stevipark17

Just another WordPress.com site

3

leave a comment »

Aku kemudian terduduk di karpet empuk di ruang tengah, kontolku luar biasa pegal menggenjot memek Terry Putri itu. Aku kembali bersemangat melihat kemolekan Olla Ramlan yang membungkuk menjilati kontolku, janda mesum Olla Ramlan ini memang merupakan wanita yang kuidamkan dibanding dengan Farah Quinn dan Terry Putri yang sebenarnya lebih montok bodynya, namun aku suka dengan kemolekan tubuh tanpa busana Olla Ramlan ini. Kulihat aksi Olla Ramlan yang bermain main dengan kontolku itu, kuelus elus kepalanya yang naik turun mengulum kontolku semakin ngaceng tak karuan itu, Terry Putri yang kelelahan aku genjot itu perlahan bangun, Farah Quinn juga ikut duduk di kiriku, Terry Putri di sebelah kananku. Kedua betina ini kelelahan dan merasakan sakit di selakangannya karena aku menggenjotnya dengan keras, namun kedua artis ini justru menampakan rasa senang habis aku kontoli memeknya. Rambut panjang Olla Ramlan itu aku atur dengan pelan pelan agar memudahkan dirinya mengemut kontolku, kulihat dari samping melihat tingkah Olla Ramlan mengeluarmasukan kontolku berulang ulang dengan santai menikmati, mulutnya tersumpal kontolku. Mata Olla Ramlan melirikku, namun kemudian cuek dan bermain dengan kontolku dengan penuh perasaan, beda dengan Terry Putri dan Farah Quinn yang begitu sangat rakusnya mengumbar birahi. Terry Putri dan Farah Quinn membiarkan saja ulah Olla Ramlan itu, namun aku kemudian membisiki ke Farah Quinn agar mengoral memek Olla Ramlan, Farah Quinn tersenyum padaku, kemudian memagutku dengan mesra.

“Mmmmmmmmmmmffffff ………..mmmmmmmmmmmmmhhhh “ eram Olla Ramlan yang memasukan kontolku lebih dalam, hisapan demi hisapan itu sampai membuatku menahan nafas, belum lagi Olla Ramlan menyepong kontolku pelan pelan sehingga aku benar benar merasakan nikmatnya kuluman Olla Ramlan itu.

Farah Quinn kemudian berada di belakang Olla Ramlan dan menaikan pantatnya, Farah Quinn kemudian masuk ke bawah selakangannya, Olla Ramlan menaikan selakangannya untuk memberikan ruang pada Farah Quinn dengan cara telentang ke belakang.

“Tante Olla aaaaaaaaah .. tante suka kontol ya .. teruus deeh Taaan .. aduuh Tantee .. Tante Olla romantis banget kalo mainin kontolku .. uuuuuuuuuuuuuh .. ayo tanteee .. puaskan diri tante .. entar lagi aku entotin yaaa “ ucapku yang disambut dengan tekanan tangannya di pahaku. Sambil mengangguk pelan di mana kontolku masuk dalam, mata Olla Ramlan melirikku nakal

“Aku suka Tante Olla tersumpal kontol .. uuuuuuuuh .. enaak ya Tante ? “ godaku dengan disambut sepongan nakal di kontolku itu.

“Auuuuuuuuuuuuuuuuuh .. ooh .. Tantee Ollaaaaaa aaaaaaaaaaaah .. nakaaaaaal aaaaaaaaa h .. teruus deeh Taaan … rasanya enaak sekali .. lakukaaaaaan .. ooh tanteku .. tanteku yang nakaaaaaaal .. tanteku doyan kontol .. tanteku betina doyan kawin .. ayo deh tanteee .. Tante Olla .. aku pengin kawin lagi .. “ bujukku yang dijawab dengan gelengan pelan kepala Olla Ramlan membuat kontolku seakan akan digoyang ke kanan dan ke kiri sampai membuatku ngilu di kontolku.

Tubuh mulus tanpa busana Olla Ramlan itu terasa membangkitkan gairahku untuk sekali lagi menggeluti janda maniak seks ini, apalagi serta merta terserah hamil apa tidak, tidak perduli, baginya kenikmatan bercinta merupakan hal yang harus diterima resikonya, apalagi mengidap hyperseks, bagi dirinya, sehari saja tidak digenjot memeknya akan merasakan ada yang kurang. Belum lagi Olla Ramlan sudah lama mengincarku. Olla Ramlan membungkuk ketika melakukan oral kontolku itu, kuremas pantat sekal milik presenter janda haus kontol itu, kurasakan dengan benar kekenyalan pantat Olla Ramlan, kupejamkan mataku, namun aku menjadi gelapan karena Terry Putri kemudian melumat bibirku, aku dengan Terry Putri saling bercumbu, awalnya berupa lumatan namun kemudian pagutan demi pagutan sehingga semakin menikmati cumbuan dari Terry Putri yang tangannya meraba raba dadaku, aku pun melepaskan tangan kananku meremas pantat Olla Ramlan, kemudian tanganku berpindah merangkul pinggang Terry Putri, dan tanganku melingkar meremas buah dadanya, Terry Putri menggeliat tak karuan akibat remasan tanganku yang keras itu, kurasakan kemontokan presenter yang suka mendesah desah basah menggairahkan itu.

Farah Quinn masih terus melakukan hisapan, jilatan dan terkadang menyentil nyentil memek Olla Ramlan yang menggeliat, aku semakin menjauh dadaku dari kepala Olla Ramlan, sehingga tanganku berpindah memegang susu Olla Ramlan yang ranum itu, betina janda satu ini memang membuatku terpana akan kemolekan tubuhnya, kalo pun aku dijadikan suami, aku pasti akan memilih Olla Ramlan. Olla Ramlan menahan diri dengan melepaskan kontolku yang penuh dengan air liurnya itu, luar biasa rakus sekali Olla Ramlan ini bermain main dengan kontolku. Olla Ramlan merintih rintih merasakan jilatan dan hisapan Farah Quinn.

“Mbaaak .. gantian donk aaah .. sini .. gantian sama Mbak Terry .. susumu itu, sayaaaaang .. aku selalu pengin ngeremes “ ucapku dengan nafas memburu, dengan cepat kedua artis ini berpindah tempat, kulihat Olla Ramlan dengan tersernyum padaku setelah mengusap bibirnya yang menetes air liur

“Jilati lagi Tanteku yang nakaaal .. rasakan kenikmatan kontolku .. ayolah Tante Olla yang nakaaal .. jilatin .. biar kontolku cepat muncrat nanti bisa menghamili Tante Ollaaa “ ucapku sambil tersenyum.

Farah Quinn berada di sampingku, belum siap aku sudah dilumat oleh bibir Farah Quinn, chef mesum bersusu besar itu, kunikmati lumatan itu sambil kembali tangan kananku memegang buah dadanya yang kuremas remas, kurasakan buah dada sangat montok dan segar ini, Farah Quinn mengelus elus dahiku sampai belakang kepala, hisapan demi hisapan membuat Farah Quinn mulai mendesis dan melenguh

“Sssssssssssssssssssh sssssssssssshh …ssssssssshhh .. oooooooooooh .. uuuuuh .. sayaaang .. remees .. Mbak Faraah milikmu .. remes sesukamuu sayaaang .. rasakan kekenyalan susuku .. Farah Quinn milikmu .. yang haruuus selaaaluu kau ewe .. ayo sayaaang .. yang kiri ngiri .. isep sayaaaaaaang “ ajak Farah Quinn dengan menarik kepalaku itu, kuhisap puntingnya yang agak besar sambil kedua tangan Farah Quinn memegangi kepalaku, punting sebelah kiri aku hisap, buah dada mekar nan montok sebelah kanan menjadi jarahan tangan kananku yang kurasng meremas remas sekuatku sampai membuat Farah Quinn mendongak

“Aaaaaaaaaaaaaauh .. sssssssssssssshh sssssssssssshh hhhh ..mmmmmmmmmmmmhhh .. nnng ..ngggg . ooh sayaaaang .. uuuuuuuuh .. teruuus yaaaaaaaaaaang .. iseeeeeeeeeep .. iseeeeep .. yaaa .. yaaa . oooh sayaaaaaaaaang .. aduuh sayaaaaaang .. Mbak Farah mabuk sama kooon .. koontooolmuu … “ lenguh Farah Quinn dengan menggelinjang tak karuan merasakan isapan nakal bibirku dan tangan kananku yang bermain main dengan gudukan nakal itu, dibawahku Olla Ramlan gemar sekali menjilati batang kontolku naik turun, bahkan kedua buah zakarku juga tak luput dari sapuan lidahnya itu

“Sayaaang … Tante Olla pengin kawiin .. please .. ewe tante donk .. aaaaaaaaaah “ ucap Olla Ramlan dengan serak tidak kuat menahan libidonya untuk diajak saling menggenjot itu. Olla Ramlan sebagai seorang wanita yang hyperseks haus kontol maniak kawin itu memang sering tak kuat menahan nafsunya, nafsu syahwatnya benar benar tak terkendali, baginya kontolku masuk memeknya membuat Olla Ramlan menjadi senang tak karuan.

“Sabaar Tante Olla .. sini .. aku pengin memelukku tante .. aku pengin merasakan bibirmu .. “ ucapku sambil mendorong dada Farah Quinn itu, Olla Ramlan pun maju kemudian langsung menduduki selakanganku, bahkan dengan nakal hendak memasukan kontolku dalam memeknya

“Eiiiiiit .. bukan begitu Tanteeeeeeee “ cegahku dengan menahan tangan Olla Ramlan yang memegang kontolku

“Ya aaaaaaaaaaaampuun ..Tante Olla sudah nggak kuat, sayaaaaaaang .. nih memek tante dah basah tak karuan .. pengin dicoblos sama kontolmu .. please aaaaaaaaaaaaaah .. sayaaaaang ..” ucap Olla Ramlan dengan bibir tergigit sambil menatap ke bagian bawah kami, Olla Ramlan memandangku dengan kepala menggeleng yang sudah tidak kuat menahan libidonya, tak kuat menahan nafasu syahwatnya.

Tubuh kami sudah basah keringat, kulihat Terry Putri duduk di belakang Olla Ramlan dan kemudian memeluknya, memegang kedua bukit kembar milik Olla Ramlan dan diremasnya pelan

“Pelaaan aja Mbaaak .. tante pengin kawin nggak dikasih nih .. payaaaaaaah aaaaaaaaah .. Tante Olla dah nggak tahaaaaaaaaaaan .. please .. coblosin deh .. ayo sayaaaaaaaang .. masukin kontolmu cepaaat “ perintah Olla Ramlan dengan nada kesal karena aku tidak segera mencoblos memek basahnya yang memerah itu.

“Baik Tante Olla .. sekarang tante menghadap ke sofa .. posisikan tante berpegangan pada sofa, tekuk selakangan tante ke atas .. yaa .. yaaa .. wuih .. pantat nakal ini ..” pujiku melhat kemolekan janda nakal berposisi miring tangan dan kepala berada di atas sofa, tangannya menekan ke tempat duduk sofa.

“Ploooooooooooooook .. dasar janda nakaaal … ngebet minta kawin muluuu “ ejekku

“Aduuh yaaang .. sumpaaah .. Tante Olla nggak tahaaan .. masak tante disuruh nonton kalian kawin .. sedang Tante Olla dapat giliran terakhir … “ rengek Olla Ramlan yang kujawab dengan remasan buah dadanya itu.

“Sudaah aaah .. jangan banyak bicara .. lebarkan kaki Tante Olla .. ooh .. Mbak Terry .. berdiri di samping Tante Olla .. Mbak Farah chef mesumku sebelah kiri .. kalian kuajak saling bercumbu sambil mengawini janda gatal dikawin ini “ ucapku sambil memegang kontolku, aku kemudia bersimpuh di antara selakangan Olla Ramlan yang selakangannya perlahan turun mempaskan posisi kontolku yang ngaceng dipegang dua tangan nakal milik Terry Putri dan Farah Quinn

“Kami yang akan memasukan kontolmu .. ke memek tantemu yang nakal ini, sayaaang .. hamili Tante Olla .. jangan sungkan sungkan genjot memek tantemu itu .. uuuuuh .. kontol kok besar banget nih .. mana kuat wanita menahan nikmatnya bersamamu, sayaaang .. siap ya Tante Olla .. selamat kalian berdua akan kawin .. kawin kontol sama memek .. kawin benereeen “ ledek Terry Putri yang kucium pipinya sambil merangkul tanganku memeluk pinggang kemudian ke atas memegang buah dadanya, tangan, tangan kiriku memeluk Farah Quinn dan kupegang buah dadanya, kedua susu montok itu aku remas remas membuat Terry Putri dan Farah Quinn merem melek keenakan

“Kapan mau masuk .. kalo kalian cuma mendesah begitu .. please .. Tante Olla pengin kawin .. bego tauk “ semprot Olla Ramlan yang tidak tahan ingin segera digenjot memeknya itu. Olla Ramlan benar benar tidak kuat menahan nafsunya itu, wajah mesumnya, nakalnya, binalnya, liarnya mulai kelihatan, dikibaskan kepalanya agar rambutnya tidak tergerai ke depan kepalanya.

Terry Putri dan Farah Quinn tersenyum menggodanya

“Aduuh .. tante .. mana kami kuat melepaskan pegangan kontol enaak .. habis enak megangi kontol “ sahut Terry Putri dengan wajah mesum tersenyum disambut senyum Farah Quinn yang mengelus elus kontolku

“Ya aaaaaampuuuun .. kalian tante undang kok malah kemaruk .. ayoo deeeh .. tolong masukin kontol itu dalam memek Tante Olla yaaa .. pleasee … sumpaaaaaaaaah .. Tante Olla sudah ngebeet bangeeet .. ayolah sayaaaang .. majulah .. coblos memek Tante Ollamu .. tante nakalmu .. tante mesummu .. Tante Olla Ramlan bersumpah menjadi milikmu selamanya, asal kamu rajin ngontoli memek tante .. kau minta apa saja akan tante kasih .. yang penting kau harus memberi kenikmatan pada tantemu ini .. please .. kamu siang atau malam .. tinggal dataang ajaaa . langsung coblosin memek tante yaa “ rengek Olla Ramlan yang menggeleng geleng kemudian

“Baaaik tanteku yang nakal .. sumpah tante ? kalo tante ndak mau lagi sama aku gimana ?” godaku

“Aduuh sayaaaaaaang .. please .. pokoknya sumpah demi kontol .. pegang kata kata tante yaaa .. “ rajuk Olla Ramlan semakin tak karuan, aku lalu berposisi nyaman dengan berlutut itu, kontolku kuarahkan memek Olla Ramlan yang posisinya miring ke depan itu, perlahan kontolku masuk akibat tarikan tangan Terry Putri yang tersenyum sambil menjilati bibirku, aku menjadi geli sehingga terdorong ke depan

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh … pelaaaaaaan aaaaaaaaaaaah .. saaaaaakit taaaaaaaauk .. kontolmu itu besaaaaar .. pelaaaaaan .. sesaaaaaaak ..aaaaaaaaaaaaaaaauh … uuuuuuuuuh .. teruus yaaaaaaaang iyaa .. yaaa .. tarik teruuus .. do dooooroong “ lenguh Olla Ramlan dengan menggeleng geleng ke sana kemari merasakan desakan kontolku yang masuk perlahan lahan

“Remes susu tanteku Mbak Terry .. Mbak Faraaah “ perintahku yang disambut dengan uluran masing masing tangan kiri dan kanan kedua betina doyan kawin itu.

“Please aaaaaaaah .. masukin kontolmu … uuuuuuuuuuuuuuh “ lenguh Olla Ramlan merasakan buah dadanya dijarah teman wanitanya itu.

Aku menarik dan menekan lagi kontolku sampai membuat Olla Ramlan mendongak keatas kelimpungan memeknya dipaksa dimasuki kontolku itu, kurasakan remasan lembut nan nakal dinding memek janda bernafsu syahwat tak terkendali. Perlahan lahan kontolku semakin tenggelam dalam memek Olla Ramlan yang basah, kulepaskan pegangan pada pinggang Terry Putri dan Farah Quinn kemudian kupegang pinggang Olla Ramlan, aku berusaha menenggelamkan kontolku dengan susah payah, sampai kepalaku diciumi oleh Farah Quinn dan Terry Putri

“Teruuus saaayaaang …. Tantemu pengin anak dari bibitmuu .. ayo deh .. hamili tantemu .. “ bisik Farah Quinn dengan mesra

“Hmmm .. amblasin kontolmu .. buatin anak dari rahim tantemu, sayaang .. Tantemu sudah pasrah jadi milikmu .. kami berdua juga sudah menjadi milikmu .. bila ngajak kawin tinggal datang aja .. nggak usah make telpon segalaa .. “ bisik Terry Putri tak mau kalah.

Kutekan lagi kontolku dengan kuat sampai membuat Olla Ramlan tak karuan menggeleng geleng merasakan desakan kontolku, kutarik dan kutekan lagi dengan kuat

“Uuuuuuuuuuuuh .. sesaaaaaaaak ssssssssssssssssssssh ssssssssssshh hhh “ lenguhku tak karuan

“Iyaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. teruus yaaaaaaaaaaaang .. dikit laaagii .. yaaa aaaaaaampuuuuuuuuun .. enaaaaaaaknyaa.. pantas tante nggak tahaaan .. ayo yaaang .. tarik .. dorong lagi .. “ ucap Olla Ramlan dengan melihat dari bawah bagaimana kontolku terbenam dalam memek basahnya itu.

Kutarik dan kutekan kuat disertai lenguhan kami ketika kontolmu mentok membentur dinding buntu memek Olla Ramlan. Olla Ramlan sampai menurunkan kepalanya ke dudukan sofa itu

Aku langsung memompanya perlahan lahan, kupegang pinggang Terry Putri dan Farah Quinn, kemudian tanganku naik memegang buah dada sebelah kiri Farah Quinn dan buah dada sebelah kanan Terry Putri yang sama sama montok nan sekal segar itu, kurasakan keempukan dan kekenyalan susu itu, sambil selakanganku maju mundur mengawini Olla Ramlan yang merem melek keenakan itu

“Uuuh sayaaaaaaang .. enaaknya .. aduuh yaaang .. tante jadi makin ngebet kawin sama kamu .. ayoo sayaaang .. enaaknya .. aaaaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmmmmhh .. aduuuuuuuuh .. aaaaaaah .. uuuh .. sssssssssssssssssh sssssssssssshh hhh .. nggg nggg .. aaaaaaaaauh .. enaaaaaaaaaknyaaaaaaaaa .. aaaaaaaaaaaaauh ..ooooooooooh noo .. kontolmu sayaaang .. kontolmu .. teruus yaang .. teruus .. hamili tantemu .. buatin tantemu ini anak yaaa … “ lenguh Olla Ramlan dengan mata terpejam menengok ke bawah

“Iyaa aaaaaaaaaaaaaah .. tanteee .. cowok atau ceweeeeeeek ?” tanyaku

“Cowok aja sayaang .. biar kontolnya besaaar seperti kamu .. kalo mandiin anak kita, Tante Olla akan terbayang kontolmu teruus .. auuuuuh .. pelaaan bego .. tante lagi nikmati genjotanmu, sayaang .. yaaa .. yaaa sayaaang .. teruus yaaang .. jaga intonassi genjotaanmuu .. Tante Olla benaaar .. benaar nikmat bangeeeeeeeeet “ seru Olla Ramlan dengan mengerling nakal padaku

“Yaaaa .. enaaknya memekmu tantee .. betah kontolku dalam memek legit punya Tante Olla …….uuuuuuuuuh …. Ayoo .. uuh seesaaknya .. uuuh .. jepitaanya aaaduuh tanteeeeeeeee .. aaaah .. tante jangan geser kaki tante .. kontolmu bisa cepat muncraaaaaaaaat “ erangku ketika menggenjot kedua kaki Olla Ramlan merapat itu, buah dada Olla Ramlan diremas remas oleh tangan Farah Quinn dan Terry Putri, sedang buah dada kedua wanita yang kupeluk itu aku remas remas, aku kemudian menciumi pipi Terry Putri dan kami bercumbu mesra, sambil selakanganku maju mundur.

Tangan kanan Terry Putri kemudian meremas pantat Olla Ramlan yang tepat di depannya itu

“Aaaaaaaaaaaaaaauh duuuuuuuuuuuuuuuh .. aaaaaaaaaaaaaauh ,……. Mmmmmmmmmmmmmmmmhh teruuus sayaaaaaaaaaang .. yaa ampuun … enaaaknya .. KONTOOOOOOOOOL .. KOOOOOOOONTOOOOOOOOOOL .. ENAAAKNYAAAAA KONTOOOOLMU … “ lenguh Olla Ramlan dengan menyebut kata kontol dengan keras.

Genjotan demi genjotan itu sampai membuat memek Olla Ramlan menyempit, aku tetap terus bergerak maju mundur, gantian aku bercumbu bibir dengan Farah Quinn, Terry Putri pun gantian meremas pantat Olla Ramlan.

“Sssssssssssssssssssssshh …………sssssssssssshh .. ssssssssssssshh ….hhhhh .. teruus yaaang .. tanteee maaaaaaau aaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. aaaaaaaaaaaaaaaauh .. KOOOOOONTOOOOOOL .. koooooontol .. kontoool .. uuh kontol .. enaaknya kontol itu .. kontol .. nikmatnya kontooool .. kooontol .. “ seru Olla Ramlan tak karuan dengan rambut acak acakan itu, kugenjot terus memek Olla Ramlan dengan lebih cepat membuat Olla Ramlan semakin ikut tergoncang goncang

“Iyaa Tanteee .. kontol suami kita enaak bangeeeeeeeeeet …. Ayoo tantee .. Tante Olla yang binaaal “ seru Terry Putri dengan memberikan semangat.

Aku terus menggenjot, kadang menyodok nyodok sedkit cepat dan keras membuat Terry Putri mendongak ke atas, kurasakan memeknya semakin menyempit, kulihat tangan Olla Ramlan meremas sofa dengan kuat merasakan sodokan demi sodokan, tubuhnya maju mundur, buah dadanya ikut bergoyang sangat indahnya

“Tante Olla dapat bonus kawin sama aku yaa .. aku pengin aaaaaaaaah .. kawin berdua sama tante yang nikmaaat .. tapi direkam kameraa “ ucapku ceplas ceplos

“Yaa aampuun jangaaaaaan aaaaaaaaah “ tolak Olla Ramlan.

“Kuhentikan sodokanku … kalo nolaaaaaaaaaak “ ancamku

“Sudaaaah .. sudaaah .. rekam kita kawin terseraah .. aaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. sayaaaaaaang .. mauuu aaaaaaaaaaaah ..aaaaaaaaaaaaaauh .. kontoloooooooool .. kooooooooooontoooooooool “ seru Olla Ramlan dengan tubuh mulai menegang, kepalanya mendongak ke atas, kugenjot dengan keras dan membuat Olla Ramlan akhirnya mendapatkan orgasme setelah lima kali hujaman, Olla Ramlan tegang dengan mendongak kemudian di memeknya mengucur cairan hangat

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. enaaaaaaaaaaaaknya kooooooontoooooooooooooooooooool “ erang Olla Ramlan panjang mendapatkan orgasmenya dengan tegang itu, aku kemudian menaikan kaki kanan Olla Ramlan dan kuputar setengah badanya sehingga Olla Ramlan sampai tiduran menyamping ke sofa

“Mbaaak .. remesin susu Tante Olla .. “ perintahku dengan naik dan kugenjot memek Olla Ramlan yang sudah muncrat cairan hangat itu, tubuhnya berkelonjotan dan melemas, kugenjot berkali kali, sampai tangan Olla Ramlan menahan ke pahaku, namun tangan Terry Putri menangkap tangan Olla Ramlan dan dipegangi kuat

“Aaaaaaaaku aaaaaaaaah aaaaaaaauh maaaaaaaau aaaaaaaaaaaaah “erang disela sela hujaman keras ke memek Olla Ramlan itu, kuterus menggenjot sampai dadaku terasa panas tak karuan dan meluncurkan cepat ke kontolku, kubenamkan dalam dalam kontolku dan aku pun klimaks dengan tubuh ngos ngosan

“Creeeeeeeeet .. creeeeeeeeeeeeet .. creeeeeeeeeet “

Kusemburkan isi kontolku untuk yang terakhir, aku tegang mendongak dan aku pun akhirnya rubuh ke depan menindih Olla Ramlan itu. Kurasakan tubuh sangat ringan serasa terbang, tubuhku seringan kapas, aku merasa terbang mendapatkan orgasme, perlahan kurasakan sela sela memek Olla Ramlan meleleh lendir kental spermaku.

Kami berdua letih dengan tubuh penuh keringat, Terry Putri dan Farah Quinn tersenyum

“Kami berdua mandi dulu .. kalian berdua sudah menjadi suami istri yang kawin .. selamat ya “ goda Olla Ramlan yang mengajak Farah Quinn mandi. Keduanya pun berdiri dan menciumi pipiku kanan kiri

“Terima kasih, kontol .. kontol kamu benar benar nikmaaat “ kata Farah Quinn dengan senang. Keduanya pergi ke belakang, aku lemas dengan mengelus elus kepala Olla Ramlan itu, Olla Ramlan membuka matanya perlahan lahan, kemudian tersenyum

“Gimana tantee ?” tanyaku

“Luaar biasa, sayaaang “ sahut Olla Ramlan dengan pelan

“Mau lagi Tante ?” tawarku

“Sudaah aaaaaaaaaaaaah …. Memek Tante Olla sakit deeh .. habis kontolmu nakaaal banget .. keponakan tante ini kurang ajaar .. masak tantenya sendiri diajak kawin … jangan nakal yaa .. eeh .. tante senang deh .. dikawini sama keponakan tante .. habiis enak sih .. “ ucap Olla Ramlan dengan tersenyum.

“Tante Ollla “ sapaku pelan, yang disambut dengan elusan tangan Olla Ramlan di lenganku

“Ya sayaaaaaaaaaaaaaaang “ balas Olla Ramlan dengan tersenyum

“Jujur saja Tante .. aku mengagumi Tante Olla .. maukah Tante Olla menjadikan aku suami dalam urusan begini .. jadi kita berdua jadi suami istri .. namun aku ndak mau menikahi Tante Olla “ bisikku nakal.

“ Oh My God .. kenapa ndak mau ? tante tuh suka sama kontolmu .. baiklah yang .. kamu sering sering tidur di rumah Tante Olla ya .. “ balas Olla Ramlan dengan tersenyum

“Ogaaaaaaaaah aaaaaaaah “ jawabku pelan

“Kenapa ?”

“Mosok cuma tidur … kita saling memadu cinta dong tante .. kita ngeseks dari pagi sampai pagi .. sampai kita sama sama nggak kuat gitu “

“Iih .. nakal aah kamu .. suami Tante Olla .. jahil aaaaaaaaaaah “ sungut Olla Ramlan dengan tergelak.

“Janji ya Taaan “ ucapku

“Tante Olla yakin hamil karena kamu, sayaaaaaaaaaaaaang .. ndak usah risau yaaa .. Tante Olla ndak minta kamu menikahi kok .. cabut deh kontolmuu .. ditindih terus begini sakit “ tekan Olla Ramlan ke dadaku, kutarik kontolku perlahan yang lembek, kontolku perlahan lepas dari memek Olla Ramlan, aku kemudian tiduran di sampingnya dan dipeluk oleh Olla Ramlan

“Makasih suamiku tersayaaang .. Tante Olla puas banget main sama kamu .. nanti siang sama Tante Lolitha yaaa … kita bertiga pesta lagi .. nanti pagi kamu genjotin Mbak Farah dan Mbak Terry sebelum pulang ..mereka ada talk show siangnya .. kita kawin berdua lagi ya “ bisik Olla Ramlan dengan menyeringai nakal padaku. Aku pejamkan mataku, Olla Ramlan memelukku dan menghujani ciuman di pipiku.

Written by catatanpemula17

August 10, 2011 at 10:05 am

Posted in campur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: