stevipark17

Just another WordPress.com site

annisa 3

leave a comment »

aaaaaaaoh .. sssssshh .. “ desis Annisa Trihapsari dengan jambakan semakin tidak kuat dan melepas tangannya, aku kemudian semakin berani dengan menempelkan bibirku dan kusedot memeknya“Ooooooh Haaaaaan aaaaaaaaaah enaaaaaaaaak “ lenguh Annisa Trihapsari tak karuan dengan mata terpejam erat, aku terus melakukan jilatan demi jilatan itu, posisiku membungkuk dengan pantatku nungging itu bertopang dengan kedua lututku.Vaginanya semakin membasah dengan cepat, kujilati memeknya itu dengan lidahku, kutarik tangannya dan kembali kuarahkan ke penisku, sedang aku tetap bermain dengan memeknya yang sempit itu, jemutnya tipis dan rapi, baunya harum bercampur amis. Gelombang nafsu birahi membakar Annisa Trihapsari yang semakin melenguh seiring kenakalanku bermain di vaginanya itu.“Teruuus Haaaaaaaaaan .. jangan berhenti aaaaaaah .. enaaaaaaak “ Annisa Trihapsari terbuai nafsu buta, jilbabnya di bagian depan mulai membasah seiring keringat yang membanjir di lift yang masih berhenti entah di lantai berapa, kukuak lebih lagi vaginanya yang sedikit sedikit membuka menampakan kemerahan bagian dalamnya, kusentil klitorisnya“Uuuuuuuuuuuh .. Haaan … Burhaaaaaaaaaan .. kaaau aaaaaaaaaaaah .. teruuus “ lenguh wanita berjilbab ini, Annisa Trihapsari sampai mendongak ke atas ketika klitorisnya aku sentil sentil dengan lidahku“Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan “ panggil Annisa Trihapsari dengan meremas penisku dengan sedikit kuat dan tangan kanannya meremas pundakku. Sudah lima menit aku bermain di selakangannya, sesekali tangan kananku bermain dengan susunya yang masih terbungkus rok terusan panjang itu, kekenyalannya terasa menggiurkan bagiku.“Sudaaah Haaaaaaaaaan .. aaakuu nggak tahaaaaaaaaaaan “ tolak Annisa Trihapsari dengan wajah yang sudah terburu nafsu, kusudahi oral itu di vaginanya, kutarik kepalaku, kemudian aku bersimpuh dengan lututku, kubuka kaitan celana panjangku, kemudian kutarik celana dalamku, sekalian kunaikan celanaku itu agar tidak menutupi penisku. Annisa Trihapsari memegang kepalanya yang berjilbab itu dengan terpejam erat merasakan nikmatnya dioral di kemaluannya, pelan pelan matanya yang menunduk itu membuka, namun matanya langsung melotot melihat pemandangan sangat indah di depannya, setengah kaget menyaksikan batangku ngaceng dengan keras seolah olah memanggil wanita berjilbab ini menyentuh dan mempermainkan batangku“Iiiiiih … gedhe banget punya kamu “ kata Annisa Trihapsari dengan nafas masih ngos ngosan.“Kulum Mbak .. aku sudah oral memekmu “ ajakku dengan menaikan celanaku lebih ke atas, kemudian menarik kepalanya yang berjilbab itu ke selakanganku, Annisa Trihapsari tidak menolak dan langsung membuka mulutnya lebar dan menelan batangku bulat bulat, matanya setengah melotot karena aku menekan dengan kuat sehingga batangku tenggelam sampai tenggorokanya.Annisa Trihapsari seakan akan protes karena tidak bisa bernafas, tangannya sampai mencengkekeram pantatku ingin berontak, kutahan sebentar, namun betotan tangan kirinya di lenganku sampai membuatku melepas tekana di kepalanya yang berjilbab itu.Lift yang sempit itu menjadi saksi bisu birahi buta kami, pelan pelan kulepas tekanan di kepalanya, jilbab kurapikan ke belakang, Annisa Trihapsari menarik kepalanya, kurasakan gesekan giginya“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. ayoo sayaang kulum kontolku .. maninin donk “ rayuku yang disambut dengan pegangan tangan Annisa Trihapsari di batangku, dengan membungkuk itu Annisa Trihapsari kemudian melakukan oral di kontolku“Mmmmmmmmmmmmmmmmmmhhhhhh “ hanya suara yang keluar dari bibir Annisa Trihapsari itu, jilbabnya yang masih terpasang itu kurapikan pelan pelan, kutahan rasa sensasi nikmat bibir dan lidah Annisa Trihapsari bermain dengan kontolku yang sesak di mulutnya itu.Batangku keluar masuk mulutnya dengan sedikit cepat“Teruus Mbaak .. ayoo Mbak Annisa .. kamu suka kontol gedhe khan “ kataku untuk semakin menjerumuskan wanita alim ini agar memperlihatkan sisi kebinalan dan kenakalanya.Entah sudah berapa menit Annisa Trihapsari melakukan oral di batangku, aku hanya bisa melenguh tak karuan, sesekali endongak

Written by catatanpemula17

May 4, 2011 at 7:50 am

Posted in annisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: