla Ramlan dengan menggigit bibirnya “Aku lebih senang menyemburkan isi kontolku dalam memek Tante Olla Ramlan “ sahutku enteng yang dijawab dengan tatapan yang tertahan di hatinya karena kemungkinan takut hamil, namun karena sudah ngebet Olla Ramlan pun akhirnya membuang bungkusan kondom itu “Baiklaaaaaah .. kalo aku hamil kamu tanggung jawab “ sahut Olla Ramlan dengan tersenyum “Nanggung tubuhmu diatas aku yang mau, jawabnya ogah “ jawabku yang dijawab dengan tergelak Olla Ramlan yang sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun di depanku sambil bersimpuh, tangannya memegang kontolku yang ereksi dengan keras, Olla Ramlan sampai menggeleng geleng karena kontol besarku itu “Tunggu apalagi Tante ? masukin donk .. lakukan, jilatan kuluman, sepongan, oral .. Tante suka ngoral kontol khan ?” tanyaku yang disambut dengan senyum nakal Olla Ramlan itu. Sungguh menggoda janda satu ini, agresif sekali untuk urusan syahwat, bahkan memancingku untuk mengajaknya kawin di kantorku itu.

Written by catatanpemula17

July 23, 2011 at 8:09 am

Posted in ola

3

leave a comment »

Jam berjalan dengan cepatnya, tak terasa menunjukan angka 01 lebih tepat ketika kami masih satu tubuh di atas meja, hawa dingin AC di rumah Terry Putri membuat kami terbangun, hembusan udara dingin itu cepat sekali membuat kami kering, namun gairah kami tidak kering, terbukti ketika aku dengan menarik kontolku keluar itu, kami membuka mata saling berpandangan penuh arti, Terry Putri kemudian melihat ke selakangannya yang penuh lendir kental itu dengan tersenyum. Matanya kembali menatapku dengan tersenyum lagi, kemudian mengelus elus lenganku, naik dan menarik kepalaku, kemudian dipagutnya bibirku dengan mesra, kubalas pagutan itu tak kalah dengan lembutnya, kurasakan manisnya bibir artis ini, habis kami berpagutan Terry Putri menunduk, kuangkat dagunya agar kembali bertatapan padaku, kami bertatapan lagi, senyum kami saling berbalas sambil kami saling berpegangan tangan.

“Trims sayang .. jika malam ini mau bersama Mbak Terry “ sahut Terry Putri dengan menarik kembali badannya untuk turun dari meja, Terry Putri sampai memandang ke arah tengah meja yang juga penuh lendir kental di atas meja itu, kemudian wanita nakal ini tersenyum lalu menarik tanganku.

“Masih pengin kawin lagi Mbak ?” tanyaku dengan penuh arti, Terry Putri tidak menjawab namun kemudian menarik tanganku untuk turun, kami berdua kemudian duduk berdampingan di sofa, Terry Putri menarik celana dalamnya yang di lantai kemudian mengelap memeknya sendiri, celana dalam itu kemudian dipakai untuk mengelap kontolku

“Kalo ngaceng lagi tanggung jawab ya ? “ candaku yang dijawab dengan cubitan di lenganku, usapan demi usapan itu memang membuat kontolku perlahan naik mengacung, Terry Putri sampai terlonjak dengan mata menatapku nakal, karena tidak tahan Terry Putri kemudian langsung menduduki aku, celana dalamnya dilempar sembarangan.

“Nakaaaal yaaa .. Mbak Terry tanggung jawab nih .. masukin ya “ canda Terry Putri dengan mengangkang di atasku yang duduk bersandar di sofa itu, kontolku di pegangnya kemudian bagian memeknya yang memerah itu kemudian ditusuk dengan kontolku secara paksa, Terry Putri langsung menjerit kecil

“Aaaaaaaaaaaaaaaaauh .. saaaaaaakitnyaaaaaaaaa “ erang Terry Putri dengan mata terpejam merasakan kontolku menembus memeknya lagi secara paksa, aku pun sampai meremang tak karuan, kupejamkan mataku ketika kami berdua ingin menjadi satu tubuh lagi.

Kami perlahan lahan kembali mengeluarkan keringat karena kami kembali berjuang menjadi satu tubuh, kuremas buah dadanya di depanku itu sampai membuat Terry Putri menggeliat menggoyang nakal di dadanya itu

“Hmmm .. benar benaar kenyal banget susumu Mbak .. aku suka bentuk buah dadamu ini .. terbayang sejak sore ingin menggeluti dirimu .. buah dadamu ini lho .. uuuuuuuuh ….hhmmmm .. kenyalnya sayaaang … montok bangeet “ pujiku yang disambut dengan senyum nakal Terry Putri

“Remeeeeeees ajaaaa sesukamu sayaaang .. tubuhku milikmu .. terserah mau diapain .. Mbak Terry pasraah .. habis .. enak banget kawin sama kamu .. senang aku dientotin sama kamu … rasanya tak bisa diukur kalo Mbak Terry diewe sama kamuuu .. uuuh .. aaaaah .. tuuh .. sudah ludes kontolmu dalam memek Mbak Terry .. genjot apa diam dulu, say “ sahut Terry Putri dengan memegang ke pundakku dengan kuat setengah mencakar itu.

“Diam dulu Mbak .. aku suka memandang kemolekan tubuhmu .. andai kau mau menari bugil untukku” godaku yang disambut dengan cubitan tangan Terry Putri di dadaku

“Iih .. kamu jorok aaaah .. ndak mau Mbak Terry menari bugil untukmuu “ tolak Terry Putri dengan gemas mencubiti aku

“Ayoo deeh .. aku ingin menikmati tarian bugil Mbak Terry Putri .. katanya dah pasrah padaku .. kok masih menolak .. ntar ndak aku ewein lagi lho .. “ ancamku yang disambut dengan membeliaknya mata lentik presenter mesum ini, Terry Putri kemudian menatapku dengan mata yang seolah olah menolak, kepalanya menggeleng geleng perlahan.

“Betapa indahnya pacarku ini menarik bugil .. ayo deh, sayaaang .. menarik bugilah untukku .. aku suka goyangan Mbak Terry .. terutama pantat nakalnya ini “ sahutku sambil meremas bokong Terry Putri yang seksi itu.

“Tapi .. tapi .. Mbak Terry nggak sanggup .. Mbak Terry pasrah padamu .. tapi bukan untuk itu .. Mbak Terry ndak bisa menari bugil .. “ tolak Terry Putri, aku kemudian mengangkat pinggang Terry Putri, Terry Putri keberatan aku menarik namun dengan paksa aku keluarkan kontolku keluar dari memek basahnya itu. Terry Putri kemudian terduduk di sampingku dengan kesal, aku kemudian duduk di kursi sebelahnya

“Ayolah .. Terry Putri pasti sanggup menari bugil … mau dikontoli lagi ndak ? kalo mau dikontoli lagi sampai pagi .. menari bugil dulu yaa, sayaaang .. please .. aku pulang saja aaah “ ancamku dengan nada yang kubuat serius sambil menatap ke memek Terry Putri yang mengangkang ke arahku itu, kulihat jembutnya tipis nan indah.

Terry Putri sampai terkejut

“Jangaaaaaan aaaaaaaaah .. Mbak Terry mohon kamu jangan pergi sayaaang . sungguh .. Mbak Terry nggak sanggup menari bugil untukmu .. maafkan aku, sayaaang “ iba Terry Putri yang memang keberatan untuk menari bugil itu.

“Tidak, satu kata : menarilah “ sahut tegas dengan memandang penuh nafsu pada tubuh telanjang Terry Putri itu. Terry Putri terlihat kecewa padaku yang memaksa itu, Terry Putri kemudian memelukku dengan erat

“Sayang .. jangan gitu aaah .. kamu jahaaat .. “

“Menarilah sana .. kutunggu tarian bugilmu .. “ tarikku pada kepala Terry Putri yang berambut panjang itu, bibir Terry Putri sampai gemetar, aku tersenyum, kukecup bibir itu

“Taa .. ta .. pi “ sahut Terry Putri dengan terbata bata

“Jadi presenter ngomongnya ceplas ceplos .. disuruh menari bugil gemetaran .. ayo deeh .. aku pulang saja aaaaaaaah “ ancamku dengan setengah bercanda, Terry Putri langsung menarik badannya dan memandangku

“Baiklah .. baiklaaaaaaaaaah .. Mbak Terry akan menari bugil di hadapanmu .. jangan diketawain ya kalo tarian bugilku jelek “ sahut Terry Putri dengan mengalah walau hatinya berat melakukan apa yang kuminta itu.

Terry Putri kemudian berdiri setelah keluar dari sofa itu, kemudian mundur dengan menggoyang goyangkan dadanya, sehingga buah dadanya yang montok itu ikut bergoyang dengan sangat indahnya, aku sampai memandangnya penuh nafsu sambil memegang kontolku mengelus elus, kontolku yang basah itu aku kemudian pegang, kupandang tubuh sintal nan molek Terry Putri yang mundur perlahan lahan sambil buah dadanya ikut tergoncang goncang

“Wooooooooow .. pacarku luar biasa .. indah sekali kau sayaang .. terus Mbaaak .. kontolku ikut menonton tarian bugilmu yang indaaah .. uuuh ..” komentarku melihat goyangan nakal Terry Putri di dadanya itu.

“Aaaaaaaaaah .. ndaaak aaaaaah “ Terry Putri berhenti sejenak, aku menjadi kesal.

“huuh “ dengusku dengan kesal.

“Baik .. baaaik .. tapi janji ya .. setelah Mbak Terry menari bugil kamu langsung genjotin memek Mbak Terry .. genjotin tanpa ampun .. jangan sisakan untukku .. sampai aku benar benar tak kuat … Mbak Terry akan bilang : sayangku, stoping your action … tanpa kata ini jangan pernah berhenti menggenjot Mbak Terry .. baiklah .. Mbak Terry akan menari bugil sepenuh hati untukmu, sayaaang “ sahut Terry Putri dengan mundur selangkah kemudian membelakangi aku

Dengan nakal, presenter Terry Putri menggoyang pantatnya berulang ulang sampai membuatku sampai meneteskan air liur, kuseka air liurku sampai tak berkedip menatap tarian bugil Terry Putri yang bergoyang di pantatnya itu.

“saksikan sayaaaaaaaang “ ucap Terry Putri dengan berputar memamerkan buah dadanya kemudian diremasnya pelan sambil kepala mendongak, kemudian bergoyang lagi di pantatnya, lekuk lekuk tubuhnya sangat indah, goyangan itu naik sampai ke pinggang kemudian di dadanya ikut bergoyang.

Lidahnya menjilati bibir seksinya, Terry Putri kemudian menyamping sambil memandangku penuh nafsu, matanya selalu menatap ke kontolku sambil berjalan dan bergoyang. Luar biasa indahnya presenter ini menari bugil.

Tangan Terry Putri mengelus elus buah dadanya kemudian turun sampai di selakangannya tanpa berhenti menggoyang pantatnya kemudian ke kanan dan ke kiri, Terry Putri kemudian berbalik arah padaku, memeknya dimajukan sambil dadanya di tekuk ke depannya, betapa indahnya tubuh itu

“Woow .. ck ck ck ck .. terus Mbaaak .. aku jadi bernafsu nih .. ingin menggeluti dirimu lagi .. aku ndak tahaaan aaaaaaaah .. Mbaaak Terry .. kemari .. aku coblos memekmu “ pintaku yang disambut dengan menutup bibir dengan jari telunjuknya agar aku diam

“Ssssssssssssssssssttt .. diaaaaaaaaam kaaaaaaau “ sahut Terry Putri dengan menggoyang nakal di selakangannya memutar, memek yang basah memerah itu membuat aku tidak tahan, jari Terry Putri kemudian dimasukan ke dalam mulutnya, disedot dan ditarik tarik, jari itu kemudian diturunkan lewat leher menyusuri buah dadanya, tarian lembut nan gemulai sambil jarinya menggaris garis tipis sampai buah dadanya kemudian memutar

Aku menggeleng geleng sambil memegangi kontolku, aku sampai tidak mau sandaran dan hendak bangun ingin menerkam Terry Putri ini, namun Terry Putri tetap melarangku untuk berdiri, jarinya menggaris ke bawah sampai selakangannya, matanya dipejamkan sebentar sambil menusuk memeknya dengan jari telunjuk itu, lalu naik lagi menggaris ke atas .. sambil dadanya.. habis itu Terry Putri mencelupkan jarinya ke dalam mulutnya dan di keluar masukan ibarat mengulum kontolku.

Terry Putri kemudian menaikan kaki kirinya ke meja di depanku sambil menggoyang pantat kemudian melekuk lekuk sangat indahnya, aku sampai terbengong memandang indahnya Terry Putri menari bugil itu, Terry Putri kemudian membuat gerakan seperti aku menggenjot maju mundur, pantat Terry Putri sampai maju mundur, selakangannya terlihat jelas di depanku, yang jaraknya hanya 1 meter di depanku, mata Terry Putri menatap tajam padaku agar jangan bergerak sama sekali

“Diaaam kaaau .. rasaaain .. kamu yang minta “ ledek Terry Putri dengan menggenjot maju mundur di depanku itu.

“Mbaaak aaah .. ndak taaaahaan .. memekmu ingin aku coblos lagi .. ini kontolku ngaceng ndak karuan ‘ rutukku dengan tak karuan merasakan erotisnya Terry Putri menari bugil itu.

Terry Putri kemudian mundur menjauh sambil bergoyang goyang nakal di pantat sampai meliuk liuk memutar menampilkan tarian bugil yang membuat aku sampai meneteskan air liur lagi, lidahku sampai menjilati bibirku, Terry Putri berusaha sekuat mungkin tidak tertawa.

Diremasnya buah dadanya yang montok itu di hadapanku, kedua buah dadanya dirapatkan.

“Hmmm “ dehemku sambil mengocok kontolku perlahan lahan, akibatnya Terry Putri justru terhenti sebentar aku mengocok kontolku, Terry Putri memang paling tidak tahan jika aku mengocok kontolku sendiri, bibirnya sampai tergigit melihat kontolku, namun Terry Putri kemudian maju ke depan, menarik tanganku dengan kuat

“Berdiri .. berdiiiri “ ajak Terry Putri dengan mengoyang nakal.

“Yaaa “ sahut pelan

“Kau tunggu apalagi ? geluti pacarmu ini .. geluti Mbak Terry “ sahut Terry Putri cepat, aku langsung menarik tubuhnya kurengkuh dan kuhujani dengan lumatan ganas, Terry Putri menyambut lumatan ganas itu, kudorong tubuhnya dan aku langsung menindihnya di sofa

“Sayaaaaang aaaaaaaah .. liaarnya kaamuu aaaaaaaaauuh “ erang Terry Putri merasakan lumatanku, tanganku dengan kuat meremas remas buah dadanya, kutindih dengan kuat sambil bermain main menggesek gesek memeknya dengan kontolku, kulumat habis bibirnya, kuremas buah dadanya, Terry Putri sampai menggeliat bak cacing kepanasa di sofa itu, tangannya dengan kuat mencengkeram ke sofa, kedua kakinya melebar menjepit pinggangku

“Masukin kontolmu .. masukin kontolmu .. genjot aku dengan keras ..aaaaaah .. mmmmmmmmhh .. ayo sayang .. masukin donk kontolmuu .. pengin dientotin lagi sama kamuu .. please aaaaaaaaah .. kawinin aku lagi .. kawinin .. please .. sayaaaaaang .. masukin kontolmu cepaaaaaat “ rengek Terry Putri yang disambut dengan tersenyum

“Ndak tahan ya “ godaku

“Aduuh .. kamuu aaaaaaaaaaah “ tepuk Terry Putri di punggungku ketika memelukku erat, aku memegang buah dadanya sebelah kiri dan kuremas remas

“Baik .. sayaaang … pacarku ndak tahan kalo tidak diewe .. siap ya ?” tanyaku yang disambut anggukan Terry Putri dengan tersenyum, nafasnya tersengal sengal habis aku geluti di sofa itu

Kurogoh kontolku dan kuarahkan ke memeknya, tangan Terry Putri pun itu memegang kontolku

“Masukin pelan tapi kuaat yaa .. I love you “ bisik Terry Putri.

Kudekan kontolku sampai membuat Terry Putri merem melek keenakan, kulihat Terry Putri mendongak sambil mencakar pelan ke punggung, kurasakan kontolku seperti dibetot dari dalam, memeknya seolah jadi magnet menarik kontolku lebih dalam, mili demi mili kontolku masuk walau agak seret, namun Terry Putri ikut menaikan selakangannya, sehingga kontolku mau tak mau masuk dengan perlahan sampai kontolku diremas remas dan diurut urut dalam memek basahnya itu, Terry Putri menggeliat tak karuan seiring tusukan kontolku, dadanya membusung ke atas sehingga remasan tanganku semakin kuat, Terry Putri sampai menggapai gapai pegangan di meja, kusodokan dengan kuat membuat Terry Putri menjerit keras

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ jerit Terry Putri ketika kontolku mentok dalam memeknya membentur dinding buntu itu.

0 komentar

Written by catatanpemula17

July 15, 2011 at 10:48 am

Posted in terput

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.