stevipark17

Just another WordPress.com site

annisa 8

leave a comment »

elus pahanya yang mulus ituWanita berjilbab itu membuka matanya pelan pelan.“Iya Haan .. aaah .. nikmat bangeet .. uuh .. memekku basah sekali nih “ sahut Annisa Trihapsari dengan membuka matanya.“Cabut deeh “ ajakku yang disambut gerakan Annisa Trihapsari hendak berdiri, penisku pelan pelan terserabut dari vagina Annisa Trihapsari, Annisa Trihapsari berdiri sehingga roknya kembali menutupi seluruh tubuhnya, dinaikan roknya dan melihat kemaluannya penuh dengan lendir kental kemudian tersenyum, dilepaskan jilbabnya kemudian mengelap vaginanya dengan jilbab warna coklat itu, kemudian memandangku dengan tersenyum“Aku lap kontolmu yaaa “ tawar Annisa Trihapsari dengan tanpa permisi mengelap kontolku dengan jilbabnya, dilap di bagian ekor belakang jilbab itu“Oke deeh .. yuuk kita sudahin .. pake bajumu .. “ ajakku dengan menarik celanaku dan memberikan celana dalam milik wanita berjilbab ini. Annisa Trihapsari tersenyum menerima celana dalamnya itu, aku memakai celanaku dan kemudian membantu Annisa Trihapsari memasang branya yang terlepas, kemudian aku menarik resluting di punggungnya itu. Kembali jilbabnya di pasang, di bagian belakang terlihat bercak lendir setengah basah. Selesai kami rapi memakai pakaian, Annisa Trihapsari langsung memelukku dan menghujani dengan pagutan mesra, kubalas pagutan itu, Annisa Trihapsari kemudian tersenyum“Nanti malam yaaa .. “ ajak Annisa Trihapsari tidak tahan lagi“Oke deh .. tunggu ajaaa .. lewat belakang atau depan masuk rumahmu ?” tanyaku“Samping ajaa .. ini aku bawa kunci cadangan “ kata Annisa Trihapsari membuka tasnya yang kuambilkan“Oke deeh .. sip .. “ kataku sambil mencium di dahinya, mendadak lampu menyala kembali dan kami tergoncang kembali, kupeluk Annisa Trihapsari yang memelukku karena ketakutan, pelan pelan lift itu turun dan kami berhenti pada lantai di bawahnya“Kita keluar saja yaa “ ajak Annisa Trihapsari dengan menarik tanganku keluar, kami keluar dengan kurangkul wanita berjilbab ini, Annisa Trihapsari sendiri merangkulkan tangannya di pinggangku, kami hendak berpisah kemudian di lantai bawah, Annisa Trihapsari panik karena badannya masih setengah basah, aku kemudian duduk di kursi ruang tunggu itu, kupeluk tubuhnya agar tenang, kami sampai diam tanpa bicara selama seperempat jam. “Sayaang “ sapa Annisa Trihapsari dengan memecah kesunyian“Yaap “ jawabku dengan membuka mataku“Yuuk aku dah kering .. tapi antar aku ke toilet .. aku takut sendirian “ ajak Annisa Trihapsari dengan menarik tanganku“Boleh ngintip kamu kencing, sayaaang “ godaku“Boleeeh “ jawab Annisa Trihapsari dengan tersenyum, kami kemudian masuk ke dalam toilet itu, kusaksikan Annisa Trihapsari membuka roknya kemudian menurunkan celana dalamnya, vaginanya masih memerah, Annisa Trihapsari cuek melihat tingkahku, aku sebenarnya pengin lagi, namun kutahan nafsuku karena sudah menginjak malam. Kami kemudian keluar dari toilet itu, tinggal dua lantai kami turun. Kami berpisah di lantai nomer dua dari bawah itu, kembali Annisa Trihapsari memagut bibirku dan tangannya nakal meremas batangku“Kutunggu kontolmuu di rumah, sayaaang “ goda Annisa Trihapsari dengan melepaskan tanganku yang meremas pantatnya, Annisa Trihapsari kemudian meninggalkan aku dengan cepat cepat, sebelum lenyap keluar turun dari tangga tersenyum penuh arti padaku, malah tangannya mengacungkan jari tengahnya padaku. Terlihat di bagian belakang jilbabnya basah karena mengelap selakangan kami yang berlendir itu.“Oke deh “ kataku membalas dengan mengepalkan tanganku, jempolku kususupkan antara telunjuk dan jari tengah, Annisa Trihapsari tertawa terpingkal pingkal. Annisa Trihapsari lenyap turun, aku sengaja make lift lagi. Turun selantai tidak ada masalah, aku keluar dari lantai bawah, di bagian bawah ternyata masih ramai, malah ada yang mengatakan di lantai paling atas masih tertinggal bberapa orang, mataku memandang ku lihat Annisa Trihapsari sudah keluar gedung.Aku kemudian keluar lagi dari lift dan kemudian turun dengan tangga masuk ke lantai parkir basement, kuambil mobilku kemudian aku keluar, ketika mobilku keluar itu, Annisa Trihapsari hendak menyeberangKubuka kaca mobilku.“Ntar malam ya, sayaang “ sapaku dengan tersenyum“Oke deeh .. kutunggu “ jawab Annisa Trihapsari dengan tersenyum, aku kemudian melajukan mobilku, berbelok ke arah blok M, kutinggalkan gedung itu yang memberikan tempat nikmat untuk menyetubuhi wanita berjilbab itu yang ini kulihat dari cara jalannya seperti menahan rasa sakit habis kesodoki dari belakang.

Written by catatanpemula17

May 4, 2011 at 7:51 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: