stevipark17

Just another WordPress.com site

MONA 1

leave a comment »

Wajahnya kelihatan mesum jika diperhatikan sambil tersenyum, tinggi badannya 170 cm, badan berat badannya sungguh menggiurkan, 57 kilogram sehingga wanita seperti ini montoknya tak ketulungan. Aku bertemu dengannya secara tidak sengaja ketika datang dalam acara Apa Kabar Indonesia yang dipresenteri oleh Tina Talisa ( sempat ngewein Tina Talisa fast sex di salah satu kamar hotel Indonesia ). Entah kenapa acara malam itu mataku selalu tertumbuk pada Mona Ratuliu yang hadir juga, posisi duduknya pun berada di depan barisanku namun berada di sebelah kiri, sehingga ketika aku memaling ke samping, Mona Ratuliu juga memalingkan mukanya sehingga mata kami tertumbuk bersamaan, namun aku sekejap mengalihkan pandangan itu, sebelumnya aku pernah berkenalan dengan Mona Ratuliu ketika aku menjenguk seorang kawan yang opname di rumah sakit, kebetulan kawanku tersebut teman dekat Mona Ratuliu, sehingga kami berkenalan di sal tersebut, kami banyak ngobrol tentang hal hal yang menjadi keingintahuan kami soal pekerjaanku, terlebih Mona Ratuliu tertarik dengan cara mengotak atik metode pencarian google, lagian Mona Ratuliu sedang mencari rujukan informasi yang penting.Perasaanku semakin tak karuan karena aku sering dicuri curi pandang oleh Mona Ratuliu, namun lama lama aku tak betah juga karena sudah capek sebelum siaran sudah menggenjot vagina Tina Talisa dalam fast sex beberapa jam yang lalu, kulihat Tina Talisa sumringah membawakan acara itu, tak lain karena puas kusodoki memeknya dalam sekali fast sex, setelah Tina Talisa mengulum penisku dengan rakus, sehingga dalam fast sex tersebut kusemburkan air maniku di vagina milik Tina Talisa. Kuangkat tubuhku ketika acara itu belum selesai menuju ke kamar toliet kecil di salah satu lorong panjang tempat siaran tersebut yang mengambil tempat di sekitaran Hotel Indonesia, Bundaran HI.Aku begitu nafsunya melihat kemolekan tubuh Mona Ratuliu yang proposional dengan ukuran buah dadanya itu. Entah kenapa kepergianku dari siaran itu diikuti oleh Mona Ratuliu yang menguntit, aku lenyap di kelokan, aku berhenti di situ, Mona Ratuliu kemudian muncul sampai membuatnya kaget karena mengejutkan“Paaayaaaaaaaaa aaaaaaaaah . bikin aku jantungan saja Han “ pekik Mona Ratuliu dengan kaget dan dada berdebar debar, mengelus dadanya sekalian turun seperti menekan ke buah dadanya yang montok itu.“Sorry deeh .. ngapain sih merhatiin guwe .. tadi “ tanyaku merasa nggak enak diperhatikan lagi oleh Mona Ratuliu di depanku“Habis .. aku kangen deh dengan ilmu yang dibagikan pas di rumah sakit “ celetuk Mona Ratuliu lagi“Aku juga punya ilmu lain kok .. malah lebih mantap dan enak dirasakan ..” kataku cuwek sambil pengin masuk ke dalam toliet yang ternyata sepi itu. “Apa itu ?” tanya Mona Ratuliu pengin tahu.“Nggak bisa sembarang kubagikan … bisa berabe nech .. “ tolakku“Wuuih jahat deh kamuuu … “ cubit Mona Ratuliu di lenganku, aku menjadi kesakitan, entah kenapa ketika aku mengerang itu tanganku sampai menyenggol ke buah dada Mona Ratuliu sehingga membuat Mona Ratuliu sampai kaget.“Iiih .. jahat sih kamuuu “ Mona Ratuliu melotot ketika susunya kena sikut lenganku itu namun kemudian tertawa. Entah kenapa karena habis menyikut itu, Mona Ratuliu balas kembali untuk mencubitku, namun aku keburu menghindar, Mona Ratuliu tak terima sehingga berusaha mencubitku lagi, aku tetap mengelak, namun Mona Ratuliu justru malah mau mencubit di pahaku, tapi meleset tangannya justru malah nemplok di selakanganku yang ngaceng itu, Mona Ratuliu berhenti nemplok namun matanya mendelik nakal.“Iiih .. besar yaaa “ goda Mona Ratuliu dengan menarik tangannya“Pengin apa ?” tanyaku menawarkan diri tanpa kubuat dengan tersenyum membuat Mona Ratuliu kaget lagi. Namun kekagetan itu dinetralisir dengan cepat, aku terus melangkah menuju toliet, ketika aku membuka pintu toliet pria dan Mona Ratuliu masuk ke toliet wanita sambil tersenyum penuh arti padaku, kubiarkan saja, sampai kami terpisah. Habis kencing aku berdiri di depan cermin“Andai aku bisa kugenjot memekmu, Monaaa .. “ kataku seolah olah Mona Ratuliu ada di belakang cermin itu sedang membenahi

Written by catatanpemula17

May 7, 2011 at 7:12 am

Posted in MONA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: