stevipark17

Just another WordPress.com site

terry 1

leave a comment »

Mangga Dua merupakan kawasan komputer terpadu, merupakan mall yang mengkhususkan dalam jual beli komputer. Sore hari aku terpaksa ke Mangga Dua karena ada kebutuhan mendesak membeli sparepart laptop yang rusak kepunyaan artis yang selama ini aku tidurin. Ketika hendak berangkat mobilku mogok, terpaksa kudu naik kendaraan umum. Macet tak dapat ditolak, panas tak dapat dihindari. Namun itu justru membawa berkah bagiku karena bertemu Terry Putri ketika aku hendak belanja itu. Terry Putri memanggilku ketika aku hendak naik ke lantai lima yang khusus toko komputer. Wajahnya tetap kukenal yang kelihatan mesum itu. Memakai rok pendek yang ketat kaos yang rapat sehingga lekuk lekuk tubunya tercetak jelas.

“Han “ panggil Terry Putri ketika aku hendak naik, aku lantas memalingkan kepalaku. Senyum Terry Putri sumringah melihatku yang tak jadi naik, kusalami tangannya itu.
“Gimana kabarmu, Terr ..” tanyaku dengan senyum.
“Baik Han .. mau kemana ? sendiri ? ” tanya Terry Putri dengan selidik.
“Iya sendirian .. kamu ? suamimu mana ?” tanyaku
“Lagi belanja deeh .. lama ndak ketemu kamu “ sahut Terry Putri yang dengan senyumnya yang kusuka,apalagi kalo bersikap mesum sampai membuatku pengin sesekali menikmati kesintalan tubuhnya, terus terang sejak lama Terry Putri memang mengagumi intelekku dalam bidang yang selama ini menjadi pekerjaanku.
Kami berpisah tak lama kemudian, aku membeli barang barang itu dan langsung turun ke lantai bawah, ketika aku melihat Terry Putri sedang turun menuju basement, aku mencoba menguntitnya, kukuntit itu sampai parkir basement Mangga Dua. Terry Putri sendiri sedang menunggu Rulli Johan, suaminya. Namun siapa sangka, Terry Putri ternyata gemar doyan seks juga. Terbukti ketika aku menyamperi di basement itu Terry Putri memanggilku.
“Burhaaaaaan “ panggil Terry Putri dengan sedikit keras, padahal aku sengaja memancing saja. Aku langsung menghampiri suara itu, parkir mobilnya berada tepat dipojok parkiran. Tertutup tiang beton. Aku langsung mendatangi, Terry Putri sedang berada di mobilnya dan duduk di belakang, aku diminta masuk dan diberi laptop yang error. Kusaksikan kemulusan pahanya itu, cara duduknya pun menyilang memamerkan pahanya, aku menjadi tak tenang antara laptop dan paha Terry Putri itu. Mata Terry Putri sesekali melirikku yang serius di depan laptop, pahanya kian memamerkan dengan dibuka, roknya makin tersingkap, tangannya malah memegang lenganku, kutarik lenganku agar bisa menyenggol buah dadanya.

Written by catatanpemula17

April 29, 2011 at 12:53 pm

Posted in terput

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: