stevipark17

Just another WordPress.com site

annisa 5

leave a comment »

nikmatnya, matanya terpejam erat, tangan kanannya menekan ke dinding pintu lift itu, sedang tangan kirinya menekan ke jilbabnya, aku semakin nakal dengan mengelus elus pahanya yang mulus itu, apalagi tangan kanannya menahan agar rok terusan itu tidak jatuh menutupi kepalaku. Vagina wanita berjilbab itu sangat basah dan sudah tidak tahan untuk kusodok sodok dari belakang.“Suuuudaaaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaaaah .. sayaaaaaaaaaaaang daaaaaaaaah aaaaah .. nggak tahaan aaakuu .. segeraaaaa fuck akuuu dari belakaaaaaaaaang .. pleasee “ rengek Annisa Trihapsari dengan tak karuan merasakan rangsangan gelombang birahi akibat elusan tanganku di pahanya itu serta jilatan dan sedotan di bibirku yang kian gemas untuk membuat wanita berjilbab itu ketagihan akan fantasi seks. Kepalaku sampai ditekan oleh Annisa Trihapsari agar tidak berlama lama di vaginanya. Aku kemudian menarik kepalaku dan kemudian berdiri kulepas celanaku, sehingga aku hanya berbaju saja, roknya jatuh ke bawah, Annisa Trihapsari kemudian menarik rok di sebelah kirinya sedang aku menarik bagian sebelah kanan, sampai di bagian pantatnya aku taka rok itu dengan meremas pantat Annisa Trihapsari“Uuuuuuuh .. sayaaaaang .. kamu benaar benaar nakaaaaal sekali .. awas yaaa “ ungkap Annisa Trihapsari dengan wajah sangat kesal karena aku terlalu lama untuk menusukan batangku.“Tenang aaaaaaaaaah …. “ kataku menetralisir posisi wanita jilbab yang hendak berubah posisi.“Kamu aaaaaaaaah . ceeeeepeeeeeeeet .. masukin kontomuu .. aku nggak tahaaaaaaaan “ rengek Annisa Trihapsari kemudian dengan gemas, tangan kirinya kembali merapikan jilbabnya. Aku kemudian memajukan selakanganku menempel pada pantat Annisa Trihapsari, roknya aku singkapkan lebih ke atas, kutekan lubang yang becek itu dengan kontolku dari belakang, aku agak kesulitan juga, Annisa Trihapsari sampai menunggingkan lagi pantatnya agar batangku mudah masuk, pelan pelan batangku itu mulai masuk, tangan Annisa Trihapsari langung memegang batangku membantu“Aku bantuu yaa . megang kontolmu .. uuuih .. gedhe banget Han . kapan kapan aku pengin dientotin di rumah sama kamuu .. “ sahut Annisa Trihapsari dengan memalingkan wajahnya dengan tersenyum padaku“Asal ngentotin kamu tetep make jilbab aku mauuu “ kataku untuk membuat wanita berjilbab ini tetap memakai penutup kepala ketika aku menyetubuhinya“Aaaaah .. jangan deeeh .. pleasee .. nggak baaaik “ tolak Annisa Trihapsari dengan wajah memelas“Terseraaaaaaaaaah .. pilihan di tangamuuu “ kataku dengan meremas pantat Annisa Trihapsari yang kenyal dan hangat itu.“Uuuuuuuuuuh .. remesin juga susuku donk “ ajak Annisa Trihapsari dengan menarik tangannya ke belakang dan memegang tanganku kemudian membawanya ke dadanya, kuremas buah dadanya itu dengan lembut“Teruus Haaan .. lenyapin kontolmuuu .. uuuuuh sakiiit aaaaaaaaaah .. pelaaan nekaannya “ lenguh Annisa Trihapsari dengan merapatkan kepala yang berjilbab warna coklat itu ke pintu lift.“Aaaaaaaaah ..memekmu benar benaaar rapat, sayaaang .. aku suka sama memekmmu “ kataku pelan di telinganya dengan sambil meremas buah dadanya yang masih dibungkus bra dan rok terusan itu.Gaya nungging wanita berjilbab itu sungguh membuatku semakin bernafsu, batangku kutarik dan kutekan lagi sampai membuat Annisa Trihapsari menjerit jerit“Sayaaaaaaang aaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuh aaaaaaaaaaaah .. tekaaaaan yaaa .. tariiiiiik .. uuuh sssssssshhhh ssssssssssshhh ssssssssshhh .. sayaaaaaaaaaang enaaaaaaak .. teruuus aaaaaaaaaaah .. pelaaaan .. tahaaaaaaaaan aaaaaaaaaah sayaaaaaang stooop .. aaaaaaaaah stoooooop “ erang Annisa Trihapsari kesakitan karena sesaknya batang ketika hendak menerobos lubang memeknya yang meremas batangku walau baru masuk separo“Uuuh .. ……. sssssssssssshhh ……..hhhhh “ desisku merasakan jepitan vagina Annisa Trihapsari yang meremas dan memijat batangku baru separo itu, kurasakan vaginanya seolah olah menyedot batangku lebih dalam masuk ke vaginanya.“Sayaaang .. taaahaan duluu .. pengin merasakan kontooolmuu .. please “ rengek Annisa Trihapsari dengan menarik nafas kemudian menghembuskan lagi, dipejamkan matanya

Written by catatanpemula17

May 4, 2011 at 7:50 am

Posted in annisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: