stevipark17

Just another WordPress.com site

avy

leave a comment »

Macet luar biasa selalu menghantui Jakarta, dari sejak pagi sampai malam Jakarta tidak pernah kenal namanya jalan lenggang, Jakarta tidak diubahnya sebuah kolam penuh dengan mobil. Namun tidak membuat orang kapok melawan macet tersebut. Polisi pada sibuk mengatur jalan di persimpangan, bunyi klakson bersahutan tidak menggubris telinga orang, pokoknya jalan terus. Namun vulome jalan tidak seimbang dengan jumlah mobilnya. Sementara teve teve menyiarkan arus lalu lintas yang pada merapa, parahnya Jalan Gatot Subroto Senayan dan Jalan Sudirman terhenti total, mobil tidak bisa berjalan, ternyata terjadi kecelakaan di daerah Semanggi. Salah satu teve menyiarkan laporan lalu lintas, dari layar kaca itu nongon makhluk luar biasa cantiknya dan berprofesi bukan sebagai presenter televisi namun merupakan seorang polwan bernama Briptu Eka Frestya. Banyak lelaki merasa terkagum kagum mengapa orang secantik Briptu Eka Frestya hanya sebagai seorang polwan kenapa tidak menjadi seorang artis, namun panggilan dharma bakti pada negaranya merupakan sikap yang dijalani oleh Briptu Eka Frestya sendiri. Namun siapa kira kalo Briptu Eka Frestya ternyata memang suka melakukan hubungan seksual, walau belum menikah selebritis polwan itu ternyata doyan kontol juga. Demikian pula dengan Brigadir Avvy Olivia dan Brigadir Astri Rachmadani. Namun cerita ini dimulai dari Brigadir Astri Rachmadani dan Brigadir Avvy Olivia terlebih dahulu. Dramaku ini terjadi, justru aku sendiri melakukan hubungan gelap dengan kedua atasan Briptu Eka Frestya, pertama aku justru melakukan affair dengan Brigadir Avvy Olivia dan kemudian berlanjut berselingkuh dengan Brigadir Astri Rachmadani. Aku sebenarnya lebih mengagumi Brigadir Avvy Olivia, walau sudah beranak satu namun aku suka dengan gaya mainnya diranjang. Brigadir Avvy Olivia dalam bercinta denganku lebih lembut, lebih menyukai gaya halus, namun gaya liar terkadang kami lakukan. Perkenalanku dengan Brigadir Avvy Olivia ketika tidak sengaja aku bertemu ketika dalam sebuah seminar tentang teknologi informasi. Aku sering membantu Brigadir Avvy Olivia dalam masalah informasi, hubungan itu berlanjut terus, aku sering dikontak lewat email, sms dan calling, terkadang kami sering bercanda walau tidak bertemu secara fisik, karena kesibukan masing masing, aku sibuk mengewe artis yang doyan kontolku, sedang Brigadir Avvy Olivia sibuk dengan urusan kepolisian. Namun siapa sangka, aku lama lama bertaut rasa birahi dengan wanita beranak satu itu. Sebuah kasus besar ditimpakan pada Brigadir Avvy Olivia dan kebetulan aku sendiri yang mempunyai banyak informasi karena kasus itu menyangkut temannya sendiri, demi sebuah prestasi Brigadir Avvy Olivia mengejar informasi dariku. “Gimana nih Haaan .. bantu donk .. bantu kepolisian donk .. kamu khan punya informasi itu “ teter Brigadir Avvy Olivia ketika aku memberikan informasi padanya yang hanya secuil. Namun aku sebagai seorang teman tetap saja menutup diri karena kasus teman maka aku berusaha menutupinya. Aku berniat ingin menikmati kemulusan dan keseksian satu polwan ini. Tubuhnya benar benar mengundang air liurku, tak segan segan polwan satu ini berani bertemu denganku walau di tempat tersembunyi sekalipun hanya demi sebuah fakta dan bukti bukti yang bisa menjerat temanku itu. Jadi itu kesempatan bagiku untuk menjebaknya agar mau kawin denganku, bahkan tanpa kondom sekalipun. Kami sering bertemu di tempat terbuka, di mall paling sering ketika kami ngopi bareng berdua, kami sering bercanda, aku suka menatap wajahnya yang cantik. Brigadir Avvy Olivia suka menunduk jika aku memujinya, bahkan aku merasa kagum akan kecantikannya itu. Rasa demi rasa itu terpupuk, Brigadir Avvy Olivia semakin sering mengajakku untuk bertemu ketika ada masalah penting terkait kasus temannku. Brigadir Avvy Olivia mendesakku untuk mendapatkan informasi lebih, aku menolak namun Brigadir Avvy Olivia terus berusaha menekanku “Ayo dong .. pleasee .. aku tahu kamu tidak ada hubungannya, kamu khan hacker jadi mudah dong mendapatkan informasi itu .. “ desak Brigadir Avvy Olivia dengan nada yang sedikit menaikan tempo menekanku, polwan cantik yang bertemu denganku dicafé Sarinah ini menggunakan baju biasa, menambah cantiknya, aku semakin kedanan engannya. “Tidak mudah Bu .. aku juga merasa tidak enak jadi pengkhianat temanku . lagian aku tidak ada hubungannya dengan kasus yang Bu Avvy tangani .. aku tidak bekerja dalam tekanan otoritas .. “ sahutku dengan menghembuskan asap rokokku. Wanita ini memang jago merayu dalam urusan mencari bukti bukti kejahatan, namun aku juga tak mau kalah, akan kuberikan semua informasi temanku tapi aku minta bayaran ranjang. Aku ingin menggeluti satu polwan ini, aku ingin kawin dengannya. “Hmmm .. begitu .. ada imbalan setimpal yang akan aku berikan .. “ sahut Brigadir Avvy Olivia agar aku lebih terbuka lagi Aku menganggap imbalan setimpal itu adalah kesediaan untuk bercinta, namun aku tidak menanggapi, pastilah bukan itu. “Apa saja kemudahan akan aku berikan padamu .. jika kamu mau membantuku .. aku tahu kamu sering membantuku dalam kasus kasus yang aku tangani .. tapi sekali lagi .. aku minta bantuanmu .. sebagai informan polisi, aku respek padamu .. tapi tolong .. aku sedang buntu .. butuh bukti yang lebih akurat .. aku jamin kamu aman tidak akan kami bocorkan .. percayalah “ Brigadir Avvy Olivia menyakinkan aku, bahkan aku pun sampai dibawakan rokok kesukaanku. “Aku belum memutuskan sekarang, Avvy .. “ balasku tanpa menyebutnya dengan “bu” karena ditempat umum nanti dikira aku sedang beraffair dengan istri orang lain. “Baiklah .. aku tunggu .. aku yakin kamu bisa mengambil rekaman CCTV itu .. itu sangat penting, pihak perusahaan itu seperti menutupi kasus pembunuhan itu .. rekaman CCTV itulah yang paling urgen .. kamu khan konsultan IT perusahaan temanmu itu .. “ “Kalo aku tidak membantu apakah akan kena pasal ditahan .. aku mau ditahan kalo tidak membantu, asal dirimu yang memborgolku, aku merasa bangga bisa ditangkap polwan cantik “ candaku yang dibalas dengan lemparan bungkus rokok. “Sialan kau Haan .. “ balas Brigadir Avvy Olivia dengan tergelak. “Kamu cantik, Avvy .. aku bisa semalam ndak tidur memikirkan dirimu “ rayuku “Ini urusan pekerjaan .. jangan dicampur urusan pribadi “ serobot Brigadir Avvy Olivia dengan cepat. Memang aku mempunyai rekaman cctv itu karena server perusahaan itu aku masih punya hak akses walau hak akses itu aku buat sendiri ketika masih menanganinya, sekarang posisiku hanya sebagai supporting saja. Jadi hak akses ke server itu merupakan hak akses tidak resmi. Namun aku sudah melihat semua rekaman CCTV itu, terlihat temanku menghabisi seseorang dibantu dengan bawahannya itu. Belum lagi seorang satpam ada yang kena sogok ketika membawa mayat itu ke mobil box. Mereka menyadari bahwa CCTV yang menyorot mereka sudah dimatikan, namun mereka tidak menyadari bahwa di belakang CCTV itu masih ada kamera tersembunyi berbeda kabel, dan resolusinya lebih tajam. Video itu sebenarnya sudah ada dalam laptopku namun aku sengaja tidak membukanya. “Giman Han .. ?” tanya Brigadir Avvy Olivia ketika aku hening sejenak. “Besok saja aku kabari, perlu waktu mengambil di server “ sahutku “Hack sajalah .. kamu khan pakarnya “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan cepat “Ada etikanya Boss .. hacking tetap ada peraturan nya, ndak langsung main terobos, apalagi meninggalkan jejak .. bisa ketahuan bego “ sahut dengan nada agak kesal karena polwan satu ini seperti sudah kehabisan akal. “Oke oke .. trim kalo mau membantuku .. aku butuh bantuanmu .. “ sahut Brigadir Avvy Olivia hendak mohon diri. Aku pun tersenyum padanya, ketika polwan ini meninggalkan aku, aku terkesima dengan bentuk pantatnya itu, membuat kontolku ngaceng tak karuan “Akan kugali memekmu dengan kontolku, Avvy .. lihat saja besok, kau akan mengerang erang dalam tindihanku dan kau akan merengek rengek minta kawin “ yakinku dalam hati. Rambutnya yang pendek itu membuat nafsuku naik, aku menjadi tidak tahan. Sore hari aku sengaja keluar kota untuk melaksanakan niatku. Niatku ingin memperdaya polwan satu itu, aku yakin wanita itu akan mau kuajak kawin, selepas aku bubaran kantor, aku langsung menuju villa di pinggiran Tol Jakarta Merak. Sengaja aku mengundang Brigadir Avvy Olivia tidak memakai seragam dinas aku mengatakan terpaksa bertemu di itu karena masih dalam rangka audit kantor cabang. Sontak Brigadir Avvy Olivia pun sumringah menanggapi “Yang betul .. awas kalo kamu bohong .. ada ya bukti video temanmu itu “ “Ada .. kujamin .. juga file file bukti yang mengarah ke kasus itu .. tapi .. “ “What ?” tanya Brigadir Avvy Olivia “Datang sendiri .. sekali bawa orang, bawa mata mata aku tidak mau .. “ “Baik .. setuju .. aku juga tidak bawa senjata, kamu sendiri yang bawa senjata.. hihihihiihi “ ledek Brigadir Avvy Olivia dengan tergelak, awalnya aku tidak paham, namun istilah senjata itu justru menembak ke kontolku sendiri, Aku baru sadar ketika menutup telepon. “Ngeres juga satu polwan ini.. pasti doyan kontol .. biasanya mainin pistol .. coba mainin kontolku, Avvy sayaaang “racauku tidak tahan akan kemulusan tubuhnya. Lebih dua jam aku menunggu polwan cantik ini dengan deg degan, aku harus mendapatkan satu polwan ini. Masak artis artis bisa aku geluti dan perdaya, mosok satu polwan yang ngebet minta tolong masak tidak mau diajak kawin. Kedatangan Brigadir Avvy Olivia sore itu membuatku gugup, luar biasa cantiknya dengan pakaian dinas namun bukan seragam kepolisian, tapi seragam piket normal. Aku menerimanya di dalam ruangan tengah yang ada sofanya, di meja terhampar banyak makanan dan aku sengaja membawa lcd proyektor. “Trim Han . kalo mau bantu .. entah dengan apa aku harus membalas kebaikanmu “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan menerima sekaleng coca cola dingin sambil duduk, pakaian itu menggunakan rok pendek sehingga kelihatan pahanya yang mulus membuat kontolku semakin ngaceng tak karuan. LCD sudah menyala sejak aku memasangnya, jadi aku langsung saja menyalakan rekaman cctv yang tersembunyi. Brigadir Avvy Olivia sampai terkesima melihat adegan pembunuhan itu, matanya memandang ke layar lcd namun aku justru memandang kecantikannya yang membuatku tidak tahan, apalagi kami duduk berdampingan agak merapat. Brigadir Avvy Olivia hanya diam mendengar paparanku soal data data perusahaan itu, kuterangkan dengan senyum sambil sesekali memuji kecantikannya itu. Brigadir Avvy Olivia sampai tergelak dan memukul mukul punggungku. “Sudah kamu bakar dalam keping dvd semua itu, Han ?” tanya Brigadir Avvy Olivia “Belum, sayaang “ sahutku dengan kata sayang membuat Brigadir Avvy Olivia sampai terkejut. “Ih .. kamu .. “ balas Brigadir Avvy Olivia dengan nada terkejut “Sudah lama aku mengagumi dirimu, Avvy … “ sahutku dengan memandangnya lekat, avvy sampai terkejut dan hendak mundur, namun aku sudah mencekal tangannya “Apa apaan ini Han ? lepaskan .. lepaskan .. “ Brigadir Avvy Olivia mencoba berontak “Otakmu kotor .. kamu melawan petugas ..,. bisa berat hukumanmu “ hardik Brigadir Avvy Olivia dengan nada tegas. Namun aku sudah tidak mau diajak kompromi. “Informasi itu tidak gratis, Avvy .. kamu cantik, seksi .. “ ujarku dengan mencium pipinya, sontak Brigadir Avvy Olivia kaget dan berusaha melepaskan pegangan tanganku, polwan ini terlatih namun aku juga sudah memikirkan semua itu. “Aku sekali aku menekan enter akan lenyap semua data itu, Avvy .. mau ?” kataku dengan melepaskan pegangan tangannya. “Apa maumu brengsek “ maki Brigadir Avvy Olivia “Aku ingin bercinta denganmu, Avvy .. sayaang “ “Baaaaaaaaaah … aku bukan wanita murahaaaaaan “ semprot Brigadir Avvy Olivia dengan nada tersinggung dan kemudian berdiri dengan berkack pinggang. “Enskripsi 128 bit .. sekali tekan enter …. Lenyaaaaaaaaaap “ kataku, Brigadir Avvy Olivia sampai kembali duduk terpaku, bibirnya bergetar. “Aku sudah menikah, Han .. aku tidak mau selingkuh “ tolak Brigadir Avvy Olivia dengan nada keberatan, namun aku sendiri mengelus elus kontolku membuat Brigadir Avvy Olivia tidak berani menatapku. “Ayolah, Avvy sayaaang .. demi sebuah informasi .. ini kasus besar .. kau bisa naik pangkat .. kasus itu akan membuatmu gagal .. “ rayuku dengan sejuta akal. “Han .. tolong .. aku bekerja tidak demi untuk seks, itu di luar sistem “ tolak Brigadir Avvy Olivia lagi. Aku kemudian serta merta memeluknya sontak Brigadir Avvy Olivia menjadi berontak “Jangan sentuh aku, Haaan ..bangsat kau “ maki Brigadir Avvy Olivia, namun akusudah terlanjur memeluknya, kupagut bibirnya namun Brigadir Avvy Olivia menolak dengan menahan kepalaku bahkan hendak mencakarku. “Tolong .. tolong .. jangan perkosa aaaku .. tolong Haaan .. tolong “ iba Brigadir Avvy Olivia “Berteriaklah .. tak akan kedengaran dari luaaaaaaar “ ujarku dengan cuek. Tanganku merogoh masuk ke dalam selakangannya membuat Brigadir Avvy Olivia menjadi melotot. Berusaha menghindar namun tetap tidak bisa karena dalam tindihanku Aku sudah merasa di atas angin, aku tidak mau memaksa lebih jauh, aku lebih suka kesedian Brigadir Avvy Olivia bercinta denganku “kemaren kau ngomong padaku : Apa saja kemudahan akan aku berikan padamu, sekarang aku minta kemudahan padamu … marilah bercinta denganku, Avvy sayaaang “ rayuku dengan duduk di sampingnya sambil melingkarkan tanganku mengelus elus paha sebelah kanannya itu, Brigadir Avvy Olivia sampai merinding ketakutan. “Bu .. buu .. bukaaan kaaan ituu “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan suara terbata bata. Aku perlahan merangsangnya, namun Brigadir Avvy Olivia menahan tanganku namun aku sudah lebih dahulu menaikan rok pendek itu, kemulusan pahanya yang hampir sampai pangkal pantatnya itu sudah terbuka lebar, sedang tangan kiriku semakin nakal membuka kancing pakaian depannya, namun Brigadir Avvy Olivia menahan tanganku “Ini dosa Haaan .. please .. jangan lakukan .. tolong dong aaaaah … “ tolak Brigadir Avvy Olivia dengan menahan tanganku “Aku yakin kau tidak sungguh sungguh menolak khan, Avvy sayaaang .. “ bisikku dengan mesra membuat Brigadir Avvy Olivia kini menjadi diam, aku berubah dengan nada lembut tidak sekasar tadi. Brigadir Avvy Olivia menggigit bibirnya namun tidak berani menatapku dan hanya menunduk, tangannya dikatupkan agar aku tidak bisa membuka belahan dadanya itu, walau buah dadanya tidak besar, namun keseksian tubuhnya tidak bisa memungkiri kemolekan satu polwan ini. “Marilah, Avvy sayaaang … “ ucapku sambil memagut bibirnya, Brigadir Avvy Olivia menolak pagutanku, tangannya mencekal kepalaku. “Jangaaaan .. tolong .. jaaaangaaaaan .. “ tolak Brigadir Avvy Olivia lagi, namun kesempatan itu kugunakan untuk membuka belahan dadanya “Breeeeeeeeet “ “Haaaaaaaaaan “ bentak Brigadir Avvy Olivia lagi, namun belahan dadaku terbuka. Bra terlihat dengan jelas, membuatku semakin terangsang, aku terus melancarkan rayuan mautku, aku terus mengelus elus pahanya dan sampai masuk selakangannya yang mulai membasah. “Ayolah, sayaaaang .. Avvy sayaaaang … “ rayuku lagi dengan mencium pipinya itu sambil melepaskan elusan tanganku, kupegang kepalanya namun Brigadir Avvy Olivia menunduk. Kemudian aku langsung menyelinapkan tangan kananku ke belakang punggungnya. Kemudian tangan kiri menyelinap di bawah pahanya dan langsung kuangkat, sontak Brigadir Avvy Olivia menjadi terkejut “Kita ke kamar, sayaaang “ ajakku “Jangan Haan .. jangan aaaah .. jangan lakukan perbuatan hina ini .. aku tidak sanggup Haaan .. tolong deh Haan .. lepaskan aku .. biarkan aku pergi “ tollak Brigadir Avvy Olivia lagi, namun aku yakin wanita ini tidak menolak, terbukti tidak berontak lagi, kubisikan kata kata vulgar “Kontolku gedhe, Avvy sayaang .. kau akan puas “ Brigadir Avvy Olivia sampai melotot “Ampuuun Haaan .. jangaaan aaaaaaah .. aku tidak maaau .. tolong please .. “ rengek Brigadir Avvy Olivia lagi dengan nada memelas namun tubuhnya tidak berontak, malah terkesan gemulai setengah manja. Aku kemudian membopongnya menuju ke kamar yang terbuka itu, kali ini Brigadir Avvy Olivia mencoba menggeliat namun sudah terlambat, namun kakinya menahan ke dinding dekat pintu “Tolong please .. aku sudah bersuami .. tolong ya Haaan “ “Kau boleh pergi dari sini tanpa semua video dan data data, Avvy sayaaang “ sahutku dengan nada lembut. Brigadir Avvy Olivia sampai menggeleng pelan Kuserongkan tubuhnya sehingga aku bisa memasukan tubuhnya lewat pintu, kemudian aku menutup pintu itu dengan kakiku, kulemparkan polwan itu ke ranjang, Brigadir Avvy Olivia sepertinya pasrah dengan menutup mukanya, kesempatan itu kugunakan untuk membuka pakaianku dengan telanjang secepatnya, kutarik tangan Brigadir Avvy Oliviayang tertutup dan kududukan, ketika tangannya terbuka itu, Brigadir Avvy Olivia menjerit kaget, Brigadir Avvy Olivia langsung ke tengah ranjang dan tidak berani menatap ke selakanganku yang ngaceng besar itu. Mata Brigadir Avvy Olivia dipejamkan erat erat. Aku kini gantian yang membuka pakian Brigadir Avvy Olivia, kali ini Brigadir Avvy Olivia tidak berontak lagi, namun tetap berusaha menahan tanganku “Ayolah sayaaang .. demi tugas .. demi prestasimu, Avvy sayaaaaaaang “rayuku, perlahan pakaian itu aku tanggalkan. Mata Brigadir Avvy Olivia terbuka dan perlahan lahan menunduk menatap ke kontolku itu, perlahan lahan aku melepaskan pakaian polwan cantik ini, mata Brigadir Avvy Olivia kini tidak berkedip memandang ke kontolku yang ngaceng besar itu. Kulepaskan pakaian itu dan kulihat buah dadanya tidak besar namun benar benar nikmat dipandang dan diremas, namun aku tidak buru buru meremas buah dadanya, itulah yang membuat Brigadir Avvy Olivia menjadi berpikir, biasanya lelaki akan buru buru meremas buah dadanya, namun aku tidak. “Han .. tolong ya Han .. kupinta kamu jangan lakukan perbuatan maksiat ini “ tahan Brigadir Avvy Olivia ketika aku hendak melepaskan branya itu. “Kau yakin, Avvy .. tidak ingin bukti bukti semua itu “ balasku dengan tetap melepaskan bra milik polwan nan cantik beranak satu ini. Kulepaskan bra itu, dan tersembulah buah dada polwan ini benar benar indah, mulus walau tidak besar, Brigadir Avvy Olivia langsung menutup dadanya karena malu, namun matanya melirik ke kontolku yang ngaceng itu. Kutarik tangannya namun Brigadir Avvy Olivia menahan namun aku tetap menariknya, Brigadir Avvy Olivia mengalah sehingga aku bisa melepaskan bra itu, kubuang bra itu ke lantai, Brigadir Avvy Olivia kembali menutup dadanya. Kuelus punggungnya kemudian aku ke pinggangnya, kutarik resluting rok di belakang tubuhnya itu, sekali lagi Brigadir Avvy Olivia menolak “Tolong Haaan “ iba Brigadir Avvy Olivia dengan memandangku dengan mata sayu, namun tetap tidak menolak ketika aku menurukan roknya itu “Angkat bokongmu, sayaaang “ perintahku, Brigadir Avvy Olivia pun mengangkat pantatnya, sehingga aku kini bisa melihat kemulusan bagian rahasianya, celana dalamnya sudah basah. “Ih .. kamu sudah basah ya, Avvy sayaaang .. “ ledekku yang hanya dijawab dengan menggigit bibirnya itu. Rok pendek itu pun meluncur lewat kakinya aku kemudian langsung menarik celana dalamnya, namun tangan Brigadir Avvy Olivia menahan lagi “Please .. kau akan puas, polwan cantikku sayaaaang “ rayuku, perlahan tangan Brigadir Avvy Olivia melepaskan kutarik perlahan tangan Brigadir Avvy Olivia hendak menutup selakangannya, kulihat jembutnya tipis nan rapi. Kutarik celana dalam itu keluar, kubuang celana dalamnya itu, kini kami berdua sudah telanjang bulat. Aku langsung memeluk dan mengajaknya saling memagut, awalnya Brigadir Avvy Olivia menolak pagutanku, namun aku terus mendorongnya, ku elus elus pahanya yang mulus itu, Brigadir Avvy Olivia kudorong dan rebahan, kupagut pelan pelan, tidak ada tanggapan, namun akibat elusanku itu perlahan gairah seksnya naik “Mmmmmmmmmmhh .. Haaan .. jangan Haaan .. eeeeeeeeeeh .. mmmhhh .. aaaaaaaarggg “ racau Brigadir Avvy Olivia tak karuan. Aku merangsangnya di bagian paha dan selakangannya yang basah itu, perlahan pagutan itu pun terjawab, sekali Brigadir Avvy Olivia melayani pagutanku namun kemudian berhenti, kutarik bibirku “Marilah sayaang .. polwanku sayaaaang .. apapun kau minta bukti kejahatan seseorang akan kubantu “ janjiku. “Kau mau bukti kasusmu yang mandeg itu sebulan yang lalu .. aku punya “ “Yang benar aaah ?” tanya Brigadir Avvy Olivia dengan terkejut “Ayolah, Avvy sayaaaang .. jangan biarkan kontolku menganggur .. “ sahutku dengan mesra nan jorok “Ih .. kamu jorok aaaah “ sungut Brigadir Avvy Olivia dengan menahan kepalaku namun aku kemudian melumat, kali ini Brigadir Avvy Olivia menjawab lumatanku, kuelus elus pahanya kemudian naik ke pinggang dan kuremas buah dadanya “Ooh Haaan aaaaaaaaaah .. auuuh .. Haaan .. please aaaaaaaah … ssssssssssssssssshhh ssssssshh hhhh .. mmmmmmmmmmhhhh “ Brigadir Avvy Olivia mendesis setelah menahan kepalaku “Punyamu gedhe Haaan “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan nafas ngos ngosan “Kontolkulah yang akan memuaskan dirimu, Avvy sayaaaaang “ rayuku “Tak kusangka Haan .. kau sangat lancang ingin meniduri diriku .. “ sahut Brigadir Avvy Olivia “Tapi tolong .. jangan kasari aku ya Haan .. aku sebenarnya kagum padamu … namun aku tidak menyangka.. ternyata kamu doyan seks juga .. aku anggap kamu orang alim .. tapi nyatanya sangat doyan cewek “ ledek Brigadir Avvy Olivia dengan tidak tersenyum. “Maukah Avvy bermalam denganku di sini ?” tanyaku Brigadir Avvy Olivia diam sejenak “Asal kita lakukan dengan rasa suka sama suka .. aku tidak suka dengan cara kasar dalam bercinta .. puaskan aku Haaan .. aku sudah pasraaah .. tapi berjanjilah selalu membantuku ..” pinta Brigadir Avvy Olivia yang kini mulai tersenyum “Apapun akan kubantu .. “ kataku dengan bangun dan menarik tangannya, Brigadir Avvy Olivia pun duduk. “Trim Haaan “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan tersenyum. Habis berkata demikian Brigadir Avvy Olivia langsung menghujani bibirku dengan lumatan lumatan, aku tanggapi lumatan Brigadir Avvy Olivia itu, tangan Brigadir Avvy Olivia kini agresif memegang kontolku, lumatan demi lumatan, hisapan demi hisapan kami lakukan, Brigadir Avvy Olivia memegang kontolku, dipegangnya dengan naik turun dielusnya. Kami semakin tenggelam dalam lautan birahi itu, polwan cantik itu sudah menjadi milikku, siap mengerang erang aku kawini.

café Sarinah ini menggunakan baju biasa, menambah cantiknya, aku semakin kedanan engannya. “Tidak mudah Bu .. aku juga merasa tidak enak jadi pengkhianat temanku . lagian aku tidak ada hubungannya dengan kasus yang Bu Avvy tangani .. aku tidak bekerja dalam tekanan otoritas .. “ sahutku dengan menghembuskan asap rokokku. Wanita ini memang jago merayu dalam urusan mencari bukti bukti kejahatan, namun aku juga tak mau kalah, akan kuberikan semua informasi temanku tapi aku minta bayaran ranjang. Aku ingin menggeluti satu polwan ini, aku ingin kawin dengannya. “Hmmm .. begitu .. ada imbalan setimpal yang akan aku berikan .. “ sahut Brigadir Avvy Olivia agar aku lebih terbuka lagi Aku menganggap imbalan setimpal itu adalah kesediaan untuk bercinta, namun aku tidak menanggapi, pastilah bukan itu. “Apa saja kemudahan akan aku berikan padamu .. jika kamu mau membantuku .. aku tahu kamu sering membantuku dalam kasus kasus yang aku tangani .. tapi sekali lagi .. aku minta bantuanmu .. sebagai informan polisi, aku respek padamu .. tapi tolong .. aku sedang buntu .. butuh bukti yang lebih akurat .. aku jamin kamu aman tidak akan kami bocorkan .. percayalah “ Brigadir Avvy Olivia menyakinkan aku, bahkan aku pun sampai dibawakan rokok kesukaanku. “Aku belum memutuskan sekarang, Avvy .. “ balasku tanpa menyebutnya dengan “bu” karena ditempat umum nanti dikira aku sedang beraffair dengan istri orang lain. “Baiklah .. aku tunggu .. aku yakin kamu bisa mengambil rekaman CCTV itu .. itu sangat penting, pihak perusahaan itu seperti menutupi kasus pembunuhan itu .. rekaman CCTV itulah yang paling urgen .. kamu khan konsultan IT perusahaan temanmu itu .. “ “Kalo aku tidak membantu apakah akan kena pasal ditahan .. aku mau ditahan kalo tidak membantu, asal dirimu yang memborgolku, aku merasa bangga bisa ditangkap polwan cantik “ candaku yang dibalas dengan lemparan bungkus rokok. “Sialan kau Haan .. “ balas Brigadir Avvy Olivia dengan tergelak. “Kamu cantik, Avvy .. aku bisa semalam ndak tidur memikirkan dirimu “ rayuku “Ini urusan pekerjaan .. jangan dicampur urusan pribadi “ serobot Brigadir Avvy Olivia dengan cepat. Memang aku mempunyai rekaman cctv itu karena server perusahaan itu aku masih punya hak akses walau hak akses itu aku buat sendiri ketika masih menanganinya, sekarang posisiku hanya sebagai supporting saja. Jadi hak akses ke server itu merupakan hak akses tidak resmi. Namun aku sudah melihat semua rekaman CCTV itu, terlihat temanku menghabisi seseorang dibantu dengan bawahannya itu. Belum lagi seorang satpam ada yang kena sogok ketika membawa mayat itu ke mobil box. Mereka menyadari bahwa CCTV yang menyorot mereka sudah dimatikan, namun mereka tidak menyadari bahwa di belakang CCTV itu masih ada kamera tersembunyi berbeda kabel, dan resolusinya lebih tajam. Video itu sebenarnya sudah ada dalam laptopku namun aku sengaja tidak membukanya. “Giman Han .. ?” tanya Brigadir Avvy Olivia ketika aku hening sejenak. “Besok saja aku kabari, perlu waktu mengambil di server “ sahutku “Hack sajalah .. kamu khan pakarnya “ sahut Brigadir Avvy Olivia dengan cepat “Ada etikanya Boss .. hacking tetap ada peraturan nya, ndak langsung main terobos, apalagi meninggalkan jejak .. bisa ketahuan bego “ sahut dengan nada agak kesal karena polwan satu ini seperti sudah kehabisan akal. “Oke oke .. trim kalo mau membantuku .. aku butuh bantuanmu .. “ sahut Brigadir Avvy Olivia hendak mohon diri. Aku pun tersenyum padanya, ketika polwan ini meninggalkan aku, aku terkesima dengan bentuk pantatnya itu, membuat kontolku ngaceng tak karuan “Akan kugali memekmu dengan kontolku, Avvy .. lihat saja besok, kau akan mengerang erang dalam tindihanku dan kau akan merengek rengek minta kawin “ yakinku dalam hati. Rambutnya yang pendek itu membuat nafsuku naik, aku menjadi tidak tahan. Sore hari aku sengaja keluar kota untuk melaksanakan niatku. Niatku ingin memperdaya polwan satu itu, aku yakin wanita itu akan mau kuajak kawin, selepas aku bubaran kantor, aku langsung menuju villa di pinggiran Tol Jakarta Merak. Sengaja aku mengundang Brigadir Avvy Olivia tidak memakai seragam dinas aku mengatakan terpaksa bertemu di

Written by catatanpemula17

July 15, 2011 at 10:48 am

Posted in avvy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: