stevipark17

Just another WordPress.com site

4

leave a comment »

Aku benar benar kedodoran kawin dengan Olla Ramlan, Terry Putri dan Farah Quinn di ruangan tengah berkarpet tebal itu, aku sampai terkejut jika Olla Ramlan masih ingin mengajakku mengadu birahi sampai dirinya tidak kuat, aku dan Olla Ramlan saling memelukku, Olla Ramlan suka menyuri nyuri pandang padaku. Kami berdua kemudian saling memeluk mesra bak suami istri, tak lama kemudian melonggarkan pelukan, sambil berusaha senyaman mungkin agar kami saling berpandangan mesra, mata Olla Ramlan melirik ke bawah dan melihat kontolku kembali berlendir walau tidak banyak, habis melihat ke bawah Olla Ramlan tersenyum padaku, memandangku dengan penuh kepuasan sambil mengelus elus pipiku. Kemesraan yang diberikan janda nakal doyan kawin ini membuatku menjadi tenang, aku merasa rileks agar ciuman di pipiku dan elusan tangan Olla Ramlan di lenganku, aku pun memandangnya tak kalah mesra dan romantis pada Olla Ramlan.

“Tante Olla cantik .. “ pujiku yang disambut senyum mesranya, sambil tersenyum mesra itu kenakalannya kembali kumat melirik ke bawah

“Trim ya .. sekali lagi donk .. Tante Olla dikawin sama kamu .. please .. tante belum puaas .. “ ucap Olla Ramlan yang membuatku terpana

“Masak dah aku kontoli sampai empat kali masih kurang ?” tanyaku yang dijawab gelak tawa Olla Ramlan itu

“Tante Olla doyan banget sama kontolmu, sayaaaaang .. apalagi kontolmu yang ngaceng .. punyamu itu lho .. iih .. sampai membuat Tante Olla terpikir terus kontolmu .. sejak kemaren kamu ngewe memek Tante Olla di kantormu.. Tante Olla susah melukiskan betapa nikmatnya, tante sampai merintih keenakaan .. hihihihi .. baru kali ini Tante Olla merasakan nikmatnya kontol itu .. trim ya sayang .. kalo kamu mau mengewe Tante Olla .. “ ucap Olla Ramlan dengan nada yang benar benar membuatku merasakan kembali tenagaku, walau aku letih namun aku masih pengin berduaan dengan janda kehausan seks ini, artis presenter nan mesum wal nakal ini membuatku bergairah.

“Tante Olla ndak risih memeknya masih berlendir karena kontolku ?” tanyaku

“Ih … risih gimana ? Tante Olla malah seneng kok kalo spermamu nembak ke dalam memek tante .. khan kita bikin anak .. sayaaang .. apapun yang kau minta Tante Olla akan kabulkan .. mau Tante Lolitha atau Tante Cintya .. adik dan kakak Tante boleh kamu nikmati .. ntar nanti Tante Olla bantu gimana kamu bisa menyetubuhi saudara tante itu … hmmm .. jika masih kurang tante akan kasih Tante Jelita Ramlan, ataukah kamu mau kawin sama adik tante Picci Ramlan si gendut itu … hihihi .. Tante Olla membayangkan jika kontolmu diperebutkan sama saudara saudara Tante Olla .. “ goda Olla Ramlan dengan sangat mesumnya itu

“Mang Tante Olla saudaranya berapa sih ? “ tanyaku dengan nada was was

“Kami lima bersaudara yang cewek, sayaaang .. tapi yang Tante tau cuma, Tante Olla, Tante Lolitha dan Tante Jelita yang sangat doyan kontol .. sehari kalo kami nggak digenjot memeknya ada yang kurang .. mau ya yang .. kamu entotin saudara saudara Tante Olla … asal kamu paling rajin mengewe Tante Olla .. habis kamu khan milik Tante .. jadi bolehlah kalo saudara tante pinjam kontolmu …. “ ucap Olla Ramlan dengan menarik bra dengan kakinya, bra milik Farah Quinn yang tercecer.

“Ambil donk ya .. bra milik chef mesum itu .. “ perintah Olla Ramlan dengan mengerling padaku sangat nakal. Aku mengangkat setengah tubuhku kemudian kuambil bra itu, kuberikan pada Olla Ramlan, Olla Ramlan kemudian bangun

“Tante lap dulu kontolmu yaaa .. lendirnya biar bersih .. jadi tante mau ngemut lagi “ tukas Olla Ramlan

“Kenapa ndak tante jilati sampai bersih ?” tawarku

“Ogaah aaaaaaah .. dah agak kering, sayaaaang .. kalo masih basah tante mau kok .. ndak apa ya yang .. tante bersihin kontolmu .. lalu tante cuci memek dulu .. kita kawin lagi pindah tempat .. pokoknya Tante Olla digenjot memeknya nggak boleh diganggu sama kedua pacarmu itu .. Tante Olla khan istrimu, jadi paling berhak ngajak main kontol dan memek .. “ ujar Olla Ramlan dengan tersenyum dan mengelap kontolmu yang sudah bangun lagi.

“Kontolmu itu kok cepet ngacengnya sih .. sampai Tante Olla kesengsem sama kontolmu .. “ ucap Olla Ramlan dengan melihat ke aksinya sendiri mengelap kontolku dengan cup bra milik Farah Quinn, lendir yang menempel itu berpindah ke cup bra, kemudian Olla Ramlan pun memberikan bra itu padaku

“Elapin donk memek Tante Olla istrimu ini .. “ rajuk Olla Ramlan dengan manja sambil mengangkang memberikan memeknya itu.

Kuterima bra itu dan kuelap elap dengan pelan, aku melakukan dengan perlahan lahan tanpa berusaha merangsangnya, perlahan lahan memeknya bersih dari lendirku yang tertinggal itu, Olla Ramlan kemudian menarik tanganku untuk pergi dari ruang tengah itu, dengan bertelanjang kami berdua berpindah tempat, Olla Ramlan kemudian meninggalkan aku entah kemana, tak kemudian balik lagi dengan memeknya yang tersiram air tanpa dilap itu. Olla Ramlan membawaku ke lain ruangan, kami berdua masuk ke dalam sebuah ruangan yang agak longgar, ada layar yang biasa dipakai nonton film

“Tante Olla pengin ada kenangan .. mau ya Tante Olla rekam ketika kita memadu kasih .. biar kalo tante pas sepi bisa nonton “ ucap Olla Ramlan dengan membuka lemari kemudian menyetel handicam itu, dua kamera disiapkan pada posisi pojokan. Habis itu Olla Ramlan mengambil minuman wine, dituangkan ke gelas kecil

“Demi kontolmu, sayaaaang “ ucap Olla Ramlan sambil memberikan gelas kecil itu

“Demi memek Tante Olla Ramlan “ balasku yang disambut gelak tawa Olla Ramlan yang sudah tidak tahan lagi mengajak bertempur beradu kenikmatan di pagi menjelang subuh itu. Setelah menenggak minuman keras itu, tangan Olla Ramlan nakal mengelus elus pahaku, sambil matanya memandangku, bibirnya tersenyum

“Maukah kamu memberikan kenikmatan sekali lagi pada Tante Olla istrimu ini ?” pinta Olla Ramlan dengan penuh harap menunggu yang diam memandangnya.

“Kenikmatan macam apa Tante Olla istriku ?” tanyaku balik

“Kenikmatan kontolmu, sayaaang .. Tante Olla pengin digenjot, diewe, dientoti, dikawini, memek Tante Olla disodok sodok dengan kontolmu ini yang ngaceng, trus kamu ngeremesin susu Tante .. elus elus paha tantemu yang menurut kamu mulus .. gimana mau ya yang .. Tante Olla sudah pingin banget nih … kontolmu kalo ngaceng .. tante jadi pingin nih .. sampai pusing kepala tante mikir kontolmu gimana bisa masuk lagi ..“ bisik Olla Ramlan dengan menggenggam kontolku dengan tersenyum renyah.

“Tante Olla, istriku sayaaang … aku mau kok mengawini Tante Olla lagi .. tapi kita lakukan dengan lembut ya Tan . kita lakukan dengan romantis .. anggap saja kita sepasang kekasih “ ucapku

“Nggak mau sepasang kekasih, tante nggak mau pacaran .. maunya langsung kawin .. genjot, sodok, muncratin .. kamu suami tante .. dan Tante Olla istrimu .. kamu jadi suami Tante Olla harus menafkahi batin tante dengan kontolmu itu .. tante ndak cukup cuma disayang sayang dowang .. dientotin gitu lho memek tante .. sudah gatel .. “ rajuk Olla Ramlan dengan menaikan pantatnya kemudian menduduki selakanganku, kontolku pun tertekuk di belahan selakangannya namun tidak masuk dalam lubangnya.

“Baiklah Tante Olla istriku sayaaaaaaaang .. sana Tante Olla rebahan .. aku akan oral memek Tante Olla yaa, tapi aku ingin kita saling merangsang .. biar aku ada nafsu lebih pada tubuh Tante Ollaku ini .. ponakan tante ini siap memberikan nafkah batin dengan menggenjot memek tantenya “

“Duuh , sayaaaaaaang .. makasih banget ya .. kalo kamu mau lagi sama Tante Olla saling bersetubuhmu .. Tante Olla bangga punya kamu .. keponakan tante yang nakal ini nggak tahu etika menghamili tantenya .. yang sayaaang .. berikan tantemu anak …“

Janda satu ini mempunyai fantasi seks yang berbeda dengan Terry Putri dan Farah Quinn. Itulah yang kusuka dari janda haus kontol ini, janda haus nafsu birahi tak terkendali, janda yang nafsu syahwatnya susah terpuaskan oleh orang lain. Dengan nakalnya Olla Ramlan memegang kontolku dan dipegang sambil diremas remas pelan membuatku semakin bernafsu, Olla Ramlan kemudian mengajakku saling memagut. Kami berpagutan sangat mesra, sambil tanganku nakal membalas dengan mengelus elus dan menekan memek basah milik Olla Ramlan ini. Bagiku Olla Ramlan benar benar janda yang sangat nakal, nafsu seksnya susah dikontrol, nada bicaranya kepadaku cuma mengarah kata “kontol” dan “memek” saja. Wanita ini rindu akan belaian lelaki, rindu akan elusan tangan lelaki yang menjahili tubuh polosnya. Lebih lebih Olla Ramlan suka tanganku yang bergerilnya lewat pahanya yang mulus, kemudian naik ke atas dan meremas buah dadanya, setiap kali aku meremas bukit kembarnya itu, Olla Ramlan menikmati benar benar rangsangan yang kuberikan, belum lagi ketika jari jari tangan bergerak gerak di area terlarangnya. Tubuhnya putih seksi dan sintal itu benar benar membuatku bersemangat kembali untuk kawin lagi, alias saling genjot demi mendapatkan kepuasan batiniah, kepuasan nafsu birahi yang harus kami lampiaskan. Pagutan demi pagutan yang sangat mesra diberikan oleh Olla Ramlan dan kubalas tak kalah dengan lembut, kurasakan bibir bawahnya, kami saling terus berpagutan dengan tangan kami saling meraba raba, mengelus elus dan meremas remas, membuat kami kemudian saling memandang penuh nafsu, aku suka dengan buah dadanya yang pas dalam telapak tanganku sehingga aku sangat menikmati susunya itu.

“Sssssssssssssssssshhh …ssssssssssssshhh hhhhh .. sayaaaaaaaang ..suamiku sayaaang .. Tante Olla sangat sayang padamu .. tante .. selama ini merasa kesepian .. terima kasih ya sayaang .. suamiku sayaang .. kini ranjang kesepian punya Tante Olla sudah terisi olehmu … kau adalah milikku dan Tante Olla milikmu … “ ucap Olla Ramlan dengan memandangku penuh kerinduan seiring gerilnya tanganku meremas remas pelan buah dadanya sampai di belahan selakangannya yang membasah itu

“Tante Olla .. istriku sayaaaaaaaang ..tubuh tante benar benar membuatku buta .. kusaksikan tubuh Tante Olla sangat indah dan merangsang … bolehkan aku selalu menginap di rumah Tante Olla untuk memberikan kepuasan pada tanteku yang nakal ini ? aku akan selalu mengawini Tante Olla kapanpun tante membutuhkan .. kontolku sering nggak tahan pingin masuk memek tante kemudian kugenjot dan kusodok sodok … “ ucapku dengan memandangnya, Olla Ramlan tersenyum senang padaku sambil mengocok kontolku pelan pelan, kunikmati kocokan pelan yang membuatku bergairah kembali

“Kau suami Tante Olla .. kau boleh tinggal di sini … apapun yang kau butuhkan tante akan menyediakan untukmu .. termasuk saudara saudara Tante Olla hendak kau coblos memeknya .. kau tahu sayaaaang .. tantemu ini sangat haus kontol .. haus pemuasan birahi .. Tante Olla menderita kalo sehari saja tidak kawin .. ada yang merasa kurang .. aduuh sayaaaaaaaaaaang … ngeremesnya yang pelan yang .. tante suka diremes begitu aaaah .. tante nikmatin bener setiap remasan tanganmu yang nakal “ sahut Olla Ramlan dengan mesumnya padaku.

“Berikan Tante Lolitha padaku … aku juga pengin kawin dengannya “ ucapku yang pendek langsung ditop oleh telunjuk jari tangan Olla Ramlan

“Pasti sayaaaaaaaaaaaaaang .. demi kontolmu .. Tante akan berikan Tante Lolitha .. sekarang puaskan Tante Olla lagi ya .. sekali lagi .. Tante Olla ingin mereguk kenikmatan bersamamu .. sebagai seorang istri, Tante Olla harus patuh .. sayang berikan kepuasan pada Tante Olla .. “ renggek Olla Ramlan yang tidak tahan akan gerilnya tanganku menjalar ke area tubuhnya membuat wanita pemuja kontol itu terpejam erat, elusan tanganku sampai menjalar ke bokongnya dan kuremas remas

“Aku juga suka sama bokong Tante Olla ini ..sekaaaaaaaal nan empuk … “ pujiku yang disambut dengan senyum Olla Ramlan.

“Kita akan kawin sekali lagi, Tante .. jadi Tante Olla harus membuatku agar cepat orgasme .. jadi ya kulum, emut, oral dan sepong kontolku deh, lebih lebih jilati kontolku, buah zakarku .. aku suka melihat tanteku ini mulutnya tersumpal kontolku” ucapku sambil bersandar pada sandaran sofa itu, Olla Ramlan kemudian mengambil remote, layar di depan langsung menyalakan dan terlihat adegan yang sangat vulgar, seorang wanita sedang digenjot memeknya dengan pelan pelan sampai sang wanita merem melek keenakan itu.

“Aaaah .. katanya mau oral memek Tante Olla .. tapi .. tapi ..Okelah sayaaaaaaaaang ..siap ya sayang .. tante turun ya .. biar tante berjongkok di depanmu .. mana tante bisa nolak kenikmatan kontol ini…. Kontolmu sangat enak sayaaaang .. mulut Tante Olla sesak ngemut kontolmu ..siap ya sayaaaaaaang .. rasakan kenikmatan yang indah ini, jangan buang sedetikpun demi perkawinan kontol dan memek kita, jangan buang waktu kita saling genjot, saling memacu demi kita membuat anak, buatkan anak ya sayaang .. hamili tantemu yang nakal ini .. Tante Olla pasrahkan diri padamu … nafkahi Tante Olla Ramlan ini dengan kontol besarmu ini “ ucap Olla Ramlan hendak turun, namun aku mencegahnya

“Tak adil Tante .. mendingan Tante Olla berada di pangkuanku, tapi terbalik.. memek Tante Olla berikan padaku dan Tante Olla bermain dengan kontolku … marilah tante .. naiklah … aku nggak tahan kalo disuruh melihat Tante Olla merangsangku “ ucapku dengan menarik tangan Olla Ramlan itu.

Olla Ramlan pun kemudian naik ke pangkuanku, namun kemudian kakinya berputar ke atas, kemudian kedua kakinya berada di pundaku,, bagian selakangannya dinaikan sehingga tepat di depanku, memek basah Olla Ramlan itu benar benar membuat nafsuku kian membuncah, tak tahan ingin menyemburkan isi kontolku ke dalam rahimnya agar bisa hamil.

Perlahan lahan kami saling memposisikan yang paling nyaman, Olla Ramlan kini tepat di depan selakanganku, kontolku dipegangnya dengan erat

“Tante .. jangan keras ngeremesnya ya ..lakukan dengan lembut .. seperti janji kita untuk romantis … aku sayang Tante Olla .. “ ucapku sambil meremas pantat Olla Ramlan itu. Bagian selakangan hanya beberapa centi dari bibirku, kujilati dengan lidahku memek basah itu, kurasakan bau menyengat khas memek wanita, namun aku juga mencium bau harum parfum, kujilati sekali dua kali sampai kedua tangan Olla Ramlan menekan ke sofa, kepalanya menengok lebih masuk ke dalam dan melihatku asyik bermain main dengan memeknya itu.

“Uuuuuuuuuuuh Tante Ollaaaaa juga sayaaaang kamu ..siap ya yaaang .. oral terus memek Tante … lakukan dengan lidahmu .. jilati lubang memek Tante Olla .. “ racau Olla Ramlan tak karuan yang kemudian kepalanya kembali ke depannya, di depan matanya itu kontolku yang ngaceng membuat Olla Ramlan menjilati ludahnya

“Uuuuuuuuh .. kontol kok enaak banget begini … “ ucap Olla Ramlan dengan menjulurkan lidahnya menjilati kontolku dengan menyapu ke samping, kurasakan sapuan itu sampai membuatku berhenti sejenak membelah lubang kawin Olla Ramlan yang memerah akibat sodokan dan genjotanku yang sudah membuat Olla Ramlan menggelepar tak karuan.

Suara rintihan wanita yang digenjot dilayar itu membuat kami semakin panas, Olla Ramlan perlahan lahan terus menjilati kontolku dengan nakal, buah zakarku di jilati dengan kontolku terjepit di dagunya, rambut panjang itu sampai tergerai di pahaku, namun aku lebih asyik menikmati memek janda nakal tuna syahwat ini.

Kusapu lubangnya itu dengan lidahku sampai Olla Ramlan mengeram ketika mulutnya sudah tersumpal sesak kontolku

“Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmh “ eram Olla Ramlan merasakan jilatanku yang sekali kali menyentil klitorisnya, kuremas pantatnya yang sekal dengan tangan kiriku, tangan kananku meremas buah dadanya, kedua kaki Olla Ramlan menjepit kepalaku kuat, sehingga aku tidak bisa kemana mana kecuali menikmati surga lubang memek Olla Ramlan yang membasah tak karuan. Rangsangan demi rangangsan aku laku, lubangnya itu aku lebarkan lebih lebar dengan kujilati, kutahan rasa nikmat luar biasa Olla Ramlan mengoral kontolku perlahan lahan, kurasakan sepongan ringan, kurasakan sedotan dan permainan lidah Olla Ramlan di dalam mulutnya yang tersumpal kontolku. Olla Ramlan merenggangkan kakinya yang menjepit kepalaku, kutarik dan kuhela nafas

“Tanteeeee aaaaaaaaaaah .. terus tantee .. Tante Olla .. emutin kontolku .. enaak tan .. enaaaaaak .. duuh tante aaaaaaaaah .. aku betah kawin sama tante … aku tinggal di sini ya tante … aku siap melayani kebutuhan birahi Tante Olla Ramlan .. sssssssssssssshhh hhhhhh “ ucapku dengan berdesis merasakan hisapan pelan pelan Olla Ramlan di kontolku itu, kontolku keluar dari mulut Olla Ramlan dan kemudian dijilati dengan perlahan, kurasakan kontolku lebih basah, air liur yang keluar dari mulut Olla Ramlan itu membasahi kontolku, nafsuku sampai tak karuan merasakan rangsangan yang luar biasa dari wanita jalang Olla Ramlan ini.

Olla Ramlan seolah mulai tak memperdulikan erangan dan rintihanku disepong dan diemut emut kontolku, janda nakal ini mulai agresif menaikan tempo oral kontolku sehingga aku hanya bisa meremasi pantat dan buah dadanya, Olla Ramlan sampai menggelinjang di dadanya, kontolku sampai miring dalam mulut Olla Ramlan itu, ketika Olla Ramlan diam aku kembali melakukan hisapan sedikit kuat pada memeknya itu, kutempelkan bibirku dan kuhisap, akibatnya Olla Ramlan melepaskan kontolku dan mendesis tak karuan

“Ooooooooooooooooooh aaaaaaaaaaaaaaauh .. sayaaaaaaang aaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmmmhh .. nggg ngggg .. teruus yaang .. Oh noo .. sayaaaaaang .. aduuh sayaaaaang .. hisaap lagi .. hisaaaaaap lagi ……….yaa aaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmhh sssssssssssshh ssssssssshh hhhh .. duuuh enaaaknya .. aaaaaaauh .. hhhhhh .. “ erang dan rintih Olla Ramlan dalam pangkuanku itu yang memeknya menjadi santapan empuk lidah dan bibirku, kuhisap lagi berulang ulang membuat kaki Olla Ramlan sampai menjepit kepalaku kuat. Aku berhenti sejenak dan sambil menjilati itilnya yang sebesar biji kacang itu. Setiap aku menjilati klitorisnya itu, Olla Ramlan selalu menghela nafas dengan mencengkeram ke sofa, betina ini memang benar sangat kehausan kontol, nafsunya benar benar tak terkendali ketika bersamaku, apalagi kontolku tepat dalam lingkaran jangkauan bibir dan lidahnya, sehingga Olla Ramlan memang sangat doyan kontol.

“Hhhhhhhh hhhhh .. Tantee Ollaaa .. puaaas .. Biii .. bii saaa .. kawin wiiiin sama kamu .. ayo sayaaaaang .. sedikit lagi .. jangan buaat tantemu muncaaak .. kaaau harus genjotin tanteeeeeeeee .. ayolah . keponakan tante yang nakaaaaaaaal .. teruus jilati memek tantemu .. oral dengan lidahmuu “ lenguh dan kata Olla Ramlan tidak tahan akan hisapan dan jilatan lidahku menjalar ke mana mana di area selakangannya. Kakinya bergerak gerak tak karuan, melebarkan bagian selakanganya itu membuat kelapaku terbebas, kuelus elus kedua pahanya yang mulus itu sehingga Olla Ramlan semakin tak karuan mendesis

“Teruus sayaaang .. say .. sayaaaaaang aaaaaaaaauh .. hhhhhhhhhhhmm .. rasanyaaaaaa aaaaaaaaaah … nikmaaaaaaaaaaaaaaat .. aduuh sayaaaang .. sudaaah yaaang .. sudaaaaaaah .. ewe tante yaaaa .. ewe tante .. aduuh sayaaaaaaang ………uuuuuuuuuuuh .. jangaan buaaat nanti orgaaaaaasmee … “ rintih Olla Ramlan dengan menahan ke perutku untuk bangun, aku pun melepaskan pegangan di pahanya itu, Olla Ramlan kemudian bergerak ke samping dan kemudian duduk di sampingku, aku kemudian dihujani dengan pagutan bibirnya yang seksi itu, matanya terlihat sayu

“Tanteee Ollaaa .. pengin dikawini sama kamu lagi .. sayaaaaaang .. terserah sama kamu gaya apa .. yang penting .. Tante Olla puaaas .. sayaaaaaaaang .. kontolmu itu iiih .. mengkilap bangeet .. ayolah sayaaaang .. Tante Olla harus berposisi gimana agar puaas .. jangan lama lama yaaaa .. “ rengek Olla Ramlan menunggu minta kawin itu.

“Hhhhh .. aku capek tante … gara gara Mbak Terry dan Mbak Faraaah … “ ucapku dengan mengelap bibirku yang basah

“Sekali lagi, sayaaaang, puaskan tantemu ini yang kehausan birahi, apa Tante Olla yang genjotin kamu aja yaaa “ tawar Olla Ramlan dengan tak tahan lagi merasakan nikmat kami menjadi satu tubuh itu.

“Jangan tante .. ndak apa apa demi tanteku yang nakal ini, aku akan berusaha memberikan kepuasan birahi .. sekarang tante balik badaaan .. duduk di selakanganku .. masukin kontolku dalam memek Tante Olla .. pelan pelan masuknya yaaa .. hhmmm .. sungguh Tante Olla Ramlan mau jadi istriku ?” godaku dengan tersenyum padanya, kuelus elus pahanya yang mulus setengah basah keringat itu. Olla Ramlan kemudian memagutku sampai menarik bibirku bagian bawah

“Tante Olla sudah menjadi istrimu sayaaang .. sumpah sayaaang .. sekalipun nanti Tante Olla menikah dengan orang lain .. kamu tetap suami Tante Olla .. pegang kata kata tante ya .. kita ndak usah diikat ikrar nikah resmi .. yang penting kita kawin … itu saja sayaaaaaang .. suamiku sayaaang .. segera setubuhi tantemu ini, ngebet pengin merasaakaaan kontolmu itu sesak dalam memek Tante Ollaaa “ ucap Olla Ramlan dengan membalikan badanya kemudian mengangkang di atas kontolku, tangannya ke belakang dan memegang kontolku, matanya melihat ke bawah, bagian kepala kontolku kemudian ditempelkan di lubang memeknya yang memerah

“Gilaaaaaaaaaaaa .. tak pernah Tantee Ollaaa merasakan nikmatnya bersetubuh .. sumpah sayaaaang .. sumpaaah .. tante ngesum berat sama kontolmu itu … pikiran Tante Olla sejak semaaaaalaaam mesum terus .. pikiran Tante Olla kotor terus mikir kontolmu ini .. aaaaaaaaaaaaauh uuuuuuuh .. sesaaaaaknya kontol .. aduuuh kontol aaaaaaaaaaaaaaaauh .. “ erang Olla Ramlan merasakan tekanan selakangannya turun untuk menenggelamkan kontolku masuk dalam lubang surgawinya yang merah membasah itu.

Perlahan lahan aku turunkan tubuhku agar miring ke kiri, sambil tanganku bergerak mengelus elus pahanya yang mulus itu, Olla Ramlan sampai terpejam setengah kesakitan melakukan penetrasi kontolku agar amblas, perlahan lahan tekanan itu dilakukan sambil menggigit bibirnya

“Jaaangaan bernafsu tanteee .. bisa keluar cepaaaaaat “ ingatku dengan meremas susunya itu, Olla Ramlan sampai menggelinjang dadanya

“Iyaa yaa sayaaaaaang uuuh .. remees yang lembut .. tante benaar benaaaaaaaaar … luaar biasaa rasanyaaa ooh .. sayaaaaang .. aku suka remasanmuuu sambil mainin punting tanteee ..ooooooh sayaaaaaang aaaaaaaaaaauh .. “ desah Olla Ramlan tak karuan merasakan kontolku membelah lubang sempitnya itu.

Kulihat kontolku benar benar sesak dalam memeknya walau cuma masuk kurang dari separo, aku sampai gemetar kakiku merasakan jepitan nakal dan hangat itu.

“Tariik tantee .. tekaaan lagi .. lakukan dengan pelaaaaaaaaan .. benaar memek yang paling nikmaaat .. aku suka sama memek Tante Olla Ramlan ini .. ayooo sayaaaaaaaang .. Tanteku yang nakaaaaal .. Tanteku yang mesum .. Tante Ollaku .. memekin kontolku .. “ ringgisku merasakan jepitan itu seolah olah menyedot kontolku agar masuk lebih dalam. Kurasakan kehangatan dan tekanan pada batang kontolku yang ditekan lebih dalam sampai aku terpejam merasakan elusan lembut dinding memeknya itu, kunikmati saat saat penetrasi ketika aku kawin dengan janda haus seks ini, kurasakan badanku mulai mendapatkan intensitas kenikmatan bersetubuh dengan wanita, kurasakan badanku seperti bergetar, badanku mulai meriding merasakan jepitan ketat memek Olla Ramlan yang berada di pangkuanku dengan mengangkang nakal itu, aku hanya bisa memegang kedua bukit kembarnya bersilangan.

“Teruus yaaang .. kamu bantuuu Tantee Ollla … tekaan kontolmu yaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. ooooooooh .. tidaaaaaaaaaak aaaaaaaaaaaaaauh sssssssssssssssssssssssh ssssssssssshh hhh .. rasanyaaaa aaaaaaaaaaaah uuuuuuuuuuuh .. ooooh indahnya .. indahnya penetrasi ini .. ayoo sayaaaaaang .. aaaaaaaaaaaaauh ooh no .. diaaam dulu .. biaar sepaaro .. Tante Olla ingin merasakan sebentaaar .. kamuuuu muu diaam dulu … aaaaaaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmmhhh … nnngg nggggg ..eeeeeeeeeh .. enaaaaaaaaaknya enaaaaaaaaknyaaa .. enaknya kontol kamu .. kontol .. oh kontol .. oh kontol .. demi kontolmu Tante Olla relaa apa sajaaaa .. “ rintih dan desah Olla Ramlan dengan mata terpejam sangat erat, kemudian menggeleng geleng pelan merasakan memeknya hangat dibor oleh kontolku itu, kusaksikan keindahan wanita bertelanjang bulat membelakangiku di atas sofa sedang menjepit separo kontolku

“Duuuuuuuh .. tanteee tanteee .. enaaaaaaaaak .. rapatan dikit kaki tantee .. duuuuuuh aaaaaaaaaauh yaa yaaaa . ooh tanteku .. tanteeeeeeeee .. enaaak banget memek Tante Ollaaa .. pelaan pelan merapaaat taaaaaaaaaaaaan .. bukakin .. rapatin .. yaa yaaa .. aduuuh taaaaaaaan .. Tante Ollaaaaaa aaaaaaah .. nakaaaaal .. nakaaaaal .. memek tante nakaaaaaaaaaaaaal “ erangku tak karuan sambil kepala Olla Ramlan mengerling padaku yang merem melek

“Makanya jadi keponakan tante jangan nakaal yaa .. masak tantenya kamu kawini dengan kontolmu .. hihihihihi … “ ledek Olla Ramlan dengan kepala memandangku ke belakang

“Aaku mau menghamili tanteku ini sampai dapat anak .. “

“Baaaaaaaaah … kurang ajar banget nih anaaak … keponakan kok menghamili tantenya .. tanggung jawan ya kamuu .. kamu harus menikahi tante kalo hamil .. “ ledek Olla Ramlan dan aku pun membuka mataku menatap Olla Ramlan, mataku setengah berkunang kunang, aku sampai terkejut sehingga Olla Ramlan kemudian baru kembali menyela

“Tenang sayaang .. Tante Olla cuma menggodamu kok .. kalo kamu mau .. nikahi Tante Olla yaang .. Tante ingin brondong sepertimu .. tenaganya besaar .. “

“Ndak maaau .. yang penting buatin aku anak ya Taaan “ ucapku sambil meremas kembali buah dadanya yang mengeras akibat rangsangan birahi itu

“Yaa sayaaaaaang .. tante berjanji .. benihmu akan Tante Olla rawaaat .. tante akan siap mengandung anakmu demi kebahagiaan kitaa .. siaap ya yaaang .. amblasin kontolmu dalam memek tantemu yang mesum dan nakal ini .. maafin ya yaaang .. kalo tantemu ini nakal sekali padamu .. masak tantemu minta jatah kontol padamu .. hihihihihihihi … “ ledek Olla Ramlan dengan menggelinjang merasakan remasan tanganku yang semakin nakal tak terkendali meremas dan menekan nekan punting susunya itu.

“Malaam yang panjang sayaaang .. trim sayang kalo malam ini kita saling ewe .. tante bangga punya kamu .. ayo sayaaaaaaang .. kita tuntaskan hasrat nafsu kitaaa .. tante sudah capeek nih .. ndak kuat nahaaan tekanan kontolmu yang nakal coblos memek tantenya … uuuuuuuuuuuuuuuuh .. aaaaauh .. mmmmmmmmmmhhh .. teruus yaaang kamu tekaaan .. tante juga tekaaaaaaaan .. kuatin .. kuaaaatin .. teruus yaaaaaaaaang teruuuuuuuus tuuh .. kontolmu turun maaau amblaas .. tariik .. tariik .. yaaaaa .. tekaaaaaaan lagi aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. aaaaaaaaaaaaauh .. “ lenguh Olla Ramlan dengan berhenti sebentar merasakan kontolku tinggal sedikit lagi mentok dalam memeknya yang basah itu.

Olla Ramlan sampai mengelus elus bagian atas memeknya yang menggelembung kontolku masuk dalam memeknya itu, matanya merem melek keenakan aku setubuhi, kurasakan kontolku diremas remas lembut dalam memeknya itu, kurasakan kedutan demi kedutan hangat membuatku semakin menikmati adegan kawin bersama Olla Ramlan. Film di depan kamu terlihat sang wanita digenjot dengan cara cepat sampai menimbulkan bunyi merdu

“Plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! “

Luar biasa suara nikmat itu sampai Olla Ramlan membuka matanya menyaksikan film itu dengan mata melebar, bibirnya sampai dijilati menikmati pandangan kontol besar itu layar.

“Tante tekaaaaan yaaaaaaaaaaaaa .. biaar amblas .. tahaan ya .. tante hujam sajaaaa “ tukas Olla Ramlan tanpa meminta ijinku, dengan menaikan selakangannya kemudian menghujam sekali sampai membuat kami menjerit keras kesakitan

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuh “ lenguh kami berdua dengan tubuh penuh keringat itu. Cucuran keringat birahi kami saling bercampur, kurasakan jepitan ketat memeknya itu, kurasakan kehangatan yang nikmat kawin dengan presenter jalang tuna syahwat ini. Olla Ramlan terdiam dengan mata terpejam sangat erat, merasakan memeknya dicoblos kontolku, mata itu membuka namun kemudian merem lagi, membuka, merem lagi, sampai kepalanya kemudian mendongak, kurapikan rambutnya yang acak acakan itu.

Benar benar malam yang panjang bagiku, aku harus tuntas pagi ini, jam sudah menginjak hampir pukul 4 pagi, ketik kontolku masih terjepit ketat dalam memek Olla Ramlan itu.

Olla Ramlan kemudian diam dan membuka matanya

“Tante yang genjotin kontolmu .. trim sayaaaang .. kalo Tante Olla Ramlan dipuasin begini .. “ ucap Olla Ramlan dengan menaikan selakangannya, terlihat kontolku teras seret keluar, Olla Ramlan sampai menjerit kecil

“Aaaaaaaaaaaaaaaaoh .. “ jerit Olla Ramlan dengan turun kembali, kurasakan gesekan nakal dinding memeknya kembali meremas lembut kontolku itu

“Lagi tanteeeeeeeeeee uuuuuuuuuh .. enaaknya memek tanteku “ erangku

“Enaaknya kontol keponakan tante ini .. yaa .. tante yang naik turun dulu .. uuuuuuuuuuuuuuh .. aaaaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmh “ lenguh Olla Ramlan dengan kembali naik turun perlahan lahan, badannya kemudian disenderkan ke dadaku

“Remees susu tantemu .. remes sepuasmu .. berikan rangsangan pada Tante Olla “ rengek Olla Ramlan dengan naik turun, kurasakan gesekan demi gesekan kontolku yang membentur dinding buntu memeknya itu terasa sangat nikmat sekali.

Aku meremas buah dadanya sambil melawan gerakan Olla Ramlan yang menggenjotku itu, tangan kanan Olla Ramlan merangkul ke pundakku sambil naik turun tak karuan

“Enaaaaaaak .. ooh .. kontol .. kontol .. kontol .. kontol .. enaaaknya kontoool kamuu .. ya sayaaaaaaang aaaaaaaaah .. mmmmmmmmmhh ssssssssssh ssssssssssssshh hhh .. “ rintih Olla Ramlan naik turun dengan tempo tidak terlalu cepat, genjotan demi genjotan itu membuat kami semakin terpacu menggapai puncak birahi kawin antara kontol dengan memek itu.

Gerakan demi gerakan itu kami lakukan terus dari menit ke menit sampai kurasakan aku menikmati lancarnya kontolku keluar masuk memek Olla Ramlan sampai menimbulkan bunyi tak kalah merdu dengan suara genjotan film di layar itu

“Plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! plok ! “

“Sayaaaaaaang aaaaaaaaaaaah .. rasanyaaa .. kita gaayaa yuuuk .. di film dah ganti gayaaa “ ajak Olla Ramlan yang masih turun naik dengan nikmatnya itu

“Baaaaaaaaaaaaaik “ ucapku pendek dengan badan penuh keringat, Olla Ramlan kemudian menaikan selakangannya dan memaksakan kontolku lepas.

Olla Ramlan keluar dari sofa, aku pun berdiri, di pojokan sofa itu merupakan dinding dan ada celah antara dinding dengan sofa, kutarik badannya dan kuposisikan ke celah itu

“Naikan kaki kiri Tante Olla .. “ perintahku

“Yaa aaampuun jangaan yaaang .. jangan aaah .. tante ndak kuat kalo begini .. “ tawar Olla Ramlan

“Mau hamil ndak ?” tanyaku

“Iyaa .. tante mau hamil karena kamu .. segeraa yaaang .. masukin kontolmu dalam memek tantemu ini … “ ucap Olla Ramlan mengalah dengan menaikan kakinya, aku kemudian maju dan memposisikan kontolku ke memeknya yang basah, kutekan dengan kuat sampai membuat Olla Ramlan mendongak sambil menggeleng geleng keenakan

“Janda ternakaal yang kueewe “ ledekku

“Sayaang .. Tante Olla sudah bukan jandaa lagi .. Tante Olla istrimuuu nih .. teruus yaaaaaaaang .. tekaaaan yaaaaaaaa .. aaaaaaaaaaaaaaoh .. rasanyaaa .. dibor enaaak bangeeeeeet yaaaaa .. aaaaaaaah . nyaman jika kontolmu terbenaam dalam memek Tante Olla .. sekarang genjotin tantemu .. balas genjotan tante tadi .. aaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. uuuh .. yaa .. uuh .. enaaaknya .. genjotanmu .. aaaaaaaaaaauh aaaaahh “ erang Olla Ramlan dengan merangkulkan kedua tangannya dipundakku sambil saling memagut, selakangan kami saling beradu, Olla Ramlan sampai kewalahan merasakan kontolku tergesek sampai menimbulkan bunyi merdu

“Clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! clep ! “

Aku menikmati persetubuhan di ruangan yang berubah panas itu, lampu tetap menyala sehingga kami bisa saling melihat adegan kami genjot menggenjot

“Kontoli teruuuuuuuuuuus .. Tantee Olla .. memekin kamuuu “ rintih Olla Ramlan dengan merem melek di depan mataku itu merasakan genjotan kontolku berulang ulang itu.

“Teruuus tantee .. enaaknya tubuh tanteku ini … uuuh .. gesekannya sayaaang … raasakaan dan dengarkan kontol dan memek kita kawiiin .. “ bisikku dengan suara yang pelan membuat Olla Ramlan membuka matanya kemudian menatap ke bawah melihat bagaimana kontolku keluar masuk memek Olla Ramlan dengan lancar

“Iyaa yaaa .. uuuh merdunya sayaaang .. indah bangeeet .. ooh sayaaaaaang .. rasanyaaa .. uuh .. kontolmu bentur bentuuur memek tantee .. teruus yaaang enaaaknya .. uuuuuuuh aaaaaaaaaauh .. mmmmmmmmmmhhh nggg nggg eeeeeeeeeeeh .. aaaaaaauh .. aaah .. uuuh ..aah .. uuh ..aaah .uuuh “ lenguh Olla Ramlan dengan kepala melihat kontolku keluar masuk memeknya, Olla Ramlan memberikan sambutan dengan menggerakan selakangannya maju mundur berlawanan dengan selakanganku

“Nikmaaatnya sayaaang .. Tante Olla puas sama kamu … teruus sayaaang .. terus .. kita tuntaskaaan .. tante mulai senut senut nih … “ ucap Olla Ramlan dengan nafas tak karuan, tubuh kami bercucuran keringat di pagi hari menjelang subuh itu.

Genjotan demi genjotan terus kami lakukan tanpa henti, Olla Ramlan mengerang erang, merintih rintih, mendesah desah, melenguh lenguh, menjerit jerit merasakan enaknya aku genjot memeknya itu.

Kurasakan aku semakin gencar menggenjotnya

“Iya sayaaang .. agaaaaak .. cepetaaaaan aaaaaaaaaaaaaaaaoh .. uuuuuuuuuuuh … “ lenguh Olla Ramlan dengan mendongak ke atas menggeleng geleng tak karuan itu, rambutnya berhamburan ke sana kemari merasakan nikmatnya menggenjotnya dari depan, aku kemudian berhenti menggenjot

“Ganti gayaa tanteeeeeeee “ ucapku sambil berhenti, kutarik kontolku yang basah itu, memek Olla Ramlan terlihat memerah

“Tante suuudaaah nggaaak kuaaaaaaaaaaat .. Tante Olla nyeraaaaaaah .. sudaaaah .. habis ini sudaah yaaaa .. memek tante sakit nih .. “ rintih Olla Ramlan dengan menghembuskan nafasnya dalam dalam

“Sedikit lagi taaaaaan “ ucapku dengan paksa menarik kontolku itu, aku kemudian menurunkan kaki Olla Ramlan di sandaran sofa itu, kemudian aku menariknya kembali di depan sofa.

“Pancalin kaki tante di sofa .. yaa .. kaki tante yang lebar .. teruus Tantee Olla miring .. tahan tubuh tante ke sandaran yaa .. sayaaang .. wuih .. tubuh Tante Olla merangsang banget nih .. apalagi susu tante ini .. indah bangeeet .. hmmmm … kenyal dan hangat susu Tante Olla “

“Masukin cepaaaaaaaat .. jangan cuma remes aaaaaaaaah .. tantemu sudah nggak kuaaaaat “ ucap Olla Ramlan dengan nada meninggi karena sudah tidak tahan ingin orgasme itu.

Posisi yang pas bagiku, tubuh molek Olla Ramlan penuh keringat tanpa busana itu miring ke depan dan bagian selakangan dan bokongnya itu meninggi, aku kemudian ikut menaikan kaki kananku mendekat ke paha Olla Ramlan yang mengangkang sangat merangsan itu, keelus elus pahanya itu membuat Olla Ramlan menjadi emosi

“Cepeeeeeet .. cobloss .. please sayaaaaang … entotin lagi tantemu .. jangan lama lama .. tante dah capek tauk “ ucap Olla Ramlan dengan nada kesal itu karena aku justru bermain main dengan pahanya yang mulus basah itu

“Sabaaaaaaar sayaaaaaang .. istriku .. tanteku sayaaang .. untuk hamil butuh kesabaran “ ucapku sambil merapatkan kontolku ke selakanganya yang membasah itu, kutekan dengan kuat kontolku untuk masuk dari belakang itu. Kutekan dan membuat Olla Ramlan mencengkeram ke sofa sangat kuat, bibirnya tergigit, kepalanya menekuk ke bawah dan melihat kontolku perlahan lahan meluncur dalam memeknya itu.

“Teruus yaang .. genjot terserah kamu ..yang penting muncrat di dalaam . duuuh .. nikmaaaaatnya .. teruus yaaang teruus .. tarik dan sodok sodok .. hujamkan jikaaa maaaau “ erang Olla Ramlan yang sudah tidak tahan ingin orgasme itu.

Kugenjot memeknya dari belakang dan kupegang kedua bukit kembarnya yang menggantung indah itu, Olla Ramlan sampai melenguh lenguh tak terkendali

“Aaaaaaaaaaaaaaauh aaaaaah aaauuh aaah uuh aaah uuuh .. mmmmmmmmmmmmmmhh eeeeeh .. aaaaaaaauh .. teruuuuuuuuuuuuuus .. aaaaaaaauh uuuuuuh .. teruus yaaang .. genjotin .. genjotin teruus tantemu .. ayo sayaaang ooh sayaaaaaaaaaaang .. sayaangku .. kontolmu .. kontolmuuuu .. kontol .. enaaknya kontol .. kontol .. kontol .. kontol “ lenguh Olla Ramlan dengan mengucapkan kata kata vulgar tak karuan meracau itu

“Memeek .. memek .. memek .. kontol .. kontol .. memek “ ucapku memberikan rasa nikmat membuat Olla Ramlan yang merem melek membalas kata kataku tak kalah vulgar

“Kontol .. kontol .. genjotin … eweein .. sodokin … ayoo sayaang .. kawinin teruuus … spermain .. hamilin .. teruuus .. genjooooooooooot ..aaaaaaaaaaaaaaaaauh .. genjot .. kontol .. kontol .. kontol .. kontol .. teruus kontol .. maaauh aaaaaaaaaah .. aaaaaaauh .. memek tantee mulaaai tak karuaaan “ erang Olla Ramlan dengan kepala ke bawah dibenturkan benturkan ke sofa itu

Kurasakan aku juga tidak tahan lagi menggenjot maju mundur, selakanganku berbenturan dengan pantat Olla Ramlan itu sampai keluar bunyi yang sangat nikmat, kulirik ke layar terlihat sang lelaki dengan keras menghujamkan kontolnya berposisi nyaris sama dengan kami.

“Teruuuuuuuuuuuus .. hujamkaaaaaan aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ jerit Olla Ramlan mendapatkan hujaman keras kontolku membentur dinding buntu

“Aaaaaaaaaaaaaaah enaaaaaaaaaak .. uuuuuuuuuuh iniiiiiiiiiiiiiiii “ erangku sambil menghujamkan keras keras dan kemudian dengan cepat menggenjotnya sampai kedua kaki gemetaran, demikian pula dengan paha Olla Ramlan tak kalah merinding.

“Iyaaaaaa aaaaaaaaah tanteeee aaaaaaaaaaaah aaaaaaaaauh sayaaaaaaaaaaaang uuuuuuuuuuh ayoooooooo .. aduuuuuuuuuuuuuuuuh .. huuuuuuuuuuuhh .. cuuuuuuuuuuuuh “ lenguh Olla Ramlan dengan meludah ke depan

Kugenjot dnegan cepat seiring memek Olla Ramlan yang menyempit itu, kuterus genjot, kurasakan Olla Ramlan menaikan kepalanya, dadanya menggelinjang akibat remasan tanganku yang tak henti hentinya meremas buah dadanya yang mengeras terangsang itu, memeknya menjepit ketat pada kontolku, Olla Ramlan tegang tak karuan, memeknya menjepit ketat itu, Olla Ramlan melolong bak kehabisan nafas itu

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. sampaaaaaaaaaaaaaai .. aaaaaaaauh sayaaaaaaaang aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang Olla Ramlan panjang mendapatkan orgasmenya ditengah gempuran kontolku yang cepat keluar masuk itu, Olla Ramlan tegang kemudian berkelonjotan tak karuan kepalanya sampai melotot ke sofa itu, dengan cepat kupegang kedua kakinya dan kuangkat, kepala dan dada Olla Ramlan berada di sofa, aku kemudian menggenjot dengan cepat, kedua kakinya ku letakan di samping pahaku

“Ooh aaaaaaaaaauh aaaaaaah .. enaaaaaknya .. aaaaaaaaaaah . dikit laaaaagi “ seruku tak karuan

Olla Ramlan yang sudah berkelonjotan itu dengan cepat bangun dan mengerang kesakitan

“Sudaaaaaaaaaaaaaaaaah .. sudah aaaaaaaah .. sudaaaah kontol .. sakit .. sakit “ erang Olla Ramlan tak karuan merasakan genjotan cepat kontolku maju mundur itu, kurasakan dadaku panas luar biasa, merembet dengan cepat ke selakanganku, kurasakan badanku sudah tak kuat lagi, kurasakan aku hendak orgasme, kuhujamkan kontolku dalam dalam, kurasakan kontolku tegang tak karuan dalam jepitan memek Olla Ramlan itu. Aku pun akhirnya mencapai puncak, kusemburkan isi kontolku muntah dalam memek Olla Ramlan dan menembak ke rahimnya

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erangku panjang dengan mendongak ke atas

“Craaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaat .. craaaaaaaaat .. craaaaaaat “

Kurasakan tubuhku terasa ringan, aku bak terbang ke awan merasakan semburan kontolku itu, sperma kental itu memenuhi memek Olla Ramlan yang menjepit kontolku, aku terasa linglung, kurasakan badannya yang membentuk busur panah menenggelamkan kontolku dalam dalam di memeknya, aku pun tersungkur lemas dan meluruh ke ke samping sehingga aku menjadi terduduk, karena aku memegang pinggang Olla Ramlan, sehingga selakangan Olla Ramlan tidak lepas dari kontolku, aku benar benar lemah tak berdaya. Tubuh bergetar tak karuan, kurasakan orgasmeku dengan penuh kenikmatan, badanku benar benar pegal di mana mana. Olla Ramlan yang sudah lepas dari orgasme itu kemudian menggerakan kaki kirinya memutar, badanya kemudian bangun dan memelukk kemudian, kontolku masih tertanam dalam memeknya. Olla Ramlan menyenderkan kepalanya di pundakku, Olla Ramlan membisiku pelan

“Triiim sayaaang .. Tantee Olla .. puas bangeeet .. kita rehaaat .. kamu ada tugas kawin sama Mbak Terry dan Mbak Farah sebelum mereka pulang .. lalu kita tunggu Tante Lolitha .. kita pesta lagi dengan dia .. “ bisik Olla Ramlan dengan mengelus elus dadaku

“Ya Tanteku .. Tanteku tersayang .. istriku sayaaaaang “ ucapku sambil mengelus elus kepalanya itu

“Tante hanya bisa ucapkan terima kasih padamu .. kamu telah mengisi malam Tante Olla yang sepi .. sekarang tidak lagi .. kaulah pejantanku yang tanggung … jangan bosan kawin sama tante yaa .. apapun kamu minta tante kabulkan .. “ ucap Olla Ramlan dengan memejamkan matanya.

“Biarkan kontolmu dalam memek Tante Olla .. kita tidur di sini sajaaa .. tante ingin merasakan kehangatan kontolku sambil kita tidur yaa “ ucap Olla Ramlan tanpa membuka matanya itu, aku pun juga diam menata nafasku yang hancur, kurasakan perlahan lahan tubuhku mulai reda panasnya, kurasakan aku capek luar biasa, aku pejamkan mataku dan kupeluk tubuh Olla Ramlan yang memeknya masih tersumpal kontolku itu, aku berusaha memejamkan mataku, walau sulit namun perlahan lahan kantuk menyerangku, aku pun akhirnya terbuai mimpi dengan kontolku masih terbenam dalam memek hangat Olla Ramlan, janda mesum haus kontol ini.

Written by catatanpemula17

August 10, 2011 at 10:05 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: