stevipark17

Just another WordPress.com site

LENA 12

leave a comment »

disangkutkan di masing-masing bahunya. Lenna pun hanya bisa pasrah dan menggenggam pinggiran meja dengan kuat. Terasa kepala penis Doni mulai membelah bibir vaginanya. Karena sudah sangat basah maka tidak sulit lah bagi Doni untuk memasukkan penisnya.‘Enak kan?’ Doni bertanya sambil mulai menggerakan pinggulnya.Lenna tidak menjawab.‘Oh loe uda lupa sama anak loe rupanya.’ Kata Doni.‘Iyaaa…enak…enak banget..’ Lenna berkata sambil sedikit marah.‘Kalo ditanya makanya dijawab…’ hardik Doni.Doni pun kembali menggenjotnya. Tangannya membelai betis dan paha Lenna yang mulus. Bahkan dicium dan dijilatinya pula betis artis itu. Gerakannya pun sangat mempermainkan libido Lenna. Gerakannya bisa cepat sekali tapi terkadang sengaja diperlambat bahkan berhenti. Lenna pun tidak tahan lagi dan mulai meremas dadanya sendiri.‘Sssshhhh…ahhh..ahhh… ohhhh’ Lenna pun mulai meracau tak karuan.Doni mempercepat gerakannya hingga..‘Ahhhhhhhhhh…’ cairan kewanitaan Lenna keluar dan membanjir kembali.Tapi Doni seolah tidak peduli dia tetap menggerakkan pinggulnya. Lenna memalingkan wajahnya dan melihat kalau Anton sedang tidur. ‘Berarti tinggal si brengsek ini..’ Lenna berkomentar dalam hati.‘Don..a-anak gue… dimana Don?’ di tengah pergumulan tersebut Lenna mencoba bertanya.‘A-abis ini gue kasi ta-tau… Eh nyamping dong Len…’Kaki kanan Lenna disangkutkan pada bahu kanannya, sehingga dalam posisi demikian makin terasa saja sempitnya vagina wanita cantik tersebut.‘Ahh..ah..’ Lenna pun kembali mendesah karena sodokan dari Doni.‘Len, loe sebih suka kontol gue apa adek gue?’ tanya Doni.‘Ahhh..aaahhhh.. ga tau Don..’ jawab Lenna sambil terus mendesah.‘Jawab !!!’‘I-Iya enakan loe Don..’ Lenna menjawab sekenanya.Doni tersenyum puas atas jawaban Lenna. Sambil menusuk nusuk ia pun tidak lupa menciumi betis Lenna yang mulus. Doni terus meningkatkan kecepatan tusukannya sehingga membuat Lenna semakin mendesah dan basah. Tusukan Doni pun semakin dalam, tangannya menggenggam payudara Lenna dengan gemas. Setelah puas dari samping, Doni pun menurunkan kaki Lenna dan menyuruhnya berdiri , menghadap ke meja. Lenna sudah sangat lelah sebenarnya tapi ia tidak berani menolak. Rambutnya pun sudah sangat berantakan.‘Ohhh..’ hanya itu yang bisa keluar dari mulut Lenna saat penis Doni kembali menembus vaginanya.Doni kembali menggenjot dari belakang dengan cepat sambil meremas remas payudaranya dengan kedua tangannya. Pemuda berandalan itu menarik Lenna sehingga ia bisa merasakan punggung Lenna menempel pada dadanya. Ia juga bisa merasakan harumnya rambut sang artis cantik. Cukup lama Doni memposisikan Lenna seperti itu hingga Lenna pun rasanya sudah jatuh kalau tidak dipegangi oleh Doni.‘Don, gue pegel..Don..’ Lenna mencoba memberi tau Doni.Doni membalik tubuh Lenna, memegang kedua bongkahan pantatnya, lalu mengangkatnya sehingga Lenna sekarang dalam posisi duduk di atas meja. Dalam posisi demikian Lenna merasa lebih nyaman.‘Puas ?’ tanya Doni.Lenna pun mengangguk pelan. Doni pun melumat bibir tipis itu dan kemudia meremas payudara Lenna kiri kanan bergantian. Lenna pun membimbing penis yang masih keras itu ke vaginanya. Setelah masuk, Doni kembali melakukan tusukan demi tusukan, sementara Lenna melingkarkan kakinya pada Doni seolah olah tidak ingin lepas dari penis tersebut. Tangannya ia lingkarkan pada leher Doni supaya ciumannya pun tidak lepas.‘Eeenngghh…mmmhhh…eeemhhhh’ erangan Lenna tertahan. Erangan tersebut juga menandakan orgasmenya.Doni melepaskan ciumannya dan mendorong bahu Lenna, hingga wanita itu tidur terlentang di atas meja. Doni naik ke atas meja tersebut mengangkangi Lenna dan meletakkan penisnya di antara kedua payudaranya yang seksi. Lenna dengan refleks langsung menjepit penis itu dengan menekan payudaranya sendiri. Doni bergerak maju mundur dengan cepat merasakan halusnya payudara tersebut.‘Len, gue dah mo keluar neh..’ Doni pun

Written by catatanpemula17

April 30, 2011 at 7:56 am

Posted in lena tan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: