stevipark17

Just another WordPress.com site

mano

leave a comment »

Dengan agresif Manohara Odelia langsung menggenjot kontolku dengan gemas, kontolku yang terbenam dalam memek basahnya. Aku merasakan sesaknya memek Manohara Odelia yang menjepit kontolku ketat sampai aku ngos ngosan, walau sudah janda dan memeknya pernah dipakai, namun kesempitan dan kelegitan memeknya benar benar luar biasa nikmat, aku terpejam merasakan gesekan itu yang menghujam naik turun. Sudah lebih sepuluh menit Manohara Odelia melakukan genjotan dengan cara mendudukiku

“Ayoo kontol .. ayoo … uuuh .. kontol kamuu .. aaaaaaaaaaaaauh .. ooh noo .. say . oh saaay .. my honey … you must make be pregnant .. “ erang Manohara Odelia yang hendak mencapai klimaks itu.

Kutatap kontolku yang basah akibat cairan rangsangan yang membasahi selakangan kami, dengan liar Manohara Odelia terus menggenjotku naik turun, kontolku terlihat tak karuan dalam jepitan memeknya itu.

“Teruuus taaante .. Tante Manooo … aaaaaaaaaaah …. Teruus Taaaaaan .. aaaaaaaaaauh .. ooh noooooo .. aaaaaaaaaaaauh sssssssssssssssssshhhhh ssssssssssssssssssssh hhh “ erang dan desisku tak karuan merasakan aku akan orgasme. Manohara Odelia terus melakukan gerakan naik turun dengan nakalnya. Kami terus berpacu mencapai batas klimaks, Manohara Odelia sampai merem melek keenakan memeknya dicoblos kontolku itu.

Manohara Odelia sampai menelikung ke depan ketika memeknya menyempit dengan cepat, aku sampai kelimpungan, ketika benaman selakangan Manohara Odelia lebih dalam aku malah mendapatkan orgasme terlebih dahulu, badanku tegang tak karuan sampai sekujur tubuhku gemetaran merasakan genjotan selakangan Manohara Odelia yang liar itu. Persetubuhan kami yang hendak mencapai klimaks itu, sampai membuat ibunya, Daisy Fajarina ingin mengintip dengan tegang.

Aku sudah tidak kuat lagi, kukucurkan spermaku menembak ke rahim Manohara Odelia

“Creeeeeeeeeeeet .. creeeeeeeeeet .. creeeeeeeeeeet …. Creeeeeeeeeeet “

Ketika kontolku muncrat itu, Manohara Odelia ikut kemudian lebih dalam lagi menekan, kurasakan tembakan spermaku muncrat berbenturan dengan cairan hangat yang keluar dari dalam memek Manohara Odelia.

“Ooooooooooooooooooooooooh … aaaaaaaaaaaaaaaaaaauh … “ lenguh panjang mendapatkan orgasme dengan tegang

“Aaaaaaaaaaaaaaaaah …. KOOOOOOONTOOOOOOOOL “ erang Manohara Odelia dengan keras nan vulgar itu. Manohara Odelia yang tegang itu dengan aku meremas buah dada montoknya keras, Manohara Odelia pun ambruk menindihku dengan tubuh penuh peluh birahi, tubuhnya menggelepar menindihku, aku pun juga lemas bak tanpa tulang mendapatkan orgasme bersama Manohara Odelia.

******

Pulang ke rumah habis kuliah benar benar membuatku letih, berangkat macet, pulang juga macet, badanku penat. Sesampai di rumah, aku langsung mandi. Terbayang di pelupuk mataku kemolekan tubuh Manohara Odelia yang rumahnya tepat di belakang rumahku, bagian dapurnya tak jauh dari belakang rumahku, tinggal lompat pagar sampailah aku pada janda yang sudah lama aku kagumi itu. Aku sering disapanya ketika aku bertemu, dengan ibunya yang sikapnya baik padaku. Manohara Odelia pun tak jarang meminta bantuanku. Perlahan lahan hubungan baik itu berlanjut sampai aku akhirnya bisa menyetubuhi artis satu ini. Awalnya aku tak mengira kalau Manohara Odelia memang maniak seks juga. Aku justru sendiri yang dijebak oleh Manohara Odelia untuk mengawininya di ranjang rumah ibunya. Ternyata Manohara Odelia benar benar sangat haus seks setelah bercerai dengan bangsat dari Malaysia itu. Aku sering meliriknya dengan pandangan nakal, namun Manohara Odelia tidak pernah marah padaku, terkadang aku juga sering jahil mengerjainya.

“Tante gitu gituan itu enak nggak sih .. “ godaku membuat Manohara Odelia menjadi tergelak, namun sikap tergelak itu kemudian berlanjut dengan gigitan pada bibirnya sendiri,

“Tergantunglaaah .. “ jawab Manohara Odelia dengan tersenyum sambil nyengir, kutangkap artinya itu bahwa Manohara Odelia memang butuh penyaluran birahi yang tersendat paska perceraian dengan bangsat dari Malingsial itu.

“Tergantung di atas atau di bawah gitu ya Tante Mano .. “ godaku yang membuat Manohara Odelia langsung mencubit keras, aku sampai mengaduh dan bergerak reflek, secara tak sengaja tanganku hendak menyingkirkan tangan Manohara Odelia itu justru malah menempel di buah dadanya, sontak dengan kaget Manohara Odelia langsung mencekal tanganku kuat

“Jangan kuraaang ajar yaaa “ ucap Manohara Odelia dengan nada muka memerah.

“Maaf tanteee .. ndak sengajaaaaaaaaaa “ ucapku dengan menyesal walau aku puas baru pertama kali memegang buah dadanya secara tak sengaja itu, buah dadanya benar benar montok dan mulus.

Aku akhirnya pamit ketika ada telepon penting, aku di minta mengirimkan data kuliah kepada dosenku, lepas aku mengirimkan itu, pikiran jorokku kembali timbul. Kulongok jam dinding masih menunjukan pukul 6 sore. Kuambil hapeku dan ada sms masuk lagi.

“Kamu ke rumah aku ya .. please .. minta tolong lagi yaa “ sms yang datang dari Manohara Odelia sendiri, aku pun langsung kembali ke rumah Manohara Odelia lewat pintu belakang, yang kelak akan mennjadi pintu masuknya kontolku ke memek Manohara Odelia saban hari ketika kami saling memadu birahi tanpa batas. Bahkan sampai aku bisa menyodomi dan mengawini ibunya, Daisy Fajarina. Anak dan ibunya itu sama sama liar dan haus seks.

Aku tak merasakan ada yang aneh dengan sms itu, seperti biasa, namun kali ini otak kotorku mulai memenuhi lagi, aku selalu membayangkan Manohara Odelia telanjang bulat di depanku tanpa sehelai benangpun. Aku ingin menyaksikan keindahan betina nakal satu ini, cara berpakaian itu sering tidak memakai bra, tonjolan dadanya itu sering membuatku selalu mencuri curi pandang, mataku juga sering tertangkap basah. Aku benar benar tidak tahan dengan janda satu ini. Aku bertekad semoga impianku kawin dengan Manohara Odelia terlaksana malam ini, belum lagi kontolku sudah ngaceng tak karuan semenjak bisa memegang buah dada montok Manohara Odelia barusan tadi sore.

Aku masuk lewat dapur, hanya suara siraman dan nyanyian dari kamar mandi, kubayangkan kalau Manohara Odelia sedang mandi, aku langsung mencoba mengintip, keburungan memihak padaku, ketika aku hendak mengintip itu, daun pintu itu terbuka sedikit, sehingga aku bisa menyaksikan indahnya bokong Manohara Odelia yang sedang mandi. Kontolku ngaceng tak karuan. Namun aku ragu untuk masuk, perlahan lahan aku menyingkir karena kuintip Manohara Odelia mulai menyelesaikan mandinya. aku kemudian duduk di kursi empuk ruang tengahnya itu, ada tv yang besar dan kucoba, namun tetap tak bisa kusetel karena aku bingung sendiri. Naluriku kembali membayangkan tubuh molek nan montok Manohara Odelia yang sedang mandi, aku bergegas lagi ke belakang dan aku tak menyadari ternyata aku masuk jebakan Manohara Odelia yang sudah berdiri di belakang.

“Ngapaain .. mau ngintip ya ?” ucap Manohara Odelia dari belakang itu, aku sampai tak karuan kaget, hendak berputar pun aku tak bisa karena dengan agresif Manohara Odelia meremas selakanganku. Aku benar benar disetrum ribuan volt rasanya, kontolku langsung ngaceng lebih kuat lagi, sontak aku pun menahan tangan Manohara Odelia itu. Ketika aku berhasil menarik tangan Manohara Odelia itu, aku didorong ke depan dan menahan ke kursi, ketika aku berbalik badan, dadaku langsung di dorong oleh Manohara Odelia dengan kuat

“Duduuuk “ bentak Manohara Odelia dengan nada suara yang sedikit lebih keras. Aku sampai berdegup tak karuan memandang wanita yang memakai daster rapat itu, perlahan dasternya di buka bagian dadanya, aku sampai tak berkedip memandangnya, bongkahan dadanya itu mulai terlihat dan aku sampai terkejut kalo sekali lepas bagian pinggungnya itu, Manohara Odelia sudah langsung telanjang bulat tanpas sehelai benangpun, aku sampai terpaku tak bisa bergerak mataku menatap ke depanku, seorang wanita yang nan indah luar biasa memamerkan bagian rahasianya itu.

Aku bahkan sampai gemetar, wanita yang selama ini aku idamankan sudah berada di depanku tanpa sehelai benangpun, tanpa senyum memandangku, perlahan lahan pandangan mata Manohara Odelia menuju ke selakanganku.

“Aku sudah tahu kalo kamu memandang nakal padaku .. “ sudut Manohara Odelia dengan nada yang dibuat mendesah namun masih tanpa senyum.

“Iyaa yaaa … aaakuu …” ucapku kelu karena aku masih memandang tak berkedip ke memeknya yang berjembut lumayan lebat itu.

Manohara Odelia kemudian membungkuk di depanku, tanganku ditariknya diarahkan ke buah dadanya

“Remees sayaaaaaaaaang “ ajak Manohara Odelia dengan mulai tersenyum, aku merasakan kehangatan pad bongkahan yang indah itu, kuremas dengan penuh perasaan wanita idamanku ini.

Dengan agresif, telapak tangan Manohara Odelia langsung meremas bagian selakanganku

“Wooow .. besar juga, sayaaaaang “ bisik Manohara Odelia padaku dengan menyeringai, perlahan Manohara Odelia kemudian berjongkok sehingga aku terlepas meremas buah dadanya yang kenyal itu, kuusap usap kepalanya yang berambut panjang itu, tangan Manohara Odelia berusaha membuka kaitan celanaku itu. Dengan paksa celanaku pun lepas, celana dalamku belum ikut ditarik setelah celana panjang terpelorot sampai di lututku, Manohara Odelia sampai geleng geleng dan tersenyum, kontolku pun dipegang dengan kuat

“Uuuh .. besar sekali punyamu, sayaaaaaang … hmmmmmm … gimana ya rasanya penis besar seperti ini “ ucap Manohara Odelia dengan nakal mengusap usap kontolku itu dalam celana dalamku itu

“Hmmm .. lebih nikmat kalo kedua lubang Tante Mano aku masukin yaaa .. “ ucapku yang membuat Manohara Odelia kemudian memundurkan kepalanya

“Oh yaaa ? .. berani kamu melakukan ?” tanya Manohara Odelia dengan menggoda itu, Manohara Odelia tersenyum nakal padaku, kemudian berdiri, kakinya langsung menjejak ke celana panjangnya itu melorot sampai mata kaki, bajuku pun dilepaskan oleh Manohara Odelia, sehingga kini aku hanya bercelana dalam.

“Ya aaaaaaampuuun ..” ucap Manohara Odelia dengan menutup mulutnya ketika aku mengeluarkan kontolku dari celana dalam, bibir Manohara Odelia sampai gemetar tak karuan.

“Tenang aja Tantee .. pasti masuk dalam memek Tante Mano “ ucapku dengan enteng, perlahan lahan aku menguasai keadaanku, aku tidak bermimpi, aku sedang berhadapan dengan artis ini, Manohara Odelia yang sudah telanjang bulat memandang ke kontolku dan aku memandang kemontokan tubuh Manohara Odelia yang sudah tanpa sehelai benangpun.

“Ck ck ck ck ckc .. joroknya kamu bilang memek .. “ ucap Manohara Odelia dengan menggeleng geleng dan tersenyum.

“Sekalian kontolku siap mencoblos memek Tante Mano yang penuh jembut ini..” ucapku sambil mengelus elus dan mengusap usap memek Manohara Odelia yang semakin membasah karena tidak tahan menatap ke kontolku yang ngaceng itu.

Manohara Odelia semakin tak karuan merasakan usapan jari jari tanganku di memeknya, dengan nakal Manohara Odelia kemudian maju dan membuka pahanya, mendudukiku dengan memegang kontolku, matanya menatapku dengan penuh kerinduan untuk melakukan hubungan seks denganku, kepalanya mirin ke kanan dan maju perlahan, hembusan nafasnya sampai menerpa wajahku, bibirnya membuka, matanya terpejam, aku pun ikut memajukan kepalaku dan bibir kami bertemu, pagutan demi pagutan ringan kami lakukan, pagutan demi pagutan itu, tanganku naik dan memegang buah dadanya yang besar itu. Kurasakan penuh benar benar kekenyalan buah dada Manohara Odelia itu, luar biasa kenyal dan hangat kedua susunya yang selalu aku idamkan ketika melihatnya pergi pulang ke luar rumah.

Pagutan demi pagutan itu, kemudian Manohara Odelia menghisap bibirku dengan halus, bagian bibir atasku pun dihisap, perlahan lahan air liur kami sudah membasahi bibir kami, mata Manohara Odelia membuka dan kemudian menatap ke bawah.

“Apa yang kau tunggu, sayaaang .. aku tahu kamu selalu mencuri pandang padaku .. ayolah, sayaang .. berikan kepuasan padaku .. “ ajak Manohara Odelia dengan hendak berdiri, namun aku langsung menahan di pundaknya

“Di sini saja Tante Mano .. “ ajakku dengan tersenyum. Manohara Odelia pun tersenyum, kemudian menarik kedua tanganku, Manohara Odelia pun tetap berdiri dan kemudian berjongkok, tangan kembali memegang kontolku dan diremas remas

“Iiih .. besarnya kontol kamuuu .. oooh sayaang .. “ ucap Manohara Odelia dengan menutup mulutnya karena tidak sadar bicara vulgar itu

“Ndak apa Tante … ucapkan kontol lagi .. aku tahu .. Tante Manohara juga pingin kontolku bukan ?’ pancingku dengan vulgar

“Ya ampuun .. aku tak sejorok kamu .. selama ini curian pandangmu membuatku berubah pikiran .. marilah sayaang .. aku sudah lama ndak digauli .. gauli aku malam ini, sayaaang .. please .. aku ingin merasakan pejumu … aku kulum ya sayaang .. ingin merasakan nikmatnya mengulum penis “ ucap Manohara Odelia dengan mengocok kontolku dengan perlahan lahan itu, aku sampai menahan nafasku merasakan kocokan nakal tangan Manohara Odelia itu.

“Aku akan menggauli dirimu Tante Mano, tidak cukup mulut dan memek Tante Manohara aku sumpal dengan kontolku, anus Tante Manohara pun aku kucoblos “ ucapku membuat Manohara Odelia menjadi semakin agresif.

“Duuuh .. jangan yaa … cukup vagina saja “ tolak Manohara Odelia dengan khawatir

“Enaaak kok taaan .. aku yakin Tante Mano akan nikmat merasakan kontolku keluar masuk anus tantee ‘ bisikku semakin membuat Manohara Odelia tertegun.

“Apa yang kau tunggu Tante Mano .. ayo donk .. emut kontolkuuu “ ajakku dengan menarik kepala Manohara Odelia agar mendekat ke batang kontolku itu, tangan Manohara Odelia mengusap usap kontolku naik turun itu, kuatur rambut panjangnya itu ku belakang, kepala Manohara Odelia pun mendekat dan menjilati kontolku ke atas dengan rakus

“Hmmmmmmmm .. oooh .. “ ucap Manohara Odelia dengan menghela nafas, habis menjilati ke atas itu, lidah Manohara Odelia kembali naik turun menjilati kontolku.

“Yaa .. uuuh .. teruus Taaan .. aku yakin Tante Manohara maniak kontol .. ayo deeh taaan .. “ lenguhku untuk memberikan stigma pada Manohara Odelia agar bisa menerima anggapan “maniak kontol” itu. Akibat aku berkata demi Manohara Odelia pun berhenti dan menatapku sambil memegang kontolku dikocok kocok pelan

“Apaaaa ? maniak kontol ? iiih .. otakmu kok jorok banget sih .. “ sahut Manohara Odelia dengan terkejut

“Ayoo deh Taaan .. bilang aja Tante Manohara maniak kontol .. “ ucapku dengan menahan tangan Manohara Odelia yang mengocok ocok dan mengusap kontolku naik turun itu, dada Manohara Odelia bergemuruh.

“Baru kali ini ada lelaki yang mengajakku begini dengan vulgaaar “ ucap Manohara Odelia dengan mengalihkan fokusku

“Tante Mano yang ngajak .. bukan akuuu “ dalihku dengan tersenyum

“Pleasee “ ucap Manohara Odelia lagi, namun aku tetap menahan tangannya yang kembali ingin mengocok ngocok kontolku

“Oke deeh … aku akui maniak kontol .. aku juga sudah lama merindukan kontolmu ini .. aku pernah mengintipmu make celana dalam .. namun baru kali ini aku bisa melihat kontol besarmuuu “ ucap Manohara Odelia dengan tersenyum nakal padaku

“Itu baru Tante Manohara .. ayo deeh .. maniak kontolku, sayaaang .. tanteku yang maniak dan doyan kontol .. nikmati kontolku sayaang “ ajakku lagi yang membuat Manohara Odelia tersenyum.

Dengan agresif Manohara Odelia kembali menjilati kontolku dengan rakus, bagian kepala kontolku pun masuk dalam mulutnya dan digoyang dengan lidahnya itu, aku sampai meringgis keenakan, bagian kepala kontolku itu disepong dengan nakal sampai aku melengkung

“Uuuuh .. uuuh .. tanteeee aaaaaaaaaaah .. teruuus Taaaaaaaan “ lenguhku tak karuan merasakan sepongan nakal Manohara Odelia itu.

Habis menyepong sampai tiga kali itu, Manohara Odelia kemudian menelan kontolku sampai mentok ditenggorokanku, kontolku terbenam lebih dalam itu, aku sampai tak karuan merasakan benaman kontolku dalam mulut Manohara Odelia itu, Manohara Odelia berhenti ketika kontolku ludes itu, aku terpejam cukup lama merasakan benaman yang dalam itu, perlahan lahan kemudian kontolku ditarik keluar dan penuh dengan air liur Manohara Odelia

“Hmmmmmmmmm … sssssssssssssshhhh ssssssssshhhh hhhh .. kontol kamu nikmat banget, sayaang .. hmmm .. aku ingin merasakan spermamu .. aku telan ya sayaaang … oooh .. kontolmu ngacengnya .. ya ampuun aaaaaaaaaaaaaaah “ ucap Manohara Odelia kembali mengulum kontolku dengan agresif, kontolku keluar masuk mulutnya dengan cepat. Manohara Odelia benar benar maniak kontol

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaauh ooooh .. taaaaaaan … aaaaaaaaaaaaah .. duuuh tanteeeeeeeeeee …. Ssssssssssssssssssssssssshhhh sssssssssssshhh .hhhhh .. “ desisku tak karuan merasakan kuluman yang sangat agresif dan liar itu, benar benar Manohara Odelia sudah lama tak merasakan kontol.

Kontolku terus dikulum, ketika keluar pun lidahnya menjulur julur menjilati kontolku dengan rakus

“Sssssssssssssssssshhh ssssssssssssssssssssh hhhhh … aaaku sudah lama ndak make kontol asli .. selama ini make dildo .. aku takut hamil .. “ aku Manohara Odelia dengan tersenyum, Manohara Odelia mengusap bibirnya yang penuh air liur itu

“Aku akan menghamilimu tantee .. “ ucapku dengan tersenyum

“Ooh jangan, sayaang .. keluarin di luar sajaaa .. “ tolak Manohara Odelia

“Akan kupaksakan kontolku muncrat dalam memek Tante Manohara atau tidak sama sekali aku setubuhi .. ayo deeh Taaan .. mau ya aku coblos dan semburin di dalaam .. nggak nikmat kalo di luar “ bujukku yang sampai membuat Manohara Odelia menjadi tegang

“Make kondom yaa “ tawar Manohara Odelia itu

“Katanya maniak kontol ?” sudutku yang sampai membuat Manohara Odelia menjadi tergelak dan tersudut.

“Taapi .. tapi .. “

“Kontol itu enak kalo nembak ke memek Taaan .. ayo deeh Taaante .. mosok mau menang sendiri, palingan punya tante juga basahi kontolku, punyaku juga basahi dalam memek Tante Manohara deeh .. nggak adil “ kembali aku terus membujuk serta merangsang dengan meremas lembut bukit kembarnya yang montok itu.

Manohara Odelia tidak menjawab dan kembali dengan agresif menjilati bagian bawah kontolku, disapunya kedua buah zakarku dengan lidahnya, tangan halus Manohara Odelia pun mengelus elus pahaku sampai aku merasakan gemetar, jilatan demi jilatan itu kembali naik ke kontolku, kontoku dikitari dengan memutar, lidah Manohara Odelia terus melakukan jilatan dengan rakus, sampai sekujur wajahnya penuh air liur.

“Sssssssssssshh ssssssssssssssshh hhhh .. terseraaah kaaaaamuuu “ ucap Manohara Odelia dengan mengalah itu.

“Tapi aku ingin nelan manimuuu “ ucap Manohara Odelia lagi dengan mengocok ngocok kontolku cepat, aku sampai menggelinjang merasakan kocokan itu, sambil mengocok, lidah Manohara Odelia menjilati kepala kontolku, ketika kocokan naik ke atas, lidahnya menjilati kepala kontolku, terus berulang ulang, sedang aku hanya bisa meremas kekenyalan buah dadanya itu.

Jilatan demi jilatan yang nakal itu kembali berubah, kontolku dilepaskan lagi, kemudian kontolku diludahi, habis diludahi itu, lidah Manohara Odelia kembali menjilati ludah dan memencarnya ke sekujur kontolku, benar benar wanita ini maniak kontol banget, aku sampai berdegup tak karuan.

Posisiku yang duduk itu semakin tak karuan menahan gempuran lidah dan bibir Manohara Odelia yang mengoral kontolku.

Manohara Odelia kemudian merebah ke lantai dengan telentang.

“Majuin kontolmu .. aku ingin make kontolmu dengan telapak kakikuuu “ ucap Manohara Odelia dengan mengedipkan matanya padaku, ketika aku maju duduk itu, kedua kaki Manohara Odelia naik dan menjepit kontolku.

Kaki kanannya maju mundur mengusap usap kontolku, aku sampai tak karuan mendapatkan sensasi Manohara Odelia yang gema sama kontolku itu.

Kontolku kemudian dikocok kocok dengan kedua telapak kaki Manohara Odelia itu, sampai aku menahan nafasku, usapan dan tekana kedua telapak kakinya itu menambah nafsuku tidak tahan untuk segera menyetubuhi Manohara Odelia di memeknya itu.

“Taaan .. aaah .. nggak nahaan pengin kawin sama Tante Mnaoharaaaaaa aaaaaaaah “ lenguhku tak karuan merasakan kocokan nakal kedua telapak kakinya itu

“Sabaaaaar aaaaaaah .. oooh .. kerasnya kontol kamuuu “ sahut Manohara Odelia dengan tersenyum memandang ke arah batang kontolku yang terjepit kedua telapak kakinya itu, telapak kirinya gantian mengusap usap batang kontolku itu, kelembutan telapak kaki kanan kirinya sampai membuat kontolku nikmat sekali, hais itu kontolku ditekan dengan kaki kanannya ke atas, kemudian tepalak kakinya itu mengusap usap nakal

“Yaa .. ampuun .. kontol kamu enaak bangeeet .. oooh sayaaang .. aku rela kau semburi pejumu .. uuuh … sayaaang .. aaaaaaaaaah “ ucap Manohara Odelia semakin tidak tahan untuk bangun, kedua kakinya diturunkan kemudian dengan agresif bangun dan langsung menopangkan kedua tangannya di pahaku, kontolku kembali ditelan dalam mulutnya.

“Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmh “ eram Manohara Odelia merasakan kontolku terbenam dalam mulutnya itu, kurasakan gesekan giginya itu, aku miring dan melihat pipi Manohara Odelia mengelembung karena tersumpal kontolku itu

“Teruuuus taaaaaaaaaaaaaan .. aaaaauh .. aku nggaaak tahaaaaaaaaaan “ seruku tak karuan

“Mmmmmmmmmmmmmmhhh .. “ ucap Manohara Odelia mengeluarkan kontolku kemudian kembali mengulum, kontolku dimasukan di bagian pipi kanannya dan dikulum keluar masuk, kurasakan aku semakin tak karuan merasakan service nakal Manohara Odelia itu.

Lepas itu kontolku dikocok kocok dengan cepat dan kuat, aku sampai terpejam erat merasakan kocokan itu, kocokan demi kocokan sampai membuatku mau muntah di kontolku

“Taaaaaaaaaaaaan aaaaaaaaaaaaaaah ..maaaaaaaaau aaaaaaah “ seruku tak karuan sambil mendongak, kontolku kembali dimasukan dalam mulutnya dan disepong kuat, sepongan demi sepongan, kemudian kocokan demi kocokan kembali menggempurku.

“Ayoo kontol .. ayooo kontol .. keluaaaaaaaaaar “ lenguh Manohara Odelia tidak tahan lagi itu, aku merasakan panas pada dadaku

“Telaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan aaaaaaaaaaaah ‘ seruku yang langsung disambut kontolku dibenamkan dalam dalam dimulut Manohara Odelia dan aku pun sudah tidak kuat dengan sepongan itu

“Croooooooooooot .. crooooooooooot ..croooooooot .. crooooooooot “

Aku sampai tegang muncrat dengan kuat disertai dengan sedotan rakus Manohara Odelia pada kontolku itu, kontolku muncrat sperma, sebagian menembak ke tenggorokan Manohara Odelia, sebagian keluar dari sela sela bibirnya yang tersumpal kontolku.

Lelehan lendir itu sampai menetes dan langsung diusap tangan Manohara Odelia dengan cepat, aku tegang dan kemudian menggelepar tak berdaya bersandar di kursi, Manohara Odelia sibuk menjilati kontolku yang berlendir itu, bibirnya terlihat ada lendir menempel, lidahnya menjulur keluar menjilati sisa spermaku.

“Hmmmm .. gurihnya punya kamuu… sayaang .. mau lagi donk “ goda Manohara Odelia sambil terus merangsang kontolku dengan diusap usap pelan, terkadang diciumi dan dijilati lagi.

Aku masih terkapar merasakan orgasmeku dengan cara dioral oleh Manohara Odelia. Aku masih terpejam menggelepar dengan nafas ngos ngosan, aku didiamkan oleh Manohara Odelia yang pergi ke seberang kamar mandi mengambil minuman, kembali lagi datang, aku melihat ke batang kontolku yang basah itu, Manohara Odelia berdiri di depanku lagi, di tangannya ada gelas, entah minuman apa, aku kemudian diberi minum, rasanya segar sekali dan manis.

“Kontolmu harus diginiin .. terus kujilati “ ucap Manohara Odelia dengan menyiram kontolku dengan sirup itu.

“Oooooh .. tanteeeeee … hmmmm .. “ ucapku dengan senang.

“Sirup rasa kontol sayaaaaaaaaang .. atau kontol rasa sirup “ goda Manohara Odelia yang kembali berjongkok memegang kontolku yang sudah kembali ngaceng lagi.

“Aku juga ingin memek Tante Mnaohara rasa strowbery “ ucapku menggoda.

“Nanti sayaaang .. seperti katamu .. aku maniak kontol .. sekarang kamu oral memekku yaaa .. terus coblosin … nanti kamu akan merasakan memekku rasa sirup “ ucap Manohara Odelia dengan melumat bibirku dengan rakus itu, kembali kami saling beradu bibir dengan menghisap, Manohara Odelia kembali naik dan menduduki pahaku, kami saling memeluk merasakan birahi kami yang sudah terbakar, malam akan menjadi milik kami berdua.

Written by catatanpemula17

September 8, 2011 at 9:56 am

Posted in campur

SEKALIGUS

leave a comment »

Didalam cerita pengalaman saya yang pertama yang saya beri judul “Masa kecil saya di Palembang”, saya menceritakan bagaimana saya diperkenalkan kepada kenikmatan senggama pada waktu saya masih berumur 13 tahun oleh Ayu, seorang wanita tetangga kami yang telah berumur jauh lebih tua. Saya dibesarkan didalam keluarga yang sangat taat dalam agama. Saya sebelumnya belum pernah terekspos terhadap hubungan laki-laki dan perempuan. Pengetahuan saya mengenai hal-hal persetubuhan hanyalah sebatas apa yang saya baca didalam cerita-cerita porno ketikan yang beredar di sekolah ketika saya duduk di bangku SMP.

Pada masa itu belum banyak kesempatan bagi anak lelaki seperti saya walaupun melihat tubuh wanita bugil sekalipun. Anak-anak lelaki masa ini mungkin susah membayangkan bahwa anak seperti saya cukup melihat gambar-gambar di buku mode-blad punya kakak saya seperti Lana Lobell, dimana terdapat gambar-gambar bintang film seperti Ginger Roberts, Jayne Mansfield, yang memperagakan pakaian dalam, ini saja sudah cukup membuat kita terangsang dan melakukan masturbasi beberapa kali.

Bisalah dibayangkan bagaimana menggebu-gebunya gairah dan nafsu saya ketika diberi kesempatan untuk secara nyata bukan saja hanya bisa melihat tubuh bugil wanita seperti Ayu, tetapi bisa mengalami kenikmatan bersanggama dengan wanita sungguhan, tanpa memperdulikan apakah wanita itu jauh lebih tua. Dengan hanya memandang tubuh Ayu yang begitu mulus dan putih saja sucah cukup sebetulnya untuk menjadi bahan imajinasi saya untuk bermasturbasi, apalagi dengan secara nyata-nyata bisa merasakan hangatnya dan mulusnya tubuhnya. Apalagi betul-betul melihat kemaluannya yang mulus tanpa jembut. Bisa mencium dan mengendus bau kemaluannya yang begitu menggairahkan yang kadang-kadang masih berbau sedikit amis kencing perempuan dan yang paling hebat lagi buat saya adalah bisanya saya menjilat dan mengemut kemaluannya dan kelentitnya yang seharusnyalah masih merupakan buah larangan yang penuh rahasia buat saya.

Mungkin pengalaman dini inilah yang membuat saya menjadi sangat menikmati apa yang disebut cunnilingus, atau mempermainkan kemaluan wanita dengan mulut. Sampai sekarangpun saya sangat menikmati mempermainkan kemaluan wanita, mulai dari memandang, lalu mencium aroma khasnya, lalu mempermainkan dan menggigit bibir luarnya (labia majora), lalu melumati bagian dalamnya dengan lidah saya, lalu mengemut clitorisnya sampai si wanita minta-minta ampun kewalahan. Yang terakhir barulah saya memasukkan batang kemaluan saya kedalam liang sanggamanya yang sudah banjir.

Setelah kesempatan saya dan Ayu untuk bermain cinta (saya tidak tahu apakah itu bisa disebut bermain cinta) yang pertama kali itu, maka kami menjadi semakin berani dan Ayu dengan bebasnya akan datang kerumah saya hampir setiap hari, paling sedikit 3 kali seminggu. Apabila dia datang, dia akan langsung masuk kedalam kamar tidur saya, dan tidak lama kemudian sayapun segera menyusul.

Biasanya dia selalu mengenakan daster yang longgar yang bisa ditanggalkan dengan sangat gampang, hanya tarik saja keatas melalui kepalanya, dan biasanya dia duduk dipinggiran tempat tidur saya. Saya biasanya langsung menerkam payudaranya yang sudah agak kendor tetapi sangat bersih dan mulus. Pentilnya dilingkari bundaran yang kemerah-merahan dan pentilnya sendiri agak besar menurut penilaian saya. Ayu sangat suka apabila saya mengemut pentil susunya yang menjadi tegang dan memerah, dan bisa dipastikan bahwa kemaluannya segera menjadi becek apabila saya sudah mulai ngenyot-ngenyot pentilnya.

Mungkin saking tegangnya saya didalam melakukan sesuatu yang terlarang, pada permulaannya kami mulai bersanggama, saya sangat cepat sekali mencapai klimaks. Untunglah Ayu selalu menyuruh saya untuk menjilat-jilat dan menyedot-nyedot kemaluannya lebih dulu sehingga biasanya dia sudah orgasme duluan sampai dua atau tiga kali sebelum saya memasukkan penis saya kedalam liang peranakannya, dan setelah saya pompa hanya beberapa kali saja maka saya seringkali langsung menyemprotkan mani saya kedalam vaginanya. Barulah untuk ronde kedua saya bisa menahan lebih lama untuk tidak ejakulasi dan Ayu bisa menyusul dengan orgasmenya sehingga saya bisa merasakan empot-empotan vaginanya yang seakan-akan menyedot penis saya lebih dalam kedalam sorga dunia.

Ayu juga sangat doyan mengemut-ngemut penis saya yang masih belum bertumbuh secara maksimum. Saya tidak disunat dan Ayu sangat sering menggoda saya dengan menertawakan “kulup” saya, dan setelah beberapa minggu Ayu kemudian berhasil menarik seluruh kulit kulup saya sehingga topi baja saya bisa muncul seluruhnya. Saya masih ingat bagaimana dia berusaha menarik-narik atau mengupas kulup saya sampai terasa sakit, lalu dia akan mengobatinya dengan mengemutnya dengan lembut sampai sakitnya hilang. Setelah itu dia seperti memperolah permainan baru dengan mempermainkan lidahnya disekeliling leher penis saya sampai saya merasa begitu kegelian dan kadang-kadang sampai saya tidak kuat menahannya dan mani saya tumpah dan muncrat ke hidung dan matanya.

Kadang-kadang Ayu juga minta “main” walaupun dia sedang mens. Walaupun dia berusaha mencuci vaginanya lebih dulu, saya tidak pernah mau mencium vaginanya karena saya perhatikan bau-nya tidak menyenangkan. Paling-paling saya hanya memasukkan penis saja kedalam vaginanya yang terasa banjir dan becek karena darah mensnya. Terus terang, saya tidak begitu menikmatinya dan biasanya saya cepat sekali ejakulasi. Apabila saya mencabut kemaluan saya dari vagina Ayu, saya bisa melihat cairan darah mensnya yang bercampur dengan mani saya. Kadang-kadang saya merasa jijik melihatnya.

Satu hari, kami sedang asyik-asyiknya menikmati sanggama, dimana kami berdua sedang telanjang bugil dan Ayu sedang berada didalam posisi diatas menunggangi saya. Dia menaruh tiga buah bantal untuk menopang kepala saya sehingga saya bisa mengisap-isap payudaranya sementara dia menggilas kemaluan saya dengan dengan kemaluannya. Pinggulnya naik turun dengan irama yang teratur. Kami rileks saja karena sudah begitu seringnya kami bersanggama. Dan pasangan suami isteri yang tadinya menyewa kamar dikamar sebelah, sudah pindah kerumah kontrakan mereka yang baru.

Saya sudah ejakulasi sekali dan air mani saya sudah bercampur dengan jus dari kemaluannya yang selalu membanjir. Lalu tiba-tiba, pada saat dia mengalami klimaks dan dia mengerang-erang sambil menekan saya dengan pinggulnya, anak perempuannya yang bernama Efi ternyata sedang berdiri dipintu kamar tidur saya dan berkata, “Ibu main kancitan, iya..?” (kancitan = ngentot, bahasa Palembang)

Saya sangat kaget dan tidak tahu harus berbuat bagaimana tetapi karena sedang dipuncak klimaksnya, Ayu diam saja terlentang diatas tubuh saya. Saya melirik dan melihat Efi datang mendekat ketempat tidur, matanya tertuju kebagian tubuh kami dimana penis saya sedang bersatu dengan dengan kemaluan ibunya. Lalu dia duduk di pinggiran tempat tidur dengan mata melotot.

“Hayo, ibu main kancitan,” katanya lagi.

Lalu pelan-pelan Ayu menggulingkan tubuhnya dan berbaring disamping saya tanpa berusaha menutupi kebugilannya. Saya mengambil satu bantal dan menutupi perut dan kemaluan saya .

“Efi, Efi. Kamu ngapain sih disini?” kata Ayu lemas.

“Efi pulang sekolah agak pagi dan Efi cari-cari Ibu dirumah, tahunya lagi kancitan sama Bang Johan,” kata Efi tanpa melepaskan matanya dari arah kemaluan saya. Saya merasa sangat malu tetapi juga heran melihat Ayu tenang-tenang saja.

“Efi juga mau kancitan,” kata Efi tiba-tiba.

“E-eh, Efi masih kecil..” kata ibunya sambil berusaha duduk dan mulai mengenakan dasternya.

“Efi mau kancitan, kalau nggak nanti Efi bilangin Abah.”

“Jangan Efi, jangan bilangin Abah.., kata Ayu membujuk.

“Efi mau kancitan,” Efi membandel. “Kalo nggak nanti Efi bilangin Abah..”

“Iya udah, diam. Sini, biar Johan ngancitin Efi.” Ayu berkata.

Saya hampir tidak percaya akan apa yang saya dengar. Jantung saya berdegup-degup seperti alu menumbuk. Saya sudah sering melihat Efi bermain-main di pekarangan rumahnya dan menurut saya dia hanyalah seorang anak yang masih begitu kecil. Dari mana dia mengerti tentang “main kancitan” segala?

Ayu mengambil bantal yang sedang menutupi kemaluan saya dan tangannya mengelus-ngelus penis saya yang masih basah dan sudah mulai berdiri kembali.

“Sini, biar Efi lihat.” Ayu mengupas kulit kulup saya untuk menunjukkan kepala penis saya kepada Efi. Efi datang mendekat dan tangannya ikut meremas-remas penis saya. Aduh maak, saya berteriak dalam hati. Bagaimana ini kejadiannya? Tetapi saya diam saja karena betul-betul bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.

Cerita Hot – Tempat tidur saya cukup besar dan Ayu kemudian menyutuh Efi untuk membuka baju sekolahnya dan telentang di tempat tidur didekat saya. Saya duduk dikasur dan melihat tubuh Efi yang masih begitu remaja. Payudaranya masih belum berbentuk, hampir rata tetapi sudah agak membenjol. Putingnya masih belum keluar, malahan sepertinya masuk kedalam. Ayu kemudian merosot celana dalam Efi dan saya melihat kemaluan Efi yang sangat mulus, seperti kemaluan ibunya. Belum ada bibir luar, hanya garis lurus saja, dan diantara garis lurus itu saya melihat itilnya yang seperti mengintip dari sela-sela garis kemaluannya. Efi merapatkan pahanya dan matanya menatap kearah ibunya seperti menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Saya mengelus-elus bukit venus Efi yang agak menggembung lalu saya coba merenggangkan pahanya. Dengan agak enggan, Efi menurut, dan saya berlutut di antara kedua pahanya dan membungkuk untuk mencium selangkangan Efi.

“Ibu, Efi malu ah..” kata Efi sambil berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.

“Ayo, Efi mau kancitan, ndak?” kata Ayu.

Saya mengendus kemaluan Efi dan baunya sangat tajam.

“Uh, mambu pesing.” Saya berkata dengan agak jijik. Saya juga melihat adanya “keju” yang keputih-putihan diantara celah-celah bibir kemaluan Efi.

“Tunggu sebentar,” kata Ayu yang lalu pergi keluar kamar tidur. Saya menunggu sambil mempermainkan bibir kemaluan Efi dengan jari-jari saya. Efi mulai membuka pahanya makin lebar.

Sebentar kemudian Ayu datang membawa satu baskom air dan satu handuk kecil. Dia pun mulai mencuci kemaluan Efi dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Efi mulai memerah karena digosok-gosok Ayu dengan handuk tadi. Setelah selesai, saya kembali membongkok untuk mencium kemaluan Efi. Baunya tidak lagi setajam sebelumnya dan sayapun menghirup aroma kemaluan Efi yang hanya berbau amis sedikit saja. Saya mulai membuka celah-celah kemaluannya dengan menggunakan lidah saya dan Efi-pun merenggangkan pahanya semakin lebar. Saya sekarang bisa melihat bagian dalam kemaluannya dengan sangat jelas. Bagian samping kemaluan Efi kelihatan sangat lembut ketika saya membuka belahan bibirnya dengan jari-jari saya, kelihatanlah bagian dalamnya yang sangat merah.

Saya isap-isap kemaluannya dan terasa agak asin dan ketika saya mempermainkan kelentitnya dengan ujung lidah saya, Efi menggeliat-geliat sambil mengerang, “Ibu, aduuh geli, ibuu.., geli nian ibuu..”

Saya kemudian bangkit dan mengarahkan kepala penis saya kearah belahan bibir kemaluan Efi dan tanpa melihat kemana masuknya, saya dorong pelan-pelan.

“Aduh, sakit bu..,” Efi hampir menjerit.

“Johan, pelan-pelan masuknya.” Kata Ayu sambil mengelus-elus bukit Efi.

Saya coba lagi mendorong, dan Efi menggigit bibirnya kesakitan.

“Sakit, ibu.”

Ayu bangkit kembali dan berkata,”Johan tunggu sebentar,” lalu dia pergi keluar dari kamar.

Saya tidak tahu kemana Ayu perginya dan sambil menunggu dia kembali sayapun berlutut didepan kemaluan Efi dan sambil memegang batang penis, saya mempermainkan kepalanya di clitoris Efi. Efi memegang kedua tangan saya erat-erat dengan kedua tangannya dan saya mulai lagi mendorong.

Cerita Panas – Saya merasa kepala penis saya sudah mulai masuk tetapi rasanya sangat sempit. Saya sudah begitu terbiasa dengan lobang kemaluan Ayu yang longgar dan penis saya tidak pernah merasa kesulitan untuk masuk dengan mudah. Tetapi liang vagina Efi yang masih kecil itu terasa sangat ketat. Tiba-tiba Efi mendorong tubuh saya mundur sambil berteriak, “Aduuh..!” Rupanya tanpa saya sadari, saya sudah mendorong lebih dalam lagi dan Efi masih tetap kesakitan.

Sebentar lagi Ayu datang dan dia memegang satu cangkir kecil yang berisi minyak kelapa. Dia mengolesi kepala penis saya dengan minyak itu dan kemudian dia juga melumasi kemaluan Efi. Kemudian dia memegang batang kemaluan saya dan menuntunnya pelan-pelan untuk memasuki liang vagina Efi. Terasa licin memang dan saya-pun bisa masuk sedikit demi sedikit. Efi meremas tangan saya sambil menggigit bibir, apakah karena menahan sakit atau merasakan enak, saya tidak tahu pasti.

Saya melihat Efi menitikkan air mata tetapi saya meneruskan memasukkan batang penis saya pelan-pelan.

“Cabut dulu,” kata Ayu tiba-tiba.

Saya menarik penis saya keluar dari lobang kemaluan Efi. Saya bisa melihat lobangnya yang kecil dan merah seperti menganga. Ayu kembali melumasi penis saya dan kemaluan Efi dengan minyak kelapa, lalu menuntun penis saya lagi untuk masuk kedalam lobang Efi yang sedang menunggu. Saya dorong lagi dengan hati-hati, sampai semuanya terbenam didalam Efi. Aduh nikmatnya, karena lobang Efi betul-betul sangat hangat dan ketat, dan saya tidak bisa menahannya lalu saya tekan dalam-dalam dan air manikupun tumpah didalam liang kemaluan Efi. Efi yang masih kecil. Saya juga sebetulnya masih dibawah umur, tetapi pada saat itu kami berdua sedang merasakan bersanggama dengan disaksikan Ayu, ibunya sendiri.

Efi belum tahu bagaimana caranya mengimbangi gerakan bersanggama dengan baik, dan dia diam saja menerima tumpahan air mani saya. Saya juga tidak melihat reaksi dari Efi yang menunjukkan apakah dia menikmatinya atau tidak. Saya merebahkan tubuh saya diatas tubuh Efi yang masih kurus dan kecil itu. Dia diam saja.

Setelah beberapa menit, saya berguling kesamping dan merebahkan diri disamping Efi. Saya merasa sangat terkuras dan lemas. Tetapi rupanya Ayu sudah terangsang lagi setelah melihat saya menyetubuhi anaknya. Diapun menaiki wajah saya dan mendudukinya dan menggilingnya dengan vaginanya yang basah, dan didalam kami di posisi 69 itu diapun mengisap-ngisap penis saya yang sudah mulai lemas sehingga penis saya itu mulai menegang kembali.

Wajah saya begitu dekat dengan anusnya dan saya bisa mencium sedikit bau anus yang baru cebok dan entah kenapa itu membuat saya sangat bergairah. Nafsu kami memang begitu menggebu-gebu, dan saya sedot dan jilat kemaluan Ayu sepuas-puasnya, sementara Efi menonton kami berdua tanpa mengucapkan sepatah katapun. Saya sudah mengenal kebiasaan Ayu dimana dia sering kentut kalau betul-betul sedang klimaks berat, dan saat itupun Ayu kentut beberapa kali diatas wajah saya. Saya sempat melihat lobang anusnya ber-getar ketika dia kentut, dan sayapun melepaskan semburan air mani saya yang ketiga kalinya hari itu didalam mulut Ayu. “Alangkah lemaknyoo..!” saya berteriak dalam hati.

“Ugh, ibu kentut,” kata Efi tetapi Ayu hanya bisa mengeluarkan suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.

Hanya sekali itu saja saya pernah menyetubuhi Efi. Ternyata dia masih belum cukup dewasa untuk mengetahui nikmatnya bersanggama. Dia masih anak kecil, dan pikirannya sebetulnya belum sampai kepada hal-hal seperti itu. Tetapi saya dan Ayu terus menikmati indahnya permainan bersanggama sampai dua atau tiga kali seminggu. Saya masih ingat bagaimana saya selalu merasa sangat lapar setelah setiap kali kami selesai bersanggama. Tadinya saya belum mengerti bahwa tubuh saya menuntut banyak gizi untuk menggantikan tenaga saya yang dikuras untuk melayani Ayu, tetapi saya selalu saya merasa ingin makan telur banyak-banyak. Saya sangat beruntung karena kami kebetulan memelihara beberapa puluh ekor ayam, dan setiap pagi saya selalu menenggak 4 sampai 6 butir telur mentah. Saya juga memperhatikan dalam tempo setahun itu penis saya menjadi semakin besar dan bulu jembut saya mulai menjadi agak kasar. Saya tidak tahu apakah penis saya cukup besar dibandingkan suami Ayu ataupun lelaki lain. Yang saya tahu adalah bahwa saya sangat puas, dan kelihatannya Ayu juga cukup puas.

Saya tidak merasa seperti seorang yang bejat moral. Saya tidak pernah melacur dan ketika saya masih kawin dengan isteri saya yang orang bule, walaupun perkawinan kami itu berakhir dengan perceraian, saya tidak pernah menyeleweng. Tetapi saya akan selalu berterima kasih kepada Ayu (entah dimana dia sekarang) yang telah memberikan saya kenikmatan didalam umur yang sangat dini, dan pelajaran yang sangat berharga didalam bagaimana melayani seorang perempuan, terlepas dari apakah itu salah atau tidak.

Written by catatanpemula17

August 30, 2011 at 9:31 am

Posted in SMA

Tukeran Cewek ABG, oh asyiknya

leave a comment »

ku terbangun karena hp ku berdering. Kulihat Dina, abg yang kugarap tadi malam, masih terlelap. Toketnya yang montok bergerak seiring dengan tarikan napasnya. Pengen aku menggelutinya lagi, tetapi temanku Ardi sedang menunggu diujung hp. Aku keluar kamar supaya Dina gak terganggu dengan pembicaraanku. “Baru bangun ya”, terdengar suara Ardi diujung sana. “Iya, mau ngapain pagi gini dah nelpon, masih ngantuk”, jawabku. “Gini ari baru bangun, udah jam 10 nih. Pasti ngegarap abg ya”. “La iya lah”, jawabku. “Ada apa”. “Tukeran abg yuk, aku semalam main ama pembantu sebelah”. “Pembantu? emangnya gak ada cewek yang lain”, kataku, rada kesel. Masak Dina mau dituker ama pembantu. “Tunggu dulu, biar pembantu Ana cantik kaya anak gedongan.

Bodinya montok banget dan napsunya gede banget, maunya terus2an main. Kamu pasti puas lah main ama dia”. “Masak sih, kalo cewekku Dina, anak skolahan, montok dan binal kalo di ranjang”, jawabku lagi. “Ya udah, kita tukeran aja, mau enggak. Kalo mau aku ama Ana cabut kerumahmu sekarang”. Aku tertarik juga dengan tawaran, pengen juga aku ngeliat kaya apa sih pembantu yang katanya kaya anak gedongan, “Ok, dateng aja”. Pembicaraan terhenti. Aku kembali ke kekamar.


Dina udah bangun. “Ada apa om, mau maen lagi gak”, katanya sambil tersenyum. “Belum puas semalem ya Din. Temen om tadi nelpon ngajakin om tuker pasangan. Dina mau gak maen ama temennya om. Dia juga ahli kok nggarap cewek abg kaya Dina”, jawabku. “Kalo nikmat ya Dina sih mau aja”, Dina bangun dari tempat tidur dan masuk kamar mandi. Aku menyusulnya. Sebenarnya aku napsu lagi ngeliat Dina yang masih telanjang bulat, tetapi karena Ana mau dateng ya aku tahan aja napsuku. Kita mandi sama sambil saling menyabuni sehingga kon tolku ngaceng lagi. “Om, kon tolnya ngaceng lagi tuh, maen lagi yuk”, ajak Dina sambil ngocok kon tolku. “Kan Dina mau maen ama temennya om, nanti aja maennya. Temen om ama ceweknya lagi menuju kemari”, jawabku. Sehabis mandi, kita sarapan dulu. Dina tetep aja bertelanjang bulat sementara aku cuma pake celana pendek saja. Selesai makan aku menarik Dina saung dipinggir kolam renang yang ada dibelakang rumahku. Dina kupeluk dan kuciumi sementara tanganku sibuk meremes2 toket montoknya. Dinapun gak mau kalah, kon tolku digosok2nya dari luar celana ku.

Sedang asik, Ardi dan Ana datang. Ardi sudah biasa kalo masuk rumahku langsung nyelonong aja kedalem, karena kami punya kunci rumah masing2. Ana ternyata cantik juga, seperti bintang sinetron berdarah arab yang aku lupa namanya. Ana make pakean ketat, sehingga toketnya yang besar tampak sangat menonjol. Pantatnya yang besar juga tampak sangat menggairahkan. Ana terkejut melihat Dina yang bertelanjang bulat. Kuperkenalkan Dina pada Ardi, Ardi langsung menggandeng Dina masuk ke rumah.

“An, Ardi bilang dia nikmat banget ngen tot sama kamu, no nok kamu bisa ngempot ya, aku jadi kepingin ngerasain diempot juga”, kataku sambil mencium pipinya. “An, kamu napsuin banget, tetek besar dan pantat juga besar”. “Dina kan juga napsuin pak”, jawabnya sambil duduk disebelahku di dipan. “Jangan panggil pak dong, panggil om. Kan saya belum tua”, kataku sambil memeluknya. Kucium pipinya sambil jemariku membelai-belai bagian belakang telinganya. Matanya terpejam seolah menikmati usapan tanganku. Kupandangi wajahnya yang manis, hidungnya yang mancung lalu bibirnya. Tak tahan berlama-lama menunggu akhirnya aku mencium bibirnya. Kulumat mesra lalu kujulurkan lidahku. Mulutnya terbuka perlahan menerima lidahku. Lama aku mempermainkan lidahku di dalam mulutnya. Lidahnya begitu agresif menanggapi permainan lidahku, sampai-sampai nafas kami berdua menjadi tidak beraturan. Sesaat ciuman kami terhenti untuk menarik nafas, lalu kami mulai berpagutan lagi dan lagi.

Kubelai pangkal lengannya yang terbuka. Kubuka telapak tanganku sehingga jempolku bisa menggapai permukaan dadanya sambil membelai pangkal lengannya. Bibirku kini turun menyapu lehernya seiring telapak tanganku meraup toketnya. Ana menggeliat bagai cacing kepanasan terkena terik mentari. Suara rintihan berulang kali keluar dari mulutnya di saat lidahku menjulur menikmati lehernya yang jenjang. “Om….” Ana memegang tanganku yang sedang meremas toketnya dengan penuh napsu. Bukan untuk mencegah, karena dia membiarkan tanganku mengelus dan meremas toketnya yang montok.”An, aku ingin melihat toketmu”, ujarku sambil mengusap bagian puncak toketnya yang menonjol. Dia menatapku. Ana akhirnya membuka tank top ketatnya di depanku. Aku terkagum-kagum menatap toketnya yang tertutup oleh BH berwarna hitam. Toketnya begitu membusung, menantang, dan naik turun seiring dengan desah nafasnya yang memburu. Sambil berbaring Ana membuka pengait BH-nya di punggungnya. Punggungnya melengkung indah. Aku menahan tangan Ana ketika dia mencoba untuk menurunkan tali BH-nya dari atas pundaknya. Justru dengan keadaan BH-nya yang longgar karena tanpa pengait seperti itu membuat toketnya semakin menantang. “toketmu bagus, An”, aku mencoba mengungkapkan keindahan pada tubuhnya. Perlahan aku menarik turun cup BH-nya. Mata Ana terpejam. Perhatianku terfokus ke pentilnya yang berwarna kecoklatan. Lingkarannya tidak begitu besar sedang ujungnya begitu runcing dan kaku. Kuusap pentilnya lalu kupilin dengan jemariku. Ana mendesah. Mulutku turun ingin mencicipi toketnya. “Egkhh..” rintih Ana ketika mulutku melumat pentilnya.

Kupermainkan dengan lidah dan gigiku. Sekali-sekali kugigit pentilnya lalu kuisap kuat-kuat sehingga membuat Ana menarik rambutku. Puas menikmati toket yang sebelah kiri, aku mencium toket Ana yang satunya yang belum sempat kunikmati. Rintihan-rintihan dan desahan kenikmatan keluar dari mulut Ana. Sambil menciumi toket Ana, tanganku turun membelai perutnya yang datar, berhenti sejenak di pusarnya lalu perlahan turun mengitari lembah di bawah perut Ana. Kubelai pahanya sebelah dalam terlebih dahulu sebelum aku memutuskan untuk meraba no noknya yang masih tertutup oleh celana jeans ketat yang dikenakan Ana. Aku secara tiba-tiba menghentikan kegiatanku lalu berdiri di samping dipan. Ana tertegun sejenak memandangku, lalu matanya terpejam kembali ketika aku membuka jeans warna hitamnya. Aku masih berdiri sambil memandang tubuh Ana yang tergolek di dipan, menantang. Kulitnya yang tidak terlalu putih membuat mataku tak jemu memandang. Perutnya begitu datar. Celana jeans ketat yang dipakainya telihat terlalu longgar pada pinggangnya namun pada bagian pinggulnya begitu pas untuk menunjukkan lekukan pantatnya yang sempurna.

Puas memandang tubuh Ana, aku lalu membaringkan tubuhku disampingnya. Kurapikan untaian rambut yang menutupi beberapa bagian pada permukaan wajah dan leher Ana. Kubelai lagi toketnya. Kucium bibirnya sambil kumasukkan air liurku ke dalam mulutnya. Ana menelannya. Tanganku turun ke bagian perut lalu menerobos masuk melalui pinggang celana jeans Ana yang memang agak longgar. Jemariku bergerak lincah mengusap dan membelai selangkangan Ana yang masih tertutup CDnya. jari tengah tanganku membelai permukaan CDnya tepat diatas no noknya, basah. Aku terus mempermainkan jari tengahku untuk menggelitik bagian yang paling pribadi tubuh Ana. Pinggul Ana perlahan bergerak ke kiri, ke kanan dan sesekali bergoyang untuk menetralisir ketegangan yang dialaminya.

aku menyuruh Ana untuk membuka celana jeans yang dipakainya. Tangan kanan Ana berhenti pada permukaan kancing celananya. Ana lalu membuka kancing dan menurunkan reitsliting celana jeansnya. CD hitam yang dikenakannya begitu mini sehingga jembut keriting yang tumbuh di sekitar no noknya hampir sebagian keluar dari pinggir CDnya. Aku membantu menarik turun celana jeans Ana. Pinggulnya agak dinaikkan ketika aku agak kesusahan menarik celana jeans Ana. Akupun melepas celana pendekku. Posisi kami kini sama-sama tinggal mengenakan CD. Tubuhnya semakin seksi saja. Pahanya begitu mulus. Memang harus kuakui tubuhnya begitu menarik dan memikat, penuh dengan sex appeal. Kami berpelukan. Kutarik tangan kirinya untuk menyentuh kon tolku dari luar CD ku. “Oh..” Ana menyentuh kon tolku yang tegang. “Kenapa, An?” tanyaku. Ana tidak menjawab, malah melorotkan CD ku. Langsung kon tolku yang panjangnya kira-kira 18 cm serta agak gemuk dibelai dan digenggamnya.

Belaiannya begitu mantap menandakan Ana juga begitu piawai dalam urusan yang satu ini. “Tangan kamu pintar juga ya, An,”´ ujarku sambil memandang tangannya yang mengocok kon tolku. “Ya, mesti dong!” jawabnya sambil cekikikan. “Om sama Dina semalem maen berapa kali?” tanyanya sambil terus mengurut-urut kon tolku. “Kamu sendiri semalem maen berapa kali sama Ardi?” aku malah balik berrtanya. Mendapat pertanyaan seperti itu entah kenapa nafsuku tiba-tiba semakin liar. Ana akhirnya bercerita kalau Ardi napsu sekali tadi malem menggeluti dia. Mau berapa kali Arif meminta, Ana pasti melayaninya. Mendengar perjelasan begitu jari-jariku masuk dari samping CD langsung menyentuh bukit no nok Ana yang sudah basah. Telunjukku membelai-belai i tilnya sehingga Ana keenakan. “Kamu biasa ngisep kan, An?” tanyaku. Ana tertawa sambil mencubit kon tolku. Aku meringis. “Kalo punya om mana bisa?” ujarnya. “Kenapa memangnya?” tanyaku penasaran. “Nggak muat di mulutku,” selesai berkata demikian Ana langsung tertawa kecil. “Kalau yang dibawah, gimana?” tanyaku lagi sambil menusukkan jari tengahku ke dalam no noknya. Ana merintih sambil memegang tanganku. Jariku sudah tenggelam ke dalam liang no noknya. Aku merasakan no noknya berdenyut menjepit jariku. Ugh, pasti nikmat sekali kalau kon tolku yang diurut, pikirku. Segera CD nya kulepaskan.

Perlahan tanganku menangkap toketnya dan meremasnya kuat. Ana meringis. Diusapnya lembut kon tolku keras banget. Tangannya begitu kreatif mengocok kon tolku sehingga aku merasa keenakan. Aku tidak hanya tinggal diam, tanganku membelai-belai toketnya yang montok. Kupermainkan pentilnya dengan jemariku, sementara tanganku yang satunya mulai meraba jembut lebat di sekitar no nok Ana. kuraba permukaan no nok Ana. Jari tengahku mempermainkan i tilnya yang sudah mengeras. kon tolku kini sudah siap tempur dalam genggaman tangan Ana, sementara no nok Ana juga sudah mulai mengeluarkan cairan kental yang kurasakan dari jemari tanganku yang mengobok-obok no noknya. Kupeluk tubuh Ana sehingga kon tolku menyentuh pusarnya. Tanganku membelai punggung lalu turun meraba pantatnya yang montok. Ana membalas pelukanku dengan melingkarkan tangannya di pundakku. Kedua telapak tanganku meraih pantat Ana, kuremas dengan sedikit agak kasar lalu aku menaiki tubuhnya. Kaki Ana dengan sendirinya mengangkang.

Kuciumi lagi lehernya yang jenjang lalu turun melumat toketnya. Telapak tanganku terus membelai dan meremas setiap lekuk dan tonjolan pada tubuh Ana. Aku melebarkan kedua pahanya sambil mengarahkan kon tolku ke bibir no noknya. Ana mengerang lirih. Matanya perlahan terpejam. Giginya menggigit bibir bawahnya untuk menahan laju birahinya yang semakin kuat. Ana menatap aku, matanya penuh nafsu seakan memohon kepadaku untuk memasuki no noknya.”Aku ingin mengen totmu, An” bisikku pelan, sementara kepala kon tolku masih menempel di belahan no nok Ana. Kata ini ternyata membuat wajah Ana memerah. Ana menatapku sendu lalu mengangguk pelan sebelum memejamkan matanya. aku berkonsentrasi penuh dengan menuntun kon tolku yang perlahan menyusup ke dalam no nok Ana.

Terasa seret, memang, nikmat banget rasanya. Perlahan namun pasti kon tolku membelah no noknya yang ternyata begitu kencang menjepit kon tolku. no noknya begitu licin hingga agak memudahkan kon tolku untuk menyusup lebih ke dalam. Ana memeluk erat tubuhku sambil membenamkan kuku-kukunya di punggungku hingga aku agak kesakitan. Namun aku tak peduli. “Om, gede banget, ohh..” Ana menjerit lirih. Tangannya turun menangkap kon tolku. “Pelan om”. Soalnya aku tahu pasti ukuran kon tol Ardi tidaklah sebesar yang kumiliki. Akhirnya kon tolku terbenam juga di dalam no nok Ana. Aku berhenti sejenak untuk menikmati denyutan-denyutan yang timbul akibat kontraksi otot-otot dinding no nok Ana. Denyutan itu begitu kuat sampai-sampai aku memejamkan mata untuk merasakan kenikmatan yang begitu sempurna. Kulumat bibir Ana sambil perlahan-lahan menarik kon tolku untuk selanjutnya kubenamkan lagi.

Aku menyuruh Ana membuka kelopak matanya. Ana menurut. Aku sangat senang melihat matanya yang semakin sayu menikmati kon tolku yang keluar masuk dari dalam no noknya. “Aku suka no nokmu, An.. no nokmu masih rapet” ujarku sambil merintih keenakan. Sungguh, no nok Ana enak sekali. “Kamu enak kan, An?” tanyaku lalu dijawab Ana dengan anggukan kecil. Aku menyuruh Ana untuk menggoyangkan pinggulnya. Ana langsung mengimbangi gerakanku yang naik turun dengan goyangan memutar pada pinggangnya. “Suka kon tolku, An?” tanyaku lagi. Ana hanya tersenyum. kon tolku seperti diremas-remas ditambah jepitan no noknya. “Ohh.. hh..” aku menjerit panjang. Rasanya begitu nikmat. Aku mencoba mengangkat dadaku, membuat jarak dengan dadanya dengan bertumpu pada kedua tanganku. Dengan demikian aku semakin bebas dan leluasa untuk mengeluar-masukkan kon tolku ke dalam no nok Ana.

Kuperhatikan kon tolku yang keluar masuk dari dalam no noknya. Dengan posisi seperti ini aku merasa begitu jantan. Ana semakin melebarkan kedua pahanya sementara tangannya melingkar erat di pinggangku. Gerakan naik turunku semakin cepat mengimbangi goyangan pinggul Ana yang semakin tidak terkendali. “An.. enak banget, kamu pintar deh.” ucapku keenakan. “Ana juga, om”, jawabnya. Ana merintih dan mengeluarkan erangan-erangan kenikmatan. Berulang kali mulutnya mengeluarkan kata, “aduh” yang diucapkan terputus-putus. Aku merasakan no nok Ana semakin berdenyut sebagai pertanda Ana akan mencapai puncak pendakiannya. Aku juga merasakan hal yang sama dengannya, namun aku mencoba bertahan dengan menarik nafas dalam-dalam lalu bernafas pelan-pelan untuk menurunkan daya rangsangan yang kualami.

Aku tidak ingin segera menyudahi permainan ini hanya dengan satu posisi saja. Aku mempercepat goyanganku ketika kusadari Ana hampir nyampe. Kuremas toketnya kuat seraya mulutku menghisap dan menggigit pentilnya. Kuhisap dalam-dalam. “Ohh.. hh.. om..” jerit Ana panjang. Aku membenamkan kon tolku kuat-kuat ke no noknya sampai mentok agar Ana mendapatkan kenikmatan yang sempurna. Tubuhnya melengkung indah dan untuk beberapa saat lamanya tubuhnya kejang. Kepalaku ditarik kuat terbenam diantara toketnya. Pada saat tubuhnya menyentak-nyentak aku tak sanggup untuk bertahan lebih lama lagi. “An, aakuu.. keluaarr, Ohh.. hh..” jeritku. Ana yang masih merasakan orgasmenya mengunci pinggangku dengan kakinya yang melingkar di pinggangku. Saat itu juga aku memuntahkan peju hangat dari kon tolku. Kurasakan tubuhku bagai melayang. secara spontan Ana juga menarik pantatku kuat ke tubuhnya. Mulutku yang berada di belahan dada Ana kuhisap kuat hingga meninggalkan bekas merah pada kulitnya. Telapak tanganku mencengkram toket Ana. Kuraup semuanya sampai-sampai Ana kesakitan. Aku tak peduli lagi. Pejuku akhirnya muncrat membasahi no noknya. Aku merasakan nikmat yang tiada duanya ditambah dengan goyangan pinggul Ana pada saat aku mengalami orgasme. Tubuhku akhirnya lunglai tak berdaya di atas tubuh Ana. kon tolku masih berada di dalam no nok Ana. Ana mengusap-usap permukaan punggungku. “Ana puas sekali dien tot om,” katanya. Aku kemudian mencabut kon tolku dari no noknya. Dari dalam Ardi keluar sudah berpakaian lengkap. “Pulang yuk An, sudah sore”, ajaknya.

Aku masuk kembali ke kamar. Dina ada di kamar mandi dan terdengar shower nyala. Aku bisa mendengarnya karena pintu kamar mandi tidak ditutup. Tak lama kemudian, shower terdengar berhenti dan Dina keluar hanya bercelana pendek. Ganti aku yg masuk ke kamar mandi, aku hanya membersihkan tubuhku. Keluar dari kamar mandi, Dina berbaring diranjang telanjang bulat. “Kenapa Din, lemes ya dien tot Ardi”, kataku. “Lebih enak ngen tot sama om, kon tol om lebih besar soalnya”, jawab Dina tersenyum. “Malem ini kita men lagi ya om”. Hebat banget Dina, gak ada matinya. Pengennya dien tot terus. “Ok aja, tapi sekarang kita cari makan dulu ya, biar ada tenaga bertempur lagi nanti malem”, kataku sambil berpakaian. Dina pun mengenakan pakaiannya dan kita pergi mencari makan malem. Kembali ke rumah sudah hampir tengah malem, tadi kita selain makan santai2 di pub dulu.

Cerita Dewasa – Di kamar kita langsung melepas pakaian masing2 dan bergumul diranjang. Tangan Dina bergerak menggenggam kon tolku. Aku melenguh seraya menyebut namanya. Aku meringis menahan remasan lembut tangannya pada kon tolku. Dina mulai bergerak turun naik menyusuri kon tolku yang sudah teramat keras. Sekali-sekali ujung telunjuknya mengusap kepala kon tolku yang sudah licin oleh cairan yang meleleh dari liangnya. Kembali aku melenguh merasakan ngilu akibat usapannya. Kocokannya semakin cepat. Dengan lembut aku mulai meremas-remas toketnya. Tangan Dina menggenggam kon tolku dengan erat. Pentilnya kupilin2. Dina masukan kon tolku kedalam mulutnya dan mengulumnya. Aku terus menggerayang toketnya, dan mulai menciumi toketnya. Napsuku semakin berkobar. Jilatan dan kuluman Dina pada kon tolku semakin mengganas sampai-sampai aku terengah-engah merasakan kelihaian permainan mulutnya.

Aku membalikkan tubuhnya hingga berlawanan dengan posisi tubuhku. Kepalaku berada di bawahnya sementara kepalanya berada di bawahku. Kami sudah berada dalam posisi enam sembilan! Lidahku menyentuh no noknya dengan lembut. Tubuhnya langsung bereaksi dan tanpa sadar Dina menjerit lirih. Tubuhnya meliuk-liuk mengikuti irama permainan lidahku di no noknya. Kedua pahanya mengempit kepalaku seolah ingin membenamkan wajahku ke dalam no noknya. kon tolku kemudian dikempit dengan toketnya dan digerakkan maju mundur, sebentar. Aku menciumi bibir no noknya, mencoba membukanya dengan lidahku. Tanganku mengelus paha bagian dalam. Dina mendesis dan tanpa sadar membuka kedua kakinya yang tadinya merapat. Aku menempatkan diri di antara kedua kakinya yang terbuka lebar. kon tol kutempelkan pada bibir no noknya. Kugesek-gesek, mulai dari atas sampai ke bawah. Naik turun. Dina merasa ngilu bercampur geli dan nikmat. no noknya yang sudah banjir membuat gesekanku semakin lancar karena licin. Dina terengah-engah merasakannya. Aku sengaja melakukan itu. Apalagi saat kepala kon tolku menggesek-gesek i tilnya yang juga sudah menegang. “Om.?” panggilnya menghiba. “Apa Din”, jawabku sambil tersenyum melihatnya tersiksa. “Cepetan..” jawabnya. Aku sengaja mengulur-ulur dengan hanya menggesek-gesekan kon tol. Sementara Dina benar-benar sudah tak tahan lagi mengekang birahinya. “Dina sudah pengen dien tot om”, katanya.

Dina melenguh merasakan desakan kon tolku yang besar itu. Dina menunggu cukup lama gerakan kon tolku memasuki dirinya. Serasa tak sampai-sampai. Maklum aja, selain besar, kon tolku juga panjang. Dina sampai menahan nafas saat kon tolku terasa mentok di dalam, seluruh kon tolku amblas di dalam. Aku mulai menggerakkan pinggulnya pelan2. Satu, dua dan tiga enjotan mulai berjalan lancar. Semakin membanjirnya cairan dalam no noknya membuat kon tolku keluar masuk dengan lancarnya. Dina mengimbangi dengan gerakan pinggulnya. Meliuk perlahan. Naik turun mengikuti irama enjotanku. Gerakan kami semakin lama semakin meningkat cepat dan bertambah liar.

Gerakanku sudah tidak beraturan karena yang penting enjotanku mencapai bagian-bagian peka di no noknya. Dina bagaikan berada di surga merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. kon tolku menjejali penuh seluruh no noknya, tak ada sedikitpun ruang yang tersisa hingga gesekan kon tolku sangat terasa di seluruh dinding no noknya. Dina merintih, melenguh dan mengerang merasakan semua kenikmatan ini. Dina mengakui keperkasaan dan kelihaianku di atas ranjang. Yang pasti Dina merasakan kepuasan tak terhingga ngen tot denganku. Aku bergerak semakin cepat. kon tolku bertubi-tubi menusuk daerah-daerah sensitivenya. Dina meregang tak kuasa menahan napsuku, sementara aku dengan gagahnya masih mengayunkan pinggulku naik turun, ke kiri dan ke kanan. Erangannya semakin keras. Melihat reaksinya, aku mempercepat gerakanku. kon tolku yang besar dan panjang itu keluar masuk dengan cepatnya. Tubuhnya sudah basah bermandikan keringat. Aku pun demikian. Dina meraih tubuhku untuk didekap. Direngkuhnya seluruh tubuhku sehingga aku menindih tubuhnya dengan erat. Dina membenamkan wajahnya di samping bahuku. Pinggul nya diangkat tinggi-tinggi sementara kedua tangannya menggapai pantatku dan menekannya kuat-kuat. Dina meregang. Tubuhnya mengejang-ngejang. “om..”, hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya saking dahsyatnya kenikmatan yang dialaminya nersamaku. Aku menciumi wajah dan bibirnya. Dina mendorong tubuhku hingga terlentang. Dia langsung menindihku dan menciumi wajah, bibir dan sekujur tubuhku. Kembali diemutnya kon tolku yang masih tegak itu. Lidahnya menjilati, mulutnya mengemut. Tangannya mengocok-ngocok kon tolku. Belum sempat aku mengucapkan sesuatu, Dina langsung berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuhku. no noknya berada persis di atas kon tolku. “Akh!” pekiknya tertahan ketika kon tolku dibimbingnya memasuki no noknya.

Tubuhnya turun perlahan-lahan, menelan seluruh kon tolku. Selanjutnya Dina bergerak seperti sedang menunggang kuda. Tubuhnya melonjak-lonjak. Pinggulnya bergerak turun naik. “Ouugghh.. Din.., luar biasa!” jeritku merasakan hebatnya permainannya. Pinggulnya mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tanganku mencengkeram kedua toketnya, kuremas dan dipilin-pilin. Aku lalu bangkit setengah duduk. Wajah kubenamkan ke dadanya. Menciumi pentilnya. Kuhisap kuat-kuat sambil kuremas-remas. Kami berdua saling berlomba memberi kepuasan. Kami tidak lagi merasakan panasnya udara meski kamar menggunakan AC.

Tubuh kami bersimbah peluh, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain. Dina berkutat mengaduk-aduk pinggulnya. Aku menggoyangkan pantatku. Tusukan kon tolku semakin cepat seiring dengan liukan pinggulnya yang tak kalah cepatnya. Permainan kami semakin meningkat dahsyat. Sprei ranjang sudah tak karuan bentuknya, selimut dan bantal serta guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yang bertambah liar dan tak terkendali. AKu merasa pejuku udah mau nyembur. Aku semakin bersemangat memacu pinggulku untuk bergoyang. Tak selang beberapa detik kemudian, Dina pun merasakan desakan yang sama. Dina terus memacu sambil menjerit-jerit histeris. Aku mulai mengejang, mengerang panjang. Tubuhnya menghentak-hentak liar. Akhirnya, pejuku nyemprot begitu kuat dan banyak membanjiri no noknya. Dina pun rasanya tidak kuat lagi menahan desakan dalam dirinya. Sambil mendesakan pinggulnya kuat-kuat, Dina berteriak panjang saat mencapai puncak kenikmatan berbarengan denganku. Tubuh kami bergulingan di atas ranjang sambil berpelukan erat. “om, nikmaat!” jeritnya tak tertahankan. Dina lemes, demikian pula aku. Tenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam! akhirnya kami tertidur kelelahan

Written by catatanpemula17

August 30, 2011 at 9:31 am

Posted in SMA

Pengalaman Seks anak SMA Ngentot di Kelas

leave a comment »

Cerita pengalaman seks anak SMU ini adalah kisah nyata yang diceritakan oleh seseorang. Mungkin nama-nama dalam kisah ini adalah rekayasa untuk menjaga privasi. Silahkan anda nikmati cerita panas ini.

Nama gw Andre gw masih kuliah di salah satu PTS di jakarta. gw orangnya biasa aja… tapi banyak yang bilang badan gw gagah… tinggi gw 175…. dulu di SMU gw termasuk salah satu cowo yang di PUJA” sama wanita… dari Kelas 1 sampai kelas 3.

Cerita Dewasa ini berawal pas gw duduk di SMU.. pertama kali gw masuk kelas 3.. gw pindahan dari surabaya.. SMP gw di jakarta cuma sampai kelas 2 semester 1.. kelas 2 SMP.. selanjutnya gw terusin di surabaya.. maklum bonyok pindah kerja melulu… terpaksa gw ikut juga……

waktu itu hari pertama gw masuk kelas 3.. gw di kenalin di salah satu kelas kalu nggak salah 3 IPA… gw orang pinter wajar masuk IPA… hauahahhauah!!.. gw di kenalin sama guru gw n kepsek di kelas… udah gitu gw di suruh duduk di samping cewe yang langsung gw kenal namanya anita tingginya sebahunya gw.. badannya sintel banget payudaranya yang selalu buat gw ndisir melulu klo deket dya…. gw sempet tuker-tukeran no. hp sama dya… setelah gw tau dya kaya’ gimana… gw coba aja jadian sama dya…

Gw jalan sama dya masih sampai sekarang… dya klo deket gw rada” binal… Napsuan… bersyukur banget gw dapet cewek macem gitu… waktu itu pelajaran biologi, kebetulan gurunya nggak masuk… gw sama anita ngobrol aja dipojok kelas.. maklum tempat duduk gw sama dya di taro di pojok sama walas… pertama gw sich nggak berani ngapangapain dya di kelas tapi klo udah masuk ke mobil gw abis tuch cewe…. waktu itu gw liat temen gw lagi cipokan di depan kelas…. balakng meja guru… tiba” aja cewe gw ngomong gini

“tuch rido aja berani.. masa’ kamu kalah sama dya??”
“ha? aku kalah……

belum sempet selesai bibir gw di lahap sama anita… di bales aja dengan ciuman n sedotan yang bikin dya ampun-ampunan sama gw. Anita sempet ngasih lidahnya ke gw. tapi gw lepas ciumannya “kenapa??” gw bilang aja begini
“aku nggak mau maen lidah di kelas.. takut kelewatan”…
“y udah.. maen biasa aja”…
gw lanjutin ciuman gw di bawah.. bangku meja gw gw dorong ke depan supaya lebih luas gw ngelakuin ciuman demi ciuman……

“ahhhhhh…. ahhhh…… ndree..”

kata-kata itu selalu keluar dari mulutnya. Setelah gw puas ciumin tuch bibir, gw turun ke bawah ke lehernya dya yang makin membuat dya kewalahan. Dan tangan gw ngeremes” payudara dya.. yang ukurannya gw taksir 35 tau A B C D.. cuz setiap gw tanya dya g pernah mau jawab…. gw remes tuch dadanya sampe dya kelojotan… setelah gw nandain tanda merah di lehernya… dya ngeremes remes kontol gw… yang membuat ni “ADEK” kagak kuat lagi buat nahan di dalam kancut…. maupun masih make baju seragam n gw ngelakuin di dalam kelas… gw tetep nggak gentar…. gw bukan resleting seragam gw… n gw keluarin tuch siADEK.. dan si anita udah siap dengan mulutnya yang menganga…. gw sempet nutupin dya pake jaket gw… sehingga misalnya temen gw nanya gw bilang aja lagi sakit.

jilatan demi jilatan dya beri untuk gw….. isapan dya bikin gw nggak kuat lagi buat nahan keluarnya mani gw….. lidahnya bergoyang” di ADEK gw…. “akhhhhhhh………. crotttttt…… croooootttt crotttttttttttt….” keluar mani gw….. anita membersihkannya dengan mulutnya… dan di kocok” trus di ADEK gw…….. selesai itu gw bersiin mulutnya dya pake tissue yang ada di kantongnya…. gw sama anita kembali berciuman… freenc kiss,,, lidahnya dya ber gelugit” di dalam mulut gw……

jam 12.00 gw balik sekolah…. sebelum gw gas mobil gw ke rumah gw di bilangan bekasi.. nggak jauh dari rumahnya anita.. gw bermain dadanya anita dolo di mobil gw…. gw buka kancing seragam pelan” di bantu anita… dengan napsu yang ganas… anita ngerti maksud gw and dya nge buka tali BHNya dan 2 buah gunung merapi yang bakal mengeluarkan volcano gara isapan gw muncul di depan gw….. dengan napsu di ujung rambut gw isap puting susunya tangan kiri gw megangin kepala belakang dya.. and tangan kanan gw ngeremes” dada yang satu lagi…. “ahhhhh…….. andre…… pelan” donkkk……. anita udah nggak bisa nahannnnn lagiiiii nehhhhhhhh”….. puting anita yang berwarna merah ke merah” mudaan tertelan abis oleh mulut gw and tiba” aja tubuhhhhh anita mejelijang seperti cacing kepanasan……. gw sedot trus dada anita…. sampai puting itu terasa keras banget di mulut gw…. anita cuma diam dan terkulai lemas di mobil gw…. gw liat parkiran mobil di sekolahan gw udah sepi…. anita mengancingi baju seragamnya satu gw bantu supaya cepet….

selama perjalanan pulang anita tetap lemas dan memejamkan matanya… gw kecup keningnya sesampai di rumah gw….

anita bangun dan dya pengen ke kamar kecil… gw suruh dy ganti seragam dengan baju kaos yang dya bawa dari rumah sebelum berangkat kesekolah…. selesai dari kamar mandi gw liat anita nyopot BHnya…. terlihat jelas putingnya dan bongkahan susu sebesar melon itu…..

belum sempat masukin baju ke tasnya dya… dya gw dorong gw tempat tidur… dan gw lahap bibirnya dan dya membalas nya dengan penuh hot panas bercampur dengan napsu… gw yang cuma make bokser doank… ke walahan tangan dy bermain” di selangakangan gw….. gw bermain di leher dya dan gw buat cap merah lagi di lehernya…. gw sibak SMA negeri yang hanya sampai lutut itu dy cuma make CD G string… dengan perlahan” dya nurunin roknya dan dy hanya menggunakan CDnya… gw copot dan gw jilatin vaginanya….. ” ahhhhhhhhhhhhhhhhhh……….. . Ndree…..ahhh hhhhhhh” cuma kata” itu yang keluar daru mulutnya….. gw rasain vagina anita semakin keras… dan gw gigit kelentitnya dya terik semakin kencang untung di rumah cuma da pembantu gw….. “Ndree.. puasin gwwww dunkkkkkkk.”…… nggak pake cing cong gw jilat n gw sodok” tuch vagina pake telunjuk gw…
“Ndree… gw keluarrrrrrrrrrrrrrrr……..” vagina anita basah ketika di depan mata gw.
di sedot sampai bersih tuch vagina…… udah gitu gw liat dya memegang bantal dengan keras. gw deketin dya dan gw cium bibir dya. ternyata dya blum lemas. dy bangkit dan memegang kontol gw dan di kocokinnya sampe si ADEK mengacung sangat keras….. kontol gw di masukin ke mulutnya anita…. di masukan di keuarkan…. sampai” di sedot….uhhhhhhhhh….. nikmat banget yang sekarang dari pada yang di kelas tadi……. biji zakar gw juga nggak lupa ikut ke sedot….. pass biji gw di sedot rasanya gw pengen FLY……. kocokin anita semakin panas dan hisapannya semakin nggak manusiawi lagi…… wajahnya tambah maniss kalo dya sambil horny begini…….. ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….. …. crottttttttttttttttttttttttttt tt many gw tumpah semua ke lantai kamar gw…. yang sisanya di jilatin anita sampai bersuh…………………… …… gw bangkit dan menarik tangan anita… gw ciumin dadanya gw kenyot”lagi putingnya sampai merah……….. gw cupang di sebelah putingnya…. manis banget susunya……. membuat gw semakin napsu sama dya……………

“anitaku sayang…. masukinnn sekarang yach??”
“ya udahhhh cepetannn aku dari tadi Nungggu kamu…..”

gw bertukar posisi anita di bawah…. dan gw di atas… sebelum gw masukan gw gesek” dolo di depan vaginanya… belum gw masukin aja anita udah meringis”…. gw dorong perlan”… “Ndree… pelan” sakit. nee”….. di bantu dengan tangannya dya perlahan” kontol gw masuk…. baru seperempatnya masukkk gw cabut lagi dannn gw sodok lagi…. dan akhirnya masuk semua….. gw lihat anita sangat menderita…… tapi sepertinya dya seneng banget……. udah semuanya masuk gw goyangin… gw maju mundurin perlahan lahan….. bokong anita pun ikut bergoyang yang membuatku kewalahan….. setelah beberapa menit gw goyang” tiba” badan anita mengejang semua….. dan akhirnya… anita orgasme untuk ke 3xnya…..

Gw cabut kembali penis gw dan anita berada di atas gw. Posisi ini membuat gw lebih rileks. Anita memasukannya pelan-pelan. Digenggamnya penisku dan dimasukannya penisku ke vaginanya. Dan blesssss ternanam semua di dalam vaginanya. Badan anita naik turun mengikuti irama…. anita mengambil bantal yang da di sebelahnya dan menarohnya di pala gw…. posisi ini membuat gw bisa ngerasaain 2 gerakan sekaligus… gw emut” kecil putingnya anita dan meremas remasnya….. bokong anita terusss bergoyaanggg…….. ” ahhhhhhhhh…… ahhhhhhhhh…….. isappp teruss ndree…………” badan anita mengenjang dan ” andreeee…. akuuu pengen keluar lagi….”….. ” akuuu juga pengennnnn selesaiiiiii metttt……… tahannnn sebentarrrrrrr lagi…….”….. gw dan anita mempercepat permainan dan akhirnya……………”ahhhhh hhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhh……………….. … gw keluar….. kata” itu yang mengakiri permainan ini..

Sampai sekarang pun anita tetep bermain sama gw. Kami tetap melakukan banyak hal. Dan gw di tunangin sama anita karena orang tua kami sama-sama setuju atas hubungan kami.

Written by catatanpemula17

August 30, 2011 at 9:27 am

Posted in SMA

Cerita seks gadis perawan abg SMP dan SMA

leave a comment »

 

Cerita seks gadis perawan abg SMP dan SMA selalu bikin horny, apalagi cewek perawan abg SMP atau SMA yang hilang perawan. Tubuhnya yang baru memasuki usia kematangan seksual selalu membangkitkan birahi para laki-laki hidung belang. Seperti yang terjadi dalam cerita seks berikut ini..

Perkenalkan pembaca nama saya Andra. Umur 24 tahun dan sekarang lagi kuliah di sebuah PTS di Kediri. Aku termasuk cowok yang populer di kampus (sekeren namaku). Tapi aku punya kelemahan, saat ini aku udah nggak perjaka lagi (emang sekarang udah nggak jamannya keperjakaan diutamakan). Nah, hilangnya perjakaku ini yang pengin aku ceritakan.

Aku punya banyak cewek. Diantaranya banyak cewek itu yang paling aku sukai adalah Rere. Tapi dalam kisah ini bukan Rere tokoh utamanya. sebab hilangnya perjakaku nggak ada sangkut pautnya sama Rere. Malah waktu itu aku aku lagi marahan sama doski.


Waktu itu aku nganggap Rere nggak bener-bener sayang sama aku. Aku lagi jutek banget sama dia. Habisnya udah lima bulan pacaran, masak Rere hanya ngasih sun pipi doang. Ceritanya pas aku ngapel ke tempat kostnya, aku ngajakin dia ML. Habis aku pengin banget sih. (keseringan mantengin VCD parto kali yee…). Tapi si Rere menolak mentah-mentah. Malahan aku diceramahin, busyet dah!

Makanya malam minggu itu aku nggak ngapel (ceritanya ngambek). Aku cuman duduk-duduk sambil gitaran di teras kamar kostku. Semua teman kostku pada ngapel atau entah nglayap kemana. Rumah induk yang kebetulan bersebelahan dengan rumah kost agak sepi. Sebab sejak tadi sore ibu kost dan bapak pergi ke kondangan. Putri tertua mereka, Murni sudah dijemput pacarnya sejam yang lalu. Sedang Maidy, adiknya Murni entah nglayap kemana. Yang ada tinggal Maya, si bungsu dan Ersa, sepupunya yang kebetulan lagi berkunjung ke rumah oomnya. Terdengar irama lagu India dari dalam rumah induk, pasti mereka lagi asyik menonton Gala Bollywood.

Nggak tahu, entah karena suaraku merdu atau mungkin karena suaraku fals plus berisik, Maya datang menghampiriku.
“Lagi nggak ngapel nih, Mas Andra?” sapanya ramah (perlu diketahui kalau Maya memang orangnya ramah banget)
“Ngapel sama siapa, May?” jawabku sambil terus memainkan Sialannya Cokelat.
“Ah… Mas Andra ini pura-pura lupa sama pacarnya.”
Gadis itu duduk di sampingku (ketika dia duduk sebagian paha mulusnya terlihat sebab Maya cuman pakai kulot sebatas lutut). Aku cuman tersenyum kecut.
“Udah putus aku sama dia.” jawabku kemudian.
Nggak tahu deh, tapi aku menangkap ada yang aneh dari gelagat Maya. Gadis 14 tahun itu nampaknya senang mendengar aku putus. Tapi dia berusaha menutup-nutupinya.
“Yah, kacian deh… habis putus sama pacar ya?” godanya. “Kayaknya bete banget lagunya.”
Aku menghentikan petikan gitarku.
“Yah, gimana ya… kayaknya aku lebih suka sama Maya deh ketimbang sama dia.”

Nah lo! Kentara benar perubahan wajahnya. Gadis berkulit langsep agak gelap itu merah mukanya. aku segera berpikir, apa bener ya gosip yang beredar di tempat kost ini kalo si Maya ada mau sama aku.
“May, kok diam aja? Malu yah…”

Maya melirik ke arahku dengan manja. Tiba-tiba saja batinku ngrasani, gadis yang duduk di sampingku ini manis juga yah. Masih duduk di kelas dua smp tapi kok perawakannya udah kayak anak sma aja. Tinggi langsing semampai, bodinya bibit-bibit peragawati, payudaranya… waduh kok besar juga ya. Tiba-tiba saja jantungku berdebar memandangi tubuh Maya yang cuman pakai kaos ketat tanpa lengan itu. Belahan dadanya sedikit tampak diantara kancing-kancing manisnya. Ih, ereksiku naik waktu melirik pahanya yang makin kelihatan. Kulit paha itu ditumbuhi bulu-bulu halus tapi cukup lebat seukuran cewek.

“Mas, daripada nganggur gimana kalo Mas Andra bantu aku ngerjain peer bahasa inggris?”
“Yah Maya, malam minggu kok ngerjain peer? Mendingan pacaran sama Mas Andra, iya nggak?” pancingku.
“Ah, Mas Andra ini bisa aja godain Maya..”
Maya mencubit pahaku sekilas. Siir.. Wuih, kok rasanya begini. Gimana nih, aku kok kayak-kayak nafsu sama ini bocah. Waduh, penisku kok bangun yah?
“Mau nggak Mas, tolongin Maya?”
“Ada upahnya nggak?”
“Iiih, dimintai tolong kok minta upah sih…”
Cubitan kecil Maya kembali memburu di pahaku. Siiiir… kok malah tambah merinding begini ya?
“Kalau diupah sun sih Mas Andra mau loh.” pancingku sekali lagi.
“Aah… Mas Andra nakal deh…”

Sekali lagi Maya mencubit pahaku. Kali ini aku menahan tangan Maya biar tetap di pahaku. Busyet, gadis itu nggak nolak loh. Dia cuman diam sambil menahan malu.
“Ya udah, Maya ambil bukunya trus ngerjain peernya di kamar Mas Andra aja. Nanti tak bantu ngerjain peer, tak kasih bonus pelajaran pacaran mau?”

Cerita Panas – Gadis itu cuman senyum saja kemudian masuk rumah induk. Asyik… pasti deh dia mau. Benar saja, nggak sampai dua menit aku sudah bisa menggiringnya ke kamar kostku.

Kami terpaksa duduk di ranjang yang cuman satu-satunya di kamar itu. Pintu sudah aku tutup, tapi nggak aku kunci. Aku sengaja nggak segera membantunya ngerjain peer, aku ajak aja dia ngobrol.
“Sudah bilang sama Ersa kalo kamu kemari?”
“Iya sudah, aku bilang ke tempat Mas Andra.”
“Trus si Ersa gimana? Nggak marah?”
“Ya enggak, ngapain marah.”
“Sendirian dong dia?”
“Mas Andra kok nanyain Ersa mulu sih? Sukanya sama Ersa ya?” ujar Maya merajuk.
“Yee… Maya marah. Cemburu ya?”
Maya merengut, tapi sebentar sudah tidak lagi. Dibuka-bukanya buku yang dia bawa dari rumah induk.

“Maya udah punya pacar belum?”tanyaku memancing.
“Belum tuh.”
“Pacaran juga belum pernah?”
“Katanya Mas Andra mau ngajarin Maya pacaran.” balas Maya.
“Maya bener mau?” Gayung bersambut nih, pikirku.
“Pacaran itu dasarnya harus ada suka.” lanjutku ketika kulihar Maya tertunduk malu. “Maya suka sama mas Andra?”

Maya memandangku penuh arti. Matanya seakan ingin bersorak mengiyakan pertanyaanku. tapi aku butuh jawaban yang bisa didengar. Aku duduk merapat pada Maya.
“Maya suka sama Mas Andra?” ulangku.
“Iya.” gumamnya lirih.
Bener!! Dia suka sama aku. Kalau gitu aku boleh…
“Mas Andra mau ngesun Maya, Maya nurut aja yah…” bisikku ke telinga Maya

Tanganku mengusap rambutnya dan wajah kami makin dekat. Maya menutup matanya lalu membasahi bibirnya (aku bener-bener bersorak sorai). Kemudian bibirku menyentuh bibirnya yang seksi itu, lembut banget. Kulumat bibir bawahnya perlahan tapi penuh dengan hasrat, nafasnya mulai berat. Lumatanku semakin cepat sambil sekali-sekali kugigit bibirnya.
Mmm..muah… kuhisap bibir ranum itu.

“Engh.. emmh..” Maya mulai melenguh.
Nafasnya mulai tak beraturan. Matanya terpejam rapat seakan diantara hitam terbayang lidah-lidah kami yang saling bertarung, dan saling menggigit. Tanganku tanpa harus diperintah sudah menyusup masuk ke balik kaos ketatnya. Kuperas-peras payudara Maya penuh perasaan. ereksiku semakin menyala ketika gundukan hangat itu terasa kenyal di ujung jari-jariku.

Bibirku merayap menyapu leher jenjang Maya. Aku cumbui leher wangi itu. Kupagut sambil kusedot perlahan sambil kutahan beberapa saat. Gigitan kecilku merajang-rajang birahi Maya.
“Engh.. Masss… jangan… aku uuuh…”
Ketika kulepaskan maka nampaklah bekasnya memerah menghias di leher Maya.

“May… kaosnya dilepas ya sayang…”
Gadis itu hanya menggangguk. Matanya masih terpejam rapat tapi bibirnya menyunggingkan senyum. Nafasnya memburu. Sambil menahan birahi, kubuka keempat kancing kaos Maya satu persatu dengan tangan kananku. Sedang tangan kiriku masih terus meremas payudara Maya bergantian dari balik kaos. Tak tega rasanya membiarkan Maya kehilangan kenikmatannya. Jemari Maya menggelitik di dada dan perutku, membuka paksa hem lusuh yang aku kenakan. Aku menggeliat-geliat menahan amukan asmara yang Maya ciptakan.

Kaos pink Maya terjatuh di ranjang. Mataku melebar memandangi dua gundukan manis tertutup kain pink tipis. Kupeluk tubuh Maya dan kembali kuciumi leher jenjang gadis manis itu, aroma wangi dan keringatnya berbaur membuatku semakin bergairah untuk membuat hiasan-hiasan merah di lehernya.Perlahan-lahan kutarik pengait BH-nya, hingga sekali tarik saja BH itupun telah gugur ke ranjang. Dua gundukan daging itupun menghangat di ulu hatiku.

Kubaringkan perlahan-lahan tubuh semampai itu di ranjang. Wow… payudara Maya (yang kira-kira ukuran 34) membengkak. Ujungnya yang merah kecoklatan menggairahkan banget. Beberapa kali aku menelan ludah memandangi payudara Maya. Ketika merasakan tak ada yang kuperbuat, Maya memicingkan mata.

“May… adekmu udah gede banget May…”
“Udah waktunya dipetik ya mass…”
“Ehem, biar aku yang metik ya May…”
Aku berada di atas Maya. Tanganku segera bekerja menciptakan kenikmatan demi kenikmatan di dada Maya.
Putar… putar.. kuusap memutar pentel bengkak itu.
“Auh…Mass.. Aku nggak tahan Mass… kayak kebelet pipis mas..” rintih Maya.

Cerita Sex – Tak aku hiraukan rintihan itu. Aku segera menyomot payudara Maya dengan mulutku.
“Mmmm… suuup… mmm…” kukenyot-kenyot lalu aku sedot putingnya.
“Mass… sakiit…” rintih Maya sambil memegangi vaginanya.
Sekali lagi tak aku hiraukan rintihan itu. Bagiku menggilir payudara Maya sangat menyenangkan. Justru rintihan-rintihan itu menambah rasa nikmat yang tercipta.

Tapi lama kelamaan aku tak tega juga membuat Maya menahan kencing. Jadi aku lorot saja celananya. Dan ternyata CD pink yang dikenakan Maya telah basah.
“Maya kencing di celana ya Mass?”
“Bukan sayang, ini bukan kencing. Cuman lendir vaginamu yang cantik ini.”
Maya tertawa mengikik ketika telapak tanganku kugosok-gogokkan di permukaan vaginanya yang telah basah. Karena geli selakangnya membuka lebar. Vaginanya ditumbuhi bulu lebat yang terawat. Lubang kawin itu mengkilap oleh lendir-lendir kenikmatan Maya. Merah merona, vagina yang masih perawan.

Tak tahan aku melihat ayunya lubang kawin itu. Segera aku keluarkan penisku dari sangkarnya. Kemudian aku jejalkan ke pangkal selakangan yang membuka itu.
“Tahan ya sayang…engh..”
“Aduh… sakiiit mass…”
“Egh… rileks aja….”
“Mas… aah!!!” Maya menjambak rambutku dengan liar.
Slup… batang penisku yang perkasa menembus goa perawan Maya yang masih sempit. Untung saja vagina itu berair jadi nggak terlalu sulit memasukkannya. Perlahan-lahan, dua centi lima centi masih sempit sekali.
“Aduuuh Masss… sakiiit…” rintih Maya.

Aku hentakkan batang penisku sekuat tenaga.
“Jruub…”
Langsung amblas seketika sampai ujungnya menyentuh dinding rahim Maya. Batang penisku berdenyut-denyut sedikit sakit bagai digencet dua tembok tebal. Ujungnya tersentuh sesuatu cairan yang hangat. Aku tarik kembali penisku. Lalu masukkan lagi, keluar lagi begitu berkali-kali. Rasa sakitnya berangsur-angsur hilang.

Aku tuntun penisku bergoyang-goyang.
“Sakit sayang…” kataku.
“Enakkk…eungh…” Maya menyukainya.
Ia pun ikut mengggoyang-goyangkan pantatnya. Makin lama makin keras sampai-sampai ranjang itu berdecit-decit. Sampai-sampai tubuh Maya berayun-ayun. Sampai-sampai kedua gunung kembar Maya melonjak-lonjak. Segera aku tangkap kedua gunung itu dengan tanganku.

“Enggh.. ahhh..” desis Maya ketika tanganku mulai meremas-remasnya.
“Mass aku mau pipis…”
“Pipis aja May… nggak papa kok.”
“Aaach…!!!”
“Hegh…engh…”
“Suuur… crot.. crot.. ”
Lendir kawin Maya keluar, spermaku juga ikut-ikutan muncrat. Kami telah sama-sama mencapai orgasme.

“Ah…” lega. Kutarik kembali penisku nan perkasa. Darah perawan Maya menempel di ujungnya berbaur dengan maniku dan cairan kawinnya. Kupeluk dan kuciumi gadis yang baru memberiku kepuasan itu. Mayapun terlelap kecapaian.

Kreek… Pintu kamarku dibuka. Aku segera menengok ke arah pintu dengan blingsatan. Ersa terpaku di depan pintu memandangi tubuh Maya yang tergeletak bugil di ranjang kemudian ganti memandangi penisku yang sudah mulai melemas. Tapi aku juga ikut terpaku kala melihat Ersa yang sudah bugil abis. Aku tidak tahu tahu kalau sejak Maya masuk tadi Ersa mengintip di depan kamar.

“Ersa? Ng… anu..” antara takut dan nafsu aku pandangi Ersa.
Gadis ini lebih tua dua tahun diatas Maya. Pantas saja kalau dia lebih matang dari maya. Walau wajahnya tak bisa menandingi keayuan Maya, tapi tubuhnya tak kalah menarik dibanding Maya, apalagi dalam keadaan full naked kayak gitu.

“Aku nggak akan bilang ke oom dan tante asal…”
“Asal apaan?”
Mata Ersa sayu memandang ke arah Maya dan penisku bergantian. Lalu dia membelai-belai payudara dan vaginanya sendiri. Tangan kirinya bermain-main di belahan vaginanya yang telah basah. Ersa sengaja memancing birahiku. Melihat adegan itu, gairahku bangkit kembali, penisku ereksi lagi. Tapi aku masih ingin Ersa membarakan gairahku lebih jauh.

Ersa duduk di atas meja belajarku. Posisi kakinya mekangkang sehingga vaginanya membuka merekah merah. Tangannya masih terus meremas-remas susunya sendiri. Mengangkatnya tinggi seakan menawarkan segumpal daging itu kepadaku.
“Mas Andra.. sini.. ay…”
Aku tak peduli dia mengikik bagai perek. Aku berdiri di depan gadis itu.
“Ayo.. mas mainin aku lebih hot lagi..” pintanya penuh hasrat.

Aku gantiin Ersa meremas-remas payudaranya yang ukuran 36 itu. Puting diujungnya sudah bengkak dan keras, tanda Ersa sudah nafsu banget.
“Eahh.. mmhh…” rintihannya sexy sekali membuatku semakin memperkencang remasanku.
“Eahhh.. mas.. sakit.. enak….”

Ersa memainkan jarinya di penisku. Mempermainkan buah jakarku membuatku melenguh keasyikan. “Ers… tanganmu nakal banget…”
Gadis itu cuman tertawa mengikik tapi terus mempermainkan senjataku itu. Karena gemas aku caplok susu-susu Ersa bergantian. Kukenyot sambil aku tiup-tiup.
“Auh…”
Ersa menekan batang penisku.
“Ers… sakit sayang” keluhku diantara payudara Ersa.
“Habis dingin kan mas…” balasnya.

Setelah puas aku pandangi wajah Ersa.
“Ersa, mau jurus baru Mas Andra?”
Gadis itu mengangguk penuh semangat.
“Kalau gitu Ersa tiduran di lantai gih!”
Ersa menurut saja ketika aku baringkan di lantai. Ketika aku hendak berbalik, Ersa mencekal lenganku. Gadis yang sudah gugur rasa malunya itu segera merengkuhku untuk melumat bibirnya. Serangan lidahnya menggila di ronga mulutku sehingga aku harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengimbanginya. Tanganku dituntunnya mengusap-usap lubang kelaminnya. Tentu saja aku langsung tanggap. Jari-jariku bermain diantara belantara hitam nan lebat diatas bukit berkawah itu. “Mmmm… enghh…”
Kami saling melenguh merasakan sejuta nikmat yang tercipta.

Cerita Dewasa – Aku ikut-ikutan merebah di lantai. Aku arahkan Ersa untuk mengambil posisi 69, tapi kali ini aku yang berada di bawah. Setelah siap, tanpa harus diperintah Ersa segera membenamkan penisku ke dalam mulutnya (aku jadi berpikiran kalau bocah ini sudah berpengalaman).
Ersa bersemangat sekali melumat penisku yang sejak tadi berdenyut-denyut nikmat. Demikian juga aku, begitu nikmatnya menjilati lendir-lendir di setiap jengkal vagina Ersa, sedang jariku bermain-main di kedua payudaranya. Srup srup, demikian bunyinya ketika kusedot lendir itu dari lubang vagina Ersa. Ukuran vagina Ersa sedikit lebih besar dibanding milik Maya, bulu-bulunya juga lebih lebat milik Ersa. Dan klitorisnya… mmm… mungil merah kenyal dan mengasyikkan. Jadi jangan ngiri kalo aku bener-bener melumatnya dengan lahap.

“Ngngehhh…uuuhh..” lenguh Ersa sambil terus melumat senjataku.
Sedang lendir kawinnya keluar terus.
“Erss… isep sayang, iseppp…” kataku ketika aku merasa mau keluar.
Ersa menghisap kuat-kuat penisku dan crooott… cairan putih kental sudah penuh di lubang mulut Ersa. Ersa berhenti melumat penisku, kemudian dia terlentang dilantai (tidak lagi menunggangiku). Aku heran dan memandangnya.
“Aha…” ternyata dia menikmati rasa spermaku yang juga belepotan di wajahnya, dasar bocah gemblung.

Beberapa saat kemudian dia kembali menyerang penisku. Mendapat serangan seperti itu, aku malah ganti menyerangnya. Aku tumbruk dia, kulumat bibirnya dengan buas. Tapi tak lama Ersa berbisik, “Mas.. aku udah nggak tahan…”
Sambil berbisik Ersa memegangi penisku dengan maksud menusukannya ke dalam vaginanya.

Aku minta Ersa menungging, dan aku siap menusukkan penisku yang perkasa. penisku itu makin tegang ketika menyentuh bibir vagina. Kutusuk masuk senjataku melewati liang sempit itu.
“Sakit Mas…”
Sulitnya masuk liang kawin Ersa, untung saja dindingnya sudah basah sejak tadi jadi aku tak terlalu ngoyo.

“Nggeh… dikit lagi Ers…”
“Eeehhh… waaa!!”
“Jlub…” 15 centi batang penisku amblas sudah dikenyot liang kawin Ersa. Aku diamkan sebentar lalu aku kocok-kocok seirama desah nafas.
“Eeehh… terus mass… uhh…”
Gadis itu menggeliat-geliat nikmat. Darah merembes di selakangnya. Entah sadar atau tidak tangan Ersa meremas-remas payudaranya sendiri.

Lima belas menit penisku bermain petak umpet di vagina Ersa. Rupaya gadis itu enggan melepaskan penisku. Berulang-ulang kali spermaku muncrat di liang rahimnya. Merulang-ulang kali Ersa menjerit menandakan bahwa ia berada dipucuk-pucuk kepuasan tertinggi. Hingga akhirnya Ersa kelelahan dan memilih tidur terlentang di samping Maya.

Capek sekali rasanya menggarap dua daun muda ini. Aku tak tahu apa mereka menyesal dengan kejadian malam ini. Yang pasti aku tak menyesal perjakaku hilang di vagina-vagina mereka. Habisnya puas banget. Setidaknya aku bisa mengobati kekecewaanku kepada Rere.

Malam makin sepi. Sebelum yang lain pada pulang, aku segera memindahkan tubuh Maya ke kamarnya lengkap dengan pakaiannya. Begitu juga dengan Ersa. Dan malam ini aku sibuk bergaya berpura-pura tak tahu-menahu dengan kejadian barusan. Lagipula tak ada bukti, bekas cipokan di leher Maya sudah memudar.
He.. he.. he.. mereka akan mengira ini hanya mimpi.

Written by catatanpemula17

August 30, 2011 at 9:25 am

Posted in SMA

5

leave a comment »

Kami berdua terlelap dalam mimpi masing masing, kurasakan kehangatan tubuh Olla Ramlan yang kupeluk di sofa empuk itu. Aku tidak menyangka kalo hari sudah menginjak pukul 7 pagi, kurasakan hembusan nafas teratut Olla Ramlan yang masih erat memelukku dengan kontolku tertancap dalam kehangatan memeknya itu, kurasakan kontolku benar benar sakit dalam jepitan memeknya itu, terasa lengket sekali karena lendirku sudah mengering, aku lalu membangunkan Olla Ramlan yang masih terpulas di buai mimpi indah itu, Olla Ramlan menggeliat, matanya terasa berat untuk dibuka, namun tak lama kemudian membuka matanya, kutarik kepalanya, dan kusaksikan cantiknya wanita ini di pagi hari dengan senyum yang cantik, dengan malu malu janda doyan kontol itu menunduk karena merasakan memeknya merasa ada yang mengganjalnya, namun kembali Olla Ramlan justru merebahkan kepalanya di pundakku lagi, namun aku tetap menarik kembali kepalanya yang berambut panjang itu.

“Tante bangun donk .. dah siaaang nih .. “ bisikku, namun Olla Ramlan tetap diam sambil memejamkan matanya

“Ntar nanti aku kontoli lagi deh .. aku akan berikan kepuasan lagi setelah aku bercinta dengan Mbak Terry dan Mbak Faraah .. please .. sayaaang .. tanteku sayaaang .. tanteku sayaaang .. tanteku yang doyan kontol .. bangun deeh .. ayo Tante Olla Ramlan yang haus kontol … “ bisikku dengan kata kata vulgar membuat Olla Ramlan tersenyum lalu membuka matanya

“Oh yaa ? janji ya .. awas kalo bohong nggak ngasih jatah sama Tante Olla ” tanya Olla Ramlan dengan tersenyum, Olla Ramlan kemudian menaikan selakangannya, terasa sekali kontolku luar biasa seret, sampai Olla Ramlan tertahan sambil menggigit bibirnya

“Huuuuuuuh .. sayaaang .. susah nyabut kontolmu .. hihihihihi .. biarin di dalam aja ya “ goda Olla Ramlan dengan tergelak

“Ya ampun tante … tante kok norak sih .. please .. janji deh aku kawini ntaaar “ bisikku lagi membuat Olla Ramlan menyeringai, lalu Olla Ramlan turun naik pelan pelan, kurasakan kontolku terasa luar biasa sakitnya, aku lalu mengeluarkan ludah ke telapak tanganku, kuoles oleskan ke memek Olla Ramlan yang menjepit kontol, sekalian batang kontolku juga aku basahi

“Sayaaaaang aaaaaaaaaaaaah .. saaaaakit .. lain kali kalo kita tidur jangan begini .. mosok narik aja bikin keringeten .. “

“Lha Tante Olla yang nyuruh kontolku masuk sambil tidur .. ayo deh tanteee .. “ ajakku yang dijawab dengan keluhan sakit Olla Ramlan sampai tak kuat, aku kemudian memeluknya dan menggulingkan ke tindihanku, kupagut sebentar, lalu aku berusaha menarik kontolku, perlahan lahan kontolku mulai terserabut, namun Olla Ramlan dengan nakal menahan bokongku, aku hanya tersenyum, Olla Ramlan pun tersenyum

“Kau milikku .. aku cemburu kalo kau bercinta dengan Mbak Terry atau Chef mesum itu .. “ sahut Olla Ramlan dengan mengerling nakal ke arah selakangan kami, aku pun tetap menarik kontolku dan menahan kedua tangan Olla Ramlan, dan kontolku pun lepas, aku kemudian keluar dari ranjang, namun aku terkejut, ketika mendengar gelas dibanting dari meja itu.

“Praaaaaaaaaaaaaak “

Aku berbalik dan kulihat Olla Ramlan merasa kecewa, aku kemudian mendekati dan bersimpuh padanya

“Maafkan aku Tante .. “ ucapku dengan nada lembut

“Tante suka padamu .. Tante Olla merasa sepi jika kau tidak ada dalam pelukan tante … “ ucap Olla Ramlan dengan memandangku, kupegang kedua tangannya

“Tenang Tante .. aku akan selalu mengeloni Tante Olla .. janji deh … Tante atur aja kapan Tante Lolitha dataang yaaa .. aku bereskan kedua betina itu .. habis mereka kugenjot .. baru kembali Tante Olla bersamaku mengadu birahi .. mau ya Tan .. aku kawini nanti .. “ ucapku sambil menatap ke wajah cantik janda presenter maniak kontol doyan kawin itu. Olla Ramlan tersenyum dan menciumi pipiku dengan mesra

“Baik, sayaaaaang .. keponakan tante jangan nakal ya .. “ ucap Olla Ramlan dengan membiarkan aku pergi keluar dari ruangan itu dengan bertelanjang, Olla Ramlan kulihat kembali rebahan di sofa, aku pun menutup pintu, aku masuk ke kamar mandi yang tidak jauh dari ruangan itu, aku mandi agar merasa segar, badanku terasa sangat segar, kulihat kontolku ngaceng membayangkan Farah Quinn dan Terry Putri yang sebentar lagi akan aku genjot memeknya. Lepas mandi dengan bertelanjang aku keluar kamar mandi, lorong keluar itu masih ada pintu, kubuka dan memang arahnya ke dapur, kudengar bau harum masakan, kulihat seorang wanita menyiapkan makanan walau belum jadi, pakaiannya benar benar merangsangku, memakai rok pendek dan tidak memakai celana dalam, belum lagi bagian bagian atas cuma berupa kaos tanpa bra dan kulihat cetakan punting susunya, aku mendekat dan kupeluk, sontak Farah Quinn menjadi tersenyum namun aku menampakan wajahku di sampingnya, Farah Quinn tersenyum, tanganku yang memeluk nakal itu meremas buah dadanya

“Pagi Mbak Faraaah .. aku pingin minum susu .. “ godaku sambil meremas pelan buah dada besar itu, aku semakin agresif berpindah ke bawah dan masuk ke dalam kaosnya, kontolku kutempelkan di belahan selakangannya sampai membuat Farah Quinn menjadi mendelik

“Yaa aaamppun .. pagi sayaaang … pagi pagi kontolmu dah naakaaaaaaal “ balas Farah Quinn dengan merapatkan kakinya sehingga kontolku terjepit.

“iih .. kamu habis kawin sama aku kemana yang ? kucari ndak ada tuh .. “ tanya Olla Ramlan dengan memejamkan sebentar merasakan puntingnya aku puntir dan buah dada kirinya aku remas dengan lembut

“Kawin sama Tante Olla .. di ruang bioskop .. “ bisikku pelan

“Idih .. nakal ndak ngajak ajak .. jahat kamu .. “ ucap Farah Quinn dengan nada kecewa

“Sekarang aku mau mengawini Mbak Faraaah … kontolku sudah ngaceng sayaaaaang “ ucapku dengan meremas bersilangan kedua bukit kembarnya yang montok itu.

“Jangan sekarang sayaaang .. aku belum siap .. ini nyiapin makan .. “ tolak Farah Quinn dengan menahan tanganku

“Kelihatan makanan masakanmu enak Mbak Farah .. tapi aku lebih suka menikmati kemolekan dan kemontokan tubuh Mbak Farah .. “ ucapku dengan tenang dan membuat Olla Ramlan seperti tidak suka, kulirik sebentar ke arah pintu, kulihat Olla Ramlan lewat dan bersembunyi membawah kamera, kamera itu diletakkan tepat di belakang kami, kutahan kepala Farah Quinn agar tidak melihat Olla Ramlan, lepas itu aku kemudian membalikan tubuh Farah Quinn, dan kulumat bibirnya, Farah Quinn pun membalas lumatanku, dari lumatan itu perlahan lahan turun ke pagutan demi pagutan, Farah Quinn menikmati pagutan

“Hhhhhhhhhhhhmmmmmmmmmmm … “ suara yang keluar dari mulut Farah Quinn yang mulai terangsang akan aksiku meremas remas buah dadanya dari depan, belum lagi tangan kiriku menekan nekan dan mengelus memeknya yang mulai membasah, pagutan demi pagutan kami lakukan dengan lembut. Tangan Olla Ramlan pun tidak tinggal diam memegangi kontolku dan diremas remas serta dikocok kocok pelan. Bibir kami saling bertaut. Lidah kami saling bertubukan, kami saling menghisap untuk mendapatkan rangsangan birahi yang membuat kami menikmati romantisnya bercinta di pagi hari. Kutarik kepalaku dan kupegang pundak Farah Quinn

“Maukah Mbak Farah bercinta denganku .. “ tawarku yang disambut dengan remasan di kontolku, aku kemudian menaikan kaos Olla Ramlan dan kulihat susunya benar benar montok, Olla Ramlan tidak menjawab dan hanya tersenyum padaku

“Lakukan dengan lembut sayaaaaaaaaang .. jangan main kasar yaa .. aku ingin yang lembut ..lakukan sayaaaang .. hamili aku .. hamili aku sekalian .. keluarkan manimu di dalam memekku .. “ ajak Farah Quinn tak tahan lagi akan rangsangan pada memeknya yang kuelus elus dan kutekan tekan untuk merangsangnya.

“Kita pindah ke kamar sayaaaaaaaang “ ajak Farah Quinn dengan mendorongku

“Tidak Mbaaak .. kita di sini saja .. aku akan memberikan kepuasan yang lembut .. naiklah ke meja itu .. berikan memek Mbak Farah untuk kuoral .. dan akan kuberikan kontolku untuk kau emut .. “ kataku dengan menarik tubuh montok Farah Quinn yang berambut panjang

“Ooh saaaaaayaaaaaaang .. please aaaaaaaaah .. aku dulu yang ingin merasakan kontolmu .. kamu yang duduk di kursi .. Mbak Farah akan mainin kontol besarmu .. “ dorong Farah Quinn ke belakangku, aku pun duduk kursi empuk itu.

“Susu kok besar gini nih “ ucapku sambil meremas kuat buah dadanya itu membuat Farah Quinn menahan tanganku

“Please .. ngeremes susuku yang lembut sayaaaaaaang … rasakan susuku dengan rileks .. rasakan sayaaang .. rasakan dengan sepenuh hatimu .. rasakan kekenyalan susu Mbak Farah .. uuuuuuh .. yaaang sayaaaaaang .. aaaaaaaaaaaaah .. teruus remees .. aaaaaaauh ssssssssssssssssssh ssssssssssssssh hhh .. mmmmmmmmmmmmmmmmhhh “ Farah Quinn mendesis desis dalam posisi menduduki aku di kursi itu, perlahan wanita chef mesum itu melorot kebawah kemudian berjongkok di depanku, kepalanya menatap ke kontolku yang terpegang tangannya

“Kontol kok besar begini .. ck ck ck ck .. sayang .. kamu boleh kawini Mbak Farah .. tapi lakukan dengan romantis .. jangan liar yaaa .. “ pinta Farah Quinn dengan mengelus elus kontolku kemudian kontolku diciumi.

“Tapi .. setelah ini aku ingin melihat Mbak Farah memasak dengan telanjang .. aku suk banget sama susumu ini Mbak “ ucapku sambil kembali meremas buah dadanya yang besar nan montok itu.

“Aaaaaaaaaaaaaaauh .. pelaan yaang .. remesnya .. sakit tauuuuuu” cekal Farah Quinn di telapak tanganku, Chef nakal ini kembali berdiri dan memajukan dadanya, aku pun kemudian menyusu ke puntingnya itu, Farah Quinn menahankan tangannya ke pundaku dan menikmati tanganku nakal meremas buah dadanya dan sebelah kiri aku hisap hisap dengan pelan

“Teruuus yaaaaaaaaang .. teruuuuuuuuuuuus . iseeeeeeeep .. yang sebelaaah ngiri .. “ rintih Farah Quinn merasakan isapanku itu, aku kemudian berpindah punting itu, kuhisap dan sebelahnya aku kembali remas remas, kuisap kuisap kemudian aku menjilati bongkahan montok itu. Kunikmati setiap mili bagian susunya itu, kurasakan kekenyalan dan kemontokannya, tubuh kami cepat sekali berkeringat. Farah Quinn sampai mendongak merasakan tanganku nakal meremas susunya dan kumasukan jari tanganku ke dalam memeknya yang basah itu, Farah Quinn menunduk kemudian sambil meringgis keenakan, perlahan lahan tubuh molek itu melorot dan jongkok di depanku.

“Aku suka menggenjot Mbak Farah di dapur .. rasanya luar biasa nikmat … biarkan aku ngentotin Mbak Farah di sini .. “ ajakku yang disambut dengan senyum Farah Quinn dengan memandang ke kontolku yang ngaceng besar ini.

“Genjotinlah aku .. aku sudah rela kau apain, sayaaang .. tapi aku ingin kembali merasakan kontolmu ini .. aku senang dengan kontol besarmu ini .. aku mainin ya sayaaaaaaaaaang .. “ ucap Farah Quinn dengan mendekatkan kepalanya naik sedikit, bagian pantatnya ikut naik, dengan menungging itu Farah Quinn kemudian menjilati kontolku perlahan lahan, aku mengelus elus paha mulusnya memberikan rangsangan, bahkan pantatnya yang sekal itu tak luput dari jarahan tanganku yang nakal.

Kontolku dijilati oleh lidah Farah Quinn dengan naik turun, rambutnya sampai ke depan, aku kemudian menyingkirkan rambut itu ke belakang, kutahan dan kupegang kedua bukit kembarnya yang menggantung sangat merangsan itu, kuremas sampai tangan Farah Quinn berusaha mencegah, namun lidahnya tetap menjilati kontolku sampai di samping siku selakanganku, aku sampai tengadah merasakan nikmatnya itu.

Jilatan demi jilatan itu membuat kontolku basah

“Sssssssssssssssssssssssh sssssssssssssssssh hhhh .. “ desisku sambil tengadah dan mata terpejam, kurasakan kontolku kemudian dimasukan dalam mulut Farah Quinn dengan perlahan lahan, aku kemudian menurunkan kepalaku dan kugeser ke samping dan ingin melihat bagaimana betina chef maniak kontol ini memasukan kontolku, kulihat sesak sekali, kurasakan gesekan giginya itu.

Perlahan lahan Farah Quinn melakukan kuluman pada kontolku dengan perlahan lahan, aku menjadi nikmat luar biasa merasakan kontolku perlahan lahan keluar masuk mulut Farah Quinn itu, kurasakan gesekan demi gesekan gigi itu, walau terasa ngilu di kontolku namun ada rasa nikmat luar biasa.

Farah Quinn benar benar menikmati setiap emutan pada kontolku, bahkan ketika aku meremas pantatnya itu Farah Quinn sampai mengeram tersumpal kontolku

“Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmh “ eram Farah Quinn yang mulutnya tersumpal kontolku, kontolku dikeluarkan dan Farah Quinn menghela nafas

“Hmmm .. nik .. nikmaaaaaaatnya kontooolmuuuuuuuu … ssssssssssssssssh ssssssssssssssh hhhh “ desis Farah Quinn yang kemudian memasukan kembali kontolku lebih dalam, kepalanya naik turun melakukan oral pada kontolku, aku sampai terpejam, menit demi menit aku dikerjai oleh Farah Quinn itu, tidak ada keliaran dari diri Farah Quinn yang bermain main dengan kontolku itu.

Tubuh Farah Quinn kemudian berjongkok setelah mengeluarkan kontolku, bibirnya penuh dengan air liurnya, kulihat kontolku basah tak karuan akibat air liur Farah Quinn.

“Aaaakuu akan memasak untukmu dengan telaanjaaang, sayaaaaaang .. aku janji .. tapi kawini aku dulu dengan kontolmu .. kau boleh menontonku dengan telanjang … biar aku juga bisa ngelirik ke kontolmu yang ngaceng … hmmmmmmmmm .. aku begitu rindu dengan kontolmu ini .. ketika kita main bareng Donna Harun … “ ucap Chef Farah Quinn dengan tersenyum dan kemudian menjilati lagi kontolku sampai di buah zakarku, aku merasa geli lidah Farah Quinn menekan nekan ke telurku, kepala Farah Quinn naik turun menjilati ke samping batang kontolku, kepalanya ditarik dan kulihat Farah Quinn wajahnya penuh dengan air liur.

“Aku iri .. kamu tadi pagi kawin sama tantemu itu .. aku ngintip .. aku iri .. kawini aku .. buat aku merintih rintih .. mengerang erang seperti Tante Olla .. “ ucap Farah Quinn yang membuatku terkejut

“Aku akan membuatmu seperti tanteku yang nakal itu … teruslah sayaaaaang .. nikmati kontolku .. rasakan enaknya bermain dengan kontol .. aku tahu Mbak Farah memang haus kontol .. ayolah sayaang .. benamkan kontolku dalam mulut Mbak Farah lagi .. lakukan kuluman lagi “ ajakku dengan menarik kepala Farah Quinn, Farah Quinn pun membuka mulutnya, memasukan kontolku dan dilakukan keluarmasuk, kurasakan nikmatnya, kakiku sampai merinding merasakan kuluman nakal setengah menyedot nyedot batang kontolku yang sesak tersumpal dalam mulut Farah Quinn.

Kurasakan sepongan kecil kecil sampai membuatku menggelinjang tak karuan, kaki sampai terangkat, namun lengan Farah Quinn langsung menahan ke dengkulku, sehingga aku kembali menjejak ke lantai, kurasakan sepongan demi sepongan itu, kurasakan kontolku tergesek gesek gigi Farah Quinn, kontolku kemudian dimasukan ke sebelah pipi kanan Farah Quinn, kurasakan aku benar benar tidak tahan

“Sudaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaaaaaaah .. jangaan sampai muncraaaaaaaat .. gantian donk .. aku mainin memek Mbak Faraaaaaaaaah “ ucapku sambil menarik kepala Farah Quinn, Farah Quinn pun mengeluarkan kontolku, kepala Farah Quinn kemudian naik dan kusaksikan wajah mesum chef ini penuh dengan keringat dan air liurnya sendiri. Kepala menggeleng geleng menatap ke kontolku yang penuh air liurnya itu.

“Lakukan yang lembut pada memekku, sayaaaaaaang .. buat aku merintih rintih seperti tantemu itu .. lakukan sayaaaaaaaaaang … aku mundur yaaaaaaaaa “ ucap Farah Quinn dengan mundur dan tepat di belakangnya meja, Farah Quinn kemudian menggeser, kaki kirinya dinaikan ke meja, sehingga bagian memeknya yang basah itu sangat merangsang

“Aayoo sayaaaaaaaang .. jangan hanya kau pandangi tubuhku .. lihat .. memek Mbak Farah rindu kau oral .. ayo sayaaaaaaaang .. pacarmu siap nih .. jangan buat aku merengek .. rengek .. aku ndak tahan sayaang . please aaaaaaaaah “ ucap Farah Quinn tidak tahan lagi. Aku tersenyum namun belum juga beranjak

“Cepetan aaaaaaaah … memekku dah basah tak karuaaaaaaaaan “ ucap Farah Quinn dengan nada tak tahan lagi, aku pun kemudian berdiri dan kemudian bersimpuh di bawah selakangan Farah Quinn yang penuh jembut itu, kuusap usap memeknya, Farah Quinn melihatku dengan tersenyum, kepalaku dielus elus dengan mesra

“Lakukan sayaaang .. jilati .. hisap memek Mbak Faraaah sebelum kau genjotin .. “ ucap Farah Quinn dengan meremas buah dada montoknya sendiri. Aku menatap ke memeknya yang basah setengah memerah itu, kusikan jembutnya yang rapi itu dan kuelus elus sampai membut Farah Quinn mendongak sambil mendesis

“Ssssssssssssssssssssssh ssssssssssssssssssssh hhhh .. teruus yaaang .. lidahmuu .. jilatin memekku .. yaaaaaang yaaa .. jilati oooooooooh .. aduuh sayaaaang .. pelanin jilataaanmuu aduuh yaaaaaaaaang .. enaaaaknyaaaa .. aaaaaaaaaaaaaaauh sssssssssssssh sssssssssssssh hhh .. mmmmmmmmmmmmmmmhh eeeeeeeeehh .. nnngg nggg .. duuuuh …. Teruus yaaang teruus .. lubangku .. kau tusuk maaake lidahmuu yaaaa yaaaa “ rintih Farah Quinn dengan mengangkang di atasku itu, kunikmati lubang memeknya itu yang siap kugenjot dengan kontolku.

“Memeekmu sungguh merangsangku Mbaaak .. apalagi susumu yang montok besar itu .. iih .. nggak tahan .. pengin juga ngeremes .. “ ucapku dengan kembali menjilati lubang memeknya ke atas kemudian turun kembali berkali kali sampai membuat Farah Quinn mendesis desis kembali, Farah Quinn kemudian membungkuk

“Silakaaaaaaan remeees sayaaaaaaaaaang .. ayo teruus .. aaaaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmhhh “ lenguh Farah Quinn dengan membungkuk, Farah Quinn kemudian menarik kursi dekat meja dan digeser di belakang, Farah Quinn kemudian membungkuk tangannya menahan ke kursi, buah dada bergelantungan tepat di kepalaku itu remas, tanganku naik dan memegangi sekalnya buah Farah Quinn itu. Kurasakn tetesan keringat birahi Farah Quinn menerpa ke pundakku, dengan bertekan ke kursi itu, lenguhan dan erangan Farah Quinn menjadi jadi seiring lidahku nakal mengorek lubang kawinnya itu

“Ooooooooooh nooooooooo .. sayaaaaaang aaaaaaaaaaah aaaaaaaaaauh mmmmmmmmmhh .. teruus yaaaaaaang .. teruus .. lebarin memekku .. lebarin .. biaar kontolmu bisa masuk .. iya aaaaaaaaaaaaah ..aaaaaaaaauh “ lenguh Farah Quinn merasakan aku membelah kedua daging memeknya itu, lubangnya mulai membesar seiring lidahku menjilati dan menghisap pelan pelan

“Teruuus aaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. oooooooooooooh aaaaaaaaaaaaauh mmmmmmmmmmmmh sssssssssssssssssssshh sssssssssssssssssh hhhh “ desis Farah Quinn tak karuan dengan menggeleng geleng, rambutnya sampai tergerai di depan kepalanya itu, kusentil sentil klitorisnya itu sampai membuat Farah Quinn menggelinjang, tangan kananku ke atas meremas buah dadanya, sedang tangan kiri mengelus elus pahanya yang mulus membuat Farah Quinn menggeleng geleng tak karuan merasakan rangsangan birahi.

“Teruuuuuuuuuuuuus enaaaaaaaaaaaaaak .. hisaaaaaaaap lagi ………aaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. aduuuuuuuh yaaaaaaaang sayaaaaaaaaang .. aaakuu . ooh my baby .. duuuh .. aaaku sukaaa .. terus yaaang .. lebarin lagi .. kontolmu besaaaaaaaaaaar …aduuh .. yaang sayaaaaaaaaaaaang .. aaaku nggak kuaaaaaat aaaaaaaaah .. jangan buaaat aku orgasme .. “ erang Farah Quinn tak karuan merasakan lidah dan bibirku mengorek lubang vaginanya yang kian memerah seiring kenakalan lidah dan bibirku itu.

Cucuran keringat membasahi tubuh kami yang dimabuk asmara kawin itu, aku semakin terangsang dengan posisi Farah Quinn yang menungging di atasku itu, perlahan lahan kuhentikan jilatan demi jilatan itu, kulepas remasan buah dadanya itu, Farah Quinn membuka matanya lebar lebar

“Hmmm .. kau mau genjot Mbak Farah ?” tanya Olla Ramlan dengan masih berposisi sangat merangsang dan menantang untuk digenjot itu.

“Iyaaa .. tetaplah dalam posisi begitu ya Mbaaak .. tapi turunin selakangan Mbak Faraah … “ ajakku dengan berdiri lewat bawah pantatnya itu, kuremas pantatnya yang sekal menungging itu

“Iiih .. nakaaaaal aaaaaaaah .. awas ya kamu .. awas kalo nggak ngasih sperma di dalam .. cepet .. hamili Mbak Faraaah .. seperti kamu menghamili tantemu yang nakal itu .. hihihihi “ ucap Farah Quinn dengan mengerling padaku sambil tersenyum

“Duuuh .. cakep cakep begini .. susumu itu lho Mbaaaaak .. aku nggak tahan ingin ngeremes teruuus “ ucapku dengan penuh nafsu memandang tubuh montok nungging dengan merangsang di meja.

Kukocok kontolku dulu, melihatku yang mengocok kontol itu membuat Farah Quinn menjadi terkejut

“Biaar aku kocokin sayaaang .. nggak tahan lihat kamu ngocok kontolmu sendiri .. “ ucap Farah Quinn dengan menurunkan kakinya dan cepat cepat bersimpuh dan memegang kontolku, kontolku kemudian dikocok kocok oleh tangan lentik Farah Quinn sambil bibirnya dijilati oleh lidahnya

“Aaaaaaaaaaaaauh Mbaaaaaaaak aaaaaaaaaaaaaaaaah .. aaaaaaaaaaaauhh ssssssssssssssssh ssssssssshh hhhh .. teruus Mbaaaaaaaaak .. enaaknya .. jangan cepat ngocoknya .. pelaaanin ..aaaaaaaaaaauh yaa Mbaaak enaaaknya kocokanmu .. aaakuu sukaaaaaaaa .. “ erangku dengan badanku miring membungkuk ke meja.

“Tak kusangka .. aku bisa menikmati kontolmu .. sayaaang .. malam nanti kamu kudu ke kerumahku .. aku kawini aku di rumah . aku pengin kita mengadu cinta di tempat tidur .. berikan aku kepuasan birahi lagi ya .. aku pengin digenjot sama kamu .. mau ya yaaang uuuuuh .. kontolmu keras yaa “ ucap Farah Quinn dengan tersenyum memandangku yang meringgis

“Iyaa yaaaaaaaaaaaa “ ucapku sambil merem melek keenakan dikocok dan diremas remas kontolku oleh Farah Quinn itu. Saking bernafsu Farah Quinn, kontolku kemudian dimasukan lagi dan disepong sepong kuat sampai membuatku berdiri tegak, kurasaka sepongan itu

“Sudaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaah “ erangku dan Farah Quinn pun dengan nakal menyepong kontolku sampai keluar suara

“Creeeeeeeeeeeeeeeeep “

Farah Quinn kemudian tersenyum berdiri dan melumat bibirku, kubalas lumatan itu, air liur kami saling bercampur, Farah Quinn mengelap bibirnya kemudian membelakangiku, kaki kirinya dinaikan, kursi di depannya di balik, sehingga tangan Farah Quinn memegang sandaran kursi itu, tubuhnya kemudian membungkuk

“Wuuih .. merangsang banget kau Mbaaak .. tak sabaran aku menggenjot Mbak Farah Quinn .. tahaan ya Mbaaak .. kontolku siap mengawini dirimu .. merintihlah .. mengeranglah sayaaaaaang “ rayuku dengan meremas pantatnya terlebih dahulu, Farah Quinn pun menggoyang pantatnya dengan nakal

“Kau suka yaaa ?” tanya Farah Quinn dengan mengerling nakal ke belakang

“Sukaaaa wuih .. siapa nggak suka bisa menikmati tubuh montok chef mesum doyan kontol ini “ pujiku menikmati remasan di pantat Farah Quinn itu. Mataku melirik ke samping dan kutangkap kepala Terry Putri sedang melihatku sambil menggosok gosok memeknya itu, Terry Putri sudah telanjang bulat memamerkan kemontokan susunya

“Tunggulah kau Mbak Terry “ ucapku dalam hati dan kemudian memegang kontolku, kuarakan ke memek Farah Quinn yang menungging itu, perlahan kutekan sampai membuat Farah Quinn menjerit kecil

“Aaaaaaaaaaaaaaaaauh sesaaaaaaaaaaaaaaaaak aaaaaaaaauh mmmmmmmmmh ooh noo .. pelaaaaanin .. tekaaan yang kuaaat tapi pelaaaaaaan aaaaaaaaaauh mmmmmmmmmmmhh “ lenguh Farah Quinn tak karuan dengan menggeleng geleng itu, kutahan kontolku, kutarik dan kutekan lagi, kontolku mili demi mili masuk memek Farah Quinn yang sangat basah itu. Kupegang pinggangnya ketika kontolku memaksa masuk ke dalam memek Farah Quinn yang sesak itu, kurasakan jepitan itu meremas kontolku, kurasakan kehangatan dinding memeknya yang hangat, Farah Quinn sampai terpejam menempelkan kepalanya di kursi itu.

“Teruus yaaang yang dalaaam .. hamili aaakuu .. kawini aaakuu .. entotin aaaaaakuu ooooooooooooh sayaaaaaaaaaaaaang enaaknya teruus yaaang .. maajuu mundurnya pelaan dulu aaaah .. aaaaaaaaaauh ooooooooooh aaaaaaaaaaaaauh sssssssssssssssssssh ssssssssssshh hhh .. huuuuuuuuuuh .. enaaaknya .. kontolku hangaaaaaaaaaaat .. ayo sayaaang teruuus .. amblasin kontolmuu ooh kontol .. kontol .. enaknya kontol .. huuh tempekku sakit .. eeeh nikmaaat ooh sayaaaaaang teruus yaaang .. genjotin pelaan pelaaan .. biaaar kontolmu amblas .. kontol kaaaaaaaaaaaaauuu “ erang dan lenguh Farah Quinn tak karuan merasakan penetrasi dengan cara kusodok sodok pelan, memeknya menjepit kontolku dengan ketat, kurasakan otot otot dinding memeknya meremas kontolku dengan nikmat.

“Yaaaaaaaaang sayaaaaaaaang .. kontolmu enaaaaaaaaaaaaaaaak .. kontolmu aaaaaaaaah .. Mbaaak sukaa .. Mbak dikawin nanti di rumah lagi .. aduuh sayaaaaaang .. kok makin enaaaaaaaak nih .. ya ampuun ampuun sayaaaaaaaaaaaang rasanyaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah enaaaaaaak oooooooooooh teruus sayaaaaaaaaaaaang teruus yaaa .. genjotin .. amblasin .. hujaman dulu .. hujaaman “ seru Farah Quinn tak karuan dengan tubuh penuh cucuran keringat itu, kutarik dan kuhujamkan dengan keras sehingga kontolku hangat dalam memek Farah Quinn itu disertai jeritan kami

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ jerit kami nyaris bersamaan, kudiamkan kontolku sebentar

“Biarkan Mbak Farah nikmati kontolmu sebentaaar .. duuuh rasaaanyaa aaaaaaaaaaah .. luaar biasaa yaaang .. sayaang .. aku betah dientotin sama kamu .. bentaaar aaaaaaaaaaaaaaah oooooooooh .. nikmatnya kontolmu .. kontolmu .. kontolmu .. kontolmu .. kooontoooolmuuuuuuuu .. ooh kontolmu .. teh big size .. sesaaaaaaaaaaaak .. memekku terasa dibor .. sayaaang diaam duluu yaaa .. oooooooooooooooh … thank yoou .. makasih sayang kalo kamu mau ML sama akuu . saayaaang silakan genjot .. ayo sayaaang aku ikut geraaaaaaaaaaak “ ajak Farah Quinn.

Perlahan lahan aku menggenjot dari belakang itu, kurasakan remasan nan hangat di kontolku dalam memek Farah Quinn

“Yaa aaaaaaaaaauh enaaknya memek kamuu, sayaaaaaaaang .. ooh nooooooo aaaaaaaaaaauh mmmmmmmmmhh aaaaauh aah uuh aah uuh aah uuh .. aaaaaaaauh uuuh “ ucapku dengan menyodok dari belakang memek Chef Farah Quinn yang mesum ini

“Remees sussuku sayaaaaaaaaang “ ajak Farah Quinn, tanganku pun maju dan memegang bukit kembarnya itu, kuremas dengan lembut sampai membuat Farah Quinn terpejam erat merasakan sodokan demi sodokan selakanganku, kusaksikan kontolku keluar masuk memeknya mulai lancar

“Teruuus sayaaang .. aku sukaa .. aku sukaaaaaa .. aaaaaaaaaaauh aaauh uuuuh aaaah uuh aaah uuuh “ lenguh Farah Quinn dengan mengerang erang dan melenguh lenguh tak karuan, rintihan demi rintihan bersahutan. Farah Quinn sampai menggelinjang merasakan remasan di buah dadanya oleh tanganku itu, kami terus berpacu

“Sayaang .. lakukan memutaaar … yaaaa .. enaak yaaaaaaaaang “ pujiku Farah Quinn merasakan selakanganku mengebor ke memutar, Farah Quinn sampai tersenyum, berkali kali aku melakukan bor ke arah kanan dan kiri, kemudian kugenjot lagi

“Genjot laaagi .. genjot lagii aaaaaaaaaaaaauh enaaaknya “ seru Farah Quinn dengan nafas memburu itu.

Suara bunyi benturan selakanganku dengan pantat Farah Quinn semakin merdu, belum lagi suara gesekan kontolku dengan memek chef Farah Quinn menambah nafsuku untuk menggenjot itu

“Clep ! clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep”

Entah berapa kali aku menggenjotnya dengan nada yang kontasn itu sampai membuat Farah Quinn merem melek keenakan melenguh lenguh, merintih rintih tak karuan, genjotan demi genjotan itu sampai aku tertahan sebentar dan kuhujamkan sampai membuat Farah Quinn menahan ke kursi dengan kuat

“Aaaaaaaaaaaauh siaaaaaaaaaalaaaaaan .. teruus yaaang .. ganti gayaa aaaaaaaah .. ganti gayaaaaaa “ teriak Farah Quinn tak karuan menahan ke pahaku dan ditekan ke belakang, kutarik kontolku keluar dari memeknya itu.

“capek kalo nungging teruus .. nggak nyamaan .. aku duduk ya sayaaang .. kamu berdiri “ ucap Farah Quinn dengan naik duduk di meja.

“Mbak Terry ngintip nggak tahaaaaaaan “ bisikku yang disambut senyum Farah Quinn.

Farah Quinn melebarkan pahanya, aku maju ke depan, kupegang kontolku dan kumasukan dengan paksa di memek Farah Quinn itu, Farah Quinn sampai meringgis kesakitan merasakan kontolku itu masuk dengan paksa sampai mentok di bagian terdalam memek basahnya itu, kedua kakinya kemudian menjepit pinggangku namun memberikan ruang bagiku untuk menggenjotnya

“Lakukan dengan lembut sayaaaaaaaaaang .. silakan sayaang .. kawinin Mbak Farah Quinn .. buat aku menggelepar .. penuh kepuasaan “ ucap Farah Quinn dengan merangkulkan tangannya memeluk ke leherku.

“Tanganmu megang susuku sayaaang .. remesin sesukamu .. tapi jangan liaaaaaar yaa .. sayaaang uuh .. tanganmu nakaal sekaaaaaali .. aku ini istri oraaaang .. enak aja kamu ngajak kawin sama akuu .. hihihihi sayaaang aaaku cuma godain kamu .. walaau kau bukan suamiku .. tapi aku suka sama kontolmu .. ayo sayaaang genjotin .. aku nggak tahaaaaaan maau sampai .. yaa aaaayoooooo “ ajak Farah Quinn dengan melumat bibirku.

Luar biasa panas persetubuhanku dengan Farah Quinn ini, kugenjot genjot memeknya dengan pelan membuat kami saling beradu dan bertaut bibir, air liur kami sampai merembes ke leher kami, pagutan demi pagutan kami lakukan sambil saling bergerak menyodok nyodok, kurasakan kontolku diremas luar biasa ketat dalam memek Farah Quinn, Farah Quinn menarik kepalanya tidak tahan akan pagutan dan lumatanku itu

“Sssssssssssssssssssssh ssssssssssssssssssssh hhhh .. teee teeruus yaaang sayaaaaaaang oooh enaaknya .. sayaaang aaakuu nggak kuaaaaaaaaat aaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh oooooooooohh .. gimana dengaaanmuuu “ desis Farah Quinn tak karuan, aku terus maju mundur menggenjotnya.

“Hampir .. hampir.. aaaaaaaaaauh enaaknya .. hangat memek Mbaaak Faaaraaaaaaaah “ erangku dengan maju mundur di selakanganku

“Kaaaloo gitu cepetaaaaan aaaaaaaaaah .. ndaak kuaaaaaaaat “seru dengan mendongak.

Aku pun menggenjo dengan cepat sampai kami saling bersahutan melenguh dan mengerang tak karuan, genjotan demi genjotan cepat itu kulakukan, tubuh kami sudah berlumuran keringat birahi entah berapa liter, namun kami terus saling memacu itu, kurasakan kontolku sudah ingin muntah sperma, kurasakan memek Farah Quinn menjepit semakin kuat

“Dikiiiiiiiit lagi aaaaaaaaaaaaaaaauh aaaaaaaah teruus yaaang cepetaaaaaaan .. cepetaaaaaan .. ooh kontol .. kontooooooooooooool “ erang Farah Quinn tak karuan, rambutnya berantakan tak karuan, kulumat dan kuhujamkan kontolku, kuremas remas susunya yang kenyal itu.

Hujaman demi hujaman, genjotan demi genjotan itu membuat memek Farah Quinn menjepit kuat, dengan mencakar ke pundakku, Farah Quinn mendongak membentuk busur panah dan kurasakan memeknya menjepit kuat, dua kali hujaman memeknya langsung jebol mengucurkan cairan panas disertai erangan panjang Farah Quinn

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang Farah Quinn dengan membusung kemudian tak lama luruh berkelonjotan dan kudorong ke belakang dan telentang.

Aku menggenjotnya dengan cepat ditengah Farah Quinn berkelonjotan mendapatkan orgasmenya, aku juga tidak tahan lagi, dadaku panas, kuhujamkan dalam dalam kontolku dan aku pun tegang tak karuan memuncak mendaki puncak birahi

“Craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaat “

Kusemburkan sperma menembak ke dalam rahim Farah Quinn yang terkapar di atas meja makan itu, piring sampai berjatuhan, kurasakan tubuhku ringan terbang bak kapas, kepalaku berputar putar nikmat luar biasa, aku pun rubuh ke depan dengan kepalaku terdampar di atas belahan buah dada Farah Quinn. Tubuh kami sampai ngos ngosan kehabisan nafas, aku benar benar lelah mengawini chef mesum ini, kami diam menikmati sisa sisa orgasme kami, Farah Quinn meremasi kepalaku dan kemudian mengelus elus

“Trim sayaaaang .. tak akan kulupakan cinta kita yang dashyat ini .. trim ya sayaaang .. jangan bosen sama Mbak Faraaah .. nanti malam ya sayaaang “ ucap Farah Quinn dengan bangun, aku pun ikut bangun, kutarik kontolku, kontolku yang lembek itu perlahan lahan terserabut dari memek Farah Quinn yang penuh lendir kental itu. Aku mundur dan duduk di kursi itu, Farah Quinn masih duduk di meja, memandang ke memeknya yang mengeluarkan lendir kental warna putih spermaku itu. Tanpa risih Farah Quinn membiarkan memeknya, kemudian turun, menahan badannya sebentar. Kemudian memelukku dengan menduduki aku, menciumi aku di wajahku

“Makasih yaang .. sayaaang .. aku akan masakin makanan buat kamu … saksikan Chefmu memasak dengan telanjang bulaaat .. cuci sana kontolmuu .. biar Mbak Farah bernafsu sama kontolmu lagi “ goda Farah Quinn dengan memagutku mesra, Farah Quinn kemudian berdiri, aku pun berdiri, kutepok pantatnya itu.

“Nakaaaaaaaaal “ semprot Farah Quinn, aku cepat ke kamar mandi dan kubasuh kontolku, aku bertemu dengan Terry Putri itu, namun kutahan badannya

“Jangan ganggu aku nonton chef itu masak dengan telanjang .. nanti gliranmu “ ucapku pada Terry Putri, Terry Putri pun tersenyum, namun menggigit bibirnya tidak tahan menyaksikan kontolku ngaceng lagi.

Aku kembali ke dapur, ya ampun .. pemandangan luar biasa .. tubuh Farah Quinn ternyata sudah mengguyur badannya dengan air, setengah basah itu, chef Farah Quinn layaknya membawakan cara memasak, namun kali ini tanpa sehelai benangpun melakukan adegan memasak tanpa baju, aku duduk sambil megangi kontolku

“Kontolmu jatahnya Mbak Terry .. kamu hanya nyaksiin Farah Quinn masak … sayaang iih .. kontolmu ngaceng ya “ kata Farah Quinn dengan melirik nakal ke kontolku itu, Farah Quinn masak dengan cara ngawur karena tidak konsen, sering salah memasukan bumbu, namun Farah Quinn tergelak

“Mana bisa aku masak kalo mataku lihat kontolmu payah aaaaaaaaah “ sungut Farah Quinn dengan tergelak nakal itu. Wanita haus seks ini masak tak karuan entah apa jadinya, namun dengan gaya khasnya yang merangsang itu akhirnya selesai memasak. Aku menunggu sampai tak sabaran, sambil menduduki pahaku, sepiring makanan bikin chef mesum itu disuapkan ke mulutku

“Ini makan protein .. agar manimu lebih banyaaak .. sudah ya sayaang .. sana main sama Mbak Terry .. en terima kasih kasih telah mengenjotku .. sip .. thank ya sayaaaaaaaaaaang “ ucap Farah Quinn sambil menciumi pipiku dan kemudian memagutku, Farah Quinn kemudin berdiri, ketika aku hendak beranjak, Farah Quinn meremas kontolku dengan nakal. Aku tersenyum dan kupeluk dan kuelus elus punggungnya itu

“Nanti malam aku kawini Mbak Farah lagi “ bisikku yang disambut dengan senyum Farah Quinn penuh arti.

“Kutunggu dengan sangat sangat sayaaaaaaaaang “ bisik Farah Quinn dengan pelan.

Aku meninggalkan Farah Quinn itu, aku masuk ke ruangan tengah, tangan Terry Putri melambai lambai padaku dari kamar itu, Olla Ramlan keluar dari ruang depan dengan bertelanjang namun cuek padaku, aku pun langsung mengejar Terry Putri yang telanjang bulat membuka pintu, aaaah .. kenikmatan apalagi dengan presenter yang suka mendesah basah ini.

Written by catatanpemula17

August 10, 2011 at 10:08 am

Posted in Uncategorized

last

leave a comment »

Terry Putri tersenyum melihatku masuk menutup pintu dan mengancingnya, matanya tertuju pada kontolku yang ngaceng. Senyum mesumnya diberikan padaku, Terry Putri menunggu dengan duduk di ranjang itu, aku mendekat dan berdiri dihadapan tubuh polos tanpa busana Terry Putri itu. Tubuhnya benar benar segar, putih, mulus, bongkahan buah dadanya benar benar montok walau tidak sebesar punya Farah Quinn. Aku dipandangnya dengan senyum indahnya itu, tanganku ditariknya sehingga aku duduk di sampingnya, Terry Putri mengelus elus lenganku, dan aku pun membalas dengan memberikan ciuman di pipinya, kemudian kujilati telingannya membuat Terry Putri menjadi geli. Ditahannya kepalaku. Dipandangnya aku dengan sangat mesranya bak suami, tangan Terry Putri bergerilya mengelus elus pahaku kemudian memegang kontolku, namun tak lama kemudian melepaskan lagi, Terry Putri pun naik ke ranjang.

“Mau apa kau kesini ?” goda Terry Putri dengan nakalnya

“Menghamili Mbak Terry “ balasku membuat Terry Putri menjadi bersemu merah.

“Iih .. nakaaaal .. emang Mbak Terry istrimu apa ?” balas Terry Putri tak kalah menggoda. Aku menjadi tergelak, aku merapatkan badanku ke tubuh Terry Putri yang duduk mengangkang melebarkan pahanya, kutatap memeknya itu, namun telapak tangan Terry Putri menutupi bagian paling rahasianya itu.

“Mbak Terry sayaaangku … aku mau membuntingi dirimu .. aku ingin membuatmu hamil .. ayolah Mbak .. aku hamili ya .. kita bikin anak .. “ kataku setengah menggoda membuat Terry Putri semakin bersemu merah, aku yakin ini merupakan trik Terry Putri untuk membuatku penasaran.

“Ya ampun .. kamu nih .. masak Mbakmu sendiri kau hamili .. jahat yaa .. please .. ndak baik sayang kamu menghamili kakakmu sendiri .. “ goda Terry Putri semakin membuatku bernafsu untuk menggumulinya.

“Kata kata Mbak Terry membuatku bernafsu nih .. jangan Mbak Terry tutupi memeknya donk .. nih kontolku dah nggak tahan pengin menyemburkan sperma dalam rahim Mbak Terry .. kita bikin anak ya Mbak .. please Mbaaak .. aku kawini Mbak Terry ya .. Tanteku .. Tante Olla sudah kuberikan benih dalam rahimnya, juga Mbak Farah .. kini giliran Mbak Terry aku berikan bibit .. ayolah deh Mbaak .. jangan malu malu .. mosok aku dah beberapa menggenjot memek Mbak Terry .. sekarang kok malah begini .. nolak nolak .. “ ledekku

“Siapa yang nolak digituin ?” balas Terry Putri dengan menyeringai, lalu tergelak membuat semakin bernafsu, kutarik tangannya yang menutupi bagian paling rahasia, memeknya basah, memeknya yang berjembut itu, pahanya yang mulus, kuusap usap, namun tangan Terry Putri menahanku.

“Kenapa Mbak ? apa langsung dikawin ya ?” ajakku dengan memegang kontolku ingin maju

“Ya aaaaampuuuuuuuun .. please aaah .. “ tolak Terry Putri yang kali ini memang benar benar membuatku penasaran, aku tahu Terry Putri merindukanku berduaan dengan penuh kemesraan dan keromantisan mengarungi samudera birahi.

“Aku pergi saja ya Mbak .. “ ancamku dengan hendak keluar dari ranjang, namun tangan Terry Putri gantian mencekalku agar tidak turun.

“Jangan donk .. katanya mau menghamili kakakmu .. “ goda Terry Putri dengan tergelak

“Lha yang dihamili dingin gitu .. males kawin aaaaaaaaaaaaah “ sungutku dengan tersenyum nakal pada Terry Putri yang tergelak gelak akan kata kata yang kami luncurkan menambah romantisnya kami.

“Mbak .. siang ini harus pergi .. berikan sekali lagi kenikmatan padaku, sayaaang .. berikan bibitmu .. buatlah Mbak Terry bisa mengandung anakmu .. Mbak sudah merindukan anak .. sayaang .. please .. tolong .. hamili Mbak Terry .. Mbak sudah ngebet ingin punya momongan .. “ rajuk Terry Putri dengan membuka tangannya yang menutupi memeknya itu. Kutatap memeknya dengan tidak berkedip, lempitan kedua daging itu membuat lubangnya rapat, kuraba memeknya sampai membuat Terry Putri memejamkan matanya sebentar, kemudian membuka matanya dan tersenyum padaku, kedua tangannya kemudian merangkulku, memberikan kemesraan yang sangat berbeda sebelumnya, biasanya Terry Putri sering memintaku bersikap hantam kromo langsung genjot, namun kali ini Terry Putri bersikap berbeda, lebih lembut, dan tetap menggodaku, suaranya mendesah basah.

“Kawini Mbak Terry sayaaaaaaaaaang … semburkan spermamu sebanyak banyaknya dalam memek Mbak Terry .. hamili aku sayaaaang .. buntingi aku .. “ rengek Terry Putri yang sudah mulai tidak tahan akan rabaan tanganku bergerilya mengelus elus memek dan pahanya itu, Terry Putri menikmati rabaanku di pahanya membuat Terry Putri mendesah desah

“Hmmmmmmmmmm … mmmmmmmmhh .. saaaay .. sayaang .. oh my baby .. you must fuck me … you must fuck me .. “ ucap Terry Putri dengan suara yang membuatku semakin bernafsu.

“Kau sangat indah dengan tanpa busana Mbak .. aku benar benar tidak tahan melihat kemolekan tubuhmu ini .. luar biasa Mbaaak .. tubuh indahmu milikku .. “ ucapku yang dijawab dengan senyum Terry Putri setelah membuka matanya habis merem melek keenakan aku raba raba dan tekan tekan bagian memek basahnya itu.

“Mbak Terry milikmu, sayaaaaaaang .. seutuhnya .. kali ini kau jadi suamiku di sini .. dan Mbak Terry istrimu … lakukan kewajibanmu sebagai seorang suami yang menghamili istrinya .. Mbak Terry akan selalu menjadi milikmu .. lakukan sayaang .. lakukan dengan kontolmu untuk membuat Mbak Terry merintih rintih, mengerang erang keenakan kamu kawini .. Mbak Terry iri banget kau buat Mbak Farah Quinn keenakan .. sampai sampai Mbak Terry ndak tahaaan .. sayaaaaaang .. apa yang harus Mbak Terry lakukan ? “ ucap Terry Putri dengan suara yang lembut nan mendesah, suaranya membuatku semakin gila pada tubuhnya yang polos nan wangi, dengan taburan parfum disekujur tubuhnya itu, keindahan seorang presenter cantik namun senang digenjot memeknya olehku.

Tanganku dipegang oleh tangan lembut Terry Putri dan diarahkan ke bukit kembarnya yang sekal dan sudah mengeras karena sangat terangsang, matanya berkali kali melirik ke kontolku yang ngaceng itu. Kuremas dengan lembut daging kenyal buah dada Terry Putri, Terry Putri mendongak sehingga rambut panjangnya tergerai ke belakang.

“Saaaaaaaay .. aaaaaaaaaaaaaaaaaah .. teruus yaaang .. teruus remees .. yang lembut .. ooh … nikmati tubuhku … nikmati sayaaaaaaaang uuuuuuuuuuuh … mmmmmmmmmmmmmmmmmmhhh …. Remees .. lagi .. lagi aaaaaaaaaaaaaah .. sayaaaaaaaaaaaaaaang .. sayaaaaaang “ desah dan desis Terry Putri yang merasakan remasan lembut tanganku dibuah dadanya itu, telapak tangan Terry Putri pun memberikan dorongan ke telapak tanganku yang meremas itu, belum lagi elusan tanganku di pahanya itu, kutahan remasan tanganku itu.

“Miring Mbak Terry .. yaa .. aku juga .. “ ucapku sambil tiduran di sampingnya, tangan Terry Putri kemudian memegang kontolku sedang aku memegang pantatnya yang sekal itu, dan kuremas pelan pelan membuat Terry Putri kembali mendesis desis

“Duuuh mmmmmmmmmmmmhh .. ssssssssssssssssh sssssssssssssh hhh .. teruss .. yang .. suamiku .. remes bokongku .. remees .. berikan aku rangsangan .. sayaaaang … aaaaaaaaaah .. “ desah Terry Putri dengan mata terpejam menikmati remasan tanganku di bokongnya itu, tangan Terry Putri memegang kontolku dengan kuat kuat sambil merem melek, tanganku berpindah ke pahanya itu, kemudian naik sampai ke buah dadanya, dada Terry Putri dimajukan sehingga aku menangkap buah dadanya itu lebih kuat dan kuremas lembut, bulir bulir keringat mulai membasahi tubuh kami sudah dilanda birahi tak terkendali. Senyumnya yang manja dan manis selalu diberikan padaku tanpa berusaha melepaskan pegangan tangannya pada kontolku itu.

“Sayaaang … ijinkan Mbak Terry bermain main dengan kontolmu … “ pinta Terry Putri dengan kerongkongan serak karena sudah tidak kuat dilanda nafsu birahi itu.

“Sabaar Mbaaak .. aku masih ingin mengjahili tubuh indahmu … ayo Mbak .. telentang ya .. aku jilati tubuhmu … aku ciumi tubuh montokmu .. “ ajakku dengan mendoron tubuh Terry Putri agar telentang

“Sayaang .. mana kuat Mbak digituin .. please aaaaaaaaah .. ya ampun sayaaang .. geli aaaaaaah “ seru Terry Putri merasakan aku menciumi ketiaknya itu, Terry Putri kemudian mengelus elus punggungku itu, ketiaknya aku ciumi dan aku jilati membuat Terry Putri tak karuan memegang tubuhku kuat kuat

“Yaaang aaaaaaaaaaah sayaaaaaaaaaaaaaaaang “ erang Terry Putri dengan mendorongku, aku pun kemudian menyusuri dadanya dengan lidah dan bibirku. Kujilati bongkahan kenyal susunya itu, kuputar putar punting susunya dengan lidahku sampai Terry Putri melihatku dengan menggigit bibirnya

“Iseeeeeeep, sayaaaaaaaaaaaaaaang “ pinta Terry Putri dengan meremas kepalaku, punting sebelah kiri itu aku isap dan sebelah kanan bongkahan kenyal itu aku remas remas membuat Terry Putri mendongak

“Oooooooooh nooooooooo .. aaaaaauh sayaaaaaaang .. ngeremesnya yang lembut aaaaaaaah .. aaaaaauh …. Sayaaaang .. ooh nooo noo .. enaaknya sayaaaaaang .. teruus sayaaang .. isep .. remees .. “ lenguh Terry Putri merasakan aksiku yang memberikan rangsangan lebih ke tubuh polos tanpa busana itu. Kutarik kepalaku dan kutatap wajahnya yang terlihat memang tidak kuat menahan nafsunya.

“Lihat Mbak Terry make baju aku nggak tahan .. apalagi tanpa busana .. Mbak .. lihat Mbak Terry di teve kontolku sudah ngaceng, apalagi sekarang Mbak Terry minta dikawini … duuh Mbaaak .. betapa indahnya tubuhmu ini .. uuuh .. kulitmu mulus .. buah dadamu montok .. dan memekmu ini sempit .. “ pujiku yang disambut dengan anggukan Terry Putri dengan menjilati jariku ketika tanganku kuarahkan ke bibirnya. Aku kemudian menarik jariku, aku menjilati pahanya itu dengan kuangkat, Terry Putri menggeleng geleng, matanya terpejam menikmati setiap tanganku menjarah tubuh polosnya, kubalik tubuhnya kemudian aku menjilati bokongnya, naik ke punggung kemudian sampai di pundaknya, kujilati bagian lehernya, kemudian di dagu dan bibirku disambut dengan pagutan mesra Terry Putri, kusingkapkan rambutnya dari dahinya sambil aku menikmati pagutan demi pagutan itu

“Mmmmmmmmmmmmmmhh … mmmmmmhh .. “ suara eraman kami yang saling memagut, bibir kami semakin basah oleh air liur kami, Terry Putri sampai merem menikmati pagutan kami, kutindih tubuhnya dan aku terus melakuka pagutan sambil meremas pantatnya yang sekal itu, kurasakan kekenyalan pantat presenter maniak kontol ini.

“Kau benar benar nafsuin aku Mbaak .. akan kuberikan kenikmatan sampai dirimu merintih rintih tak terkendali .. uuuh .. kenyalnya pantatmu Mbak Terry .. “ pujiku dengan bermain main dengan pantatnya kanan dan kiri itu, tubuh menggeliat namun tertahan tanganku yang memeluknya itu.

“Sayaaaaaaaaaang .. giliran Mbak Terry memberikan rangsangan padamu, sayaaang .. please .. sayaaaaaang .. Mbak Terry janji ndak lansung emut kontolmu .. “ rengek Terry Putri

“Bohong aaaaaaah .. Mbak paling gatel suka ngeremes kontolku .. ngaku aja aaaaaah .. “ ledekku yang disambut dengan diamnya kepala Terry Putri itu karena terkejut.

“Habis Mbak Terry paling nggak tahan lihat kontolmu itu .. jadi tangan Mbak suka gatel nih .. sayaang .. ayo deeh .. jangan tindih begini .. gantian donk .. gantian .. “ rengek Terry Putri dengan berusaha menekan ke atas, aku pun mengalah kemudian aku telentang di samping, Terry Putri kemudian langsung menindihku

“Bocah nakaaal .. minta kawin mulu ama Mbak Terry … awas yaa .. “ ancam Terry Putri dengan menindihku, menekankan kedua bukit kembarnya ke dadaku, kurasakan geli punting susunya itu menggencet dadaku, selakangan Terry Putri digese gesekan ke kontolku yang tertempel di belahan memeknya yang basah.

“Maukah kau tinggal bersamaku .. menghabiskan malam malam kita … Mbak bisa atur kok .. tenang saja sayaaang … lakukan sama aku benar benar hamil .. akan Mbak Terry rawat anak kita .. aku lakukan ya sayaaaaang .. uuuh .. kontolmu nakal menggesek gesek memek Mbak Terry .. “ ledek Terry Putri dengan bergerak gerak nakal di selakangannya, aku tersenyum padanya

“Mbak Terry memang nafsuin banget .. lakukan Mbaak .. lakukan .. sekalian aku diservice deeh .. mainin kontolku .. “ rajukku dengan berposisi nyaman setelah Terry Putri bangun dan terduduk di depan kontolku. Terry Putri mengibaskan rambutnya yang panjang itu, kakiku kemudian dielus elus tangan Terry Putri naik menuju ke selakanganku, sampai dipahaku, kepal Terry Putri mendekat dan menciumi pahaku, kemudian naik ke selakanganku, kontolku dijilati namun kemudian naik terus sampai di dadaku, bibirnya menciumi dadaku, tangan kirinya mengelus elus pahaku sampai mengelus elus kontolku, aku bak disetrum ribuan volt merasakan nikmatnya rangsangan yang diberikan oleh Terry Putri itu. Kontolku dielus elus tak henti hentinya oleh tangan lembut Terry Putri itu, aku sampai terpejam merasakan rangsangan tangan dan bibir Terry Putri di dada dan kontolku. Kurasakan dan kunikmati setiap detik berlalu bersama presenter muka mesum haus kontol ini. Tubuh kami semakin basah oleh keringat birahi

“Mbaaaaaak aaaaaaaaah .. kontolku aaaah .. lakukan Mbaaaak .. Mbak Terry sayaaang .. beri aku kenikmatan .. lakukan emut kontolku .. jilati kontolku .. ayo Mbaaak .. “ rengek yang disambut senyum Terry Putri setelah bangun dan duduk

“Siapa mau menolak kontolmu ini, sayaaaaaaaang ? Tante Olla, Mbak Farah dan aku dibuat bertekuk lutut pada kontolmu .. uuuh sayaang ooh .. nikmatnya kontolmu ini .. Mbak merasakan kontolmu suka mengobok obok memek Mbaaak .. rasanya nikmat banget .. Mbak sumpaaah .. kontolmu kalo genjot Mbak Terry sampai berbekas di kepala, ndak berhenti Mbak Terry mikir kontolmu teruuus .. berikan aku cupangan sayaaaang .. berikan aku cupangan agar aku bisa selalu membayangkan kontolmu teruus .. racun aku .. racun otakku agar vulgar membayangkan kontolmu .. “ ucap Terry Putri dengan perlahan lahan membungkuk itu, tangannya memegang kontolku yang ngaceng, pada bagian kepala kontolku dijilati ke depan.

“Sruuuuuuuuuuuuuup “

Nikmatnya Terry Putri menjialti kontolku itu dengan lidahnya, rambutnya sampai tergerai ke depan, aku pun kemudian bangun dan kusingkapkan rambutnya itu

“Lakukan lagi Mbaaak .. nikmaat bangeeet .. ayo Mbak Terry istri jalangku .. “ racauku dengan mengelus elus kepala Terry Putri yang berambut panjang, Terry Putri pun kemudian kembali menjilati kepala kontolku berkali kali sampai membuat merasa nikmat luar biasa.

“Sekaraang .. masukin kontolku .. cukup kepalanya .. mainin dengan lidah Mbaak “ ajakku, Terry Putri pun tersenyum, mulutnya dibuka dan kepala kontolku dimasukan, lidahnya lalu menekan nekan ke kontolku, habis menekan itu lidahnya menjilati dengan penuh kelembutan, aku samapi terpejam mendongak ke atas

“Mbaaaaaaaak aaaaaaaaaaaaaaaah .. enaaknya Mbaaak .. aduuh Mbaaak .. teruus Mbaaak .. “ erangku merasakan lidah Terry Putri meliuk liuk di dalam mulutnya yang mengulum kepala kontolku. Lidahnya kembali menggoyang kepala kontolku itu, tangannya memegang kontolku, jarinya sampai menekan ke buah zakarku, kurasakan aku benar benar nikmat luar biasa.

Terry Putri kemudian mengeluarkan kepala kontolku

“Hmmmmmmmmm .. nikmatnya kontolmu .. uuuh .. kontolmu gedhe bangeeet .. hhmmm .. aku masukin ya sayaaaaang .. Mbak Terry rindu mengoral kontolmu .. Mbak masukin pelan pelan yaaa .. “ ucap Terry Putri tanpa kujawab karena aku masih merasakan nikmatnya jilatan di dalam mulut Terry Putri itu. Perlahan lahan kontolku mulai tertelan mulut Terry Putri, kulihat Terry Putri membuka mulutnya lebar lebar, kurasakan gesekan giginya, kurasakan kontolku mendapatkan goyangan lidah Terry Putri itu, tekanan lidahnya di dalam mulut itu sampai membuat sampai menggelinjang sehingga aku terasa kaki gemetaran. Terry Putri kemudian berhenti menelan kontolku, Terry Putri mengeram tak karuan karena aku menahan kepalanya

“Eeeeeeeeeeeeeeemmmmmmmmmmmmmmmmmmmm “ eram Terry Putri dengan berusaha menekan ke atas namun aku kuat memegangnya

“Mbak Terry ndak boleh nakal sama orang lain ya .. harus nakal padaku “ bisikku sambil menjilati kupingnya, Terry Putri kegelian sehingga kepalanya bergerak membuat kontolku tergesek giginya

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaau “ lenguhku kesakitan, tanganku lepas dari kepala Terry Putri, Terry Putri cepat cepat mengeluarkan kontolku, kulihat dari bibirnya menetes air liurnya itu, merembes turun sampai lehernya.

“Nakaal aaaaaaaaaah “ sungut Terry Putri yang kemudian kembali membuka mulutnya, menekan kontolku, Terry Putri kemudian mengoral kontolku naik turun, sepongan, sedotan dan hisapan mulut Terry Putri sampai membuatku tak karuan menggelinjang di ranjang empuk itu. Luar biasa nikmatnya bersetubuh dengan artis ini, gairah nafsu birahinya tidak pernah padam. Malah kini nagih nagih ngajak tinggal bersama agar aku bisa memberikan kenikmatan bersetubuh.

Terry Putri terus melakukan oral pada kontolku, gerakan kepalanya tidak cepat, cara mengulumnya tidak serakus kemaren kemaren, kali ini dilakukan dengan lembut, aku menikmati setiap detik kuluman Terry Putri itu

“Terruuuus Mbaaak .. teruus .. jangan cuma dikulum .. kocokin donk “ racauku dengan tak karuan, aku pun kemudian meremas buah dada Terry Putri itu, Terry Putri sampai tak karuan merasakan remasanku, perlahan lahan kontolku dikeluarkan, tangan Terry Putri kemudian mengocok kontolku, kurasakan kocokan demi kocokan itu lebih cepat sampai membuatku semakin tidak tahan

“Mbaaaaaak aaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaaaaauh .. ooooooh .. Mbaaaaaaak .. Teeeeeery …sayaaaaaaang aaaaaaaaauh sssssssssssssssssssh ssssssssssssssssssssssh hhhh “ desisku tak karuan merasakan kocokan, Terry Putri kemudian memasukan lagi kontolku, dikulum kulum dan digoyang dengan lidahnya.

Gantian aku berpindah tangan meremas pantat Terry Putri yang menungging bermain main dengan kontolku, kurasakan kekenyalan pantatnya itu, kurasakan kelembutan kulit pantatnya, kurasakan moleknya tubuh seksi Terry Putri yang penuh keringat terlanda birahi, perlahan lahan Terry Putri berhenti mengulum dan menyepong kontolku itu.

“Sudah Mbaaak .. sudaaaaaaaaaaah .. gantian aku mainin memek Mbak Terry “ ucapku dengan membuka mataku, aku pun langsung tidur telentang. Ketika aku melihat ke samping, ada cahaya merah berkedip kedip, ooh .. adegan kawinku dengan Terry Putri direkam, Terry Putri kemudian meluruskan kepalaku

“Ndak usah digubris .. itu Mbak Terry yang masang .. kalo mbak kesepian bisa nonton Mbak Terry pas dientotin sama kamu, sayaaaaaaaang .. sekarang oral memek Mbak Terry “ ucap Terry Putri dengan naik, Terry Putri jongkok tepat di mukaku yang tiduran itu, tangan Terry Putri menekan ke dinding

“Lakukan sayaaaaaaaang .. ayo lebarin memek basah Mbak Terry .. agar kontolmu bisa mengawini Mbak Terry .. kontolmu itu besar .. memek Mbak Terry sesak untuk ukuran kontolmuu .. ayoo sayaaaaaang .. jilatin donk .. please aaaaaaaaaah “ rengek Terry Putri dengan mendekatkan memeknya ke bibirku, aku pun langsung menjilati memeknya yang basah itu, ada rasa asin nan amis dari memeknya itu, namun sungguh sangat nikmat.

Perlahan lahan lidahku naik turun menjilati memek Terry Putri, Terry Putri sampai merem keenakan aku menjilati memeknya

“Teruus yaaang .. uuuuuuuuuuuuuuuuuuh … teruus enaaknya .. teruus … kerjain memekku .. aduuh sayaaaaaang .. kamu nakaal aaaaaaaaaaaaaaah .. kamu nakaaaaaaaal “ seru Terry Putri dengan merintih rintih bertekan pada dinding, kujilati ke atas dan ke bawah memek basahnya itu, kurasakan kelegitan memeknya, kusingkapkan daging sebelah kiri, kemudian ke kanan sampai membuat Terry Putri merintih rintih keenakan.

“Yaang .. aduuh .. aaaaaaaaaaaauh ooh .. enaaknya .. teruuus yaaaaaaaang ssssssssssssssssssssssh sssssssssssssssssssssh hhhhh .. oh no … no .. aduuh .. nikmaatnya .. teruus sayaaaaaaaaaang .. jilati yang lebih dalaaaaaaaaaaaaaam .. “ rintih Terry Putri tak karuan dengan mendongak itu, kupegang pantatnya dan kuremas remas sambil bermain jilatan di lubang memek Terry Putri yang mulai memerah karena jilatanku.

Kutempelkan bibirku dan kuhisap memeknya itu sampai membuat Terry Putri melenguh panjang

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuh .. sssssssssssssssssssssssh ssssssssssssssssssh hhhh .. uuuh teruuuuuuuuuus .. lagi yaaang .. lagi … enaaaaaaaaak “ seru Terry Putri dengan suara bercampur desisan penuh birahi itu.

Kutusukan lidahku ke dalam lubangnya itu sampai membuat Terry Putri kembali mendongak, kepalanya sampai menggeleng geleng keenakan itu

“Yaaaa .. yaa .. teruus yaaaang .. hisapiiiiiiiin .. “ seru Terry Putri dengan suara serak basah itu

Kutempelkan lagi bibirku dan kuhisap memeknya, Terry Putri menjerit lagi

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “

Aku kembali menjilati dengan rakus, namun Terry Putri kemudian menjewer pelan telingaku

“Jangan liar yaa .. berikan kelembutan pada memek Mbak Terry .. kita mau bikin anak sayaaang .. lakukan lembut .. jangan kasar kasaaar “ seru Terry Putri dengan memandangku ke bawah sambil tersenyum.

Aku kembali bermain main dengan memeknya, klitorisnya aku sentil sampai membuat Terry Putri menjerit kecil dan kemudian mendesis tak karuan, Terry Putri sampai ngos ngosan merasakan rangsanganku yang nakal mengorek lubang vaginanya itu.

“Kamu pintar sayaaaaaaaang .. Mbak Terry suka sama kamu .. kamu bocah ternakal yang kupunya .. Mbak Terry milikmu .. selamanya .. ayo sayaaaaaaaaang .. mainin lagi yaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. ooooooooooooooooh .. saaaaaaaaayaaaaaaaaang aaaaaaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmmmmmmhhh ..mhhhhh .. nggg ngggg .. teruuus yaaang .. terus mainin klitorisku .. itilku .. oooh aaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. ooh .. sudaaaah .. sudaaaaaaaaaaaah .. mbak nggggaaaaak tahaaaaaaaaaaaan “ erang Terry Putri dengan menarik memeknya itu, Terry Putri kemudian memelukku dengan menindih dan kami pun saling berpagutan setengah melumat itu, bibirku dihisap oleh bibir Terry Putri, kami saling bermain lidah, lidah Terry Putri menjulur tak bertubukan dengan lidahku, air liur Terry Putri keluar banyak sekali, sehingga berpindah masuk ke dalam mulutku.

Wajah kami penuh dengan keringat dan air liur, Terry Putri kemudian menarik kepalanya

“Saatnya bikin anak sayaaaaaaaaang .. kamu di atas atau di bawah sayang ?” tawar Terry Putri dengan mesumnya itu.

“Turun dari ranjang yuk .. kugenjot memek Mbak Terry dengan nungging .. aku suka lihat Mbak Terry nungging mamerin memeknya padaku “ usulku yang dijawab dengan senyum Terry Putri dengan menjilati bibirnya

“Wooow .. siapa ndak mau .. itu gaya kesukaanku, sayaaaaaaang .. genjot ya sayaaaaaaang “ jawab Terry Putri dengan senang.

Terry Putri turun dan menyusul dengan duduk terlebih dahulu, kutahan tangan Terry Putri yang hendak berpindah ke pojokan ranjang itu

“Emut kontolku biar cepat muncrat Mbaaak .. lakukan dengan dikocok kocok sekalian “ pintaku yang disambut dengan jongkoknya tubuh tanpa busana Terry Putri itu, tanpa ampun Terry Putri langsung membuka mulutnya menekan kontolku, kontolku dioral lagi, kurasakan oral itu lumayan cepat.

“Oooooooooooooh Mbaaaaaaaaaak aaaaaaaaaaaah enaaaaaaaak .. sssssssssssssssssssh ssssssssssssshh hhhh .. “ desisku tak karuan merasakan kuluman nakal itu. Kontolku semakin basah oleh air liur Terry Putri yang sangat rakus bermain main dengan kontolku, kontolku dikeluarkan kemudian Terry Putri mengocok ngocok kontolku bertubu tubi sampai membuat menggelinjang tak karuan, aku sampai merem melek keenakan. Terry Putri semakin tak karuan, kontolku diremas kuat dan dikocok kocok naik turun.

“Iih .. kontol nakaaaaaaaal .. kontol nakaaaaaaaal .. mau menghamili aaaku . uuuh . “ seru Terry Putri dengan menatap tanpa berkedip ke kontolku itu.

“Sudah Mbaaak .. sudaaaaaaah .. muncrat lhooo “ hardikku, Terry Putri langsung melepaskan kontolku, aku pun berdiri, kudorong tubuh Terry Putri ke pojokan ranjang.

“Pancalkan kaki Mbak Terry di meja kecil itu yaa .. yaa .. nungging .. kaki Mbak lebarin donk .. yaa … sekarang bungkuk Mbaaaak .. aduuuh Mbaaak .. susu Mbak jangan nekan gitu .. “ usulku yang dijawab dengan senyum Terry Putri.

“Biaaaar kamu bisa ngeremes susu Mbak Terry ya ?” goda Terry Putri

“Iyaa .. siap ya Mbaak .. aku kawini yaa “ ajakku dengan meremas pantat Terry Putri yang menungging sangat merangsang itu.

“Iya .. Mbak Terry siap dientotin, digenjotin, disodokin sama kontol kamu .. ayo sayaang masukin kontol besarmu … spermain cepaaat .. tembak dalam dalam .. hamili Mbak Terry .. hamili .. “ rengek Terry Putri, aku pun merapatkan selakanganku ke memek Terry Putri yang mengangga terlihat dari belakang, perlahan lahan aku tempelkan kontolku, Terry Putri sampai melihat dari bawah

“Yaaa aaaaayooo .. tekaaan yaaaaaaaaaang .. tekaaaaaaaaaaaan “ seru Terry Putri tidak tahan lagi, perlahan aku menekan, Terry Putri sampai terpejam erat menggigit bibirnya merasakan penetrasi kontolku, sangat perlahan kontolku menembus memek sempit itu, ukuran kontolku memang sesak dalam memek Terry Putri, namun kontolku mili demi mili meluncur masuk

“Yaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ erangku merasakan sakitnya jepitan memek sempit Terry Putri.

“Tariiiiiiiiiiiik . dorong lagi .. tariiiiiiik . yaa .. aaaaaaaaaaauh oooooooooh .. sesaaknya aaaaaaaaaaaaaaauh mmmmmmmmmmmmmmhh ..ssssssssssssssh ssssssssssssshh hhhh “ desis Terry Putri bercampur dengan erangan demi erangan, lenguhan demi lenguhan. Tak karuan rasanya kontolku terbenam dalam memek Terry Putri, kurasakan kontolku maju mundur dengan pelan pelan agar memeknya melebar itu, kumiringkan kepalaku untuk melihat, luar biasa indahnya, memek Terry Putri itu membuka menjepit kontolku ketat, kurasakan jepitan memeknya meremas lembut kontolku yang sudah masuk separo

“Teruus sayaaang aaaaaaaaaaaaauh aaaaaaaaaaaaaaoh .. oooooooooooh aaaaaaaaaaaauh aaaaaaaaaaoh aaaaaaaaaaaaaah ooooh tidaaaaaaak aaaaaaaaaaauh teruus yaaaaaaaaaang .. sayaaaaaaaaaang “ erang Terry Putri tak karuan dengan menekankan dahinya ke ranjang itu.

Penetrasi kontolku perlahan lahan namun kuat, dinding memeknya sering meremas lembut kontolku itu, kurasaka kehangatan dan kedutan lembut dari memek itu, Terry Putri sampai meremas sprei sekuat mungkin, kurasakan kontolku sebentar lagi akan mentok, kutarik dan kutekan berulang ulang sambil tanganku memegang buah dadanya dengan kuat, kuremas sampai membuat Terry Putri tak karuan menjerit jerit.

“Sayaaaang aaaaaaaaaaaaaaaauh .. kontol kaaaaaaaaaau .. kontol kaaaaaaaaaau “ teriak Terry Putri dengan suara berat tak karuan

“Genjotin .. genjotin .. “ seru Terry Putri

Aku pun kemudian menggenjotnya dengan pelan pelan, Terry Putri merem melek kulihat dari samping karena kepalanya miring

“Teruus .. ooh enaknya kontol kamu .. enaaknya .. aaaaaaaaauh ..aaaaaaah uuuuuuh aaaaah uuuuh aaaaah uuuuuh aaaaaaaah uuuuuuuuuuh aaaaaaaaaaaaaaauh sssssssssssssssssh ssssssssshh hhh “ lenguh Terry Putri seiring dengan genjotanku dari belakang itu, aku terus melakukan genjotan demi genjotan dengan intonas tetap membuat Terry Putri ikut tergoncang goncang seiring genjotan nakalku.

Lima menit aku terus menggenjot memek Terry Putri yang keenakan merem melek itu, tubuhnya basah oleh keringat.

“Mbaaaaaaaaaak aaaaaaaah enaaaknya kaaaaaamuuuuuu ooooooooooh aaaaaaaaaaauh aaaaaaaaah aaaaaaaauh uuuuuuuuuuuuuh .. mmmmmmmmmmmmhh aaaaaaaaauh “ lenguhku dengan menggenjot tanpa intonasi konstan, kadang cepat kadang lambat sampai Terry Putri tak karuan menggelinjang dengan suara erangan, desahan, lenguhan, jeritan, kata kata vulgar sering keluar dari mulutnya itu.

Kutarik tanganku dan kupegang kedua pinggangnya, aku menggenjot lagi, Terry Putri ikut tergoncang goncang, buah dadanya gondal gandul sangat merangsang itu, kuelus elus pahanya untuk memberikan rangsangan lebih

“Sayaaaaaang aaaaaaaaaaah teruus yaaang .. enaaaknya aaaah .. Mbaaak Terry suka genjotaaaaaaanmu . oh kontol .. KOOOOOOOONTOOOOOOOOL “ seru Terry Putri dengan berteriak pada kata ucapan akhir itu.

“Iyaa memeek . ooh memekmu enaaaaaaaak ,, memek Mbak Terry sesaaaaaaaaaak “ seruku tak karuan merasakan kontolku membentur bentur lubang buntu itu, kontolku semacam lancar keluar masuk memeknya sampai menimbulkan bunyi merdu nan merangsang.

“Clep ! clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep clep ! clep ! clep”

Kunikmati bunyi itu dengan tengadah, kurasakan memek Terry Putri yang basah itu luar biasa hangat, Terry Putri sampai pasrah ikut tergoncang goncang akan genjotanku itu.

“Ganti gayaaaaaaaaa .. aaaaaaaaaauh yaaang capeeek aaaaaaaaah nungging teruuus .. kamu aja yang nungging “ goda Terry Putri dengan menahan ke pahaku yang ikut maju mundur mengawini memeknya itu, kutahan genjotanku, kutarik kontolku namun aku menghujamkan dulu ke depan dengan keras

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaoooooooooh .. siaaaaaaaaalaaaan kaaaaaaaaau “ maki Terry Putri, aku kemudian menarik kontolku dengan paksa keluar memek yang sempit itu.

Terry Putri kemudian berguling ke ranjang, wajahnya penuh denga keringat, nafsunya tidak tahan lagi

“Naaaaaik sayaaaaaang cepetaan aaaaaaah .. Mbak nggak tahan pengin digenjot lagi “ ajak Terry Putri, aku pun masuk ke ranjang dengan naik dan duduk di depannya.

“Kau tengkurap Mbaaak .. aku masukin lagi ya .. ganjal perut Mbak dengan bantal “ perintahku, Terry Putri pun menurut, bantal bepindah, kulihat pantat Terry Putri menungging itu, bagian memeknya memerah aku genjotin itu.

Aku kemudian menindihnya, kupegang kontolku dan kuarahkan ke memeknya, meleset namun yang kedua kembali masuk, Terry Putri sampai tak karuan badanya tertindih olehku

“Sayaaang .. genjotin lagi .. semburkan isi kontolmu dalam dalaaaaaam “ pinta Terry Putri, aku kemudian menekan lebih dalam sampai kontolku mentok. Kuangkat tubuhku dan kemudian kunaikan pantat Terry Putri agar lebih ke atas, Terry Putri tak karuan

“Uuuuuuuuuuuuuh genjot .. genjooooooooot “ seru Terry Putri tak karuan itu

Genjotan aku lakukan dengan lumayan cepat

“Oooh sayaaaang aaaaaaaaaaaauh aaaaaaaaah mmmmmmmmmmmmmmmmmh .. ooh no .. kontol .aaaaaaaaaaaaaah ..aaaaaaaaaaaauh mmmmmmmmmmmh .. rasanya aaaaaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaauh mmmmmmmmmmhh ssssssssssssssssh ssssssssssssssssssh hhh .. teruuus kontol .. terus kontol .. genjotin .. genjotin .. cepetan dikit .. cepetan dikit “ erang Terry Putri tak karuan dengan nafas memburu mencapai puncak birahinya.

“Plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! “

Suara benturan selakanganku dengan pantat Terry Putri itu, menambah indahnya kawinku dengan Terry Putri, Terry Putri sampai terpejam erat dengan kepala menyamping, kupegang buah dadanya, setengah mencakar membuat Terry Putri tak karuan dengan penuh jeritan

“Cupaaaaaaangin .. cupaaaaaaaaangin .. “ seru Terry Putri yang meminta aku mencupang dengan tanganku itu, kucakar kuat dan buah dadanya dan kutarik ke bawah, Terry Putri pun menjerit kuat

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw “ jerit Terry Putri, kulihat bagian cakaran itu ada darah mengalir kecil. Aku kemudian menggenjot lagi, kugenjot dengan cepat sampai aku semakin tidak tahan lagi.

Kutarik kontolku dan kugulingkan tubuh Terry Putri, aku kemudian memasukan kontolku lagi, kedua pahanya aku lebari

“Saaay .. sayaaang .. aaaaaaaaaaaaaaaaah .. cepeetaaaan .. mbaaak ndak tahaaaaan “ lenguh Terry Putri dengan tubuh penuh keringat, rambutnya sampai berantakan, kontolku kembali masuk dalam memeknya itu, kupegang kedua pahanya dan kuangkat, aku menggenjot lagi, Terry Putri sampai menggeliat bak cacing kepanasan ketika aku mulai memompa memeknya itu.

Erangan demi erangan, lenguhan demi lenguhan, jeritan demi jeritan Terry Putri semakin tak terkendali, matanya hanya memutih merasakan nikmatnya aku menggenjot memeknya maju mundur itu. Tubuh Terry Putri sampai montang manting ke kanan dan ke kiri tidak tahan genjotanku itu, kurasakan nikmatnya memek itu menyempit menjepit kontolku, tangan Terry Putri meremas sprei sekuatnya. Genjotan demi genjotan itu membuat Terry Putri tak karuan, memeknya semakin ketat dan Terry Putri pun membusung ke atas, kusodok dengan keras membuat Terry Putri ikut tercongang goncang, Terry Putri menegang kaku mendapatkan orgasmenya, kurasakan memeknya mengucur cairan hangat membasahi kontolku yang masih menggenjotnya.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang Terry Putri dengan nafas berat hampir putus itu, aku menindihnya dan menggenjotnya lagi, sampai aku melumat bibirnya, tubuh Terry Putri yang berkelonjotan itu tak menanggapi lumatanku, kualihkan pada lehernya, aku kemudian turun menggigit pundaknya, kugenjot dengan cepat karena aku ingin muncrat, genjotanku semakin cepat dan aku pun merasakan kontolku sudah tidak kuat. Kusodokan kontolku dalam dalam dan aku pun mengeram sambil menggigit pundak Terry Putri dan kukucukan isi kontolku dalam dalam

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargggggggggggggg “ erangku panjang mendapatkan orgasmeku

“Creeeeeeeeeeet .. creeeeeeeeeeet .. creeeeeeeeeet .. creeeeeeeeeet “

Kutembakan spermaku dalam dalam di memek Terry Putri yang basah itu, aku lemas tak berdaya dengan tubuh berkelonjotan, kurasakan darah mengalir kecil dari pundak Terry Putri itu, aku lemas mengawini Terry Putri yang juga terkapar menggelepar dengan klepek klepek aku kawini itu, nafas kami serasa hancur, dada kami naik turun tak karuan, kami diam dengan pikiran masing masing, Terry Putri memejamkan matanya dan belum membuka, kurasakan lelehan spermaku menerobos keluar dari sela sela memeknya yang tersumpal kontolku, kontolku mulai melembek. Hampir seperempat jam kami terdiam ,Terry Putri menepuk nepuk pundakku

“Sayaaaaang aaaaaaaah .. sakit .. perih nih “ keluh Terry Putri, aku pun bangun dari menindih Terry Putri. Terry Putri pun mengusap pundaknya yang berdarah dan tersenyum

“Trim sayaaaaaaaang .. kenangan indah darimu .. Mbak mau pulang .. ada janji talk show nih .. trim ya kalo mau mengawini Mbak Terry .. kapan mau bisa kuajak kumpul kebo sayaaang ?” ajak Terry Putri dengan amat sangat menunggu jawabanku

“Kapan saja bisa Mbaaak “ jawabku enteng

“Nanti aku calling ya .. janji ya . duuh .. manimu banyak nih .. tapi sayaaaang .. makasih ya .. mbak hanya bisa ucapkan terima kasih .. kamu telah memberikan kepuasan sama Mbak Terry .. kau penjantanku, Mbak Terry sayang kamu … Mbak sama Farah mau pulang .. kamu main sama tantemu lagi ya .. tuh tantemu masih ngebet diajak kawin .. “ ujar Terry Putri dengan mendorong badanku untuk minggir, kutarik kontolku itu, Terry Putri tersenyum merasakan aku meringgis, ketika kontolku keluar dari memek Terry Putri keluar lendir kental putih spermaku. Terry Putri kemudian menjewerku

“Kamu bocah nakal … mbakmu saja kau kontoli .. awas kalo ndak diulangi .. besok kamu kudu datang … mbak pengin digituin lagi sampai hamil yaaa . sayaaaaaaaaaaang cuuuuuuuuuup “ ucap Terry Putri dengan mencium pipiku mesra. Terry Putri kemudian menuju ke lemari dan mematikan kamera perekam, kaset itu kemudian dibawa dan Terry Putri keluar dari kamar

“Terima kasih kontol “ ucap Terry Putri dengan tersenyum

“Sama sama Mbak Terry .. “ ucapku pendek dengan tiduran, aku terkapar lemah di pagi hari mengawini tiga wanita haus birahi itu, jam sudah menginjak hampir jam sepuluh pagi, aku lemas dan tertidur, mataku kupejamkan erat erat. Aku tidur dengan pulasnya di siang hari itu, bahkan sampai aku tidak tahu Terry Putri dan Farah Quinn pulang. Aku terbangun pukul dua siang, badanku terasa pegal pegal, aku kemudian mandi di dalam kamar mandi kamar itu, kurendam badanku hampir sejam, air hangat itu membuat badanku segar, lepas mandi, kulilit handuk badanku, keluar kamar dan aku berdegup dengan kencang, ada dua wanita duduk dengan merangsang, Olla Ramlan duduk mengangkang tanpa celana dalam, memeknya yang berjembut itu terlihat jelas, dan yang satu Lolitha Ramlan, memakai celana sangat pendek, sampai celana dalamnya basah. Lolitha tersenyum padaku, matanya menatap ke tonjolan kontolku itu. Lolitha Ramlan melambaikan tanganku menyuruhku mendekat

“Waduuuuuuuuuuuuuh .. bisa capek ini kontol “ keluhku perih.

Written by catatanpemula17

August 10, 2011 at 10:07 am

Posted in Uncategorized