stevipark17

Just another WordPress.com site

leave a comment »

“Oh Mbaaak .. please aaah .. Mbak Donna nggak sabaraaaaaaan yaaaaa aaaaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaaauh .. “ lenguhku tak karuan di sofa itu, aku sampai berusaha menahan nafasku yang mulai terkuras akibat kenakalan Donna Agnesia bermain dengan batangku itu.

“Memekku bakalan sesak nih “ sahut Donna Agnesia dengn gairah seksual yang merangsangku, apalagi buah dadanya sangat segar dan sekal sekali. Kuarahkan tanganku untuk memegang bukit kembarnya itu, Donna Agnesia tersenyum melihatku dan tetap mengocok batangku.

Kupegang buah dadanya, namun kusingkirkan rambut panjang itu, lalu mengikat dengan tangan kiriku, sedang tangan kananku meremas, Donna Agnesia sampai menggeliat merasakan tanganku meremas susunya

Donna Agnesia kemudian kembali memasukan batangku, kali ini digesekan ke giginya

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ erangku panjang dengan melepas remasan buah dada presenter cantik ini.

Kami berdua semakin bergairah, tubuh kami penuh dengan keringat membanjir, kurasakan gairah kami semakin meletup dengan tinggi. Donna Agnesia piawai sekali bermain dengan kontolku

“Mbaak aaaaaaaah jangaan bernafsu aaaaaaaah “ tolakku dengan kembali rebahan namun tetap berusaha menata rambut panjang wanita ini. Donna Agnesia semakin tak karuan birahinya, kurasakan aku semakin keteteran melawannya, luar biasa agresif dan nakalnya Donna Agnesia ini.

Pelan pelan Donna Agnesia menurunkan tensi kocokannya, kemudian membuka kembali mulutnya menelan batangku bulat bulat, kurasakan kali ini Donna Agnesia dengan penuh kelembutan mengulum batangku

“Yaa aaaaaaaaaaah enaaaaaaaaaak enaaaaaaaak teruus Mbaak .. Mbak Donnaa nakaal aaaaaaah .. uuh ssssssssssh sssssssssh aaaaaaaaaaaauh aaaaaaaaaaaaaaaaough .. huuh .. aaaaaaaaaah ssssssssh sssssssshh “ desisku tak karuan memdapatkan service oral kontol lembut di dalam mulut Donna Agnesia ini.

Kurasakan kuluman Donna Agnesia dengan memejamkan mataku, kulepas rambut Donna Agnesia dan aku merem melek sampai keenakan, Donna Agnesia terus mengulum batangku pelan pelan, sesekali menyedotnya dengan kuat

“Mbaaaaaak eeeh .. aaduuh Mbaak .. akuu bisa muncraaaaaat .. tahaaan kuluman Mbak dengan pelaaan pelaaan yaa .. aaakuu sukaaa aaaaaaaaaaaaaaah “ kataku dengan senang merasakan kuluman pelan Donna Agnesia yang membungkuk dan bermain terus mengeluar masukan batangku.

Donna Agnesia sampai meneteskan keringat bercucuran, kurasakan wanita ini semakin lama semakin cepat karena melihatku sudah tidak tahan dengan menggeleng geleng, Donna Agnesia mengeluarkan batangku dan menatapku

“Gimana ?” tanya Donna Agnesia

“Mau keluar Mbaak “ sahutku dengan memegang pundak Donna Agnesia, Donna Agnesia lalu kembali membuka mulutnya, memasukan kembali, menyepong batangku dengan kuat

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erangku enak sekali

“Teruus Mbaak “ sambungku, Donna Agnesia semakin agresif dan mempercepat kuluman itu, kali ini agresif sekali, aku sampai tidak tahan, kurasakan kuluman dan sedotan Donna Agnesia semakin bernafsu.

“Mbaaaaaaaak aaaaaaaaaaaaah dikit lagiiiiiiiiiii “ seruku dengan memejamkan mataku merasakan batangku tak karuan rasanya, aku sampai gemetar di kakiku, Donna Agnesia terus menyedot dengan kuat, kemudian mengocok dengan cepat

“Mbaaaaaaaak sekaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang “ teriakku, Donna Agnesia langsung memasukan batangku lagi dan menyedot kuat batangku, aku tidak tahan lagi, aku menegang kaku kurasakan batangku hendak menyembur dan aku akhirnya pun muncrat dengan menembakan spermaku ke tenggorokan Donna Agnesia dengan kuat

“Creeeeeeeeeet .. creeeeeeeeeeet .. creeeeeeeeeeet .. creeeeeeeeet “

Donna Agnesia sampai mengeluarkan batangku karena semprotan yang keras itu, lendir spermaku banyak yang meleleh keluar, Donna Agnesia langsung menjilati spermaku itu, penisku dijilat jilat ketika mulai melembek, aku berkelonjotan tak karuan, badanku lemas.

Kurasakan aku menjadi geli, lidah Donna Agnesia menyapu habis spermaku, mataku mengintip ketika Donna Agnesia mengelap bibir dengan lidahnya, kulihat bibirnya berlepotan sperma, setelah itu Donna Agnesia dengan gemas menindihku, memaksa aku membuka matanya.

Kubuka mataku dan Donna Agnesia tersenyum

“Enak Han . enak sayaang “ sahut Donna Agnesia dengan menciumi bibirku, Donna Agnesia semakin gemas menindihku itu, tangannya nakal memegang kontolku yang setengah lembek sambil sesekali mengocoknya

“Saatnya kontolmu masuk memek Mbak Donna “ goda Donna Agnesia dengan gemas, aku hanya mengangguk saja mengiyakan keinginan Donna Agnesia yang pengin segera disetubuhi itu.

Written by catatanpemula17

May 4, 2011 at 7:33 am

Posted in dona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: